Featured Post

Bye, Cats

September 11, 2026

Bye, Cats

Innalillahi... Segala miliknya akan kembali padanya, Right !

Hari yang biasa tapi aku ingin bercerita. Mimpi 1qb4l lagi tadi pagi. Dia yang entah kenapa aku sesali karena dulu tak pernah memberi tahunya soal rasa di hatiku. Just it. 
Tapi aku menangis karena kami akan berpisah, dan dia melihat air mataku, lalu menyekanya dengan jarinya. Aneh sekali.

Dan jam 10 pagi, tak biasanya menunggu suami lewat, karena ada hantaran ke arah Polsek Namorambe. Aku dan bayiku hanya ingin melambay pada "ayaahhh", sudah lalu balik ke rumah.

Setelahnya aku kembali pada Rutinitas Ibu Rumah Tangga. Mencuci, membereskan rumah, memasak, menyuapi, memandikan dan mengurus kedua bidadari kecilku, dan selebihnya.. Nonton Dracin. Hahay..

--
Sore hari menjelang magrib, when my husband back, something bad happen. U know my cats.
Si picek, mbull dan ke empat anaknya, Something made my husband angry, and he'll mad.

Emosinya yang tak terkontrol itu membuatnya mengambil keputusan besar.
Yaitu membuang kucing-kucing yang selama ini kami pelihara. Kecuali Bebe, karena this is his house.

Tanpa ba bi bu, jam 10 malam,kami mengumpulkan semua kucing dalam satu bag, membawanya ke arah tugu dan meletakkan mereka disana begitu saja.
Aku kasihan pada keempat bayi kucing itu, apalagi ketiganya adalah kucing jantan. Tapi kami membuangnya bersama 2 ibunya yang sangat luar biasa. Semoga ada orang baik yang memelihara kucing itu dengan penuh kasih sayang, seperti aku yang dulu, yang juga pernah merawat kucing terlantar dengan penuh kasih.

Hahh..
Pada akhirnya keputusan ada di tangan suamiku.
Keputusannya sudah bulat 100% karena memelihara kucing saat ini lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya.

Yang pertama, kucing-kucing itu membawa virus dan penyakit, apalagi kami punya bayi yang apabila bulunya rontok akan bahaya untuk bayi kami.

Yang kedua, kucing itu tidak cocok untuk dipelihara di rumah kami yang kondisinya sangat jelek dan kumuh, keberadaan kucing hanya akan membuat rumah kami semakin terlihat lusuh dan rusak.

Yang ketiga, kucing-kucing tersebut menambah beban dan pekerjaan yang tidak perlu.
Karena mereka juga kucing yang tidak tau diri, tidak mau makan telur, atau ikan asin, maunya hanya ikan, ayam dan yang enak-enak.
Sedangkan kami saja jarang makan ikan, karena harga ikan juga mahal, malas belinya juga kurang suka makannya.
Kucing-kucing yang kerap mencuri makanan dan juga membuat kotor rumah.

Atas dasar itu, suamiku yang sudah emosi memutuskan untuk membersihkan semua kucing dari rumah.
Hahhh

Setelah Drama bersama kucing bernama Picek, yg dibawa dari tembung ke Namorambe, yang beberapa kali pernah dibuang namun berhasil pulang kerumah dengan selamat. Pada hari ini, akhirnya ceritanya selesai.
Picek sudah tak akan lagi terlihat disini. Suaranya yang khas itu juga tidak akan lagi terdengar dirumah ini.

Siang tadi dia masih memanjat lemari es untuk mencuri sepotong kepala ayam, tapi itupun tak kukasih. Lalu magrib tadi, memberi sedikit nasi sisa MBG dengan seuprit daging ayam adalah makanan terakhir yang kuberikan untuknya, juga untuk mbull.

Semoga kedua kucing betina ini bisa survive mulai sekarang, membesarkan keempat anaknya yang mulai menggemaskan.

Suamiku bilang, matipun tak apa.
Tapi Besar Harapanku, seseorang yang baik dan berhati lembut akan merawat mereka.
Seperti aku dulu yang juga pernah merawat mereka.
Esok, semoga tak ada penyesalan yang berarti.

Dan seiring waktu semoga aku bisa lupa dan mengikhlaskan.

ya Allah, melalui Doa, aku percaya Engkau akan menyelamatkan ke enam anabul sayangku itu.
Hidup atau Mati, semuanya kuserahkan padamu.
T_T

---
Dan di jam 1 malam, aku masih terbayang-bayang, Ke empat bayi kucing yang kelaparan, bersuara bising, dan kedua induk dari kucing-kucing itu seolah-olah tak peduli pada anaknya.
Siang tadi, mereka masih ada di rumah ini, dan malam ini dengan rasa penyesalan mereka sudah disingkirkan.

Aku membayangkan kemungkinan terburuk, jika keempat anak kucing itu dimangsa oleh ular atau anjing. 
Tapi besar harapan, kedua induknya masih punya nurani dan kekuatan untuk melindungi dan memeluk semua anaknya seperti biasa di malam hari, di dalam kotak yang hangat di dalam rumah ini.
T_T


August 16, 2026

Ulah jin dasim, maybe

Hay. . mari berkabar teman setiaku.

Hari ini aku menangis lebih banyak dan lebih sakit dari biasanya. Bukan karena rapuh -aku sudah rapuh sejak SD- melainkan karena aku dimaki2 -untuk kesekian kali- oleh suamiku sendiri.

Dari luar aku tidak apa-apa, tapi dari dalam aku sudah hancur seperti kepingan kaca yang dilemparkan dari lantai 14.

Aku memendam, menahan dan akhirnya merasakan sendiri -betapa perih luka yang tersayat dari dalam- tanpa ada yang menyadari.

Disaat seperti ini aku rindu papa -meskipun setiap hari juga rindu- dan kini rindunya menjadi makin sesak.

Dia memang bermulut sampah dari awal.

Kakek dan bapakku yang menjadi saksi sekaligus penjamin bahwa mulut sampahnya bisa perlahan melunak, mereka keduanya telah pergi. T_T

Apakah surat perjanjian itu bisa menjadi bukti kuat, setelah aku kuat berdiri tanpanya nanti? Entahlah akupun bertanya-tanya karena kedua saksi dalam pernyataan itu sudah tiada.

---

Aku adalah istri,  juga seorang ibu. Aku ini wanita yang mulia dan berbakti pada keluarga.

Aku tidak pernah selingkuh, bergosip sana sini, mencuri ataupun berbohong.

Hanya saja, Dosaku banyak pada Penciptaku.

Pada Allah aku selalu malas ibadah, meninggalkan sholat, tidak bersedekah dan infak, juga jarang berdoa.

Mungkin saja, sakitku hari ini adalah ulah jin dasim yang berhasil masuk ke dalam hati yang kosong tanpa perlindungan Iman.

Dalam satu bulan kedepan, oke, aku coba pikir baik-baik dan beribadah dengan baik.

Jika keputusan dan perasaanku masih sama,maka itu adalah yang terbaik ketentuan dari Allah.

Semoga. Amin

July 30, 2026

Goodbye My Printers L220 &L3110

Hari ini akhirnya aku benar-benar menjual Printerku.

Benda-benda yang dulunya menjadi temanku mencari Cuan, bahkan partnerku dalam menyalurkan Hobi. Aku selalu berfikir jika pekerjaan paling menyenangkan adalah hoby yang dibayar. 

Sampai waktu membuatku belajar bahwa dalam proses, ada banyak mata yang tidak suka, ada banyak kesalahan fatal yang menghambat dan fakta bahwa uang bisa membeli sebuah kehidupan.

Rp 200.000 only

Mungkin di masa yang akan datang akan butuh waktu lama untuk membeli benda yang serupa seperti itu kembali.

Tapi untuk saat ini, aku ikhlaskan adalah satu-satunya choice.

Tak ada yang abadi, u know.
Just God.





July 11, 2026

Camkan !

Aku tidak suka berada di tempat dimana aku tidak dihargai, karena itu aku tidak mendatangi sebuah tempat -dimana-disana-aku-tidak-dihargai-. aku pergi dari sana dan mencari tempat lain. tempat dimana aku bisa dihargai.

dan aku tidak suka dipaksa melakukan hal yang tidak ingin aku lakukan. jika itu baik untukku aku akan melakukannya dengan sukarela. karena itu aku menghindari orang-orang yang merasa-punya-kuasa- untuk memaksaku melakukan sesuatu.

tapi aku tidak takut, aku tidak khawatir, karena Allah bersamaku. setiap tindakan mengandung sebab akibat, dan setiap pemikiran mengandung konsekuensi. 

karena tidak satupun keburukan yang bisa lolos dari karma. camkan itu !

June 14, 2026

Si Mbul

Kuberi dia nama eMbull..

Dia adalah Cucunya Lala, Kucing Bidadari yang dulu pernah kuperlihara -yang pintarnya luar biasa-

Anaknya lala, waktu itu ada 4 ekor. Si Nurning kucing oyen (sudah mati ketabrak beberapa hari sebelum aku tau kalau aku hamil Almira), si Lili belang 3 (yang kabur ke warung ayam penyet om gunawan), si Bubu (yang hilang entah kemana), dan terakhir si Bebe kucing abu-abu (sampai sekarang masih kupelihara). Mereka semua adalah anaknya Lala dari kehamilan keduanya.

 Waktu lala masih gadis, dia datang ke kios dan kupelihara. Kehamilan pertama lala melahirkan 2 anak kucing yaitu mung si hitam putih (yang mati sejak bayi, gara-gara pinggangnya digigit kucing bandot), dan saudaranya si meng kucing belang 3 (yang mati satu hari sebelum hari pernikahan kami).

Dulu, aku punya foto mereka semua. Kucing2 yang hadir dan menjadi bagian keluarga, tapi tak lama mereka semua pergi.

Si mbull sendiri lahir dari bubu yang entah di kehamilannya yang keberapa. Karena bubu selalu hamil dan melahirkan, dikawin oleh kucing-kucing kampung tidak bertanggung jawab.

Kadang kasihan lihat bubu yang sudah semakin tua, tapi Tidak berhenti kawin dan hamil. Tapimau bagaimana, naluri kucing atau hewan untuk terus bertahan hidup dan berketurunan -seperti sudah dari sananya.

Bubu sendiri di kehamilan anak pertamanya melahirkan 4 kucing hitam putih dan abu. Beda beberapa Jam waktunya setelah aku melahirkan anak pertamaku, si Almira. Tapi sayangnya ke empat anak kucing itu hilang entah kemana.

Mbull lahir dari 5 bersaudara, satu persatu mati dan hanya mbull yang bertahan.

Mbull cenderung berwarna abu, tapi kalau diperhatikan, ada kuning dan beberapa corak warna lain di bulunya.

Mbull sudah mulai tumbuh menjadi kucing dewasa, yang aku khawatirkan dia akan dikawin oleh bandot sialan dan membuatnya melahirkan dini. Hahh, semoga saja tidak.. Aku ingin mbull menjadi kucing anak-anak lwbih lama lagi.

Dari kecil mbull jarang dibelai, mungkin karena aku punya 2 bayi dirumah, aku takut bulu mbull rontok dan berbahaya bagi bayiku. Karena itu juga mbull tidak terlalu suka bermanja didekat manusia.

Tapi mbull tau fungsi manusia adalah untuk memberinya makan.

Mbull berisik sekali setiap kali minta makan. Dengan nada suara khasnya yang cempreng.

"mekkkkk" dia akan sibuk mengelilingi orang yang sedang makan. Berharap diberikan makan Juga.

Haha

Ini mbul lagi bubuk manja sama anakku

Begitu tau didekati, dia ancang2 menjauh, takut diusir seperti biasa



June 07, 2026

Harta Tidak dibawa Mati

Sekitar 3-4 hari yang lalu, ada angin kencang melanda daerah tempat tinggalku, Jatikesuma Namo rambe, Kab. Deli serdang.

(Dan setelah beberapa hari, aku baru dengar kabar, angin itu menerpa hampir semua daerah di Medan)

Angin itu bertiup lebih keras dari biasanya, lebih berisik dan lebih menakutkan.

Aku tidak keluar rumah, berusaha tenang sambil menggendong bayiku di dalam kamar.

Suamiku baru saja pulang kerja dan memegangi tiang atas agar tidak terbang terbawa angin.

Lalu tak lama kemudian, Listrik Padam dan Hujan Turun Deras.

Rumahku yang Rapuh, Bocor dan Banjir kacau di jam malam..

 Tapi aku tidak panik, karena aku percaya jika Allah akan menguji sesuai kemampuan hambanya.

 Just it.

-

Keesokan harinya aku keluar rumah. Dan ternyata, diluar dugaanku banyak sekali Rumah yg terdampak akibat angin kencang semalam.

(Termasuk rumah adik mama, dan sepupuku juga atapnya terbang, porak poranda)

Rumah yang nampak megah dan kokoh nyatanya banyak yang rusak atapnya tergeser angin.

Sebaliknya, rumah gubuk rentan beratap pandan, masih banyak yang berdiri kokoh tanpa tersentuh angin.

Akupun bersyukur, Rumah ku yang gubuk baik-baik saja.

--

Pemandangan yang membuka hati dan pikiranku ketika menatap rumah orang yang terdampak.

Ternyata, sehebat dan sekuat apapun manusia, ketika Allah sudah berkehendak, maka kehebatan itu tak bisa menandingi Kuasa Allah.

Karena kalau Allah mau, dalam hitungan detik, Dunia seorang hamba bisa berbalik 90% bahkan berputar 180%.

Dan juga sebanyak apapun harta yang diperjuangkan dan dikumpulkan manusia, Semua itu nyatanya tidak akan bisa dibawa Mati.

Akupun berencana membereskan harta dan barang remeh yang ada dirumah.

Lalu.. Menjadikan rumahku sesuatu yang bila saatnya tiba, maka aku siap kehilangan ataupun meninggalkankan tanpa rasa berat alias ikhlas. 

Hihii

#sekian dulu cuap-cuap singkatnya guys.





May 24, 2026

Cara menekan nafsu untuk belanja online

Seribu cara penjual online memasarkan dan mengiklankan barang dagangannya. Sehingga terkadang barang yang bukan sebuah kebutuhan -hanya keinginan- menjadi sesuatu yang diperjuangkan untuk dibeli.

Misal uang belanja kebutuhan sehari-hari seperti beras dan minyak hanya ada 100ribu di tangan. Tapi gara2 lihat iklan liptint terbaru seharga 20rb, langsung reflek CO. Otomatis berkurang la uang belanja. Waduu *begini kalau masih pas-pasan*

Padahal beli beras adalah kebutuhan, dan liptint hanya keinginan. 

Jadi sejak itu, saya terpikirkan satu cara sebelum membeli barang online. Yaitu membaca review jelek dari pembeli sebelumnya. Jadi nafsu buat belanja barang keinginan bisa lebih diminimalisir. Hehe

Biasanya dari platform Belanja online resmi, setiap barang yang dibeli bisa meninggalkan penilaian dari pembeli sebelumnya. Jadi kalau lihat iklannya yang begitu menarik, sebelum membeli saya akan baca review bintang satu dari orang lain.

Jadi, meskipun review dari 100 pembeli yang kasih bintang lima lebih banyak, saya tetap membaca yang review bintang satunya, walaupun itu cuma 10 dari 100pembeli. 

Well siapa tau aku akan jadi salah satu dari 10orang tersebut.

Dan kalau belanja onlinenya dari Fb kn gak ada tuh review dari orang-orang. Otomatis dah tu, sudah bisa dipastikan, saya tidak akan beli sama sekali.

Jadi sekian dulu cuap-cuapki hari ini.