September 11, 2026
Bye, Cats
August 16, 2026
Ulah jin dasim, maybe
Hay. . mari berkabar teman setiaku.
Hari ini aku menangis lebih banyak dan lebih sakit dari biasanya. Bukan karena rapuh -aku sudah rapuh sejak SD- melainkan karena aku dimaki2 -untuk kesekian kali- oleh suamiku sendiri.
Dari luar aku tidak apa-apa, tapi dari dalam aku sudah hancur seperti kepingan kaca yang dilemparkan dari lantai 14.
Aku memendam, menahan dan akhirnya merasakan sendiri -betapa perih luka yang tersayat dari dalam- tanpa ada yang menyadari.
Disaat seperti ini aku rindu papa -meskipun setiap hari juga rindu- dan kini rindunya menjadi makin sesak.
Dia memang bermulut sampah dari awal.
Kakek dan bapakku yang menjadi saksi sekaligus penjamin bahwa mulut sampahnya bisa perlahan melunak, mereka keduanya telah pergi. T_T
Apakah surat perjanjian itu bisa menjadi bukti kuat, setelah aku kuat berdiri tanpanya nanti? Entahlah akupun bertanya-tanya karena kedua saksi dalam pernyataan itu sudah tiada.
---
Aku adalah istri, juga seorang ibu. Aku ini wanita yang mulia dan berbakti pada keluarga.
Aku tidak pernah selingkuh, bergosip sana sini, mencuri ataupun berbohong.
Hanya saja, Dosaku banyak pada Penciptaku.
Pada Allah aku selalu malas ibadah, meninggalkan sholat, tidak bersedekah dan infak, juga jarang berdoa.
Mungkin saja, sakitku hari ini adalah ulah jin dasim yang berhasil masuk ke dalam hati yang kosong tanpa perlindungan Iman.
Dalam satu bulan kedepan, oke, aku coba pikir baik-baik dan beribadah dengan baik.
Jika keputusan dan perasaanku masih sama,maka itu adalah yang terbaik ketentuan dari Allah.
Semoga. Amin
July 30, 2026
Goodbye My Printers L220 &L3110
Hari ini akhirnya aku benar-benar menjual Printerku.
Benda-benda yang dulunya menjadi temanku mencari Cuan, bahkan partnerku dalam menyalurkan Hobi. Aku selalu berfikir jika pekerjaan paling menyenangkan adalah hoby yang dibayar.
Sampai waktu membuatku belajar bahwa dalam proses, ada banyak mata yang tidak suka, ada banyak kesalahan fatal yang menghambat dan fakta bahwa uang bisa membeli sebuah kehidupan.
![]() |
| Rp 200.000 only |
Mungkin di masa yang akan datang akan butuh waktu lama untuk membeli benda yang serupa seperti itu kembali.
July 11, 2026
Camkan !
Aku tidak suka berada di tempat dimana aku tidak dihargai, karena itu aku tidak mendatangi sebuah tempat -dimana-disana-aku-tidak-dihargai-. aku pergi dari sana dan mencari tempat lain. tempat dimana aku bisa dihargai.
dan aku tidak suka dipaksa melakukan hal yang tidak ingin aku lakukan. jika itu baik untukku aku akan melakukannya dengan sukarela. karena itu aku menghindari orang-orang yang merasa-punya-kuasa- untuk memaksaku melakukan sesuatu.
tapi aku tidak takut, aku tidak khawatir, karena Allah bersamaku. setiap tindakan mengandung sebab akibat, dan setiap pemikiran mengandung konsekuensi.
karena tidak satupun keburukan yang bisa lolos dari karma. camkan itu !
June 07, 2026
Harta Tidak dibawa Mati
Sekitar 3-4 hari yang lalu, ada angin kencang melanda daerah tempat tinggalku, Jatikesuma Namo rambe, Kab. Deli serdang.
(Dan setelah beberapa hari, aku baru dengar kabar, angin itu menerpa hampir semua daerah di Medan)
Angin itu bertiup lebih keras dari biasanya, lebih berisik dan lebih menakutkan.
Aku tidak keluar rumah, berusaha tenang sambil menggendong bayiku di dalam kamar.
Suamiku baru saja pulang kerja dan memegangi tiang atas agar tidak terbang terbawa angin.
Lalu tak lama kemudian, Listrik Padam dan Hujan Turun Deras.
Rumahku yang Rapuh, Bocor dan Banjir kacau di jam malam..
Tapi aku tidak panik, karena aku percaya jika Allah akan menguji sesuai kemampuan hambanya.
Just it.
-
Keesokan harinya aku keluar rumah. Dan ternyata, diluar dugaanku banyak sekali Rumah yg terdampak akibat angin kencang semalam.
(Termasuk rumah adik mama, dan sepupuku juga atapnya terbang, porak poranda)
Rumah yang nampak megah dan kokoh nyatanya banyak yang rusak atapnya tergeser angin.
Sebaliknya, rumah gubuk rentan beratap pandan, masih banyak yang berdiri kokoh tanpa tersentuh angin.
Akupun bersyukur, Rumah ku yang gubuk baik-baik saja.
--
Pemandangan yang membuka hati dan pikiranku ketika menatap rumah orang yang terdampak.
Ternyata, sehebat dan sekuat apapun manusia, ketika Allah sudah berkehendak, maka kehebatan itu tak bisa menandingi Kuasa Allah.
Karena kalau Allah mau, dalam hitungan detik, Dunia seorang hamba bisa berbalik 90% bahkan berputar 180%.
Dan juga sebanyak apapun harta yang diperjuangkan dan dikumpulkan manusia, Semua itu nyatanya tidak akan bisa dibawa Mati.
Akupun berencana membereskan harta dan barang remeh yang ada dirumah.
Lalu.. Menjadikan rumahku sesuatu yang bila saatnya tiba, maka aku siap kehilangan ataupun meninggalkankan tanpa rasa berat alias ikhlas.
Hihii
#sekian dulu cuap-cuap singkatnya guys.
May 21, 2026
Jendela Nenek
May 08, 2026
doakan aku ya
Sudah 2 bulan lebih, masalah sakit gigiku belum usai. dimulai dari gigi berlubang yang berdenyut, lalu drama pencabutan, sampai akhirnya gusi yang sakit berminggu-minggu membuatku tersiksa sampai sering terbangun tengah malam.
So, jarang-jarang sih aku minta doa melalui postingan blog.
dan apakah ini salah satu bentuk ikhtiar, siapa tau ?
Aku ingin sembuh sakit-sakit di dalam mulutku ini, karena itu.Mohon doanya ya, bagi siapapun yang membaca ini.
Semoga di ijabah Allah. Amin
April 29, 2026
Air Mata yang Tertahan
Entah apa yang dirasakan bayiku. Dia menangis keras saat aku menidurkannya disampingku. Terpaksa aku menidurkannya di ayunan.
Saat jam 12malam, bayiku terlihat gelisah. Aku ingin memberikan ASI, takut bayiku lapar atau haus. Tapi dia menangis kejer begitu aku mengeluarkannya dari ayunan dan mengganti popoknya yg basah.
Apakah aku telah menyakiti bayiku. Tapi secara sadar aku hanya berniat baik dan melakukan hal seperti biasanya pada bayiku.
Akupun cemas, panik, dan bingung harus apa.
Tangisnya yang kuat di tengah malam, nyatanya membangunkan suamiku yang sudah terlelap.
Dia merasa tidurnya terganggu seperti biasa.
Menyalahkanku seolah aku sengaja membuat bayiku menangis tengah malam.
Tanpa rasa kasihan atau sedikit simpati untuk membantu kepanikanku. Aku malah dimarahi dan dianggap sebagai ibu yang tak becus.
Aku hanya terdiam, tak bisa melawan atau mengatakan apapun. Karena mengganggu waktu istirahat suamiku di malam hari, adalah sebuah kafatalan, karena besok hari suamiku harus bangun pagi untuk bekerja mencari nafkah keluarga.
Seolah aku tidak berguna dan hanya menambah beban. Akupun merasa bersalah dan terhina, pada hal yang aku sendiri tidak sengaja melakukannya.
Apakah aku bersalah ?
Kenapa aku disalahkan?
Apakah ini pantas?
😥😥
Padahal kondisiku juga belum stabil pasca cabut gigi geraham bawah 2minggu yang lalu.
Aku harus sabar.
Pikiranku melayang merindukan papa.
Dunia ini singkat. Aku berdoa semoga ketika aku dan anakku menyusul papa. Kita akan kembali bertemu di alam sana nanti.
Dan saat kita kembali ada banyak sekali hal yang ingin ku ceritakan pada Papa. Manusia paling mencintaiku di dunia ini 😭😭
March 04, 2026
Cry, why
Sebenarnya aku tidak suka menangis. Aku juga tidak ingin menangis. Hanya saja dia menghinaku sudah keterlaluan.
Entah itu konteksnya bercanda. Atau memang sengaja. Tapi itu melukai hati dan perasaanku.
Jika aku kecewa karena ini, apakah kedepannya akan berdampak.
Bagaimana kita bisa kaya. Kalau dosa tetap diperbuat.
Sangat disayangkan, padahal cita-cita mu di dunia ingin jadi orang kaya.
Jika merujuk pada surat perdamaian dulu. Sepertinya aku sudah bisa menggugat cerai.
Hanya saja, dua orang saksi dalam surat itu, kakek dan papaku sudah meninggal dunia. Mereka tidak lagi bersaksi untukku. Tapi menjadi saksi untuk diri mereka sendiri.
Kalau mulai detik ini aku merencanakan hari untuk mengurus perpisahanku dengannya. Akankah Tuhan meng'ijabah.
Selain memberi uang dengan nilai yang sangat sedikit. Tidak ada dan tidak banyak lagi yang ku harap darinya.
Sifat Tempramen, Nafsuan, Manja luar biasa, atau jika dia mati lebih dulu. Ini semua malah menjadi masa depan yang lebih baik untuk hidupku dan anak-anak.
😥
Mungkin saat ini aku hanya sedang diberi cobaan.
Atau Teguran. Mungkin !
Dia adalah 1Qb4L
Dalam ingatan kecilku, ada sosok kecil yang begitu indah untuk dikenang.
Wajah manis dan imut, begitu ikonik dan khas.
Perasaanku begitu suci saat mengenalnya. Tak ada prasangka buruk dan firasat jelek.
Hingga sampai detik ini, mengingatkan Tulisan Hoeda Manis yg berjudul Menyentuh Keabadian, adalah karya yang mewakili pikiranku pada Nya.
February 19, 2026
Puasa Pertama
Sejak menikah, bulan puasa sudah bukan menjadi bulan yang istimewa bagiku. Bulan suci yang ditunggu para umat islam, malah menjadi bulan yang penuh dengan ingatan duka -bagiku-.
Suami patriaki yang doyan makan, tidak pernah memberikan kesan baik selama tahun-tahun pernikahan kami menjalankan bulan puasa bersama. Meski sedang libur kerja -seharian dirumah- Dia tidak pernah membantu walaupun aku sedang jungkir balik mengurus rumah dan anak-anak. Hanya main Hp dan membuatku jengkel dengan candaannya yang tak lucu dan terkesan menghina.
Lambungnya yang besar, selalu mengeluh saat menjalani puasa. "Lemas, Lapar,Haus, Sakit". Persis seperti anak SD yang tidak tau apa itu hikmah puasa -yang bukan hanya sekedar menahan lapar dan haus-. Dan menjalani puasa penuh dengan paksaan. Bukan kerelaan hati.
Alih-alih senang, aku malah trauma menjalani bulan puasa bersama suamiku. Bulan puasa yang harusnya baik, malah meninggalkan kenangan luka demi luka disetiap Tahun-tahun sebelumnya. Dan sepertinya Tahun ini juga begitu.
Aku membencinya. Jujur dari hati.
Suara sahur-sahur yang berisik dan gedubrakan dari para umat yang kurang adab. Perburuan Takjil, makanan yang tampak enak, namun mengundang keburukan di dalamnya -seolah jadi ajang tahunan semata- Cara menjalankan ibadah yang terlalu pamer dan dipublish. Suara mengaji di Toa masjid yang selalu berkumandang namun tidak ada merdunya. Hingga yang terakhir, saat tiba akan Hari Raya. Orang-orang hanya pamer. Pamer baju baru, kebersamaan keluarga yang penuh kemunafikan, pamer kue dan makanan yang berlimpah, sampai ungkapan basa basi menjijikkan orang-orang yang kepo tentang ini itu.
Aku Muak. Bisakah bulan puasa diskip.
Tahun depan saja..
😫😵🥴🤪
}}}}}
Terus...
Ada lagi hal pilu yang lain.
Bulan puasa terindah yang pernah kujalani adalah kenangan yang tak akan terlupakan bersama keluargaku yang dulu, ada papa mama kakak dan adikku. Yang terjadi jauh sebelum aku bertemu dengan suamiku. Jauh sebelum aku menikah dan punya anak seperti sekarang ini.
Di rumah nenek juga. Rumah besar penuh kenangan di saat bulan Ramadhan. Tak ada yang lebih indah dari itu.
Sahur berdua dengan nenek. Dibangunkan nenek dan disiapkan makanan lengkap dengan teh manis panasnya.
Sesuatu yang indah. Tak akan bisa lebih indah dari itu.
Seolah, aku sudah melewati Ramadhan yang paling indah. Jadi saat ini tidak ingin lagi menjalani Ramadhan yang lain. Sudah cukup.
----
Aku tau pemikiran seperti ini sangatlah salah.
Dan hanya satu Hal. Bulan puasa tahun ini, aku ingin menghafal surat yasin.
Setidaknya membacanya sebanyak mungkin, sampai setiap ayatnya menjadi bacaan ringan yang menempel dalam ingatanku.
Well, sampai disini dulu ungkapan hati -kampret- ini.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..
January 11, 2026
Thing is..
Banyak yang terjadi, banyak yang ingin kukatakan, dan banyak yang kulakukan..
Hingga bermuara di satu titik..
Semua ini tidak lama, tidak abadi, tidak akan terulang kembali..
Orang-orang datang dan pergi, yang dicinta dan dipuji, saat sudah tiada, hanya tinggal cerita..
Aku mengenang dan menjalani kenyataan hari ini di detik yang sama..
Entah itu 10tahun lalu, atau 10 tahun yang akan datang, aku tetap pada pikiranku.
--
Dunia ini indah sayang, jangan mati dulu, jangan terlalu cepat putus asa, karena sesuatu yang indah akan terjadi di masa depan, siapa yang tauu..
Aku yang dulunya selalu bersandar pada orang tua, hari ini malah menjadi orang tua, tempat bersandar anak-anakku..
Terkadang lucu, tak masuk akal, sulit dipercaya, dan tidak terprediksi, tapi bisa terjadi..
---
Papa..
Bolehkah aku merindukanmu terus, sampai tiba saat akupun akan menjemput ajalku sepertimu..
Suamiku..
Andai kau tau, betapa besarnya rasa cintaku. Meskipun jauh di dalam lubuk hati ada satu luka yang tak pernah sembuh yang tak kau tau..
Dan anak-anakku..
Aku selalu berdoa kepada Allah, semoga kalian tumbuh menjadi anak yang sholeha, punya pemikiran luas tentang ilmu dunia dan akhirat.
Meskipun mamacui punya banyak kekurangan, tapi Micer dan Ailyn akan menjadi putri yang hampir Sempurna di segala sisi.
Karena segala kesempurnaan hanya milik Allah.
Mama doakan agar kalian selalu dilindungi, bahagia di Dunia dan Akhirat. Amin
August 27, 2025
Selamat Ulang Tahun Iqb4l
Sepertinya aku baru semalam memposting lagi sesuatu tentang iqb4l. Dan seperti De Ja Vu. Lagi dan lagi seperti sebuah takdir, terrnyata hari ini adalah hari ulang tahunnya.
Tanggal 27, seperti tanggal lahir papaku dan tanggal lahir putri cantikku. Hanya saja bulan dan tahun lahirnya berbeda-beda.
Semoga saja, kelak anakku akan tumbuh menjadi seorang berhati luas seperti papa, dan berotak pintar seperti Iqb4l.
Aku masih menyimpan satu gambar lagi dari kertas yang dulu pernah kau coret.
Gambar-gambar yang entah kenapa malah menjadi kenangan tak terlupa, yang seolah tak mungkin kubuang begitu saja sebelum mengabadikannya.
Semoga Makin Sukses ya iqb4l, dengan semua yang kau perjuangkan dan impikan dalam hidupmu. <3
July 02, 2025
Mungkin , ibu pernah (cinta sampai akhir hayat)
June 17, 2025
Jejak tapak
Akhir-akhir ini aku merindukan papa. Bahkan aku berharap papa menjemputku, mengajakku ikut bersamanya -tanpa aku sadar, bahwa aku tak punya bekal apapun untuk pulang- , kembali pada Sang Pemilik.
Aku ingin bertemu dan memeluk satu-satunya laki-laki yang mencintaiku di dunia ini dengan tulus itu.
Laki-laki yang mencintaiku tanpa mengharapkan apapun dariku. Laki-laki yang selalu memenuhiku tanpa membuatku terbebani untuk membalasnya.
Aku cukup beruntung papa, aku mendapatkan cinta dari laki-laki lain yang menerimaku apa adanya.
Tapi laki-laki itu bukan dirimu yang penyabar dan berhati lembut.
Wataknya keras, tutur katanya kasar dan penuh makian. Sekali dilontarkan aku bisa patah berhari hari.
.. Terkadang aku ingin menangis berlama-lama. Menyadari betapa rapuhnya diriku. Akupun benci itu.
Tapi putri kecilku yang cantik tak punya siapapun dan tak bisa berbuat apapun tanpa aku.
Jadi dengan segera aku harus sadar, memalingkan pikiran sejenak dan kembali pada pelukan kecil penuh semangat dari putri kecil itu.
Aku tak pandai merayu seseorang yang sedang merajuk. Aku hanya berbuat seadanya. Jika memang kesalahanku sebesar itu. Aku hanya minta maaf pada Tuhan.
... Apapun itu, aku harus segera sadar. Karna calon anak dalam perutku pasti juga akan tersiksa jika tau ibunya bersedih lama-lama.
Pinggangku yang rasanya mau patah, perutku yang mulas, rasa tak nyaman yang membuat mual, hingga sakit kepala yang berulang. Tak ada yang bisa menggantikan semua perasaan itu selain diriku sendiri.
Dan sepertinya tak ada yang bisa kuharapkan selain Tuhan sebagai penolongku.
Please Forgive Me God 🙏
June 10, 2025
Syarat Tak terpenuhi
Syarat untuk menjadi kaya, salah satunya adalah 'berhenti berbuat dosa', karena hanya dengan berhenti dan takut akan berbuat dosa, seseorang akan menjadi lebih kaya.
-entah itu kaya harta, atau kaya hati-
Tapi hari ini -dan di hari-hari sebelumnya- syarat itu adalah sesuatu yang belum terpenuhi.
Entah itu oleh suamiku, atau oleh diri sendiri.
![]() |
| setidaknya dimulai dari hal terkecil, yaitu merubah tuturkata. |
March 09, 2025
Lets Get Dissapoint
Ada satu cara ampuh untuk mendapatkan rasa kecewa, Yaitu berharap dan bergantung pada MANUSIA.
Selama yang kau cintai adalah manusia, dan sejauh yang kau tuju ada pada manusia. Maka tak peduli apapun, Hanya akan beujung pada kecewa.
Karena itu aku memilih bergantung pada hal lain, Hal apapun selama itu bukan manusia.
TUHAN, Mungkin !
February 28, 2025
Ketidakberuntungan itu
Dulu, aku fikir semua manusia hatinya itu baik, ternyata seiring dewasa, Banyak kebaikan hati yang terkontaminasi oleh ‘racun’ dan kehilangan kemurniannya.
Racun yang kumaksud adalah racun hati itu sendiri, berupa iri dengki, kesombongan dan juga rasa dendam.
Dulu, aku fikir juga setiap anak memiliki kehidupan yang mirip denganku. Orang tua yang lengkap, menempuh pendidikan di sekolah dan hidup dalam lingkungan yang layak dan berkecukupan. Tapi ternyata seiring dewasa aku menemukan banyak anak yang terlahir dalam ketidakberuntungan dan ketidakadilan takdir. Beberapa bahkan dikutuk kelahirannya dan berakhir tumbuh dalam nestapa.
Even, ada yang diasuh oleh orang ‘jahat’, tidak diberikan pendidikan dan bahkan dipaksa bekerja keras sejak usia dini.
Prasangka baikku terhadap keadaan, dimana yang kulihat selama masa kecilku hanya anak-anak beruntung dan bahagia, akhirnya mengaburkan pandanganku terhadap anak-anak yang terbuang itu.
Aku kaget saat tau ternyata ada anak tak berdaya yang menjadi korban kebiadapan orang dewasa, entah itu pelecehan, penganiayaan, hingga ditelantarkan sampai akhir hidupnya.
Dan saat ruang lingkup pengetahuanku sudah semakin luas, aku menyadari bahwa salah satu korban dari anak yang terlahir kurang beruntung itu, ternyata adalah diriku sendiri.
February 17, 2025
Ngobrol dengan Ibu
Entah sejak kapan tepatnya, tapi salah satu hal yang sering kuhindari dan kalau bisa tidak kulakukan sama sekali adalah ‘Ngobrol sama ibu’.
Meskipun kami tinggal serumah, tapi aku merasa ada jarak
yang sangat jauh antara aku dan ibu.
Ketika kami membicarakan sesuatu, aku tidak pernah menemukan kenyamanan dari
pembicaraan tersebut.
Hal itu dikarenakan ibuku selalu mengarang cerita dan membicarakan hal-hal yang
tidak masuk akal.
Seperti.. Omong kosong dan kebohongan.
Pernah dalam keadaan kesadaran penuh, aku mempelajari
kosakata yang dikeluarkan dari mulut ibu dalam sehari.
Dan kebanyakan yang dikatakannya adalah Hinaan, Kemarahan, Omong Kosong dan
kata-kata yang menimbulkan dendam di hati.
Tak taulah, meskipun berusaha untuk tidak kesal akan perkataan ibu. Tapi mendengar suaranya saja aku sudah ilfill duluan.
Salut sih untuk orang-orang yang bisa bertahan bicara lama-lama dengan ibu tanpa merasa gondok sedikitpun.\
==
Note: Ditulis dalam keadaan kesal.
Semoga Tuhan Mengampuni Dosaku.
January 03, 2025
Gangguan Jin, atau Masalah Psikis
Aku kehilangan motivasi, semangat dan daya juang.
Well, seolah hari-hariku hanya habis untuk menghitung hari, tanpa ada satu
tindakan yang berarti.
Dalam sebuah ceramah ustad yang kudengar, kalau badan selalu lemas, malas untuk
ibadah, mata sering ngantuk, dan rambut rontok, bisa jadi ada seonggok jin sedang
bersemayam didalam badan orang tersebut. Aku lupa nama jin nya apa, tapi untuk
mengusir jin tersebut seseorang harus diruqyah.
*dan dikarenakan tanda-tanda itu ada dalam diri saya, adakah yang mau bantu
meruqyah agar jin itu pergi !?
Tapi lebih dari itu, aku mengartikan secara logika, jika sebenarnya hal yang membuatku selalu malas melakukan apapun, tidak lain dan tidak bukan karena lingkungan hidupku yang toxic.
Gimana tidak, satu contoh kecil, suamiku selalu mengucapkan *kata mutiara* setiap pagi aku baru membuka mata dan ingin memulai hari. Kata-kata hinaan yang lambat laun kuanggap kata mutiara agar aku bisa sedikit berdamai, seperti istri malas, istri boros, istri jelek,blabla bla.
Sedangkan aku adalah seseorang yang kalau bangun pagi tidak mendapat asupan motivasi maka akan seharian badmood dan emosi tidak stabil. Biasanya aku akan diam seribu bahasa di pagi hari apapun yang terjadi.
Hahh tolongg..
Saat suami sudah pergi kerjapun, mama masih saja memanggil namaku dengan riweh
dan memintaku melakukan ini itu yang membuat hidup tak tenang.
-
Bisa dibilng ketika aku memandang gemerlapnya dunia ini seolah tak ada lagi tren yang ingin kutiru. “mereka itu, apapun itu bukan tujuan dari hidup ini” pikirku.
Tak punya tujuan dan resolusi berarti yang ingin digapai.
Impianku telah hilang bersama dengan penghianatan ibu dan ketegaan suamiku.
Hari ini, satu-satunya yang memberiku kekuatan untuk terus menjalani hari hanyalah putriku yang cantik. Yang masa depannya masih sangat panjang.
Untuknya, aku bahkan rela mengorbankan nyawa.







