Featured Post

Bye, Cats

July 08, 2014

Pemilu Presiden


“Pemilu, pemilu,pemilu”
Saya coblos nomor 2.
salam  2 jari, Jokowie.. I Choice U.
So, kenapa jokowi >
Alasannya satu, karna pak jokowi suka denger music metal. Yeahh..Rrraww..
Pilihan ini sama dengan ayahku. Semoga Menang |m
Dan berikut list ‘thing’ yang kulakukan today
•	Go to Tps, with my mom, but come alone
•	Kapia family come home today
•	Go to Grandma house too
•	And come in ‘pajak melati’. Buy t-shirt and clotes to job a moment ago. 
its first time I come here. I don’t know price clotes. !
•	Rani come too my home in morning. Berantakan tapi tetap Calm..
•	Meet All amazing people in the market Jasmin. OMG
•	I like the new clotes. Kubersyukur Alhamdulillah
•	Messaging with Rama, bg Bow, Bang Andri, Just him.
•	Talking everything with my Litbro in Beranda tonight.
•	Cooking Rice
•	Hearing the Radio Prambors 
•	Do my hobby
Yeah. Cukup banyak ya.
Berharap besok bisa lakukan lebih baik dari ini.
maafkan semua salahku, Tuhan. 


catatan ku sebagai seorang anak


Umur gue sekarang 20tahun, ayah gue sekitar 45 dan ibu gue juga enggak jauh, 44tahun.
Gue sering lupa kalau ayah ibu gue sudah punya seorang cucu dari kakak gue yang pertama. Dan itu hampir gue lupakan setiap hari karna sifat ayah dan ibu yang begitu membaur bersama anak-anaknya. Maksudnya, ayah dan ibu gue tidak memiliki sifat 'tua' seperti layaknya kakek-dan -nenek pada umumnya. Mungkin bisa dibilang ayah ibu gue, memiliki jiwa muda.

Gue yakin, ibu gue adalah wanita yang akan awet muda dan berumur panjang. Karna selain hoby tertawa ibu gue itu sangat rajin bersilaturahmi dengan orang-orang.
Dan gue juga yakin, selayaknya ayah lain yang bijaksana. Ayah gue adalah orang yang akan dicintai oleh anak-anak dan cucunya kelak. Karna ayah, adalah sosok pria terbaik yang pernah gue kenal di muka bumi ini.

Gue sering berkata dalam hati 'Untuk ayah dan ibu gue. Selama ini gue harusnya lebih banyak berbakti pada mereka. Tanpa mereka gue enggak akan hidup sampai setua ini, sampai umur gue kepala '2'. Dan tanpa kemurahan hati mereka yang mau ngerawat gue sejak orok, gue tidak mungkin bisa tumbuh dengan baik dan sehat seperti sekarang ini. Bahkan untuk menulis catatan ini juga semuanya berkat orang tua gue. Tapi sayangnya tanpa sengaja dan gue sadari gue masih sering menyakiti hati mereka.

Kadang, kalau lagi melihat anak orang lain yang nasipnya kebetulan tidak seberuntung gue. Gue sering berkata pada hati kecil gue sendiri. Nih anak pasti dulu waktu dalam kandungan, kalau bisa menjawab, ketika ditanya Tuhan 'maukah kamu dilahirkan?'. Dan  jika dia tau, ketika dilahirkan nasipnya kurang beruntung. Maka si calon bayi pasti akan menjawab dengan tegas "LEBIH BAIK AKU TIDAK DILAHIRKAN, TUHAN".

Tapi nyatanya tidak seperti itu. Setiap bayi yang terlahir lemah tidak bisa menentukan, apakah dia ingin dilahirkan atau tidak. jika bayi itu sampai terlahir, tidak lain dan tidak bukan. Itu semua adalah kehendak dari ayah dan ibunya. Karna bayi hanyalah jiwa suci yang berkembang didalam keheningan ruang rahim, akibat perbuatan ayah ibunya.

Gue sangat kasihan pada orang tua, yang mengklaim anaknya sebagai anak haram. Karna tidak ada bayi yang terlahir membawa dosa. Yang haram itu perbuatan orang tuanya.

Lalu, akibatnya. Ratusan bayi terlahir di bumi -yang tidak atas kehendak orang tuanya- bayi itu akan tumbuh dengan kedaan yang kurang kasih, kurang sayang.

Dan gue merasa beruntung, even sangat-sangat beruntung. Kelahiran gue dikehendaki oleh ibu dan ayah gue -yang penuh kasih sayang. Gue dikasih makan sampe besar, gue disekolahin, dan gue diajarkan arti cinta dan kehidupan. Sampai gue enggak tau, apa artinya hidup susah.
Mungkin Karna alasan keberuntungan kelahiran gue itu, gue jadi berfikir untuk setiap bayi yang terlahir di bumi. Beruntung, atau tidak. Orang tua  mereka adalah satu-satunya alasan kelahiran sang bayi. Dan sudah seharusnya, setiap orang tua memiliki tanggung jawab penuh, sebagai orang yang menginginkan bayi itu Lahir.

 Karna orang tua, yang melahirkan gue adalah mereka yang punya tanggung jawab dan kesabaran tinggi dalam memperjuangkan kehidupan gue, anaknya.

Ya, ketika gue berfikir.  Gue mulai dewasa seiring waktu. Dan otomatis ayah dan ibu gue akan semakin tua.
Gue bukan lagi bayi beruntung, yang segalanya dipertanggung jawabkan oleh ayah dan ibu gue.  Gue sudahh tumbuh menjadi 'semi manusia'. Yang perlahan-lahan akan memiliki tanggung jawab. Khususnya, tanggung jawab untuk diri sendiri.

Terimakasih untuk ayah dan ibu gue. Ibarat kata, jika seluruh samudra isinya emas. Mungkin emas itu takkan cukup membalas budi baik mereka buat kehidupan gue selama ini.
*hiks.. Hiks..
 

July 07, 2014

keahlian saya


Baiklah, jangan kaget

Tiba-tiba saya berfikir saya punya keahlian atau lebih tepatnya disebut sebagai bakat alami yang saya miliki sebagai wanita.
Keahlian itu adalah saya mampu membuat seseorang jatuh cinta, sejak pertemuan pertama kali. Hanya dalam hitungan menit.
Saya bisa menarik perhatian seseorang dalam hitungan detik, bahkan.
  dengan satu catatan.jika mungkin penampilan saya meyakinkan.

Tetapi saya juga punya keahlian meninggalkan seseorang yang telah jatuh cinta pada saya begitu saja.
Dan ini aneh.

Bukan tanpa alasan saya mengatakan ini. Saya mengatakan ini setelah saya mengenal mereka :

Dan ini adalah satu alasan tepat, kenapa saya selalu percaya. Cinta sejati itu tidak ada.
Karna menurut pengalaman saya.
Cinta hanya akan datang tiba-tiba dan pergi tiba-tiba. :/

Posting ke seribu

Baiklah, catatan yang kalian baca ini adalah postingan blog saya yang keseribu. Ya seribu!
Tanpa terasa saya sudah menulis blog sejak tahun 2010. Dan sebenarnya bukan hanya di blog ini saja, terdapat 2 blog lainnya yang membahas satu topik khusus. Tapi dari semua blog yang saya urus.
Blog ini adalah yang paling sering saya posting.

Karna blog ini adalah cerita dari bagian diri saya.

Menulis di blog ini terasa seperti menanam sebuah cerita dan tumbuh sebagai pohon kenangan, ketika saya kembali membacanya.
 Dan tanpa terasa, saat menghitung keseluruhan postingan saya dari semua blog yang saya kelola, kini sudah mencapai seribu post.

Ya, saya senang sekali. Walaupun sepertinya blog ini tak begitu banyak memiliki pembaca setia. Tidak semenarik para blogger yang lain –yang terkadang mencapai traffik tertinggi sehingga blognya bisa menghasilkan uang. Tapi tidak apa-apa. Itu bukan masalah buat saya. Tujuan saya ngeblog adalah untuk mengingatkan pada diri saya sendiri. Tentang segala yang  terjadi. Dari waktu ke waktu.

Saya tidak berniat mencari uang melui Blog, saya juga tidak terlalu mengejar Rating. Lagipula kebanyakan tulisan saya hanya mengandung curhatan hati saya. Unsur pendidikannya mungkin hanya 35persen.  Karna logikanya saja, siapa yang mau tertarik pada kehidupan pribadi saya. Toh saya bukan siapa-siapa. Jadi mungkin banyak yang berfikir ‘untuk apa mengikuti tulisan yang berisi curahan hati manusia biasa’ seperti saya ini.

Jika saya toleh kebelakang, sebenarnya saya merasa sangat Tidak Percaya Diri, kenapa dulu saya membuat blog, di saat saya belum bisa menulis dengan baik dan benar. Bisa dilihat jika kebanyakan tulisan saya di blog  adalah curahan hati. Saya banyak bercerita tentang Kehilangan,Penyesalan, dan yang paling sakit, adalah cerita tentang penolakan-penolakan yang pernah saya alami dalam hidup.

Mungkin karna saya pernah merasa khawatir jika menulis dalam buku diary, buku itu akan hilang, sobek, atau basah. Karna itulah hal-hal yang kadang begitu Private. Malah saya ceritakan dalam blog. Saya fikir itu bisa jadi pengganti buku diary saya.

Tapi terlepas dari cerita-cerita blog ini, saya tetap merasa bersyukur sekali jika blog yang saya kelola memiliki pengunjung.

Saya ingin ucapkan terimaksih kepada orang-orang yang pernah berkunjung ke blog saya -baik yang sengaja, maupun yang hanya kesasar, baik yang membaca isinya, ataupun yang hanya numpang lewat. Baik yang pernah mengirim pujian, ataupun kritik. Sekali lagi saya ucapkan terimakasih banyak.

Maafkan juga atas kebodohan-kebodohan saya.

Walau tidak ada kolom komentar di sini. Saya telah mencantumkan facebook saya jika ingin menghubungi saya, dan jika ingin memberi saran -Saya akan terima dengan segala kekurangannya. Saya tau, blog saya ini tidak cukup keren dibanding blog-blog para idola saya seperti
Bang tirta
http://romeogadungan.com/
Bang dika
http://radityadika.com/
Bang  ari

Ah.. Saya mengagumi banyak sekali karya-karya mereka. Walau mereka tidak mengenal saya, tapi karya mereka adalah inspirasi tersendiri buat saya.


Dan baiklah,karna ini posting keseribu. Selain ucapan terimakasih, saya ingin upload seribu foto saya yang amat sangat narsis ini. Hehe


July 03, 2014

NOrak


Baiklah, Sejujurnya saya ini orangnya Norak. Ya, saya ulangi SAYA NORAK.

Mungkin saya jadi norak karna 2 alasan. Yang pertama karna saya kurang pengetahuan dan yang kedua karna Dunia saya sangat terbatas, dalam arti selama ini Saya hanya tumbuh di lingkungan pedesaan.

Dan hari ini saya kembali merasa Norak, karna ternyata pengetahuan saya tentang film selama ini sangat Cetek. Saya selalu suka, hampir semua film yang pernah saya Tonton. Dan biasanya saya akan membicarakan setiap film lengkap dengan Gembar gembor kehebohan -seakan itu adalah film terbaik yang pernah ada di MukaBumi.
 Tapi ternyata itu salah besar. Selama ini saya hanya Norak, karna saya hanya menontot sedikit film.

Ada begitu banyak film dengan berbagai genre pernah diproduksi di Dunia ini. Dan saya rasa dalam setiap proses pembuatannya segala jenis film telah dipikirkan baik-baik, mulai dari jalan cerita, lokasi, sampai para pemainnya.

Jadi intinya, setiap film itu mengandung cerita yang bagus. Karna tidak dibuat dengan Ngasal. Jadi jika kita hanya menonton sedikit film, dan menganggap itu film yang bagus. Sebaiknya tidak usah membicarakannya terus-menerus. Itu kelihatannya norak.

Ada baiknya menonton lebih banyak film yang lain. Dan membiarkan diri kita memperkaya pengetahuan tentang Dunia. Dan berhentilah bersikap norak.

Baiklah itu saja isi hati saya kali ini.
 
 #norak yaa..

Catatan mahasiswa Drop Out (2)

Come backSaya jadi berharap hari ini saya Drop Out dari kampus.Saya fikir, saya tidak begitu membutuhkan S1  saya.Jika nanti sahabat saya yang sarjana adalah seorang pecundang. Dan sahabat saya yang putus sekolah adalah seorang kaya raya. Kita tidak akan tau.Saya jadi iri pada mereka yang Drop Out dari sekolahnya, tapi malah lebih berhasil daripada mereka yang pada jaman sekolahnya begitu berhasil, tapi setelah lulus hanya jadi pecundang. Kau tau kenapa?Karna orang yang tidak belajar dalam wadah yang kita sebut sekolah, mereka telah berhasil mengembangkan potensi dirinya secara otodidak. Mereka fokus pada tujuan dan tidak terikat pada 'siksaan' tugas-tugas kuliah, Kkn, sidang, etc,etc. orang yang belajar tanpa menghabiskan biaya di sebuah universitas, justru malah berfikir lebih luas karna tidak dibatasi oleh logika-logika buku dan tekanan keadaaan. Karna yang terpenting adalah semangat belajarnya bukan Dimana Belajarnya.Bill Gates, adalah mehasiswa Drop Out tapi dia bisa menjadi orang terkaya di planet ini. Kau tau kenapa? Itu karna keinginannya untuk belajar, lebih besar ketimbang keinginannya untuk mendapat gelar.Lalu pada akhirnya para sarjana, mengemis pekerjaan pada orang-orang tak beijazah. Kau tau kenapa?Karna orang-orang di universitas menghabiskan waktu untuk belajar mata kuliah dan mengejar nilai. Sedang orang-orang di luar universitas menghabiskan waktunya untuk mengembangkan potensinya, tidak terikat pada nilai, dan tidak perduli pada gelar.Tiga puluh delapan tahun yang lalu, Ivan Illich, seorang pemikir radikal, menulis sebuah buku yang menganjurkan masyarakat dunia untuk mulai melakukan ‘re-sekolah-isasi masyarakat’ (deschooling society). Sekarang, dalam konteks berbeda, kita menyaksikan kembali aktualitas pemikiran Illich, bahwa sekolah bukanlah satu-satunya tempat belajar. Atau, dalam kasus Bu Siami, sekolah bukanlah satu-satunya tempat belajar yang baik.Sekolah telah berubah fungsinya, dari tahun ke tahun, dan lembaga pendidikan yang diharapkan menjadi sarana pembelajaran itu telah berubah fungsi menjadi sarana pemerataan. Jutaan murid yang masuk ke sekolah-sekolah mana pun akan dipaksa untuk mengikuti sistem yang diberlakukan—tanpa mau menyadari bahwa masing-masing manusia adalah makhluk yang berbeda, baik dalam kemampuan maupun latar belakang.Pendidikan, yang merupakan terjemahan Education dalam bahasa Inggris, memiliki akar pada kata Yunani, Educo, yang berarti Mengeluarkan. Artinya, fungsi paling mendasar dari sebuah pendidikan—apa pun bentuknya, termasuk sekolah—adalah ‘mengeluarkan’, yakni mengeluarkan potensi yang ada pada masing-masing anak didik.Tetapi di situlah letak masalah sekolah-sekolah kita selama bertahun-tahun. Sekolah dan sistem yang disebut pendidikan itu bukannya ‘mengeluarkan’ potensi yang dimiliki masing-masing anak didiknya, tetapi malah sibuk ‘memasukkan’ apa saja yang dapat mereka jejalkan ke dalam pikiran anak didik—dari kurikulum, buku bacaan, sistem yang disamaratakan, sampai bentuk ujian yang dinasionalkan.Murid-murid sekolah di zaman sekarang menghadapi sekian banyak tuntutan tak masuk akal untuk alasan ‘pendidikan’—hingga sejak bangun tidur sampai mau tidur lagi, kesibukan mereka hanya berkutat pada urusan dan tugas sekolah. Begitu banyaknya tekanan sekolah di masa sekarang, hingga seorang anak Sekolah Dasar tidak kalah sibuk dibanding seorang Presiden.Dalam wawancara dengan SCTV pada 7 Februari 1999, Romo Mangun Wijaya menyatakan, “Selama tiga puluh dua tahun, anak-anak dipenjara oleh sistem pendidikan yang diselenggarakan melalui sekolah formal.”Romo Mangun menyatakan hal itu sepuluh tahun yang lalu. Tetapi dalam sepuluh tahun terakhir, sistem pendidikan nasional bukannya makin baik tetapi makin buruk. Terakhir, hal paling memilukan dari tragedi sekolah formal Indonesia adalah sistem ujian nasional, yang seolah-olah dianggap dewa—satu-satunya penentu kelulusan, dan dianggap pintu suci kesuksesan.Ujian nasional adalah tragedi pendidikan Indonesia, karena ujian ini kemudian menjadi akar segala macam masalah, bahkan kejahatan, sebagaimana yang kemudian muncul dalam kasus Bu Siami. Saya percaya bahwa apa yang menimpa Bu Siami hanyalah kasuistis. Artinya, masih banyak kasus lain yang serupa namun tak terungkap ke publik, apa pun alasannya.x

Puasa


Di hari kelima di bulan puasa kali ini, enggak banyak yang bisa gue lakukan selain leha-leha dirumah.
Berhubung, Mungkin orang tua telah menganggap gue sudah cukup dewasa untuk beribadah dengan bijak. Gue enggak diuber-uber banget seperti bulan puasa tahun-tahun kemaren.
Yang biasanya gue digeret-geret kalau bangunin sahur, sampe diomelin panjang lebar buat berhenti nonton TV dan sholat. Sekarang gue lebih diperingatkan aja, supaya tidak lupa sholat dan ngaji banyak-banyak.
Gue fikir cara seperti ini jauh lebih efektif buat didik rasa tanggung jawab pada diri seorang anak. Khususnya tanggung jawab pada diri sendiri.
Ya.. Walaupun gue enggak bisa dikategorikan sebagai anak-anak lagi.

Tapi untuk para orang tua, ingatlah. Seorang anak yang selalu dipaksakan untuk melaksanakan segala sesuatu. Termasuk melaksanakan ibadah, adalah hal yang tidak baik. Oke mungkin si anak  akan menurut karna rasa takut dimarahin atau lainnya. Tapi sampai kapan!
Ada baiknya sih. Inipun kalau para orang tua mau, ada baiknya segala kebaikan termasuk melaksanakan ibadah. Dicontohkan sendiri oleh para orang tua. Lalu ajak anak dengan baik-baik melaksanakan kebaikan. Mungkin si anak agak susah diajak awal-awalnya. Tapi sampai kapan!
Pasti ada waktunya kan si anak akan berfikir "ah iya ya. Yang dibilang mama sama papa gue bener".
Dan jadilah si anak beribadah dengan ikhlas tanpa paksaan.
Ya, kira-kira begitue..

Oya, ngomong-ngomong gue juga ngerasa banyak banget hal yang berbeda dibulan puasa gue kali ini. Yang pertama gue menjalani puasa tanpa kehadiran seorang kakak.
Emang sih di tahun kemaren juga kakak udah enggak puasa bareng sama kita dirumah ini. Kakak sudah menikah dan otomatis tinggal sama suaminya. Tapi tahun ini terasa sekali bedanya.

Biasa kalau sahur kakak yang nyiapin makanannya dan gue buat teh. Dan kalau buka puasa kakak yang nyiapin kue dan gue tetep buat teh.  Jadi bulan puasa kali ini gue yang nyiapin makanan, dan juga buat teh. Tetep.
Selain soal buat teh. Gue juga jadi enggak punya temen kalau mau sholat ke masjid. Emang sih di masjid banyak temennya. Tapi dulu, kalau ke masjid gue sering pergi bareng sama kakak. :(

Dan hehe.. Jadi malu nih.. Hehe
Bulan puasa kali ini gue lagi CLBK. Hehee
Iya, gue kembali deket sama cowok yang dulunya pernah gue pacarin, tapi tiba-tiba kita saling menjauh gitu aja.

Jadi gini. Ehem.
Waktu masih sekolah, tepatnya waktu tahun-tahun awal kenaikan kelas XII aliyah. Gue ketemu seorang anak manusia. Ya iyalah, masa anak curut.
Anak manusia itu namanya NUR IAINI RAMADHAN. Gue suka sejak pertama kali gue kenal namanya. Karna ya, lo tau dulu gue begitu tergila-gila sama seseorang gitaris namanya'rama'.  Dan gue pengen punya pacar namanya rama.
Hal yang enggak gue sangka, enggak gue duga. Ternyata rama juga suka sama seorang anak manusia bernama Ceri, dan itu adalah gue.

Dan kita jadian lewat sms, setelah merasa cukup cocok satu sama lain. Gue lupa kronologisnya seperti apa. Karna kejadian itu sudah terjadi cukup lama. Tapi intinya itu adalah cara pacaran terAneh yang pernah ada. Kita enggak pernah ketemu. Walau itu malam minggu, ataupun malam jumat. Padahal jarak rumah kami tidak terlalu jauh. Jika ditempuh dengan jalan kaki, mungkin tak kurang dari  4menit.
Tapi entah kenapa kami tidak pernah ketemu.

Dan gue. Gue terlalu keseringan menunda membalas setiap Sms yang dikirim rama.  Kadang setelah 3sms masuk baru gue balas, dan kadang dalam seharipesan-pesan yang dikirim rama -samasekali enggak gue balas. Gue enggak tau kenapa, gue merasa bosen mungkin, setiap smsnya selalu menanyakan hal yang sama seperti "lagi ngapain?" atau "sudah makan?"

Gue gak mau balas terus-terusan. Karna kalau gue lagi ngapain, gue ngerasa gak harus memberitahukannya pada orang-orang setiap waktu. Kalau gue lagi mengerjakan hal positif sih gak masalah misalnya "gue lagi belajar nih" atau "gue lagi mau sholat nih". Nah, tapi kalau gue lagi ngerjakan hal yang enggak banget seperti "gue legi boker nih" atau "gue lagi ngiler nih". Lha kan gak enak.
Lagipula makan itu adalah kebutuhan dasar setiap manusia, kenapa harus selalu ditanya sudah makan atau belum. Kalaupun sudah apa masalahnya, dan kalaupun belum pasti nanti gue juga akan makan. Gue juga tau kalau orang yang tidak makan bisa sakit, bahkan mati.

Gue selalu menunggu sms lain yang bertanya diluar pertanyaan lagi ngapain dan sudah makan itu. Tapi ternyata rama enggak pernah mengirimkannya. Sampai akhirnya rama bertanya "kenapa sms ku jarang kamu balas?" dan karna gue gak tega bilang bosen. Gue bilang sama dia "GK TW". Gue harap sih dia tau kenapa. Tapi dia tanya lagi "kamu maunya apa" dan gue bales lagi "GK TW".

Mungkin  gara-gara kata GK TW itu dia jadi makin jarang Sms gue, dan gue yang waktu itu terlalu sibuk ikut tes menjelang Ujian Naional. Sempat lupa kalau gue punya pacar.
Tapi kita enggak pernah ngucapin kata putus, bubaran atau 'kita udahan aja' seperti  yang difilm-film.  Kita makin saling menjauh dan menghilang begitu saja.

Kisah cinta yang aneh ini, biarlah jadi rahasia alam semesta.

Tapi inilah keajaiban bulan puasa kali ini. Gue sama rama kembali berhubungan. Tapi itu via sms tentunya. Gue masih jomblo,rama juga begitu.
dan Rama tetep enggak mau datang kerumah gue.

Meski jauh dilubuk hati ini masih ada sedikit rindu buat dia.