Featured Post

Cry, why

March 04, 2026

Cry, why

Sebenarnya aku tidak suka menangis. Aku juga tidak ingin menangis. Hanya saja dia menghinaku sudah keterlaluan.

Entah itu konteksnya bercanda. Atau memang sengaja. Tapi itu melukai hati dan perasaanku.

Jika aku kecewa karena ini, apakah kedepannya akan berdampak.

Bagaimana kita bisa kaya. Kalau dosa tetap diperbuat.

Sangat disayangkan, padahal cita-cita mu di dunia ingin jadi orang kaya.

Jika merujuk pada surat perdamaian dulu. Sepertinya aku sudah bisa menggugat cerai.

Hanya saja, dua orang saksi dalam surat itu, kakek dan papaku sudah meninggal dunia. Mereka tidak lagi bersaksi untukku. Tapi menjadi saksi untuk diri mereka sendiri.

Kalau mulai detik ini aku merencanakan hari untuk mengurus perpisahanku dengannya. Akankah Tuhan meng'ijabah.

Selain memberi uang dengan nilai yang sangat sedikit. Tidak ada dan tidak banyak lagi yang ku harap darinya.

Sifat Tempramen, Nafsuan, Manja luar biasa, atau jika dia mati lebih dulu. Ini semua malah menjadi masa depan yang lebih baik untuk hidupku dan anak-anak.

😥

Mungkin saat ini aku hanya sedang diberi cobaan.

Atau Teguran. Mungkin !



Dia adalah 1Qb4L

Dalam ingatan kecilku, ada sosok kecil yang begitu indah untuk dikenang.

Wajah manis dan imut, begitu ikonik dan khas.

Perasaanku begitu suci saat mengenalnya. Tak ada prasangka buruk dan firasat jelek.

Hingga sampai detik ini, mengingatkan Tulisan Hoeda Manis yg berjudul Menyentuh Keabadian, adalah karya yang mewakili pikiranku pada Nya.

March 02, 2026

Game Dimsum shop

Kenapa aku main game.

Akupun tak tau.

Mungkin biar aku tidak menjadi gila saja.



February 25, 2026

Tangis tak terdengar

 Berulang kali aku selalu bilang, ada satu suara tak terdengar yang kedahsyatannya melebihi suara apapun. Yaitu TANGIS TAK TERDENGAR dari hati yang telah lelah disakiti.

Aku bercerita disini bukan karena aku lemah. Tapi untuk menjaga kewarasan dan karena sebagai manusia biasa aku juga butuh bercerita.

Suamiku bukan tipe orang yang harus diminta uang belanja baru diberi. Dia selalu memberikan tanpa aku harus meminta.

Tapi kekurangannya, uang yang diberikan sangat sedikit. Jangankan cukup, aku bisa bilang bahwa ini sangat kurang.

Aku tetap bertahan dengan cara makan sayur-sayuran saja setiap hari. Tidak beli ikan, ayam apalagi daging.

Aku menikmati makanku Walaupun hanya kol rebus, atau kangkung oseng bawang merah. Rasanya enak, yg penting perutku terisi.

Aku tidak mengeluh terlalu banyak. Bahkan selalu bersyukur. Dalam fikiranku masih banyak yang lebih susah lagi daripada keadaanku yang sekarang.

Tapii...

Suamiku kadang begitu keterlaluan. Memperlakukanku seperti seolah aku tidak ada capeknya. Dirumah ini hanya dia yang capek. Karena dia yang cari uang.

Aku mengurus satu balita dan satu bayi. Tidak pernah istirahat pagi dan malam.

Aku tidak bisa bangun pagi karena darah rendah. Bisa oyong jika kurang tidur.

Hiburanku adalah menonton YouTube.

Dan meTimeku kuciptakan sendiri agar supaya aku tidak gila sendirian.

Rumah sepetak kecil tapi tidak pernah rapi karena hanya aku yang mengurus semuanya sendirian.

Lelah, capek dan tidak bisa diwakilkan oleh siapapun. Ditambah dihina dan dicaci maki setiap saat. Kekurangan uang, yg bahkan aku harus kepikiran sepanjang waktu, hanya karena membeli sebuah erok masak seharga 15,000.

Aku mencintai suamiku, dan bahagia hidup bersama keluarga kecilku.

Tapi lebih dari itu aku ingin dimengerti, diperhatikan dan dipastikan jika aku waras keluarga ini juga akan baik-baik saja.

😫😵

Ahh Entahlah. Terlalu banyak yang mau dibahas.

February 22, 2026

Game Skewer Jam

 Meskipun sudah emak-emak anak dua, tapi bermain game tetap bisa membuatku lupa waktu dan kecanduan.

Meskipun itu tidak membuatku lupa akan tanggung jawab dan tugasku sebagai seorang ibu dan istri.

Entahlah, ada jiwa masa kecil yang meronta-ronta ingin bermain game di masa sekarang.

Karena mungkin dulu, aku tidak bisa dan tidak selalu ada Game yang kusukai.

Alhasil dalam seminggu aku sudah mencapai level 100.

Dan karena mulai bosan akupun menguninstal game ini.

Nama nya Skewer Jam.

Asik sih. Tapi sudah cukup. Berhenti bermain di level 100




February 21, 2026

Takjil

 Hari ini aku tidak puasa.

Semalam juga aku tidak puasa.

Tapi suamiku puasa.

Jadi ku temani dia berbuka puasa.

Hehe 

Pakai takjil 20ribu. Gile gile 



February 19, 2026

Puasa Pertama

Sejak menikah, bulan puasa sudah bukan menjadi bulan yang istimewa bagiku. Bulan suci yang ditunggu para umat islam, malah menjadi bulan yang penuh dengan ingatan duka -bagiku-.

Suami patriaki yang doyan makan, tidak pernah memberikan kesan baik selama tahun-tahun pernikahan kami menjalankan bulan puasa bersama. Meski sedang libur kerja -seharian dirumah- Dia tidak pernah membantu walaupun aku sedang jungkir balik mengurus rumah dan anak-anak. Hanya main Hp dan membuatku jengkel dengan candaannya yang tak lucu dan terkesan menghina.

Lambungnya yang besar, selalu mengeluh saat menjalani puasa. "Lemas, Lapar,Haus, Sakit". Persis seperti anak SD yang tidak tau apa itu hikmah puasa -yang bukan hanya sekedar menahan lapar dan haus-. Dan menjalani puasa penuh dengan paksaan. Bukan kerelaan hati.

Alih-alih senang, aku malah trauma menjalani bulan puasa bersama suamiku. Bulan puasa yang harusnya baik, malah meninggalkan kenangan luka demi luka disetiap Tahun-tahun sebelumnya. Dan sepertinya Tahun ini juga begitu.

Aku membencinya. Jujur dari hati.

Suara sahur-sahur yang berisik dan gedubrakan dari para umat yang kurang adab. Perburuan Takjil, makanan yang tampak enak, namun mengundang keburukan di dalamnya -seolah jadi ajang tahunan semata- Cara menjalankan ibadah yang terlalu pamer dan dipublish. Suara mengaji di Toa masjid yang selalu berkumandang namun tidak ada merdunya. Hingga yang terakhir, saat tiba akan Hari Raya. Orang-orang hanya pamer. Pamer baju baru, kebersamaan keluarga yang penuh kemunafikan, pamer kue dan makanan yang berlimpah, sampai ungkapan basa basi menjijikkan orang-orang yang kepo tentang ini itu.

Aku Muak. Bisakah bulan puasa diskip.

Tahun depan saja..

😫😵🥴🤪

}}}}}

Terus...

Ada lagi hal pilu yang lain.

Bulan puasa terindah yang pernah kujalani adalah kenangan yang tak akan terlupakan bersama keluargaku yang dulu, ada papa mama kakak dan adikku. Yang terjadi jauh sebelum aku bertemu dengan suamiku. Jauh sebelum aku menikah dan punya anak seperti sekarang ini.

Di rumah nenek juga. Rumah besar penuh kenangan di saat bulan Ramadhan. Tak ada yang lebih indah dari itu.

Sahur berdua dengan nenek. Dibangunkan nenek dan disiapkan makanan lengkap dengan teh manis panasnya.

Sesuatu yang indah. Tak akan bisa lebih indah dari itu.

Seolah, aku sudah melewati Ramadhan yang paling indah. Jadi saat ini tidak ingin lagi menjalani Ramadhan yang lain. Sudah cukup.

----

Aku tau pemikiran seperti ini sangatlah salah.

Dan hanya satu Hal. Bulan puasa tahun ini, aku ingin menghafal surat yasin.

Setidaknya membacanya sebanyak mungkin, sampai setiap ayatnya menjadi bacaan ringan yang menempel dalam ingatanku.

Well, sampai disini dulu ungkapan hati -kampret- ini.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..