“Pemilu, pemilu,pemilu” Saya coblos nomor 2. salam 2 jari, Jokowie.. I Choice U. So, kenapa jokowi > Alasannya satu, karna pak jokowi suka denger music metal. Yeahh..Rrraww.. Pilihan ini sama dengan ayahku. Semoga Menang |m Dan berikut list ‘thing’ yang kulakukan today • Go to Tps, with my mom, but come alone • Kapia family come home today • Go to Grandma house too • And come in ‘pajak melati’. Buy t-shirt and clotes to job a moment ago. its first time I come here. I don’t know price clotes. ! • Rani come too my home in morning. Berantakan tapi tetap Calm.. • Meet All amazing people in the market Jasmin. OMG • I like the new clotes. Kubersyukur Alhamdulillah • Messaging with Rama, bg Bow, Bang Andri, Just him. • Talking everything with my Litbro in Beranda tonight. • Cooking Rice • Hearing the Radio Prambors • Do my hobby Yeah. Cukup banyak ya. Berharap besok bisa lakukan lebih baik dari ini. maafkan semua salahku, Tuhan.
July 08, 2014
Pemilu Presiden
catatan ku sebagai seorang anak
Umur
gue sekarang 20tahun, ayah gue sekitar 45 dan ibu gue juga enggak jauh,
44tahun.
Gue
sering lupa kalau ayah ibu gue sudah punya seorang cucu dari kakak gue yang
pertama. Dan itu hampir gue lupakan setiap hari karna sifat ayah dan ibu yang
begitu membaur bersama anak-anaknya. Maksudnya, ayah dan ibu gue tidak memiliki
sifat 'tua' seperti layaknya kakek-dan -nenek pada umumnya. Mungkin bisa
dibilang ayah ibu gue, memiliki jiwa muda.
Gue yakin, ibu gue adalah wanita yang akan awet muda dan berumur panjang. Karna selain hoby tertawa ibu gue itu sangat rajin bersilaturahmi dengan orang-orang.
Gue yakin, ibu gue adalah wanita yang akan awet muda dan berumur panjang. Karna selain hoby tertawa ibu gue itu sangat rajin bersilaturahmi dengan orang-orang.
Dan
gue juga yakin, selayaknya ayah lain yang bijaksana. Ayah gue adalah orang yang
akan dicintai oleh anak-anak dan cucunya kelak. Karna ayah, adalah sosok pria
terbaik yang pernah gue kenal di muka bumi ini.
Gue
sering berkata dalam hati 'Untuk ayah dan ibu gue. Selama ini gue harusnya
lebih banyak berbakti pada mereka. Tanpa mereka gue enggak akan hidup sampai setua
ini, sampai umur gue kepala '2'. Dan tanpa kemurahan hati mereka yang mau
ngerawat gue sejak orok, gue tidak mungkin bisa tumbuh dengan baik dan sehat
seperti sekarang ini. Bahkan untuk menulis catatan ini juga semuanya berkat
orang tua gue. Tapi sayangnya tanpa sengaja dan gue sadari gue masih sering
menyakiti hati mereka.
Kadang,
kalau lagi melihat anak orang lain yang nasipnya kebetulan tidak seberuntung
gue. Gue sering berkata pada hati kecil gue sendiri. Nih anak pasti dulu waktu
dalam kandungan, kalau bisa menjawab, ketika ditanya Tuhan 'maukah kamu
dilahirkan?'. Dan jika dia tau, ketika
dilahirkan nasipnya kurang beruntung. Maka si calon bayi pasti akan menjawab
dengan tegas "LEBIH BAIK AKU TIDAK DILAHIRKAN, TUHAN".
Tapi
nyatanya tidak seperti itu. Setiap bayi yang terlahir lemah tidak bisa
menentukan, apakah dia ingin dilahirkan atau tidak. jika bayi itu sampai
terlahir, tidak lain dan tidak bukan. Itu semua adalah kehendak dari ayah dan
ibunya. Karna bayi hanyalah jiwa suci yang berkembang didalam keheningan
ruang rahim, akibat perbuatan ayah ibunya.
Gue
sangat kasihan pada orang tua, yang mengklaim anaknya sebagai anak haram. Karna
tidak ada bayi yang terlahir membawa dosa. Yang haram itu perbuatan orang
tuanya.
Lalu,
akibatnya. Ratusan bayi terlahir di bumi -yang tidak atas kehendak orang
tuanya- bayi itu akan tumbuh dengan kedaan yang kurang kasih, kurang sayang.
Dan
gue merasa beruntung, even sangat-sangat beruntung. Kelahiran gue dikehendaki
oleh ibu dan ayah gue -yang penuh kasih sayang. Gue dikasih makan sampe besar,
gue disekolahin, dan gue diajarkan arti cinta dan kehidupan. Sampai gue enggak
tau, apa artinya hidup susah.
Mungkin
Karna alasan keberuntungan kelahiran gue itu, gue jadi berfikir untuk setiap
bayi yang terlahir di bumi. Beruntung, atau tidak. Orang tua mereka adalah satu-satunya alasan kelahiran
sang bayi. Dan sudah seharusnya, setiap orang tua memiliki tanggung jawab
penuh, sebagai orang yang menginginkan bayi itu Lahir.
Karna orang tua, yang melahirkan gue adalah
mereka yang punya tanggung jawab dan kesabaran tinggi dalam memperjuangkan
kehidupan gue, anaknya.
Ya,
ketika gue berfikir. Gue mulai dewasa
seiring waktu. Dan otomatis ayah dan ibu gue akan semakin tua.
Gue
bukan lagi bayi beruntung, yang segalanya dipertanggung jawabkan oleh ayah dan
ibu gue. Gue sudahh tumbuh menjadi 'semi
manusia'. Yang perlahan-lahan akan memiliki tanggung jawab. Khususnya, tanggung
jawab untuk diri sendiri.
Terimakasih untuk ayah dan ibu gue. Ibarat kata, jika seluruh samudra isinya emas. Mungkin emas itu takkan cukup membalas budi baik mereka buat kehidupan gue selama ini.
*hiks.. Hiks..
Terimakasih untuk ayah dan ibu gue. Ibarat kata, jika seluruh samudra isinya emas. Mungkin emas itu takkan cukup membalas budi baik mereka buat kehidupan gue selama ini.
*hiks.. Hiks..
July 07, 2014
keahlian saya
Baiklah,
jangan kaget
Tiba-tiba
saya berfikir saya punya keahlian atau lebih tepatnya disebut sebagai bakat
alami yang saya miliki sebagai wanita.
Keahlian
itu adalah saya mampu membuat seseorang jatuh cinta, sejak pertemuan pertama
kali. Hanya dalam hitungan menit.
Saya
bisa menarik perhatian seseorang dalam hitungan detik, bahkan.
dengan satu catatan.jika mungkin penampilan
saya meyakinkan.
Tetapi
saya juga punya keahlian meninggalkan seseorang yang telah jatuh cinta pada
saya begitu saja.
Dan
ini aneh.
Bukan
tanpa alasan saya mengatakan ini. Saya mengatakan ini setelah saya mengenal
mereka :
Dan
ini adalah satu alasan tepat, kenapa saya selalu percaya. Cinta sejati itu
tidak ada.
Karna
menurut pengalaman saya.
Cinta
hanya akan datang tiba-tiba dan pergi tiba-tiba. :/
Posting ke seribu
Baiklah, catatan yang kalian baca ini
adalah postingan blog saya yang keseribu. Ya seribu!
Tanpa terasa saya sudah menulis blog sejak
tahun 2010. Dan sebenarnya bukan hanya di blog ini saja, terdapat 2 blog
lainnya yang membahas satu topik khusus. Tapi dari semua blog yang saya urus.
Blog ini adalah yang paling sering saya posting.
Karna blog ini adalah cerita dari bagian
diri saya.
Menulis di blog ini terasa seperti menanam
sebuah cerita dan tumbuh sebagai pohon kenangan, ketika saya kembali membacanya.
Dan
tanpa terasa, saat menghitung keseluruhan postingan saya dari semua blog yang
saya kelola, kini sudah mencapai seribu post.
Ya, saya senang sekali. Walaupun sepertinya
blog ini tak begitu banyak memiliki pembaca setia. Tidak semenarik para blogger
yang lain –yang terkadang mencapai traffik tertinggi sehingga blognya bisa
menghasilkan uang. Tapi tidak apa-apa. Itu bukan masalah buat saya. Tujuan saya
ngeblog adalah untuk mengingatkan pada diri saya sendiri. Tentang segala
yang terjadi. Dari waktu ke waktu.
Saya tidak berniat mencari uang melui Blog,
saya juga tidak terlalu mengejar Rating. Lagipula kebanyakan tulisan saya hanya
mengandung curhatan hati saya. Unsur pendidikannya mungkin hanya 35persen. Karna logikanya saja, siapa yang mau tertarik
pada kehidupan pribadi saya. Toh saya bukan siapa-siapa. Jadi mungkin banyak
yang berfikir ‘untuk apa mengikuti tulisan yang berisi curahan hati manusia
biasa’ seperti saya ini.
Jika saya toleh kebelakang, sebenarnya saya
merasa sangat Tidak Percaya Diri, kenapa dulu saya membuat blog, di saat saya
belum bisa menulis dengan baik dan benar. Bisa dilihat jika kebanyakan tulisan
saya di blog adalah curahan hati. Saya
banyak bercerita tentang Kehilangan,Penyesalan, dan yang paling sakit, adalah
cerita tentang penolakan-penolakan yang pernah saya alami dalam hidup.
Mungkin karna saya pernah merasa khawatir
jika menulis dalam buku diary, buku itu akan hilang, sobek, atau basah. Karna
itulah hal-hal yang kadang begitu Private. Malah saya ceritakan dalam blog.
Saya fikir itu bisa jadi pengganti buku diary saya.
Tapi terlepas dari cerita-cerita blog ini,
saya tetap merasa bersyukur sekali jika blog yang saya kelola memiliki
pengunjung.
Saya ingin ucapkan terimaksih kepada
orang-orang yang pernah berkunjung ke blog saya -baik yang sengaja, maupun yang
hanya kesasar, baik yang membaca isinya, ataupun yang hanya numpang lewat. Baik
yang pernah mengirim pujian, ataupun kritik. Sekali lagi saya ucapkan
terimakasih banyak.
Maafkan juga atas kebodohan-kebodohan saya.
Walau tidak ada kolom komentar di sini.
Saya telah mencantumkan facebook saya jika ingin menghubungi saya, dan jika
ingin memberi saran -Saya akan terima dengan segala kekurangannya. Saya tau,
blog saya ini tidak cukup keren dibanding blog-blog para idola saya seperti
Bang tirta
http://romeogadungan.com/
Bang tirta
http://romeogadungan.com/
Ah.. Saya mengagumi banyak sekali
karya-karya mereka. Walau mereka tidak mengenal saya, tapi karya mereka adalah
inspirasi tersendiri buat saya.
Dan baiklah,karna ini posting keseribu.
Selain ucapan terimakasih, saya ingin upload seribu foto saya yang amat sangat
narsis ini. Hehe
July 03, 2014
NOrak
Baiklah,
Sejujurnya saya ini orangnya Norak. Ya, saya ulangi SAYA NORAK.
Mungkin
saya jadi norak karna 2 alasan. Yang pertama karna saya kurang pengetahuan dan
yang kedua karna Dunia saya sangat terbatas, dalam arti selama ini Saya hanya
tumbuh di lingkungan pedesaan.
Dan hari ini saya kembali merasa Norak, karna ternyata pengetahuan saya tentang film selama ini sangat Cetek. Saya selalu suka, hampir semua film yang pernah saya Tonton. Dan biasanya saya akan membicarakan setiap film lengkap dengan Gembar gembor kehebohan -seakan itu adalah film terbaik yang pernah ada di MukaBumi.
Dan hari ini saya kembali merasa Norak, karna ternyata pengetahuan saya tentang film selama ini sangat Cetek. Saya selalu suka, hampir semua film yang pernah saya Tonton. Dan biasanya saya akan membicarakan setiap film lengkap dengan Gembar gembor kehebohan -seakan itu adalah film terbaik yang pernah ada di MukaBumi.
Tapi ternyata itu salah besar. Selama ini saya
hanya Norak, karna saya hanya menontot sedikit film.
Ada
begitu banyak film dengan berbagai genre pernah diproduksi di Dunia ini. Dan
saya rasa dalam setiap proses pembuatannya segala jenis film telah dipikirkan
baik-baik, mulai dari jalan cerita, lokasi, sampai para pemainnya.
Jadi intinya, setiap film itu mengandung cerita yang bagus. Karna tidak dibuat dengan Ngasal. Jadi jika kita hanya menonton sedikit film, dan menganggap itu film yang bagus. Sebaiknya tidak usah membicarakannya terus-menerus. Itu kelihatannya norak.
Ada
baiknya menonton lebih banyak film yang lain. Dan membiarkan diri kita memperkaya
pengetahuan tentang Dunia. Dan berhentilah bersikap norak.
Baiklah itu saja isi hati saya kali ini.
Baiklah itu saja isi hati saya kali ini.
#norak
yaa..
Catatan mahasiswa Drop Out (2)
Come
backSaya jadi berharap
hari ini saya Drop Out dari kampus.Saya fikir, saya
tidak begitu membutuhkan S1 saya.Jika nanti sahabat
saya yang sarjana adalah seorang pecundang. Dan sahabat saya yang putus sekolah
adalah seorang kaya raya. Kita tidak akan tau.Saya jadi iri pada
mereka yang Drop Out dari sekolahnya, tapi malah lebih berhasil daripada mereka
yang pada jaman sekolahnya begitu berhasil, tapi setelah lulus hanya jadi
pecundang. Kau tau kenapa?Karna orang yang
tidak belajar dalam wadah yang kita sebut sekolah, mereka telah berhasil
mengembangkan potensi dirinya secara otodidak. Mereka fokus pada tujuan dan
tidak terikat pada 'siksaan' tugas-tugas kuliah, Kkn, sidang, etc,etc. orang
yang belajar tanpa menghabiskan biaya di sebuah universitas, justru malah
berfikir lebih luas karna tidak dibatasi oleh logika-logika buku dan tekanan
keadaaan. Karna yang terpenting adalah semangat belajarnya bukan Dimana
Belajarnya.Bill Gates, adalah
mehasiswa Drop Out tapi dia bisa menjadi orang terkaya di planet ini. Kau tau
kenapa? Itu karna keinginannya untuk belajar, lebih besar ketimbang
keinginannya untuk mendapat gelar.Lalu pada akhirnya
para sarjana, mengemis pekerjaan pada orang-orang tak beijazah. Kau tau kenapa?Karna orang-orang di
universitas menghabiskan waktu untuk belajar mata kuliah dan mengejar nilai.
Sedang orang-orang di luar universitas menghabiskan waktunya untuk
mengembangkan potensinya, tidak terikat pada nilai, dan tidak perduli pada
gelar.Tiga
puluh delapan tahun yang lalu, Ivan Illich, seorang pemikir radikal, menulis
sebuah buku yang menganjurkan masyarakat dunia untuk mulai melakukan
‘re-sekolah-isasi masyarakat’ (deschooling society). Sekarang, dalam konteks
berbeda, kita menyaksikan kembali aktualitas pemikiran Illich, bahwa sekolah
bukanlah satu-satunya tempat belajar. Atau, dalam kasus Bu Siami, sekolah
bukanlah satu-satunya tempat belajar yang baik.Sekolah
telah berubah fungsinya, dari tahun ke tahun, dan lembaga pendidikan yang
diharapkan menjadi sarana pembelajaran itu telah berubah fungsi menjadi sarana
pemerataan. Jutaan murid yang masuk ke sekolah-sekolah mana pun akan dipaksa
untuk mengikuti sistem yang diberlakukan—tanpa mau menyadari bahwa
masing-masing manusia adalah makhluk yang berbeda, baik dalam kemampuan maupun
latar belakang.Pendidikan,
yang merupakan terjemahan Education dalam bahasa Inggris, memiliki akar pada
kata Yunani, Educo, yang berarti Mengeluarkan. Artinya, fungsi paling mendasar
dari sebuah pendidikan—apa pun bentuknya, termasuk sekolah—adalah
‘mengeluarkan’, yakni mengeluarkan potensi yang ada pada masing-masing anak
didik.Tetapi
di situlah letak masalah sekolah-sekolah kita selama bertahun-tahun. Sekolah
dan sistem yang disebut pendidikan itu bukannya ‘mengeluarkan’ potensi yang
dimiliki masing-masing anak didiknya, tetapi malah sibuk ‘memasukkan’ apa saja
yang dapat mereka jejalkan ke dalam pikiran anak didik—dari kurikulum, buku
bacaan, sistem yang disamaratakan, sampai bentuk ujian yang dinasionalkan.Murid-murid
sekolah di zaman sekarang menghadapi sekian banyak tuntutan tak masuk akal
untuk alasan ‘pendidikan’—hingga sejak bangun tidur sampai mau tidur lagi,
kesibukan mereka hanya berkutat pada urusan dan tugas sekolah. Begitu banyaknya
tekanan sekolah di masa sekarang, hingga seorang anak Sekolah Dasar tidak kalah
sibuk dibanding seorang Presiden.Dalam
wawancara dengan SCTV pada 7 Februari 1999, Romo Mangun Wijaya menyatakan,
“Selama tiga puluh dua tahun, anak-anak dipenjara oleh sistem pendidikan yang
diselenggarakan melalui sekolah formal.”Romo
Mangun menyatakan hal itu sepuluh tahun yang lalu. Tetapi dalam sepuluh tahun
terakhir, sistem pendidikan nasional bukannya makin baik tetapi makin buruk.
Terakhir, hal paling memilukan dari tragedi sekolah formal Indonesia adalah
sistem ujian nasional, yang seolah-olah dianggap dewa—satu-satunya penentu
kelulusan, dan dianggap pintu suci kesuksesan.Ujian
nasional adalah tragedi pendidikan Indonesia, karena ujian ini kemudian menjadi
akar segala macam masalah, bahkan kejahatan, sebagaimana yang kemudian muncul
dalam kasus Bu Siami. Saya percaya bahwa apa yang menimpa Bu Siami hanyalah
kasuistis. Artinya, masih banyak kasus lain yang serupa namun tak terungkap ke
publik, apa pun alasannya.x
Puasa
Di
hari kelima di bulan puasa kali ini, enggak banyak yang bisa gue lakukan selain
leha-leha dirumah.
Berhubung, Mungkin orang tua telah menganggap gue sudah cukup dewasa untuk beribadah dengan bijak. Gue enggak diuber-uber banget seperti bulan puasa tahun-tahun kemaren.
Yang biasanya gue digeret-geret kalau bangunin sahur, sampe diomelin panjang lebar buat berhenti nonton TV dan sholat. Sekarang gue lebih diperingatkan aja, supaya tidak lupa sholat dan ngaji banyak-banyak.
Berhubung, Mungkin orang tua telah menganggap gue sudah cukup dewasa untuk beribadah dengan bijak. Gue enggak diuber-uber banget seperti bulan puasa tahun-tahun kemaren.
Yang biasanya gue digeret-geret kalau bangunin sahur, sampe diomelin panjang lebar buat berhenti nonton TV dan sholat. Sekarang gue lebih diperingatkan aja, supaya tidak lupa sholat dan ngaji banyak-banyak.
Gue
fikir cara seperti ini jauh lebih efektif buat didik rasa tanggung jawab pada
diri seorang anak. Khususnya tanggung jawab pada diri sendiri.
Ya.. Walaupun gue enggak bisa dikategorikan sebagai anak-anak lagi.
Tapi untuk para orang tua, ingatlah. Seorang anak yang selalu dipaksakan untuk melaksanakan segala sesuatu. Termasuk melaksanakan ibadah, adalah hal yang tidak baik. Oke mungkin si anak akan menurut karna rasa takut dimarahin atau lainnya. Tapi sampai kapan!
Ada baiknya sih. Inipun kalau para orang tua mau, ada baiknya segala kebaikan termasuk melaksanakan ibadah. Dicontohkan sendiri oleh para orang tua. Lalu ajak anak dengan baik-baik melaksanakan kebaikan. Mungkin si anak agak susah diajak awal-awalnya. Tapi sampai kapan!
Ya.. Walaupun gue enggak bisa dikategorikan sebagai anak-anak lagi.
Tapi untuk para orang tua, ingatlah. Seorang anak yang selalu dipaksakan untuk melaksanakan segala sesuatu. Termasuk melaksanakan ibadah, adalah hal yang tidak baik. Oke mungkin si anak akan menurut karna rasa takut dimarahin atau lainnya. Tapi sampai kapan!
Ada baiknya sih. Inipun kalau para orang tua mau, ada baiknya segala kebaikan termasuk melaksanakan ibadah. Dicontohkan sendiri oleh para orang tua. Lalu ajak anak dengan baik-baik melaksanakan kebaikan. Mungkin si anak agak susah diajak awal-awalnya. Tapi sampai kapan!
Pasti
ada waktunya kan si anak akan berfikir "ah iya ya. Yang dibilang mama sama
papa gue bener".
Dan jadilah si anak beribadah dengan ikhlas tanpa paksaan.
Ya, kira-kira begitue..
Oya, ngomong-ngomong gue juga ngerasa banyak banget hal yang berbeda dibulan puasa gue kali ini. Yang pertama gue menjalani puasa tanpa kehadiran seorang kakak.
Emang sih di tahun kemaren juga kakak udah enggak puasa bareng sama kita dirumah ini. Kakak sudah menikah dan otomatis tinggal sama suaminya. Tapi tahun ini terasa sekali bedanya.
Dan jadilah si anak beribadah dengan ikhlas tanpa paksaan.
Ya, kira-kira begitue..
Oya, ngomong-ngomong gue juga ngerasa banyak banget hal yang berbeda dibulan puasa gue kali ini. Yang pertama gue menjalani puasa tanpa kehadiran seorang kakak.
Emang sih di tahun kemaren juga kakak udah enggak puasa bareng sama kita dirumah ini. Kakak sudah menikah dan otomatis tinggal sama suaminya. Tapi tahun ini terasa sekali bedanya.
Biasa
kalau sahur kakak yang nyiapin makanannya dan gue buat teh. Dan kalau buka
puasa kakak yang nyiapin kue dan gue tetep buat teh. Jadi bulan puasa kali ini gue yang nyiapin
makanan, dan juga buat teh. Tetep.
Selain soal buat teh. Gue juga jadi enggak punya temen kalau mau sholat ke masjid. Emang sih di masjid banyak temennya. Tapi dulu, kalau ke masjid gue sering pergi bareng sama kakak. :(
Selain soal buat teh. Gue juga jadi enggak punya temen kalau mau sholat ke masjid. Emang sih di masjid banyak temennya. Tapi dulu, kalau ke masjid gue sering pergi bareng sama kakak. :(
Dan hehe.. Jadi malu nih.. Hehe
Bulan puasa kali ini gue lagi CLBK. Hehee
Iya, gue kembali deket sama cowok yang dulunya pernah gue pacarin, tapi tiba-tiba kita saling menjauh gitu aja.
Jadi gini. Ehem.
Waktu masih sekolah, tepatnya waktu tahun-tahun awal kenaikan kelas XII aliyah. Gue ketemu seorang anak manusia. Ya iyalah, masa anak curut.
Anak manusia itu namanya NUR IAINI RAMADHAN. Gue suka sejak pertama kali gue kenal namanya. Karna ya, lo tau dulu gue begitu tergila-gila sama seseorang gitaris namanya'rama'. Dan gue pengen punya pacar namanya rama.
Hal yang enggak gue sangka, enggak gue duga. Ternyata rama juga suka sama seorang anak manusia bernama Ceri, dan itu adalah gue.
Dan kita jadian lewat sms, setelah merasa cukup cocok satu sama lain. Gue lupa kronologisnya seperti apa. Karna kejadian itu sudah terjadi cukup lama. Tapi intinya itu adalah cara pacaran terAneh yang pernah ada. Kita enggak pernah ketemu. Walau itu malam minggu, ataupun malam jumat. Padahal jarak rumah kami tidak terlalu jauh. Jika ditempuh dengan jalan kaki, mungkin tak kurang dari 4menit.
Tapi
entah kenapa kami tidak pernah ketemu.
Dan gue. Gue terlalu keseringan menunda membalas setiap Sms yang dikirim rama. Kadang setelah 3sms masuk baru gue balas, dan kadang dalam seharipesan-pesan yang dikirim rama -samasekali enggak gue balas. Gue enggak tau kenapa, gue merasa bosen mungkin, setiap smsnya selalu menanyakan hal yang sama seperti "lagi ngapain?" atau "sudah makan?"
Dan gue. Gue terlalu keseringan menunda membalas setiap Sms yang dikirim rama. Kadang setelah 3sms masuk baru gue balas, dan kadang dalam seharipesan-pesan yang dikirim rama -samasekali enggak gue balas. Gue enggak tau kenapa, gue merasa bosen mungkin, setiap smsnya selalu menanyakan hal yang sama seperti "lagi ngapain?" atau "sudah makan?"
Gue
gak mau balas terus-terusan. Karna kalau gue lagi ngapain, gue ngerasa gak
harus memberitahukannya pada orang-orang setiap waktu. Kalau gue lagi
mengerjakan hal positif sih gak masalah misalnya "gue lagi belajar
nih" atau "gue lagi mau sholat nih". Nah, tapi kalau gue lagi
ngerjakan hal yang enggak banget seperti "gue legi boker nih" atau
"gue lagi ngiler nih". Lha kan gak enak.
Lagipula
makan itu adalah kebutuhan dasar setiap manusia, kenapa harus selalu ditanya
sudah makan atau belum. Kalaupun sudah apa masalahnya, dan kalaupun belum pasti
nanti gue juga akan makan. Gue juga tau kalau orang yang tidak makan bisa
sakit, bahkan mati.
Gue selalu menunggu sms lain yang bertanya diluar pertanyaan lagi ngapain dan sudah makan itu. Tapi ternyata rama enggak pernah mengirimkannya. Sampai akhirnya rama bertanya "kenapa sms ku jarang kamu balas?" dan karna gue gak tega bilang bosen. Gue bilang sama dia "GK TW". Gue harap sih dia tau kenapa. Tapi dia tanya lagi "kamu maunya apa" dan gue bales lagi "GK TW".
Mungkin gara-gara kata GK TW itu dia jadi makin jarang Sms gue, dan gue yang waktu itu terlalu sibuk ikut tes menjelang Ujian Naional. Sempat lupa kalau gue punya pacar.
Gue selalu menunggu sms lain yang bertanya diluar pertanyaan lagi ngapain dan sudah makan itu. Tapi ternyata rama enggak pernah mengirimkannya. Sampai akhirnya rama bertanya "kenapa sms ku jarang kamu balas?" dan karna gue gak tega bilang bosen. Gue bilang sama dia "GK TW". Gue harap sih dia tau kenapa. Tapi dia tanya lagi "kamu maunya apa" dan gue bales lagi "GK TW".
Mungkin gara-gara kata GK TW itu dia jadi makin jarang Sms gue, dan gue yang waktu itu terlalu sibuk ikut tes menjelang Ujian Naional. Sempat lupa kalau gue punya pacar.
Tapi
kita enggak pernah ngucapin kata putus, bubaran atau 'kita udahan aja'
seperti yang difilm-film. Kita makin saling menjauh dan menghilang
begitu saja.
Kisah cinta yang aneh ini, biarlah jadi rahasia alam semesta.
Tapi inilah keajaiban bulan puasa kali ini. Gue sama rama kembali berhubungan. Tapi itu via sms tentunya. Gue masih jomblo,rama juga begitu.
Kisah cinta yang aneh ini, biarlah jadi rahasia alam semesta.
Tapi inilah keajaiban bulan puasa kali ini. Gue sama rama kembali berhubungan. Tapi itu via sms tentunya. Gue masih jomblo,rama juga begitu.
dan
Rama tetep enggak mau datang kerumah gue.
Meski
jauh dilubuk hati ini masih ada sedikit rindu buat dia.
Subscribe to:
Posts (Atom)
.jpg)


