Entah apa yang dirasakan bayiku. Dia menangis keras saat aku menidurkannya disampingku. Terpaksa aku menidurkannya di ayunan.
Saat jam 12malam, bayiku terlihat gelisah. Aku ingin memberikan ASI, takut bayiku lapar atau haus. Tapi dia menangis kejer begitu aku mengeluarkannya dari ayunan dan mengganti popoknya yg basah.
Apakah aku telah menyakiti bayiku. Tapi secara sadar aku hanya berniat baik dan melakukan hal seperti biasanya pada bayiku.
Akupun cemas, panik, dan bingung harus apa.
Tangisnya yang kuat di tengah malam, nyatanya membangunkan suamiku yang sudah terlelap.
Dia merasa tidurnya terganggu seperti biasa.
Menyalahkanku seolah aku sengaja membuat bayiku menangis tengah malam.
Tanpa rasa kasihan atau sedikit simpati untuk membantu kepanikanku. Aku malah dimarahi dan dianggap sebagai ibu yang tak becus.
Aku hanya terdiam, tak bisa melawan atau mengatakan apapun. Karena mengganggu waktu istirahat suamiku di malam hari, adalah sebuah kafatalan, karena besok hari suamiku harus bangun pagi untuk bekerja mencari nafkah keluarga.
Seolah aku tidak berguna dan hanya menambah beban. Akupun merasa bersalah dan terhina, pada hal yang aku sendiri tidak sengaja melakukannya.
Apakah aku bersalah ?
Kenapa aku disalahkan?
Apakah ini pantas?
😥😥
Padahal kondisiku juga belum stabil pasca cabut gigi geraham bawah 2minggu yang lalu.
Aku harus sabar.
Pikiranku melayang merindukan papa.
Dunia ini singkat. Aku berdoa semoga ketika aku dan anakku menyusul papa. Kita akan kembali bertemu di alam sana nanti.
Dan saat kita kembali ada banyak sekali hal yang ingin ku ceritakan pada Papa. Manusia paling mencintaiku di dunia ini ðŸ˜ðŸ˜




