Featured Post

Si Mbul

Showing posts with label Lantunan Gila. Show all posts
Showing posts with label Lantunan Gila. Show all posts

January 28, 2026

Hahh utang Bank

Penagih hutang Bank itu datang lagi hari ini.

Luar biasa sekali bukan.

Ada seorang ibu yang tega menjerumuskan dan menyusahkan anaknya sendiri.

Aku yang tanpa sadar menandatangani dokumen persetujuan hutang 5tahun lalu itu.

Ternyata masih lanjut perkaranya sampai hari ini.

Sesuatu yang dulunya kuanggap sudah selesai, ternyata hanya terabai.

Ibuku sendiri yang telah membodohiku. Meminjam uang atas namaku, dengan memanfaatkan kepolosanku sebagai anak -kala itu- lalu dia menggunakan semua uang itu untuk dirinya sendiri. Yang kalau ditanya, akupun tak tau, kemana larinya uang 30juta tersebut.

Dan tara...

Bulan berganti, tahun berganti, bunga hutang berjalan..

Tapi ibuku tak sedikitpun ada niat membayar hutang itu.

Dan aku yang datanya digunakan untuk berhutang, akhirnya menjadi korban yang dikejar penagih hutang.

Fiuhh...

Miris tapi harus dihadapi..

Seperti kisah di sinetron Indosiar, tapi ini kisah nyata.

Puluhan juta liung entah kemana. Sedangkan aku disini saat ini, hanya menghela nafas. Menyadari uang di tangan hanya ada 20ribu rupiah.

Ini pay of tunggakannya 😂

Mengumpulkan 2jt saja susahnya setengah mati. Bagaimana caraku menyelesaikan perkara ini coba !


April 06, 2025

Tua Bangka

Aku hampir lupa, ternyata laki-laki tua bangka itu bukan siapa-siapa. Hanya seorang laki2 yang dinikahi ibuku untuk dimanfaatkan hartanya.

Aku hanya acuh dan diam. Ditambah janji-janji palsunya padaku, membuatku kian acuh padanya.

Tangannya gemetaran setiap kali melakukan sesuatu. Menandakan bahwa usianya yang uzur mulai mengambil kekuatan di raganya. Jika saja lansia itu adalah bapak kandung yang kucintai sejak aku kecil, aku pasti sangat simpati dan memandangnya dengan seluruh keprihatinan hati, karena sosok itu akhirnya menua juga.

Tapi karna tua bangka itu bukan siapa-siapa, yang aku baru tau keberadaannya di muka bumi ini hanya setengah tahun belakangan. Maka aku tidak bisa menganggap bahwa dirinya adalah –siapa-siapa. Karena memang bagiku dia bukan siapa-siapa.

Di usianya yang senja, sungguh sebuah kesialan tua bangka itu menikahi wanita ‘picik’ seperti ibu. Tapi setelah kubayangkan kenapa mereka bisa menikah, ternyata beliau ini juga sama piciknya.

Di usia setua itu yang ada difikirannya hanya Harta, Tanah, dan Benda-benda.
Sesuatu yang pastinya tidak mungkin dibawa mati.

Satu-satunya hal yang akan dibawanya mati hanyalah amal ibadah, yang syukurnya masih dijalankan dengan sepenuh kesadarannya saat ini.

Mungkin. Satu2ny hal positif dari hidupnya adalah ibadahnya pada Allah itu.

 --p--

Note: Ditulis dalam keadaan Dark Heart.
Semoga Tuhan mengampuniku.

October 21, 2024

Persiapan Pernikahan untuk mama

-

 Ibuku yang sudah berumur 58tahun, 5hari lagi akan menikah dengan seorang kakek berusia 74tahun.

Hahh.. Padahal papa baru saja meninggal dunia di tanggal 6 Januari, tahun ini.

Bukan tanpa sebab dan alasan, mama menikah lagi dikarenakan kakek kaya raya ini bersedia membayar hutang-hutang mama yang mencapai Ratusan Juta Rupiah.

Dan aku !
Ya apalah dayaku, ada atau tidaknya restu dariku, mama tetap akan menikah lagi. Bahkan jikapun aku tidak tau apa-apa, semuanya tetap akan terjadi dan berlanjut.

Anak kesayangan mama, yaitu adikku yang paling bontot, istrinya sudah melahirkan dan di waktu yang sama 'dalam 5hari lagi' mereka akan mengadakan acara penabalan nama sekaligus Aqiqah untuk anak adikku.
Tak heran padaku, pada diriku, mama memang setidak sayang itu padaku.
Demi memenuhi acara adikku, mama rela mempercepat acara pernikahannya dan merayakannya di hari yang sama.

Sedang aku, 
Minta dibelikan paket internet saja, mama terasa beratt sekali mengeluarkan sedikit uangnya sambil berceletuk "kau kan punya suami" hehe

Itulah alasan kenapa aku tak pernah minta dibelikan sesuatu atau merepotkan apapun tentang uang pada mama, karena aku punya suami.

Suami Terbaaik di Dunia, pikirku kadang-kadang.

--

Pagi tadi suasana hatiku sedikit kacauu karna terbayang rumah di benteng hilir. Aku terus saja tidak ikhlas dengan barang-barangku yang masih ada di sana, meskipun susah payah aku melupakannya, menganggap itu sebagai uang ganti sewa rumah dan listrik selama aku masih tinggal disana. Tapi wanita sakit jiwa beserta anak-anaknya itu membuatku merasa tidak nyaman dan jijik membayangkannya.

Ohe,, anggap saja ini hanyalah bagian dari takdir hidup.

Tapi.. Menjelang siang, aku mulai nonton Drakor 'Neverthles &Secret Garden' nyambil2 beberes area, aku melakukan ini, karena aku tau, inilah hal yang bisa membuatku kembali tenang. Dengan membereskan barang-barang maka masalahku sedikit-sedikit akan terlupakan dan hati kembali tenang.

---

Lalu, energi yang sama akan menarik energi disekitarnya.
Inilah energi itu, saat jam 2 siang, Tukang butut pasar 3, yang pernah jual ps sm suamiku tadi datang kerumah, dia beli TV bekas, seng bekas dan sampah2 yang sudah mau kubuang.
Aku tak peduli harganya, mungkin dia juga sudah memanpulasi hitungannya. Aku hanya ingin menyingkirkan lebih banyak 'sampah' dari rumah peninggalan papa saat masih hidup ini.

Sejujurnya kalau semua ini laku, maka aku akan menjual semuanya. Tapi pelan2 saja, karena kalau mama tau, maka mulut jembernya akan mengomel panjang kali lebar sama dengan tinggi, jika dia tau sampah-sampah dirumahnya aku jual satu persatu.

Dan Alhamdulillah aku dapat 50ribu.
Sejak aku tidak pernah takut akan merasa kekurangan, malah sejak itu rezekiku makin bertambah dan bertambah. Amin 

----

Di saat yang sama saat menimbang butut, anakku buang air besar, dan Tainya sangat besar sekali.
Dia sudah beberapa hari tidak pup, dan kemarin malam dia demam, aku bersyukur akhirnya hari ini putriku kembali sehat.

Hahh..
sekian dulu curahan hatiku hari ini.

gambar hanya pemanis


October 10, 2024

Stay Positf Thinking

 Tadi malam adalah malam yang tidak menyenangkan, Bau pesing bekas pipis kucing tercium menyengat di sudut kamar, ditambah nyamuk bertebangan dan menggingit secara brutal, pipi dan tanganku bentol disertai rasa panas dan gatal tak karuan, ditambah lampu kamar yang dipadamkan  suamiku yang sakit terkena pijar, anakku hanya merengek sambil main hp, kucoba menenangkan diri karna sudah pukul 11malam "sudah saatnya aku tidur", pikirku.
Tapi tiba-tiba suamiku mengoceh kata-kata yang tidak berbobot.
Ahh memperburuk suasana saja ..

Disituasi seperti ini ingin rasanya berteriak, memberontak dan menangis.
Tapi lalu kukuatkan hatiku dan memilih untuk diam, tarik nafas dan tenang.

Mungkin situasi malam ini tercipta akibat dosa yang kulakukan tadi pagi.
Hahh..

Subhanallah..


December 07, 2023

Takdir, atau Tragedi

“Jika kau meninggalkanku, aku akan mencintaimu selamanya. Hanya itu satu-satunya cara, agar aku tetap mencintaimu”.


Tidak tau dengan orang lain, tapi menurutku, menurut isi pikiranku, ketika aku mencintai seseorang, bahkan sangat mencintai, aku tidak akan memaksakan diriku untuk bersamanya.
Alasannya kenapa?
Karna aku manusia yang tak sempurna.

Satu satunya yang kuharapkan terjadi pada orang yang kucintai, adalah kebahagiaan dalam hidupnya, rasa bahagia sesering mungkin yang terjadi hanya padanya. Kebahagiaan penuh yang tanpa cacat. Seperti itu.

Dan aku selalu sadar diri, akan dimana kondisi dan posisiku.
Aku yang manusia tak mampu ini, sebelum memutuskan untuk membahagiakan orang yang kucintai. Biasanya, aku akan lebih memilih untuk pergi, memutus hubungan dan menghilang.

Bukan soal putus asa atau takut akan masa depan, tapi ini soal pemahaman yang kupegang dalam hatiku sendiri saja.

Mengatakan Janji itu mudah, sangat mudah. Berjanji untuk selalu membahagiakan  seseorang adalah hal yang mustahil, selama diri ini masih manusia.
Maksudku berjanjinya itu mudah, tapi ketika menerapkannya dalam kehidupan hari demi hari bersama, itu tidak mungkin, so imposible, right!

 Jadi bukan sekali duakali, aku menghilang dari hidup seseorang yang aku cintai.

Beberapa teman bilang, aku salah dan tindakanku ini sebuah bentuk kebodohan.
Tapi mungkin ini sebuah bentuk Takdir.

Pemikiran manusia kan terbentuk dari apa yang pernah dia alami dan jalani di masa lalu. Nah, mungkin ini lah yang kupahami sekarang.

Adapun alasan kenapa akhirnya aku menikah dengan seseorang hari ini.
Jangan tanya alasannya, karna aku tak tau.
Pernikahan yang kujalani sekarang, aku sebut Tragedi.

November 20, 2023

Tujuan_ But Deep

Jika Tuhan sayang padaku, semoga Ia membantuku mencapai apa-apa yang menjadi tujuan hidupku.

Lantas, apa sajakah tujuan hidupku ?

Yang pertama aku ingin merawat anakku sampai Dewasa danmenikahkannya dengan laki-laki baik yang menyayanginya melebihi sayangku.

Yang kedua, aku ingin hidup –hari ini dan selanjutnya- dengan tenang (tidak mengganggu dan diganggu), dan juga jauh dari orang-orang jahat yang pernah menzolimiku.

Yang ketiga, seandainya aku mati sebelum mengijabah poin pertama, maka aku punya wasiat agar anak dan seluruh yang kupunya selama aku hidup, tidak jatuh ketangan suamiku.

Hanya itu saja tujuan hidupku.’
Dunia yang sementara ini, apa yang mau dikejar,  akhirat yang selamanya sudah menanti di depan mata, kita hanya tinggal menunggu saatnya tiba.

 

 #Dont be serius 
#Just Talk
# Just Hope

 

November 04, 2023

DEMI

 Cerita Demi Cerita Terukir..

Apakah umurku masih panjang untuk bisa terus menoreh.

Kira-kira kapan aku Mati ?

Takdirkan tak ada yang tau. Tapi jika ditanya aku. Aku ingin mati saat anakku sudah tak butuh ibunya lagi.


Melangkah terus kesana sini
Tujuan selalu ada.

Melihat orang lain juga hanya timbul rasa iri
Tak ingin pungkiri

Membandingkan hidup dengan yang lain,
Juga tak ada habisnya





October 29, 2023

Keluarga Mu

 Today, Setelah 3 tahun lebih menjalin hubungan pernikahan.
Aku bertemu dengan abang tertua dari suamiku. Orang yang bahkan tidak menampakkan ujung hidungnya di hari pernikahan kami.

Hari ini mereka datang kerumah, melihat rumah ibunya yang sudah lama mereka tinggalkan, yang saat ini sedang kami tempati.
Jauh datang dari sigli/pidie Aceh ke medan, karna menghadiri acara pernikahan anak oncu (saudara dekat ibu mertua).

Memang selama ini, aku tidak terlalu mendekatkan diri dengan saudara-saudara suamiku.
Bukan karna sombong dan tanpa alasan.

Sewaktu kami ngobrol santai, suamiku bilang sendiri jika baginya saudara bukan 'hal penting' dalam hidupnya. Karna setelah ibunya meninggal dunia, dia hidup sebatang kara tanpa mengharapkan sanak saudaranya, sedikitpun.

Segalanya dia upayakan sendiri. Bahkan saat memutuskan untuk menikah denganku, saudaranya hanya berfungsi sebagai 'atribut' tanpa ada campur tangan apapun dalam proses pernikahan kami.

Aku tidak menyesali, ataupun mengungkit, tapi fakta bahwa saudaranya tidak memberikan apapun berupa 'benda' sebagai penghargaanku sebagai perempuan. itu sudah cukup kuanggap sebagai 'penghormatan ' tersendiri di hidupku.

Dalam kata sederhana, ketika menikah dengan suamiku, aku tidak pernah menuntut apapun. sepenserpun uang ataupun perhatian.
Karna itu dikehidupanku setelah menikah, maka sebagai bentuk 'penghormatanku' aku tak mau jika keluarga atau saudara suamiku menuntut sesuatu dari ku.

Naluriku sebagai manusia, tak akan sudi diperlakukan seenaknya. Karna ketika ingin mendapatkanku juga tak diupayakan, hanya diperoleh dengan mudah saja.

=-=
Semakin mengenal dan dekat, lama-lama aku juga paham sendiri. Apa Porsiku dan kedudukanku di mata saudara dan keluargamu.

Aku tak perlu terlalu dekat, dan Cukup saling menyapa seadanya saja.
Di dunia suamiku hanya aku yang penting. Begitupun di Duniaku.

Lingkungan yang nyatanya penuh dengan asap rokok diantara ibu-ibu, Nada Suara keras, Bahasa tak terdidik. Sudah CUKUP. Cukup tau saja.
 Aku serasa berada di antara keluarga Mafia.

Kelinci yang baru saja masuk kandang jaguar. Ada baiknya diam, sembunyi dan Waspada saja.





September 30, 2023

Ibuku Ditipu Dukun

 Rambutnya pirang tak terawat, kulitnya hitam, bobotnya kurus dan pakaiannya tidak sopan.

Begitulah kesan pertamaku saat melihat perempuan itu.

Namanya Leni. Tak banyak yang kutau soal dia, tapi dia menipu ibuku.

Leni, bersama sekutunya mengaku bisa menggandakan uang, menarik harta dari dunia Gaib.

Naifnya, ibuku yang lugu percaya padanya.


Tak ada jaminan lulusan perguruan tinggi menjadi manusia yang cerdas.

karna nyatanya ibuku yang lulusan S2 sarjana pendidikan, dan kakakku yang S1 sarjana ekonomi, percaya pada dukun.

Sudah sejak agustus 2022 sampai hari ini, dukun itu memberikan syarat-syarat tak masuk akal demi uang gaib.

Tapi hasilnya Nol, Nihil, Kosong.


Aku tak bisa mengatakan lebih detailnya, karna aku sama sekali tak terlibat disana.

Tapi dari yang kusaksikan sendiri, dukun itu meminta sejumlah uang untuk syarat. 

Membeli daging hewan-hewan tertentu, memasak makanan tertentu, belanja bunga dan obat-obatan aneh, sampai mengamalkan amalan tak berdalil.

Ibu dan kakakku menuruti itu, membaca yasin sampai 1000x. Puasa mutih, dan berikir kalimatullah.

Secara kasat mata, itu baik dan beramal pada Allah.

Tapi mengingat tujuan mereka melakukan itu demi mendapat uang gaib, aku fikir udah salah kaprah.

Pengetahuan agamaku juga tak dalam. Apakah yang seperti itu termasuk syirik. We Never Know.


Bukankah, percaya dan meminta pada selain Allah adalah syirik.

Tapi dengan cara mereka yang rajin sholat dan berikir, dengan tujuan tertentu, apakah benar atau salahkah ?

Kembali pada niat.

Niat di hati mereka yang beribadah, adalah antara mereka dan ALLAH. karna itu bukan ranahku menghakimi.


Yang terbaik yang bisa kulakukan adalah mendoakan mereka (ibu dan kakakku) agar tidak berjalan semakin jauh menuju kemusrikan.

Dan posisiku sekarang sama seperti papa, tinggal jauh dari mereka. Menghindar dan menepi agar terkena dampak dari apa yang mereka lakukan.



Aku jadi teringat teman sekolahku dulu namanya fika.

Nada bicaranya Gemetar, di kelas termasuk yang tidak cerdas.

Dia hanya unggul di pelajaran menggambar dan kesenian.

Jika ada lomba 'menghayal' fika pasti juara 1, karna imajinasinya yang terlalu jauh menembus cakrawala.

Melihat leni, mengingatkanku pada fika.

Gaya bicaranya gemetar dan bahasa tubuhnya tidak sopan.

Ketika makan dia sangat rakus seperti orang kelaparan, tapi badannya sangat kurus seperti orang yang tidak doyan makan.

Mungkin, imajinasi leni menembus jauh kedalam dunia gaib, hingga berfikir bisa menipu ibuku dengan memeras hartanya.


Aku tidak suka leni. Dia membuat ibuku jadi seperti orang hampir gila.

Semua waktu dan uangnya sudah habis dikorbankan untuk memenuhi persyaratan leni.

Sampai kabar terakhir, seluruh kampung tau banyaknya hutang ibu dan ibu sudah tak punya apa-apa untuk membayar hutang itu.

Ibu masih mengharapkan uang gaib dari leni.

Dia sudah habis-habisan, jika berhenti sekarang ibu takut akan sia-sia.

Tapi jika dilanjutkan, kehancuran pasti akan datang cepat atau lambat.


Aku selalu berfikir logis di tahun 2023 ini, mana mungkin ada uang gaib.

atau harta gaib.

Jikapun leni punya kemampuan mengambil uang gaib itu dari dunia lain, kenapa tidak lakukan ritual itu sendiri.

dan nikmati harta itu sendiri.

Kenapa harus dengan mendekati ibuku dan mengatakan hal-hal tidak masuk akal untuk memeras uang ibuku.

Ibuku yang Lugu, dan juga baik. 

dunia ini terlalu tak seimbang untuknya. ibu masih saja berfkir, jika semua orang itu baik dan tak memanfaatkannya.


Lalu aku sebagai anak, aku tak pernah bicara serius soal ini pada ibu.

Selama ini aku hanya terkesan mendiamkan.

Karna aku tau, bicara dengan ibu adalah sia-sia.

Papaku saja tidak pernah diacuhkan kata-katanya.

Pemimpin tertinggi dalam rumah tangga saja ditentangnya demi leni.

Sampai papa menyerah dan pergi.


Aku yang anaknya, yang bukan kebanggannya ini 'apalah daya'.

Berhadapan dengan ibu adalah hal yang sesulit itu. Aku menghargai perasaannya sampai mengatakan fakta soal leni, akupun masih berfikir.

Ya, Siapa yang memahami perasaanku, pasti juga kesulitan menjabarkannya.


Terkadang, aku masih bicara sedikit.

Ibu langsung menyalak dan bicara panjang lebar lebih banyak.

Bicara kemana-mana dan tidak nyambung.


Lagipula sudah sejak sangat lama, kalau bicara ibu tak pernah memikirkan perasaanku.

Karna itu aku tak suka bicara pada ibu.


Aku lebih suka keadaan seperti sekarang ini.

Tinggal jauh dari ibu, merawat suami dan anakku dengan sebaik yang kubisa.

Tidak terlibat dalam persoalan apapun di rumah ibu.

Karna pada dasarnya setiap persoalan yang muncul, bukan disebabkan oleh ulahku.


Adikku yang dikejar deptkolektor karna hutang kereta dan pernikahanhya, itu adalah tanggung jawab adikku.

Kakakku yang bertengkar soal harta dengan suaminya, itu juga persoalan kakakku.

Dan ibu yang berhutang kemana-mana demi leni. Itu bahkan aku tak mau bertanggung jawab sedikitpun, karna aku pure tak tau apa-apa.


Terkadang ibu menelfonku, tapi aku sengaja tak menjawab.

Aku bahkan menghilangkan kontak dengan kakak dan adikku, karna aku tak suka mereka.

Aku terlihat bodoh dan lemah di mata mereka.

Aku juga tak bisa bicara banyak ini dan itu dengan mereka karna itu pasti sia-sia.

Lebih baik aku menulis di catatan ini, walau tak di dengar, tapi setidaknya aku lebih lega.


Dan catatan ini juga akan menjadi bukti jika di masa depan terjadi sesuatu yang tidak kuinginkan.

Dan jika hal-hal buruk merugikanku, aku juga bisa menunjukkan catatan ini pada orang yang tepat.

October 21, 2022

SISI GELAP IBU KU

Orang Sehatpun akan jadi sakit jika tinggal di rumah sakit

Oraang Waraspun akan jadi sakit jiwa jika tinggal di liingkungan Rumah sakit jiwa

Dan orang yang terarah akan jadi kacau,  jika tinggal di rumah ibuku


Aslinya -sebenar benarnya- saya adalah orang yang rapi, orang yang suka keteraturan.

Dan saya selalu ingin mengutamakan kenyamanan di manapun saya tinggal.

Tapi setelah memutuskan untuk tinggal 1 minggu dirumah ibu lagi, tak satupun hal di atas bisa kuwujudkan.


Memang sebelumnya -saat masih gadis- saya tinggal dirumah ibu.

Tapi lalu saat menikah saya tinggal terpisah bersama suami dan anak.

Dan saat rumah tempat kami tinggal diusik, kami terpaksa harus tinggal lagi bersama ibu.


Seingatku, selama bersama ibu.

Ibuku itu suaranya berisik sekalii.

Memang sejak dulu sudah berisik, tapi setiap kali bicara memang karakternya begitu, sangat berisik.

Berisik yang saya maksud itu modelan mulut cerewet yang membuat gondok.

Ibuku selalu mengungkapkan segala sesuatu tanpa difilter, dan disaring lebih dulu.

Apapun yang ada dikepalanya pasti terceploskan begitu saja.

Entah itu hal penting, hal tidak penting sampai pada hal yang menyakiti hati orang lain, pasti dikoarkan.

Mulutnya selalu merocos setiap menit seiap detik tanpa istirahat.

"cicit cuit bersahutan seperti burung betet".


Dulu selama tinggal bersama ibu, saya selalu terganggu, Tapi setelah punya suami, hal itu semakin membuatku sakit kepala.

Bukan hanya aku, semua orang disekelilingnya juga sering terlukai kata-kata ibu. Bapak, adik, sampai suamiku, mereka juga selalu pusing mendengar kata-kata ibu.

Mungkin tujuan ibu hanya meluapkan isi hatinya, tapi tanpa sadar -tak terhitung lagi- hal itu melukai orang disekelilingnya.


Hal itu sangat berbanding terbalik denganku.

Aku adalah tipe orang yang malas ngomong, apalagi bicara hal yang tak penting.

Kalau sudah tak tertahankan, ya jatuhnya saya akan menuliskan isi hati saya, dibanding harus mengoarkannya.


Sampai akhirnya saya terpikirkan satu solusi yaitu untuk menganggap semua kata-kata ibu adalah cakap kosong, yang tak perlu dimasukkan ke hati.

Jika aku bisa menganggapnya begitu maka semuanya akan beres.

Karna ibu selalu mengatakan hal yang berubah-ubah, hari ini ABC besok XYZ. Bahkan kalau berjanji kata-kata ibu tidak bisa dipegang.

ibu

Selama tinggal bersama ibu, aku hanya bicara hal-hal penting pada suamiku saja.

Karna suamiku adalah sosok yang mirip diriku. Bicara dengannya tidak akan terasa sia-sia.

September 13, 2022

T o x i c


Toxic itu judul yang udah lama mau ku ketik disini, tapi baru kesampaian sekarang.
Aku sedang membenahi hidupku, hariku, tujuanku.
meskipun entah kenapa, perutku selalu lapar, dan mulutku selalu berselera menelan apapun akhir-akhir ini.
Uang di kantongku tinggal tiga ribu rupiah. Beras yang tersisa mungkin cukup untuk 2 hari lagi, susu anakku juga sudah pasti akan habis tak lama lagi. Tak ingin dipikirkan, hanya ingin pasrah saja. Meski nyatanya nunggu gajian suami seminggu lagi.
Aku coba pilah siapakah yang bisa membantuku di saat seperti ini ? adakah ?
Di kontak Hp-ku tak ada siapapun yang sepertinya bisa membantu. Mungkin hanya bg Firman, ex Friend ketika berkesempatan bekerja di mercy. Itupun tak boleh berharap dipinjamkan uang tanpa bunga.
So, saudara ? Haha 
Dari pihak suami, apalah daya, mereka juga susah, malah bisa jadi lebih susah daripada kami.
Kalau saudara dari pihakku, yang sudah jelas-jelas tak begitu susah, bisajadi mereka bisa bantu. Tapi aku tak mau dipandang hina.
Terkhusus, dihina sama ibu kandung sendiri soal suami tak bisa cari uang, dan soal anak yang tak diurus dengan baik.
Ah,, enough, is enough.
mama berantakan luar biasa, yang sudah pasti takkan mampu membenahi hidupku.
Aku bahkan tak suka lagi berkunjung ke rumah mama, yang dulunya adalah rumah paling nyaman dan kusukai.
Karna setiap kali pulang membawa putri kecilku, mama selalu bilang, anakku kurus, tak dikasih makan, kurang asupan, tak kasihan, bla,bla,bla.
CUKUP !
Anakku yang cantik dan pintar ini entah kenapa mama bandingkan sama anak kakakku yang Cuma menang ‘gendut’itu.
Berkata seolah mama yang kasih uang untuk membiayai hidup. Tapi sebagai seorang ibu –yang masih baru- itu cukup melukai perasaanku.
Rasanya kalau bukan karna barang-barang milikku yang tertinggal dirumah, aku tak sudi lagi datang kesana.
seperti rasa kecewa yang tak ada obatnya. Mulai dari tempat berteduh, para saudara, tetangga, dan kenyamanan hidup. Aku fikir, Jatikesuma Namorambe adalah sebuah Jalan dan Tempat yang Layak untuk ditinggalkan. Kalau perlu SELAMANYA.
Kembali sama Toxic a.k.a Racun.
Sekelilingku, semuanya Toxic.
Keluargaku adalah Toxic.
Papa yang sekarang sudah kehilangan wibawa, serta tanggung jawabnya sebagai pemimpin. Everything, dikendalikan sama Mama, yang berantakan luar biasa, tapi selalu ‘sok pahlahan’mengatasi semua kesulitan orang lain.
Adek cowok, yang menempel seperti parasit pada orang tua, yang dari hari ini saja sudah terpantau masa depannya -yang tak akan jadi apa-apa tanpa mama-.
ditambah satu sosok lagi sumber masalah, si paman pengguna narkoba, yang kian hari hidupnya kian memprihatinkan. Yang takkan bisa bertahan hidup tanpa menyusahkan orang-orang disekelilingnya.
Ya.. itulah kenyataan.
Bukan menjelek-jelekkan, hanya bicara fakta dan ungkapan kegondokan isi dada.
Atas dasar itulah, akhirnya aku ikut sama suamiku. Meskipun suami juga sumber Toxic. Setidaknya hanya ada satu toxic yang kuhadapi setiap hari. Dibanding aku harus hidup di sana dan menghadapi semua toxic yang ada.
Dan, meskipun suami sumber toxic, terkadang suami juga yang menjadi penawar dari toxic.
Bersamanya, Aku bisa Gondok setiap waktu, tapi sekarang, dialah yang menghidupi dan mendanai aku dan anakku. So, aku harap aku bisa lebih sabar lagi dalam menghadapinya.

August 28, 2022

𝙼𝚞𝚗𝚐𝚔𝚒𝚗, 𝚊𝚍𝚊 𝚒𝚋𝚕𝚒𝚜 𝚗𝚐𝚒𝚔𝚞𝚝 𝚋𝚊𝚢𝚒

 

Jam 12 malam lewat, aku tak bisa pejamkan mata. Mendengar suara cekikan  bayi 2 bulan yang tak mau berhenti.
entah apa sebabnya?
(apakah perutnya kembung karna kipas angin hidup sepanjang malam, atau batuk terkena debu karna ibunya menggendongnya keluar rumah kesana kemari, atau juga tubuhnya tak nyaman, karna terus diletakkan di ayunan dan dijatah minum susunya). Sekali lagi, entah apa sebabnya.
 
Dari suaranya bayi itu seperti merasakan sakit. Yang akupun tak tau apa sakitnya ?
Suaranya serak luar biasa, sesekali di iringi batuk keras seperti mau muntah.
Ibunya lelah, ingin istirahat. 
Istirahat dari kesulitan hidup dan setelah seharian beraktifitas mengurus anak-anaknya yang lain.
Aku memebenci suara tangisan bayi itu, tangisan yang menjijikkan. Tangisan yang keluar dari bayi tak berdosa, tapi entah kenapa mendengarnya saja membuatku ingin membungkam bayi itu.
Sungguh  tak bisa dibohongi, jika dirasa memuakkan aku akan bilang memuakkan. Ditambah rupa bayi itu yang tak kalah memuakkannya. Membuatku enggan untuk ikut campur membantu mendiamkan rengekannya.
Ibunya sudah cukup sabar, tapi sang bayi terus memekik, meringis tangis kesakitan.
Sampai kesabaran yang terbatas membuat ibu itu memukul si bayi, dan membuat tangisnya makin keras, nyaris tak bersuara.
Ya, inilah keadaan tempat tinggalku sekarang. Diganggu oleh kehadiran seorang ibu yang menopang dua anak diluar nikah.
Terdengar sangat jelek kalau kubilang anak haram,karna tidak ada bayi yang haram, yang haram itu perbuatan orang tuanya.
Tapi ibu dari kedua anak haram itu, tak lain adalah kakak kandung suamiku. 
Entah, tak cocok dengan tempat tinggal ini, atau karna pola asuh yang salah. Bayi itu terus saja menangis, sampai suaranya serak,nyaris habis.mendengar bayi itu nangis, sudah cukup melelahkan, apalagi bayi itu yang menangis terus.
Si ibu hanya tidur, dan memaki ketika bayi itu kembali menangis. Mencoba mendiamkannya dengan kompeng /dot susu. Atau meletakkannya di ayunan. Padahal bisa saja bukan itu yang dibutuhkan si bayi saat ini.
Aku sudah mulai mendamaikan diri dengan keadaan, fakta bahwa kakak suamiku sudah meninggalkan sumber zinanya. Semoga bisa mengubah hidupnya menjadi lebih baik dan beramal sholeh. Dan aku hanya bisa mendukungnya lewat doa.
Tapi tidak untuk suamiku. Baginya, kedua anak haram yang dibawa kakaknya pindah kerumah ini,adalah aib keluarga, dan sesuatu yang haram disentuh olehnya.
Suamiku bilang, kakaknya itu tak bisa dibilangi, tak tau terimakasih dan akan selalu bermusuhan dengan siapapun yang didekatnya.
Semua saudara sudah membuangnya,karna sifat dan tabiatnya itu. Karna itu, aku harus berhati-hati.
Ya, aku ingin menjalani segalanya dengan baik-baik. Perasaan dan prasangka yang baik, lalu menempuh jalan yang juga baik. Semoga Allah membantuku, dan mewujudkan apapun yang baik juga dihidupku.
Amin

February 26, 2022

Doa setiap pagi

Aku berdoa di setiap pagi hariku,agar aku berpisah denganmu.

Sampai ada satu masa, dimana pagi hari tak kulihat lagi dirimu, tak kudengar lagi suaramu.
Sepertinya itu akan menjadi pagi hari yang tenang dan melegakan.
Hari dimana kita tak lagi bersama, dan saat dimana akhirnya aku berhenti kau buat menderita.
Harapku,semoa Tuhan segera mengabulkan doaku ini.

February 25, 2022

Tada ertina

Satu penyesalan terbesar di hidupku adalah, kembali percaya pada mulut laki-laki tak tau diri itu.

Harusnya aku ingat, jika manusia yang tak pernah menempuh ‘bangku sekolah’ itu adalah manusia paling bodoh dan gak berguna di muka bumi ini.

Tapi masih saja, aku percaya pada bualan manusia ‘paling’ bodoh itu.

Dengan enaknya numpang hidup dan member penderitaan bertubi pada hidup orang lain. seperti benalu, yang hanya bisa merugikan tanpa bisa memberi keuntungan.

LOL

December 19, 2021

Melepas Cincin Nikah

 

Hari ini, Aku bangun siang, Belajar agama, lalu males gerak, dan semuanya berantakan. Satu-satunya waktu istirahat adalah ketika main android lama-lama.
Ya, once again.
Kunci dari semuanya ada padaku. Rumah ini, Usaha kecil ini, Anak, dan suamiku, semuanya ada di tanganku.
Aku hanya bisa bergantung pada diriku sendiri.
Suami yang tak tau diri itu, hanya minta dilayani saja, tak pernah berfungsi melayani.
Syukur-syukur sekali duakali masih mau megang anakku.
Hutang koperasiku masih ada. Beban banget.
Kayaknya udah saatnya untuk tidak menerima gaji dari suamiku lagi. Biar dia sadar fungsinya di rumah ini gak ada sama sekali.
HIDUPKU AKAN JAUH LEBIH BAIK, TANPA KEHADIRANNYA.
Entah !
Mungkin sejak melepaskan cincin kawin itu, yang sakral dalam ikatan pernikahan itu auranya memudar dari sukma.
Aku jijik, dan muak sama tingkah suamiku.
Tiap malam minta dilayani, seperti binatang saja.
Nanti kelak kalau udah tersudut, kujual saja cincin itu.
Kalau biayaku sehari-hari itu mudah dan murah, tapi kalau untuk melayani dan membiayai seorang suami, itu sama saja judulnya membunuhku pelan-pelan. DAMN !
Anggap saja ini sebuah bentuk kesombongan, tapi memang aku bukannya lebih layak bersombong diri, jika diposisi ini. Ketimbang laki-laki yang datang di hidupku membawa janji-janji tapi tak satupun yang ditepati.
Bagaimana ??

June 01, 2021

If

 Jika saja teriakan ini dapat didengar, mungkin kau akan ikut merasakan sakitnya perasaan yang kurasakan ini.
_Chery

Selain disini, tak ada lagi tempatku bisa menyampaikan keluh kesah.
Well, ingin berkeluh kesah pada Tuhan, tapi hati masih bolong-bolong ibadah, lagipula Tuhan Maha Tau, right !

Aku masih bingung, bimbang, dan ambigu dalam menyikapi segalanya.
Suami, Ayah, Ibu, Saudara, dan seluruh keluarga. Mereka satu persatu menanamkan pemikiran berbeda di kepalaku yang membuat hampir gila.






March 19, 2021

Cerita Pertengkaran


Aku mencintaimu Suamiku, Syafridun Rambe.  Setiap kau tertidur aku selalu suka berada di sampingmu, memeluk punggungmu yang hangat, membelai rambutmu yang lebat, atau hanya sekedar menatap wajah manismu untuk kucium pipinya.
Setiap kali menatapmu yang sedang terlelap, hatiku berkata-kata, “Aku akan menjagamu semampu yang aku bisa. Aku akan melindungi dan membelamu dari semua orang disekitarku, karna aku yang telah membawamu masuk ke dalam hidupku.”
Hanya itu, Tapi untuk saat ini bisakah kau bersabar beberapa bulan.
Anakku, dia menangis dan terus saja menangis sejak pagi sampai jam 3 sore. Dia tak mau tertidur nyenyak, dan susah tenang.
Dia baru bisa tenang setelah mamaku pulang dan memandikannya.
Aku tak tau ada apa gerangan.
Tapi seolah pertanda, bayi suci ini mungkin tau jika ibu dan ayahnya  akan bertengkar sore ini.
Aku lelah, dan semuanya bermula saat aku minta tolong padanya mencuci popok bayi kami.
Dia memintaku memijak pingganggnya karna pegal, sesekali aku ingin melawan dan membalas, karna dia juga tak pernah mau jika aku minta tolong untuk memijat badanku yang kelelahan sehabis melahirkan.
Tapi ternyata –lagi dan lagi- suamiku melontarkan kata-kata yang sungguh menyakiti hatiku.
“benci kali aku nengoknya” dengan nadanya yang merendahkanku.
Aku terbayang betapa sering suamiku menghinaku dengan kata-katanya yang tak terdidik.
Apakah dia tak pernah belajar bagaimana tutur kataku padanya.
Akupun menangis dan masuk kamar mandi. Ingin kucuci popok itu sendirian, sebelum akhirnya suamiku memaksa masuk kamar mandi  dan membuatku berteriak spontan.
Aku takut dan aku trauma, karna dia begitu ingin menagajakku berhubungan badan beberapa hari ini, dia tak memahami keadaanku yang baru saja melahirkan dan masih mengeluarkan darah nifas.
Akupun marah dan membuatku tak bisa lagi menahan diri, tapi suamiku malah berbalik marah dan mengancam akan pergi.
Aku berteriak sekencang yang aku bisa, amarahku memuncak, dan aku tak peduli lagi bahwa aku mencintainya. Bagiku, sikapnya hari ini sudah membuatku kehilangan kesabaranku.
Aku memupuk sedikit demi sedikit kekesalanku padanya, dan hari inilah puncaknya, aku menyuruhnya pergi dengan berteriak dan aku tak peduli jika dia benar-benar pergi. Saat aku berteriak, ibuku masuk dan menenangkanku, seperti seorang malaikat, aku langsung luluh saat mama memeluk dan menempelkan wajahku di lehernya. Aku benar-benar masih diperlakukan seperti putri kecilnya yang dulu.

Dia sungguh tidak pengertian, membiarkan aku menjaga putri kecil ini sendirian, di saat aku butuh support dari seorang suami, dia hanya peduli pada dirinya sendiri yang selalu kecapek’an karna pekerjaannya.
Seolah gajinya yang seuprit itu mampu memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
Aku tidak begitu peduli pada nominal uang yang dia berikan, dia sudah bertanggung jawab itupun cukup.
Tapi aku kesal juga pada diriku, karna tak bisa melayaninya seperti kemarin setelah aku melahirkan putri kecil kami.
kepergiannya setiap pagi tanpa pernah kubuatkan sarapan, atau hanya sekedar teh manis. Makan siangnya yang selalu beli karna tak pernah kubuatkan bekal, dan makanannya sehari-hari yang tak terurus karna akupun kesulitan mengurus makanku sendiri. Beruntungnya mamaku yang hebat mau memenuhi kebutuhan makan kami secara ajaib.
Akupun Mandi,  membersihkan diriku cepat2 sambil mencuci semua baju dan popok anakku.
Berharap aku dan suamiku bisa bicara baik-baik setelah aku Mandi.  Aku bahkan sudah menyusun kata-kata.
Dan lalu, kulihat dia terduduk seperti anak kecil yang baru saja kena hukuman di balik lemari.
Wajahnya disembunyikan dibalik lengannya.
Aku ingin sekali bicara, tapi dia tak memulai pembicaraan sedikitpun. Dan aku tak ingin membujuknya seperti biasa.
Karna aku lelah, dan dia juga tak pernah membujukku dengan gigih. Aku takut jika kami berbaikan saat itu, dia akan mengajakku berhubungan badan lagi.
Kulihat dia sudah menyusun dan memilih semua pakaiannya di tempat tidur. Lucunya, baju adik dan ayahku, lalu baju-baju yang didapatnya saat sudah bersamaku diambilnya juga.  Diadakannya baju itu ke dalam goni dan aku hanya menanggapi itu sebagai hal bodoh dan tidak dewasa. 
Tingkahmu, benar-benar membuatku terdiam membisu.
Jika benar-benar ingin pergi kenapa tidak bawa baju yang benar-benar milikmu saja. Terlihat sekali dia ingin dibujuk atau ditanyai, ingin pergi kemana. But, I don’t care.
Dia mencari Hp Samsungnya, menanyakannya padaku, tapi aku diam saja.
Tapi dia membawa kunci kiosku.
Apakah dia mau pergi ke kios ?
Ya Tuhan, mau pergi kemana suamiku itu ?
Siapakah yang kekanakan di sini, aku atau suamiku ?
Apakah dia fikir bisa semudah itu pergi dari hidupku.
Jika memang sesuai kata-katanya, -apabila sudah pergi dari hidup seseorang tak kan mau kembali lagi- ayo saja kita lihat apakah kau takkan kembali lagi padaku.
Jika iya, berarti Cintamu hanya segitu.
Dan aku juga kan pernah bilang, jika kau pergi maka aku takkan mencarimu lagi.

January 29, 2021

Anehkdotdunya


Hai Dunia !
  Yang namanya bertengkar, suami istri itu wajar kan !
Dan malam tadi aku sengaja tidak tidur di samping suamiku karna dia menamparku kuat sekali. Ya, dia memang begitu terkadang karna marah pada kebodohanku di masa lalu.
Aku mungkin gak boleh mengenang apapun lagi yang tersisa dari yang kemarin dulu itu. Tapi aku tau apa yang kulakukan, aku tau kemana tujuanku saat itu. Semua ini demi Konten. Demi cerita dan kisah. Demi hobi dan imajinasiku yang –tak kan seorangpun di dekatku tau dan mengerti- mungkin sampai aku berakhir hidup di dunia ini.
Aku ingin membagi Ceritaku. Karna aku tau..
Allah gak ciptakan aku sia-sia seperti anak-anak ABG yang baru ngerti apa itu cinta ? apa itu hidup ?
--
Lalu, Morninggg!!
Suamiku itu memang suka bercanda, suka bertingkah konyol, tapi dia aslinya berkonyol-konyol hanya untuk mengecoh sekelilingnya.
Dia itu Jenius, Right !
Ciri orang jenius yang melekat sama dia itu …  Selalu minta maaf duluan jika ada pertengkaran antara kami.
Karna orang jenius itu mudah minta maaff ya.
Suamiku memang kadang begitu, bisa menjelma begitu sempurna, tapi kadang juga menjelma menjadi manusia biasa.
Yang pasti, dia gak pernah berfikir dan berkata ‘pisah’ pada pernikahan suci ini.

December 02, 2019

Disturbing Thoughs



Even, menyenangkan sekali rasanya.

-Meski masih sekedar membayangkan-
Jika di masa depan, pada akhirnya aku bisa benar-benar menjalani hidupku sendirian.

Bangun pagi tanpa harus mendengar suara repetan, teriakan, atau suara apapun dari siapapun.
Suara-suara tidak menyenangkan yang memusingkan kepala.

Lalu, menjalani hari tanpa harus berinteraksi untuk hal-hal tidak penting dengan manusia.
Aku bosan menjalani hari, yang begitu monoton dalam hidup yang hanya sementara ini.

Lalu, kujalani aktifitasku dengan tenang, damai, tanpa keributan, huru-hara dari makhluk bodoh.
Temanku bicara, Temanku dalam Hening, dan Teman terbaik sepanjang masa, aku sudah Punya.

Dialah Tuhan, Allah Swt.

Well, The End So :D

November 04, 2019

MITOLOGI APASSIH

=-=]

Dewa Playboy bertemu Ratu Perawan

Entah siapa yang mengarang kisah para Dewa dan Dewi dalam mitologi Yunani.

Apakah itu esensi dari para Dewa.

Malaikatkah atau sejanis manusia setengah Tuhan.

Entahlah..

Mitologi itu menyiprat sedikit dalam secuil bagian kisah hidupku.

_=

Andai dulu aku sang Dewi Perawan tidak bertemu dengan Dia sang Dewa Playboy. 

Mungkin hidupku hari ini bisa jauh lebih bahagia.

Mata tajam yang menatap langsung mengenai lubuk perasaan.

Tak bisa tertolak dan terbantahkan karna sudah ditakdirkan begitu.

Tapi sang dewi yang begitu suci, nyatanya memang hanya bisa mencintai sepenuh jiwa sang Dewa yang sudah kotor jauh sebelum mereka bertemu.

Dewa Dion dan Dewi Virgin. 

Hanya bertahan dari sebatas rasa Cinta saja.

Tidak bersatu untuk selamanya dalam ikatan Jiwa.

Dewi perawan tetap mencintai dan menghargai semua yang pernah didapat dari Dewa itu.

Aku mencintai sang dewa bahkan sampai aku mulai kehabisan waktu dalam hidupku.

Sampai aku mati dengan tenang di ranjangku yang hangat, ditemani oleh kesetiaan yang sama sekali sia-sia.

Sedangkan  Dewa Bajingan, tidak pernah menyadari dan menyesali sedikitpun semua Tindak tanduknya selama Mencintai Dewi Suci.

Sampai Dia kehabisan waktu, dan mati di ranjangnya yang lusuh ditemani oleh kemunafikannya sendiri.