Featured Post

Hahhh

Showing posts with label Cerpen. Show all posts
Showing posts with label Cerpen. Show all posts

January 01, 2020

ALICE


Malam ini, rumahku tidak sesunyi biasanya, kedua orangtuaku sedang berada dirumah, duduk diruang tamu, menunggu kedatangan orangtuamu.

Entah bagaimana memulai ceritanya sampai kedua orangtua kita akhirnya bertemu.
yang pastinya, malam  ini aku sudah mempersiapkan diri jika akhirnya hatiku harus kembali pecah, hancur dan nyaris tak berbentuk lagi.
Aku memang lemah untuk hal yang satu ini, didekati oleh seorang laki-laki bermata indah seperti mata milikmu.
Tapi sejak awal semuanya berjalan bagai takdir yang tak bisa kuhindari.
Kau yang awalnya tak kusukai, sering datang dan menemani hariku yang sepi. Canda tawa yang awalnya kaku, perlahan menjadi Rindu.

Akupun mulai terbiasa dan menyambut kedatanganmu.
Tanpa terelak lagi. Aku dan kamu, jatuh cinta.

Kamu mungkin tau jika dulu aku pernah begitu terluka pada seorang laki-laki. Jangka waktunya belum lama, 2tahun sebelum kedatanganmu.

Laki-laki itu telah memenangkan hatiku dengan semua kebohongannya.
aku yang saat itu begitu lugu, tidak berfikir panjang, selain memikirkan hal apa yang bisa kulakukan untuk membuatnya bahagia.

Aku melakukan semuanya, Cinta, Harta, Raga, bahkan Hidupku, Aku berikan semua untuknya yang ternyata berhati Iblis.
Lalu, aku dicampakkan.
Dilupakan.
Dan dianggap tak pernah ada dalam hidupnya.

Tapi itulah wanita, hanya perlu menyentuh hatinya untuk bisa mendapatkan apapun miliknya.

Sejak saat itu aku rapuh.
Dan mulai memutuskan untuk tidak pernah menikah dengan siapapun.
--
Tapi malam  ini, kedua orangtua kita bertemu. Mereka membicarakan kondisi kita, cukup membuat mereka risih mungkin.

Perbedaan kasta dan budaya, nyaris terlihat jelas diantara keluargaku dan keluargamu.
Seperti langit dan bumi, bisa berdampingan, saling melengkapi, tapi tak pernah bisa bersatu.

Mereka bicara banyak hal selayaknya orang tua. Mereka tidak menginginkan aku menjadi menantunya.
dan orang tuakupun tidak mengharapkan kamu menjadi bagian keluarga kami.

Cinta kita tidak dipertanyakan, hanya soal harta, Harga diri dan egoisme masing-masing.

Setelah pertemuan malam itu.
Aku kosong dan menatap segalanya tiada arti lagi.
Aku tau pertemuan malam ini akan menjadi pertemuan pertama dan terakhir dari keluarga kita.

Kulepaskan kamu kembali sebagai cinta yang tak seharusnya dipertemukan sejak awal.

 By : Cherry


November 11, 2016

Cerita Pendek Cewek Tomboy (Gina & Bagas)

"Fokus Gina. Fokus..." Dengan cekatan Endru merebut Bola basket itu dari tanganku.

Sial, waktu latihan tinggal 3 bulan lagi. Dan gara-gara terkilir, lemparanku tak lagi jitu.

(Tengg..) Itu penanda waktu Jeda Latihan. 
Kuambil handuk kecil yang biasa kugunakan untuk menyeka keringatku.
Aku duduk di bangku depan penonton, mengalungkan Handuk itu di leher dan minum sebotol air mineral.
Bisa kulihat dari kejauhan sosok Bagas yang juga sedang duduk meminum Air mineralnya.
Tanpa sepengetahuan bagas, Aku ikut main basket, Karna ingin lebih dekat dengannya.



Dari semua anak Basket yang sedang latihan, bisa dipastikan hanya aku Satu-satunya Pemain basket Cewek dari Klub basket XII.
Mereka yang awalnya memintaku bergabung dalam klub ini. karna selain Lemparan dan Dribble ku bisa diandalkan.
Dari kelas XII Pigeon Ms, Kekurangan 3 Orang pemain lagi.

Waktu latihan mempertaruhkan Kelas XII Pigeon Sekaligus Nama sekolah, sekarang tinggal 3 bulan lagi.
Karna masalah sepele. Seseorang membuang Kulit pisang sembarangan, dan membuatku terpeleset di Ruang Ganti.
Akhirnya aku sampai istirahat  4 hari untuk memulihkan tanganku yang terkilir.

Dan saat kembali latihan. Entah kenapa lemparanku tidak pernah tepat Lagi.

Dimas. Ketua kami yang terkenal disiplin dan tegas menyadari sekali perubahan dalam permainanku setelah terkilir kemarin.
Dia sepertinya berfikir ulang untuk mencari pemain cadangan untuk menggantikan posisiku.


Seseorang adik kelas pernah mengirimku Surat yang memintaku berhenti dari Klub Basket. Karna aku seorang wanita
 Itu menyalahi aturan. 'Katanya.

Padahal dengan sengaja, aku sudah memotong rambut dan merubah penampilanku menjadi lebih Tomboy, agar Tim lawan tidak 'Ngeh, jika aku adalah seorang cewek.

Papa menjadi satu-satunya orang yang mendukungku untuk ikut Ekskul basket. Karna anak dari kelima anak gadis papa, hanya aku yang Tomboy. Maklumlah, papa begitu ingin punya anak laki-laki tapi tak kesampaian.


Soal Bagas, Dia itu Cowok Berprestasi yang dikagumi hampir seluruh cewek disekolah. satu fakta yang membuat para pengagum bagas tidak kecewa adalah, Bagas  tidak pernah terlihat jalan sama cewek. Bagas tidak mau pacaran dan bagas bukan Palyboy.
Beda sama sahabat dekatnya bagas si Reyhan
 yang sangat Parlente, meskipun sama tenarnya dikalangan siswi, tapi reyhan terkenal playboy dan suka mainin perasaan cewek.
'Bahaya nih'.


Ada Cerita Absturb nih, waktu lagi di ruang ganti.
Mungkin karna terlalu Tomboy sampai kadang anak-anak basket lain pada lupa kalau saya cewek. Mereka gak sadar sampe sering ganti baju di depan muka aku..

Malah pernah aku masuk kamar mandi cowok tanpa disadari satu orangpun.
Wah ini ada untungnya juga sih kadang.


Satu hal yang super absturb lainnya, waktu lagi istirahat, bagas pernah curhat colongan sama aku, soal pacarnya yang Mutusin dia. Awalnya dia bingung mau curhat sama siapa. Karna aku satu-satunya cewek, dia milihnya aku.
Semuanya pasti gak nyangka. Yang Mutusin Bagas itu Kak Dimas.
So what, Mereka paCaraaannn........'


*Wadezigh


April 18, 2016

D' Under Tale 'Lovell

Give Me the Best Fucking Shine :/


..

Riachi Lovell, Jangan salah menyebut Namaku. Aku lahir di Belanda, dan dibesarkan sampai usia sekitar 16 Tahun di Negri Kincir Angin ini.


Aku lambat bicara karna dikelilingi oleh 4 Bahasa berbeda dalam rumahku sendiri.

Bahasa Belanda dari Kakek dan Nenek, Bahasa Inggris Dari ayah, Bahasa Melayu dari Tante dan Bahasa Indonesia dari mama.

Kami adalah keluarga besar yang hidup dengan 4kepala Keluarga dalam satu Rumah. Generasi Tertua di Rumah kami adalah Tuan Cristov, Pemilik sekolah Internasional Belanda Tell A Moria Ze. Di Sekolah itu, Murid dari berbagai negara bisa menuntut ilmu. 

Sejak memasuki usia sekolah, aku  memilih untuk bergabung di kumpulan pelajar Indonesia, membantuku mengenal indonesia walau aku tak pernah ke sana. Mama yang memintaku masuk ke kelas ini.


Jika ditanya tentang sejarah keluarga Besarku, Mungkin akan sulit kujabarkan tanpa membuat orang lain bertanya-tanya 'mengapa? Dan Bagaimana bisa ?'

Teman-temanku selalu bingung, Jika kuceritakan tentang bagaimana sebuah keluarga bersatu dalam ras yang berbeda-beda. Seperti Bahasa, Agama, Budaya, bahkan negara yang tak sama. Bagaimana mungkin ! 


Tapi Singkatnya, Aku beruntung bisa terlahir di tengah keluarga ini. Karna Lintas Bahasa dan Negara tak pernah menjadi suatu masalah dalam keluarga kami. Kami saling menghargai satu sama lain.


…

8 agustus 2013.

Sweet Seventeen akhirnya telah kucapai.

Usiaku bertambah di hari dimana kelulusan sekolah Tingkat akhirku diumumkan.

Dan Betapa Senangnya, Nilai Ujianku Begitu Memuaskan.


Ayah memberiku Hadiah Liburan ke Indonesia. Dan itu Kemana Lagi kalau bukan Pulau Bali.

Tempat dimana ayah bertemu dengan mama untuk pertama kali.

Aku berterima kasih pada ayah, karna ini adalah pertama kalinya aku liburan ke Luar Negri. Dan itu ke Negara asalnya  Mama.


…

Hari pertama berada di Indonesia, aku bertemu dengan Andri. Saudara Kandung mama yang belum berkeluarga, Usianya sepuluh Tahun lebih tua dariku.

Selama di Bali aku menginap di Rumahnya, dan begitu banyak berbagi Cerita dan pengalaman. Aku merasa langsung akrab dengan Indonesia. Karna selama belajar di Sekolah, kebanyakan temanku juga adalah orang indonesia yang menetap di Belanda.


 Translate

Indonesia adalah negara yang hangat, dan aku langsung betah berada di sini setelah melihat keindahan alamnya.

Ayah, Bolehkah aku melanjutkan Kuliahku disini.


Mereka semua ramah, hal itu yang membahagiakan buatku.

Ayah mengizinkanku untuk meneruskan impianku di sini.


---

Saat memasuki dunia kuliah aku bertemu dengan seorang wanita bernama Sri.

Dia cantik secara alami tanpa tersentuh skin care ataupun dunia luar.

Kepolosannya sangat cetoh, membuatku semakin cinta pada Indonesia.


Tapi seiring berlalu, aku mendapati siti menghilang tiba-tiba tanpa kabar ?

Sampai saat cerpen ini selesai ditulis, aku masih memikirkan bagaimanakah kelanjutan hidupku..

Akankah aku bertemu siti kembali ?!!


Tulis pendapatmu di kolom komentar Guys (_)



January 08, 2016

Mimpi Diatas Mimpi (Romantic Horor Story)

Karna aku mulai gendut, dan kau tak pernah mempermasalahkan itu. Karna itu aku menerima kehadiranmu.
Padahal sebelumnya sulit bagiku. Menerima nama baru, bahkan yang sudah pernah menorehkan masalah.
Aku bahkan pernah menjauhi seseorang hanya karna dia tak suka jika aku menyebut diriku dengan kata "AKU"
This Is Story Of my Friend
Rambutnya hitam dan tebal, itu satu hal yang kuingat darinya.
Andi.
Dia selalu merangkul pundakku ketika kami berjalan bersama. dan itu membuatku selalu nyaman dengannya. Kasih sayangnya -mungkin- takkan terganti dengan sosok lain.

Kulitnya yang sawo matang, dengan senyumnya yang khas wajah pemuda batak. Tak jarang menjadi perhatian orang-orang disekitarku.
Khususnya bapak tua, pemilik tempat Kos yang saat ini kutinggali.

..
Namaku Sasya, dan aku adalah satu-satunya saksi pembunuhan Seorang Balita di dekat Tempat Tinggalku, Desa Namo rambe Kecamatan Deli serdang, Medan. Sumatera Utara.
Kejadian itu terjadi Pada Tanggal 14 Oktober 2011 silam.

Aku tak ingat jelas kejadian malam itu, Ketika andi tiba-tiba memutuskan untuk bekerja keluar kota.
Memintaku untuk bertemu dengannya dan menusuk hatiku dengan kata-katanya.
"Aku Harus Pergi Besok!"

Secepat ini ?
Setiba-tiba ini ?
Disaat aku begitu membutuhkanmu, Haruskah kau pergi.

Aku menangis tertahan, Isakan itu memadat di dadaku. ingin kukeluarkan amarah yang ada. Tapi aku takut terdengar orang lain, dan menyangka sedang terjadi sesuatu antara Andi dan aku. Jam sudah menunjukkan Pukul 2 Pagi.

"Sasya, tatap mataku. Berjanjilah kita akan terus bersama"
Andi mencoba memelukku, tapi kutangkis tangannya dan terdiam menatap sepatu kotor kami. Jalanan yang berlumpur, membuat sepatuku yang berwarna putih jadi Tampak Kecoklatan.

"Sudah, aku mau pulang"
Aku bahkan tak sanggup lagi menatap mata andi.
Kulangkahkan kakiku menuju Jarak 800meter ke arah Tempat Kos ku. Dan andi hanya menatap punggungku yang menjauh pergi, menghilang dibalik lampu jalan.

"Mama, aku ingin berjumpa mama"
Tak bisa kubayangkan jika andi pergi. Mama juga sudah setahun meninggalkanku, Saat Kanker Otak membuatnya harus menanggung Sakit sebelum kematiannya. Dan papa, Papa sibuk mengurus 4 orang adikku.
Hanya andi yang kupunya, Aku terlalu bergantung padanya.

Ayunan kakiku entah kenapa tiba-tiba membawaku kearah Pohon Rambutan yang jaraknya hanya 20 Meter dari Kamar Pemiliki Kos yang kutinggali.
Aku masih ingin menghabiskan sisa air mataku, sebelum kembali ke kamar.

Tapi tiba-tiba, saat ingin kembali melangkah, sebungkus kain putih menyandung sepatuku yang Kotor. Aku tidak menyadari apa isi kain putih itu, sedikit tenggelam diantara tanah yang bercampur lumpur Coklat. Memang akhir-akhir ini Hujan turun hampir setiap hari, membuat jalanan becek dimana-mana.

Tadinya Ingin kutinggalkan kain putih itu, Tapi sesuatu seakan memintaku untuk penasaran dengan isi kain putih itu. Sang angin juga tiba-tiba mendadak dingin menusuk tulang, aku merasakan ada hawa aneh disekitarku.

Dengan gerakan cepat kubuka kain itu. Tapi aku tidak jelas melihat karna malam hari yang minim cahaya. Akupun langsung mengambil Handphone di kantung bajuku, dan menyalakan senternya. Saat kuarahkan senter itu, Aku melihatnya tertutup lumpur seperti bentuk kepala manusia. Dua mata dan satu hidung itu tertutup hampir separuh lumpur.
Dengan Reflek Kutarik lagi seluruh kain putih itu, Berharap hanya wajah dari kepala Boneka.
Kain itupun terbuka, saat kutarik terasa berat dan mulai tercium bau amis. Tak diragukan lagi, Ini Mayat Bayi.

"SHITT"
Jantungku berdesir Cepat, Menyadari apa yang kulihat di depan mataku saat ini.
Bau amis darah, Bukan bau busuk atau bangkai. Aku yakin bayi ini Korban Pembunuhan. Fikiranku meracau, Ribuan tanya bergelayutan kepalaku. Kakiku terasa membeku ingin melangkah, aku berdiam di samping Mayat seorang bayi. Dan tak satupun manusia yang terlihat sejauh mata memandang.

Astagfirullah.. Subhanallaahh,.. Ya Allah Lindungi Hamba. Hamba tak tau apapun mengenai Mayat ini. Hamba tak tau harus berbuat apa sekarang.
Dalam hati yang menghangat seiring doa yang Kupanjatkan.
Sesuatu menggerakkanku untuk menghindari malam ini. Rasanya tak mungkin kuketuk pintu rumah orang dan mengadu telah menemukan Mayat bayi di jam 3 pagi. Bisa saja orang akan menuduh aku yang membunuh bayi itu.

Akhirnya dengan langkah seribu, aku kembali ke kamar Kosku. Letaknya di kamar pertama, diantara lima kamar kos lain yang berjejer. Hingga aku tak perlu hati-hati terdengar langkah kaki ketika menuju pintu.

Sampai dikamar, Kulepaskan sepatu dan mencuci muka. Memang tak ada kamar mandi di setiap kamar kos ini, tapi sebuah wastafel untuk cuci muka disediakan disetiap kamar. Tepat di depan kaca wastafel, Bisa kulihat bulir-bulir keringat dingin mengucur dari wajah dan leherku. Jantungku tak henti-hentinya berdesir was-was.

Kucaplok Handphone yang tergeletak di atas meja, Aku harus menghubungi seseorang. Tapi dari sekian banyak Search Number Phone, Hanya nama Andi yang seolah bisa kupercaya untuk menceritakan ini.
'ah, Tapi bagaimana. Andi saja akan pergi Besok'.

Untuk mengurangi ketakutan, kurebahkan badan di atas kasur dan kupeluk Boneka Doraemon kesayanganku. Entah kenapa aku begitu menyukai boneka doraemon, dan memeluknya setidaknya memberiku sedikit rasa nyaman.
Mataku terpejam, tapi fikiranku bergelanyut. Menebak-nebak, apakah ini hanya mimpi. Apa yang akan terjadi besok, atau siapakah sosok Bayi itu.
Tapi Setauku tak ada orang yang punya bayi disekitar Tempat kos ku ini.

-
"Allahu Akbar Allahu Akbar.."
Sudah jam 5 Pagi, dan adzan subuh berkumandang.
Tubuhku baru terasa Lemas dan capek. Disitu aku baru bisa tertidur.

Tok.. Tok.. Tokk..
Jam 10 Siang, Seseorang mengetuk pintu kamar dan membuatku langsung lompat untuk membukanya.

"Bangun Saa, udah siang ni... Ada rame-rame tuh diluar"
Suara Rene, teman kos ku menyapa.Rene sudah memakai baju kerjanya yang rapi dan siap berangkat. Mungkin melihat kamarku masih tertutup, rene berinisiatif membangunkanku.

"Oh iya Mbak"
Sambil kembali menutup pintu, Kuanggukkan senyum khas orang ngantuk ke arah rene.

'Diluar rame. Itu artinya yang kulihat tadi malam bukan mimpi. Ah.. tuhann..Lindungilah Aku..'
Sambil bergerutu sendiri, aku melangkah ke kamar mandi dan menanak nasi untuk perutku yang lapar.
Kulongok keluar kamar dan benar-benar ramai dengan orang-orang. Mereka Heboh dan berebut ingin melihat ke TKP.
Padahal Sebuah Garis Polisi sudah dipasang disekitar TKP, Dan mayat bayi itu sudah dibawa ke Rumah Sakit untuk Keperluan Otopsi.

Tidak ada yang tau identitas sang bayi.
Tapi tiba-tiba sesuatu berbisik padaku. Sidik jariku ada di Kain putih itu, jika diperiksa Polisi, dikamarku ada sepatu yang berlumpur, dan mirip dengan jejak kaki yang berdiri di samping mayat bayi itu.

DAMN.
Siapapun yang berbisik itu, Tolong jangan membuatku gemetar.

Akupun langsung berbalik ke Kamar dan meletakkan sepatuku di wastafel, Melumurinya dengan sabun colek, agar tidak mendapatkan Masalah apapun.

Sekitar jam 4 Sore, Suasana mulai tenang.
Sekarang terlihat beberapa wartawan berita meliput Tempat kejadian.

"Ditemukan sebuah Jejak Kaki, Tapi terhenti di 5 Meter jarak Mayat Tersebut"
Begitulah cuplikan kalimat yang dikatakan oleh salah satu pembawa berita.

Aku Bersyukur tak satupun orang yang menyadari atau berfikir jika aku ada di tempat itu pada malam sebelumnya.

--
Sudah satu minggu lebih, dan tak pernah terungkap siapa pelaku pembunuhan dan pembuangan Mayat bayi itu.

Akupun berusaha menepis semua ingatan buruk yang terjadi bersamaan dengan kepergian Andi.
Aku hanya merasa sedikit ada yang berbeda dengan kondisiku sekarang.

Aku sering merasa Dibisikkan oleh suara yang tak terlihat, hanya terdengar pelan. Dan Bapak tua pemilik tempat kos ku, belakangan ini sering menatapku dengan tatapan aneh.

Suara itu mengatakan bapak tua itu yang telah membunuh sang bayi.
Dan dia tau aku ada di tempat itu saat tak lama bayi itu dibuang.

Aku ingin mengabaikan Suara itu. Tapi Semakin kuabaikan, semakin Kuat keyakinanku bahwa suara itu adalah Kebenaran.
'..Andi.. Bantulah Aku Disaat seperti ini..'..

-- help me god --


December 07, 2015

Labih Banyak Nama Lagi

Satu... Dua... Tiga... Empat... Lima... Enam... dan tujuh...
 ..

Aku sedang menghitung nama-nama itu. ada Tujuh nama.
Mereka semua bertahan dalam keyakinan mereka masing-masing.
Dan Juga -entah kenapa- terasa sedang menempatkan namaku di salah satu bagian hati mereka.

Akupun bertanya-tanya pada diriku, yang mau tak mau harus kujawab sendiri.
'Apakah sikap Ramah dan Apa adanya yang kutunjukkan ketika sedang berbicara atau sekedar menyapa itu begitu memukau hati ? Kenapa orang-orang ini bisa menyukaiku ?'

Who i dont wanna be The Blame!
Not Anymore..

Adakah sifatku yang bisa begitu mudah membuatmu memikirkanku?
Menganggap Aku seolah bukan manusia biasa.

Hey. aku ini juga makhluk yang sama sepertimu. Makan dan Tidur untuk bertahan hidup.
Bahkan buang Kotoran setiap pagi, untuk menjaga Kestabilan isi Perut.

Heyy... Berhentilah menyukaiku seperti ini woco-woco gendeng. ini bisa membuatku gila.
Aku tidak mungkin melontarkan kata-kata yang menyakiti hati dann perasaanmu.
Karna berkata kasar saja aku tak pernah bisa. Aku tetap akan bersikap manis, meskipun sangat terganggu dengan Kehadiranmu.

Keputusanku akhirnya ya 'Mundur Teratur'.

Maaf jika akhirnya kusisihkan diriku dengan cara seperti ini.
Semoga takkan ada lagi Lanjutan Cerita yang terukir diantara Kita.

August 15, 2015

Pangeran Bergitar

'ah dia lagi' dengan muka jeles kulihat pemuda yang sedang ngamen di depan kaca mobilku itu.
wajahnya penuh jerawat dan Kusam. Entahlah, Setiap pulang Private Piano, Pemuda itu sering terlihat, ngamen dengan santai di samping mobilku. Terkadang hatiku bergumam, sepertinya pemuda itu seumuran denganku. 'Apakah dia masih sekolah ?
Ah, tapi apa Peduliku.

Sesekali kubuka sedikit kaca itu dan memberinya uang Dua Ribuan. Tapi jika sedang tidak ada pecahan.
Kuabaikan pemuda Kusam itu.

*
Hay, Namaku Yasmin. Keturunan kedua dari Keluarga Kaya Pemilik Bisnis Properti 'Hiri Group'. 
Kami hanya 2 Bersaudara. karna Mama dan Papa ikut Program KB.

Sejujurnya, Aku tak tau rasanya Hidup susah, Karna terlahir dari keluarga kaya.
Kegiatanku sehari-hari hanya Sekolah, Belajar, Les Privat dan Shoping.
Kata Mama, tugasku hanya belajar dan belajar. ya, Aku tak ingin Sombong, Tapi aku selalu mendapat Juara kelas.
Dan telah mengkoleksi ratusan Piala Prestasi di salah satu etalase Rumah.
Tujuan Hidupku hanya ingin Sukses dalam bidang apapun yang Kusukai.
dan aku suka Menyanyi, aku suka melukis, aku suka main Piano, dan aku suka bercerita.

Kata Ayah, Kemungkinan terbesar Anak yang akan mewarisi Kekayaan ayah adalah Diriku.
Karna anak Pertama ayah, Kak Tomi. Punya jalannya sendiri sejak memutuskan Hijrah ke Negri di Jepang.
Semua bermula ketika kak Tomi mendapat kesempatan untuk kuliah di Jepang.

Hingga akhirnya ia menemukan Tujuan hidupnya disana. Kak Tomi bilang, ia Tidak berminat meneruskan Bisnis Properti ayah.
Kak Tomi juga telah menikah dan hidup bahagia dengan keluarga kecilnya di Jepang. Istrinya Bernama Kiara Nomi, dan anaknya bernama Sita Ragata berumur 3tahun.
Aku sendiri baru 2 kali main ke Rumah kak Tomi di japan. Ketika Libur sekolah. Suasana Jepang yang Kebetulan Musim dingin, Membuatku tidak betah, Selalu rindu dengan iklim panas Indonsia.

Tapi Sungguh, Aku sangat mencintai Keluargaku Ini. Mereka semua memberikan segala yang terbaik di Hidupku. 
Mereka memberiku Support dan Motivasi yang tiada henti.
Walau aku tak punya banyak Teman, walau aku sering ditinggal dirumah sendiri bersama para pembantu.
Tapi aku menikmati hidupku, aku tak merasa memiliki kekurangan apapun saat ini.

Baiklah, sekian saja perkenalan Diriku ini.
*

"Kringg"
Halo, Yasmin. Ini Kara'
ya kara, ada apa?
Kamu lagi sibuk gak, Kita Jalan yuk shoping?
enggak kok, lagi kosong. Oke, ke Tempat yang biasa ya.

Bermula dari telfon sahabatku Kara yang mengajakku Nongkrong di StarTruck, Seperti biasa.

Kara itu sangat Cantik, dia memiliki kulit yang cantik dan mulus, Hari ini aku melihat ada yang berbeda dengannya. Tampak lebih Cantik.
'Hay yasmin. Kenalkan ini sahabatku Yoko, dia juga keturunan  keluarga kaya yang hanya tau Foya-foya. Haha.
   Dengan ramah dan matanya yang indah, Kujabat tangan Yoko. Belakangan aku merasa ada yang Kurang di fikiranku, tapi aku tidak tau apa itu.

Dan hari ini, Kulihat Kara dan Yoko begitu Akrab dan saling memiliki. Ya, mereka pasti memiliki hubungan yang spesial. Tatapan kara dan Yoko memiliki kedekatan yang Intens, Aku yakin mereka bukan sekedar Sahabat.
Hanya saja Kara bilang begitu agar tak menyinggung perasaanku yang belum juga punya pacar.

Dulu, kara milikku. Tapi sekarang saat aku tau, Kara milik Yoko.
Sesaat aku merasa kesendirianku ini yang membuatku merasa ada yang kurang belakangan ini.
Aku sudah beranjak remaja, dan aku bahkan belum pernah dekat dengan cowok manapun di hidupku.
Kapankah aku akhiri semua ini ?

..

"Ma, Yasmin boleh Pacarab Gak?" Rasanya ingin sekali kutanyakan pertanyaan itu pada mama.
Tapi sungguh aku malu. Di Mata mama, aku tetaplah Putri Kecilnya,aku sama sekali tidak dianggap dewasa. Pasti mama takkan memberiku Support untuk pacaran. Yang ada aku hanya akan diberi nasehat Basi tentang Masa Depan.
..

Sore itu, aku baru saja pulang Les Bahasa Korea.
Saat Cuaca mendung dan tak satupun Kendaraan umum yang Lewat.
Aku menunggu di Depan Pendopo Kantor. Sampai satu persatu temanku pulang, dan hari menjelang malam.
Ingin kutelfon mama, tapi Batre Android yang kubawa telah Kosong.

"Mbak, mau kemana ? Bisa Diantar ?"
Suara itu tiba-tiba muncul disampingku. Seorang Pemuda di atas kereta Suzuki merah dan memakai Mantel Abu-abu. Kulihat wajahnya yang tampak tak asing, Saat kemudian Pemuda itu membuka Helm-nya.

"Kamu ?" dengan ekspresi bingung, kukenali wajah itu. Dia Pengamen yang kerap kali muncul di Samping Mobilku.

"Ya, Aku Tukang Ojek. Kenalin. Dino"

"Oh, Yasmin"

Kusambut Tangan yang terasa dingin itu. Ternyata Namanya Dino, Nama yang cukup polos untuk ukuran wajah penuh pengalaman Sepertinya.

Saat ingin naik ke belakang keretanya, Hujan turun semakin deras. Dan Kami malah memilih untuk duduk di Depan Pendopo itu berdua.
Entahlah, Seumur hidup aku tak pernah merasa sedekat ini dengan seorang pemuda. Seakan keluar dari buku Romance yang pernah kubaca, Dino muncul sebagai sosok penyelamat yang tiba-tiba menjadi teman ceritaku.

Mungkin hujan malam ini, bersedia menjadi saksi pertemuan pertama kami. Sejak awal kami bertatapan dan berkenalan. Itu sungguh pengalaman baru untukku. Dino seorang yang Tulus, aku bisa merasakan itu dibalik kata-katanya yang Lembut.
'Maaf jika aku salah menilaimu kemarin, Entah kenapa tiba-tiba aku ingin menjadi dekat dan belajar banyak darimu. Aku yakin seseorang sepertimu akan mengajariku hal-hal yang tak pernah kudapatkan disekolah manapun'

Dino bilang, Dia sudah sejak lama ingin berkenalan denganku.
Tapi dia minder, karna hidupnya yang Susah. Pekerjaannya siang sebagai Pengamen, dan malam menggantikan saudaranya untuk narik Ojek. Dino menghapal nomor Plat Mobilku. Dia berharap setiap pulang sekolah akan menemukan mobilku sedang berhenti, agar dapat menghampirinya dan bernyanyi untukku.
Dino bilang, Wajahku sangat Cantik.:D

Saat Hujan Semakin mereda, Akhirnya aku diantarkan pulang oleh sahabat baruku ini.
Aku sungguh-sungguh  memberi tahu alamatku yang sebenarnya, Dino sampai ternganga melihat rumahku yang megah. Tapi aku memintanya untuk jangan minder. Biar bagaimanapun, Di mata Tuhan setiap Makhluknya memiliki drajat yang sama, Bukan dinilai Tuhan dari banyaknya Materi yang dimiliki Hambanya. Tapi dari Iman dan Kebaikan hati Hambanya.
Bisa saja Hati Dino lebih Mulia di Mata Tuhan daripada Hati Yasmin.

..
Hai Ma, Akupun masuk kerumah dalam keadaan baju setengah lembab.
mama melihatku dan bertanya kenapa tidak menelfon? dan pulang dengan siapa?

Lalu Kujawab.
"Tadi Yasmin pulang, dengan seorang Pangeran Ma"
YA.PANGERAN BERGITAR..


March 01, 2015

Super Duper Bad Mood


Kekanglah aku, Maka aku akan menjauhimu
Bebaskan aku, Maka aku akan Datang Padamu 


Jika aku Harus Memilih Mencintai Atau Dicintai

Maka, Mencintai membuaku Sakit
Dicintai Membuatku Sakit

Keduanya sama-sama Menyakitkan
'Aku tidak memilih keduanya'


Seseorang Pernah mengatakan Padaku
Belajar Mengenali itu Susah

Tapi Ironisnya hal yang Susah dikenali
Susah Pula untuk Dilupakan


Dan Sesungguhnya Seseorang yang banyak tanya padamu
adalah mereka yang tidak ingin Tau apapun Tentangmu
Mereka hanya Basa-basi


Soal Pertanyaan Kapan kawin ?
Biasanya orang yang menanyakan itu
Adalah mereka yang sama sekali tidak mengenali kita

Mereka adalah orang-orang yang namanya bahkan,
 tidak ikut diundang dalam acara Pernikahan kita



Dan aku Kaget menghadapi Fakta bahwa 

Cinta itu Hanyalah Omong Kosong


January 13, 2015

Goodbye Lullaby


Once Again
Playing with Death.

Billy: Wajahnya unik, penuh dengan Kharisma.
Menyanyikan lagu Merdu setiap kali kekasihnya ingin tidur.
Amia: Wajahnya Imut seperti Boneka
Mengejar impiannya sampai Mati.

Ya, sebut namanya amia. Wanita berwajah boneka hasil operasi, yang beruntung mendapatkan cintanya Billy.
Billy yang dipuja dihadapan ribuan Pasang mata.
Mereka Publik Figure yang menyedot perhatian Khalayak kemanapun mereka berjalan.

2010
"Billy, sejak kapankah kau memiliki suara yang ku sebut Anugrah itu" Dengan manja amia bertanya. Perlahan amia menyandarkan kepalanya di pundak billy.
"mungkin sejak aku Mulai Mencintaimu Amii" sambil menarik nafas panjang Billy mengusap rambut amia yang kian hari kian menipis.
"lalu, bagaimana jika aku Mati dan tak bisa lagi mendengar Suaramu?" masih dengan nada manja, amia mulai menyentuh kulit kepalanya. Menarik beberapa helai Rambut dan Rontok lagi. Amia tau, ini adalah efek dari oprasi plastik yang dilakukannya beberapa Tahun lalu. Suatu hari ia mungkin akan botak, atau yang terparah ia akan terkena Kanker dan Mati.
Amia melihat billy yang hanya Diam. Tangannya menggenggam tangan billy. Tapi tanpa Bahasa -billy menatap kosong pada keheningan malam- Malam dingin dan sepi diisi suara Jangkrik dan Serangga dedaunan.
'Jangan Hanya menatap kosong dunia ini'
 Billy bosan meyakinkan kekasihnya. Bahwa ia akan hidup lama sampai mereka Menikah dan tua bersama. Amia selalu mengeluhkan hal yang sama pada billy akhir-akhir ini, ia merasa waktu hidupnya sebentar lagi. Entah kenapa?
Padahal mereka sudah menjalin hubungan Satu tahun lebih.

"billy, apakah jika wajahku tidak seperti ini. Kau tetap akan mencintaiku, kau tetap akan berikan suaramu untuk semangat hidupku?" Sekali lagi amira bertanya. Terdengar seperti wanita puitis, yang sama sekali bukan karakternya.
"if you know ami, seandainya wajahmu menjadi tua saat ini juga. Aku akan tetap bernyanyi untukmu"
"benarkah itu billy"
"ya, sure"
Mereka saling tersenyum dan genggaman tangan itu kian erat.

*2009*
"Ibuku adalah seorang Ratu Kecantikan, ia mendapat banyak penghargaan di masa mudanya. Tapi ketika melahirkanku, ibuku mulai merasa membenciku karna wajahku Buruk Rupa. Ia sering mengatakan Malu jika orang-orang tau aku adalah anaknya. Dan itu adalah ingatan paling kubenci sepanjang hidupku. Walau dia tetaplah ibuku. Orang yang paling berjasa dalam hidupku.

"lalu?"

"ya, saat usiaku 16tahun. Ibuku yang cantik itu meninggal karna sakit. Disusul dengan ketegaan ayahku yang tiba-tiba pergi membawa saudaraku 'Rina'. Saat itulah aku merasa berada di titik terbawah dalam perjalanan hidupku. Aku bertahan hidup sendiri, melalui banyak cara dan impian yang terbaik yang bisa kulakukan.

"lalu"

"Akhirnya ku putuskan untuk mengejar mimpiku menjadi seorang Model, walau itu harus kutempuh dengan berbagai cara. Bahkan mempercantik tubuhku dengan Oprasi. Tuan Richard adalah orang paling berjasa. Karna ia membantuku menjadi terkenal." sambil menyeka air matanya, amira tersenyum.
'Amia mengakui itu dalam sebuah wawancara di acara Tv Lokal'

"Ya, tapi kita semua tau, amia yang sekarang adalah Boneka Hidup. Oh Dear.. Kamu cantik sekali dengan Rambut merah jambumu" reporter itu memuji sembari menyentuh bagian rambut amia, sampai ia kembali bertanya "lalu, bagaimana dengan billy, apakah kalian akan menikah?"
Amia tersenyum "ah, maaf. Kalau itu aku belum bisa menjawabnya. Biarlah waktu yang akan menjawabnya"

-wawancara selesai-
Amia pulang sekitar jam 1 dinihari. Ia mengendarai mobilnya sendiri, dengan Kecepatan stabil. Di balik lampu kota yang berkelip, amia memikirkan kata-katanya tadi "Biarlah waktu yang akan menjawabnya"  'hah, siapa itu waktu? Bagaimana dia bisa menjawab pertanyaan itu' menggerutu sendiri, amia mulai membuka Rambut palsunya. Rambut yang kata reporter itu bagus, ternyata hanyalah rambut Palsu yang dibeli amia untuk menutupi rambut aslinya yang sudah mulai tipis. 'benar-benar rambut gila, sanking cocoknya dengan wajahku, orang berfikir jika ini adalah rambut asli' sekali lagi menggerutu.

Saat amia sampai di rumah, billy sedang duduk di teras rumahnya. Sambil memetik senar gitarnya yang selalu terdengar merdu dan penuh makna.
Billy yang Kharismatik karna suaranya itu. Kini rela menunggu amia berjam-jam agar dapat mengucapkan selamat malam. Dan juga menyanyikan sebuah lagu romantis, sebagai pengatar tidur Amia. Ya, billy bersedia melakukan itu. Walau hanya ada sedikit saja kesempatan.

"billy" amia berlari kecil dan langsung memeluk billy. Ia sangat merindukannya, karna belakangan ini hari-hari mereka kian disibukkan dengan Jadwal Show sebagai Publik Figure. Mereka jarang bertemu.

*2012*
Kini sudah berlalu 2 tahun sejak rambut amia rontok untuk pertama kali.

Biily duduk sendiri di tengah Pusara yang penuh bunga itu.
Bunganya masih Segar, Tanahnya masih basah, bahkan Bau Cat nama di Pusara masih tercium tajam.
Tak ada lagi air mata, keyakinan billy telah pupus.
Amia telah pergi. Dan sekarang dia benar-benar pergi seperti yang sering ia katakan.

'selamat jalan amia, simpanlah kenangan kita. Sampai saatnya kita akan bertemu kembali' biilly berkata dalam hati sembari memegang pusara amia.
Saat hari semakin larut, hujan gerimis tiba-tiba turun. Dan billy sama sekali tidak beranjak dari tempatnya. 'ami, sepertinya hujan ini mewakili Tangis Dukaku'.
Aku ingin mencintaimu lebih lama lagi. Tapi bagaimana dengan Takdir.

*2014*
Akhirnya billy menyelesaikan Lagu ciptaan terakhirnya, judul lagu itu Goodbye Lullaby. Goodbye yang berarti ucapan selamat tinggal, dan Lullaby yang berarti Lagu sebelum Tidur.
Billy teringat, ketika pertama kali menginap dirumah ami. Ami tak pernah berhenti bertingkah manja. Dan selalu minta dinyanyikan lagu ketika ia ingin tidur.
Ami, meninggalkan sepucuk surat di bawah bantal billy. Entah kapan ia meletakkan surat itu di sana. Saat dibaca, hanya ada satu permintaan kecil.
Sebuah permintaan sederhana dari ami sebelum ia pergi 'tuk selamanya.
Amy ingin billy menciptakan lagu selamat tinggal untuk nyanyiannya selama ami tertidur. Lagu itu sebagai pengantar untuk ami yang akhirnya tidur panjang, dan tak akan terbangun lagi.

"billy menangis, sambil bernyanyi. Walaupun telah mendapat banyak penghargaan karena suaranya yang Kharisma dan merdu. Saat menangis suara Billy terdengar sumbang.

Lagu itu Laris 1juta copy seminggu setelah dirilis.
"Goodbye Lullaby"

Billy semakin terkenal, dan menanjaki kesuksesannya. Tapi billy tidak akan melupakan Amia. Walau ia tetap harus melanjutkan Hidupnya. :D

>>>>>>>>>>>>>>>>>>
*terimakasih sudah baca*
#Chery

October 05, 2014

Aku lupa

Aku bermimpi tentang cowok berbadan tinggi yang pernah bersamaku ke pantai Tirta Namorambe.

Cowok yang sangat seksi, yang membuatku serasa masuk dunia imajinasi, Lovetime.
Dia menungguku, bahkan sampai aku pulang kerumah.

Ingin rasanya aku pergi bersama sang Ego.
Menyudahi rutinitas pekerjaan yang tak jelas.

Tapi waktu !
Waktu tak mau menunggu.
Sudah saatnya aku bangkit, menjalani hidup dengan pikiran dewasa dan bijak.

Bukan Naive, but, everything about money , ya.

Oh.. Come On.. Pikirkanlah kebaikan orang lain juga, agar aku bisa bertahan.
My Dad, Tidak jadi pergi ke kalimantan. Karna kufikir, itu tidak mungkin.

story by me


August 25, 2014

Cinta Takkan Salah Memilih

cerpen yang copast dari sini

“merokok?”
“enggak,makasih” aku tersenyum kecil.
“kamu perokok?” pria itu memandangku sekilas, lalu memalingkan pandangannya kembali pada pertunjukan.
“iya, dulu.”
“sekarang !”
“euh, aku takut pada gambar-gambar aneh yang tertera di bungkus rokok sekarang, lagipula sayang uangnya. Daripada beli rokok, lebih baik beli rumah”
“hahah,kamu ini ada-ada aja. Aku juga kadang takut liat gambar beginian” sambil menunjukkan gambar kanker di bungkus rokok yang dipegangnya. “ tapi mau bagaimana, udah susah berhenti. Paling kalau mau, ngurangin rokoknya aja”
Sekali lagi aku tersenyum pada pria itu, sambil memandangi pertunjukan.
Hari ini, aku nonton pertunjukan tari jaipongan itu sendirian. Ya, dikampungku pertunjukan seperti ini sudah menjadi tradisi setiap kali ada warga yang mengadakan hajatan. Kebetulan pertunjukan itu, tak jauh dari rumahku. Dan entah kenapa aku memilih untuk ikut menonton, padahal biasanya aku lebih sering diam dikamar, menulis ataupun membaca cerpen.
saat sedang terpaku menikmati pertunjukan, seorang pria duduk di dekat motor yang tak jauh dari tempatku berdiri. Aku tidak mengenalnya, tapi melihatku yang berdiri sendirian sejak tadi, membuatnya ingin mengajakku mengobrol.
“sendirian aja” sekali lagi dia menyapa. Sambil menggeser posisi duduknya “sini duduk, biar enggak capek”
“ea, sebelum kamu nawarin aku duduk. Aku sendiri”
Saat duduk di bangku motornya, aku mencium aroma parfum yang menusuk hidung. Awalnya itu wangi yang memusingkan kepala, tapi saat beberapa menit berlalu. Wangi itu menjadi akrap di indra penciumanku. Dan aku tau, itu parfum yang dipakai pria asing ini.
‘oh, apa. Dia pria asing’
Kujulurkan tanganku padanya “eh, kita belum kenalan!”
“oh iya” sambil menyambut uluran tanganku “randy”
“chesa”
Kamipun bersalaman.
“abang sendirian aja?”
‘abang’ Ya kupanggil dia begitu. Kelihatan wajah pria ini sudah lebih tua beberapa tahun dariku. Karna tinggal di kota medan. Aku memanggilnya ‘bang’
“eh.. enggak, itu sama dia. Gie..,giee.. sini, ngapain disitu” sambil mengarahkan kepalanya kebelakang, pria itu memanggil seseorang. Yang tak lama kemudian dia datang.
“ini sama Egie, adek abang”
“oh, aku chesa” sambil memandang adiknya. Dia Cuma tersenyum. Sekilas wajah dan postur tubuh kedua kakak adik ini terlihat mirip, seperti anak kembar. Tapi tidak.
Akhirnya kami bertiga menikmati pertunjukan itu bersama. Hal yang sebenarnya kami tunggu adalah saat akhir pertunjukan, karna biasanya akan dibagikan semacam bunga yang konon jika bunga itu disimpan dengan baik, nantinya akan memberi berkah.
tapi karna waktu sudah mulai malam, sekitar jam 10, saat acara belum selesai akupun sudah pulang meninggalkan randy dan egie. Dua belas digit angka yang kuminta dari randy, telah tersimpan di kontak Hpku. Yang nantinya nomor ini menjadi penghubung antara aku dan kedua saudara ini. ‘mereka akan menjadi sahabatku’ pikirku.
*
kau tau, terkadang alam semesta memiliki rahasia unik yang membuat sepasang anak manusia bisa bertemu dan berjodoh.
Dua bulan setelah pertemuan singkat itu, aku dan randy kini semakin dekat. Kami sering traveling bersama, ternyata randy suka pantai, suka tempat yang sunyi dan juga matahari terbenam. Hal-hal yang berbau romantis selalu dipersembahkan randy untukku. ‘tak ada kegelapan yang sedamai kamu, katanya’.
Aku bisa merasakan jika segala hal yang kutanyakan pada randy selalu memiliki jawaban, dan jikapun tak terjawab selalu ada bantahan positif yang keluar dari mulut randy. Sifatku yang sedikit keras kepala, seakan melunak ketika aku bersama randy. Randy yang dewasa, dan penuh kasih sayang telah menyentuh hatiku yang sempat tak percaya cinta ini.

Sampai suatu hari, randy mengungkapkan perasaannya padaku. Dia menyatakannya dengan serius bahwa dia menyukaiku. dan aku juga begitu.
Sesingkat itu, kamipun jadian.

*
pagi itu masih pukul lima ‘tell me where you are, and I found you..’ tiba-tiba lagu dari Hit Lihts berbunyi di hpku. Lagu yang ku khususkan hanya untuk nada panggil dari randy.

“ya, ada apa sayang” dengan nada suara masih mengantuk kujawab telfon itu. Namun suara yang menjawab di ujung telfon ternyata suara seorang wanita. Membuatku tertegun.
“maaf, kami dari pihak rumah sakit. apakah saudara kenal pemilik nomor ini?”
‘hah’ dengan setengah sadar, aku langsung terduduk.
“ya? Ini siapa? Saya chesa dan Ini nomor pacar saya randy.” Kujawab dengan perasaan khwatir setengah mati.
“ya, jadi begini buk, orang yang memiliki nomor handphone ini telah mengalami kecelakaan pukul tiga dini hari tadi. Korban mengalami benturan keras di kepala, yang menyebabkan dia tewas di tempat. Saat ini kami sedang berusaha mencari identitas korban….”
‘DUG’ kabar itu mengejutkanku setengah mati, seakan pukulan keras yang dihantamkan tepat dijantungku.
“apa kau bilang, jangan bercanda.. ini saya sedang bermimpi kan. Ya kan!” masih dengan perasaan kaget setengah mati, kucoba menangkap kembali suara wanita di ujung telfon.
“tidak buk, ini berita serius. jika anda mengenal pihak keluarga dari korban,harap datang pagi nanti ke Rs.citra medica. Polisi sedang mengusut kasus kecelakaan ini di TKP”

‘DEG, DEG, DEG’ jantungku melemah, seakan berhenti berdetak, nafasku sesak, dan dunia seakan berakhir. Bagaimana mungkin orang yang baru saja kucintai…! ah, aku sangat mencintainya!
…tiba-tiba dunia terasa gelap. Handfone itu jatuh dari tanganku dan aku tak tau apa yang terjadi.

Saat aku membuka mata, aku melihat mama, dian sahabatku dan juga Egi. Mereka mengelilingiku di tempat tidur. Dan aku tau aku sudah dirumah sakit.
“ma, randy ma. Aku mau ketemu dia”
dengan mata berkaca-kaca, mama membelai rambutku dan memintaku untuk bersabar. Memang mama sudah setuju dengan hubunganku dan Randy sejak kami baru berpacaran.
“kamu yang sabar ya nak, mama juga sedih jika menyadari Randy sudah tiada”
“iya, kakak yang sabar ya. Kita semua harus mengikhlaskan bang rendy, agar bang rendy bisa pergi dengan tenang” adiknya randy. Egie tiba-tiba memelukku dan menangis. Air mata egie yang membasahi bajuku membuatku bisa mengerti bagaimana perasaannya.  Dan akupun ikut menangis bersamanya. Dian sahabatku, yang belum sempat mengenal randy hanya terdiam dan menggenggam tanganku.
Aku bisa merasakan badanku lemas, dokter bilang aku mengalami depresi ringan akibat guncangan saraf  otak. Ketidak siapan mental mendengar kabar buruk, membuat saraf terkejut dan itu yang menyebabkan aku pingsan tadi pagi. Kata dokter jika aku tidak bisa mengendalikan situasi. Aku bisa stress. Atau gila.
Akhirnya dengan bantuan egie dan dian, aku dibantu berjalan dan dibawa keruang jenazah rumah sakit. Disana aku melihat ayah dan ibunya randy, mereka sedang terpukul dan menangis menyaksikan jenazah anaknya. Aku tau kesedihan mereka pasti seribu kali lipat daripada yang kurasakan. Tapi aku mencoba tabah, terdiam dan berusaha menghentikan air mataku di depan mereka.
saat kain putih yang menutupi wajah randi dibuka. Sekali lagi, aku merasakan sebuah pukulan keras dihantamkan ke dijantungku. Sanking kuatnya hantaman itu, hatiku ikut merasakan sakitnya. Rasanya sakit sekali !
“Randy, jadi berita yang kudengar tadi pagi bukan mimpi !” kupandangi wajah Randyku yang memucat dan beku. Tak ada lagi senyum dan wajah kasih sayangnya yang selalu mengisi hatiku. Aku mendekatkan wajahku padanya, memandanginya tanpa berkedip, hingga dua tetes air mataku jatuh dipipinya.
 “kenapa Randy, sekarang kamu ninggalin aku, kenapa? kamu bahkan belum pernah memelukku. belum sempat mengucapkan kata-kata terakhir yang bisa kuingat, bahkan kata selamat tinggalpun tidak ada. Ya Tuhan, kembalikan dia padaku. Kembalikan dia Tuhan..”  hatiku menjerit. Menjerit sangat keras. Tapi ekspresiku terlihat kosong, aku terbengong seperti orang gila.
‘SELAMAT TINGGAL CINTA’
*
Tiga bulan sudah randy pergi meninggalkanku. Aku sudah mencoba mengikhlaskannya, dan aku berjanji di depan nisan Randy. Demi impiannya,  Aku harus tetap bertahan dan melanjutkan hidupku dengan baik. Tapi maafkan aku jika aku kembali pada keyakinan bahwa aku tidak percaya cinta lagi. Randy ku.
Dan Kini hariku kembali membosankan seperti dulu, seperti saat belum bertemu randy. satu satunya temanku bercerita, dian. Tak lama lagi akan pergi ke Thailand untuk mengejar mimpinya. Dan entah kenapa belakangan ini aku mulai dekat dengan Egie.
Egie adalah seorang anak perempuan yang periang dan lucu. Gayanya sangat jauh dari kesan feminim. Sanking maskulinnya, aku sempat mengira egie dan Randy adalah saudara kembar saat pertama kali bertemu mereka. Mereka sangat mirip.
Mungkin karna pembawaannya yang periang, egie sering membuatku lupa jika Randy telah tiada. Bersamanya aku kembali tertawa dan bersemangat menjalani hari-hariku.
Sore itu, aku dan egie sedang pergi ke taman kota untuk menikmati semangkuk bakso.
“gie, kenapa sekarang kamu dekat sama kakak?”
Egie tetap menikmati baksonya tanpa mengatakan sepatah katapun. Sampai tiba-tiba egie yang duduk tepat dihadapanku menatap mataku.
‘JLEB’ tatapan itu. Tatapan mata yang sangat kukenal. Itu tatapan yang sama percis seperti randy. Mata yang sama seperti mata seorang yang kucintai. Apakah randy kembali hidup?
Untuk beberapa detik tatapan itu tak terlepas, kami terdiam tanpa kata. Entah apa yang dipikirkan oleh egie. Tapi perasaanku mengatakan hal yang sama, itu tatapan cinta. Apakah egie mencintaiku? ‘ah tidak mungkin’ langsung kupalingkan pandanganku ke mangkuk baksoku.
“oya kak, sepertinya perbedaan umur kita hanya setahun. Aku boleh gak, manggil nama aja sama kakak” sambil menyeruput minumannya, egie membuyarkan lamunanku.
“hah, oh iya panggil chesa aja” dengan sedikit manyun, aku juga menghabiskan minumanku.
“oya ches..” merasa tak terbiasa memanggil chesa, egie terdiam. “nanti malam aku boleh tidur di rumah chesa lagi kan! Aku bosan dirumah sendiri. Mama sama papa baru pulang besok ches”
“ah, iya boleh kok gie. Dulu juga kamu sering tidur dirumah kakak, eh”

‘panggil chesa aja’, ‘tidur dirumah’ kenapa aku merasa anak ini tiba-tiba menjadi begitu akrap.
ah sudahlah, diakan adiknya Randy. Adikku juga.
Ayah dan ibunya egie memang sedang menjalani bisnis Resort di luar kota. Mereka sering pergi berhari-hari, dan meninggalkan egie -yang kini menjadi anak mereka satu-satunya- sendirian. karena merasa kedekatan kami sudah seperti saudara, egie sering menginap dirumah dan tidur bersamaku.
Malam ini seperti biasa kami mengobrolkan banyak hal sebelum tidur. Kebetulan ada satu hobi kami yang sama. yaitu, suka membaca komik hentai. Ya, walaupun komik jenis ini begitu fulgar, tapi kami sering bertukar cerita tentang seorang tokoh tampan dan flamboyan dalam serial komik bernama SUNSUKE.
“ah, andai saja pacarku setampan sunsuke” egie tertawa sambil mengacak acak rambutnya “pasti rambut sunsuke tak jauh seperti ini. Hehe”
“ah,ngarep. Serem tau kalau pacar kamu seanime itu. Hahaha”

kami saling tertawa sampai akhirnya Egie tertidur, disampingku.
“hm, kamu udah tidur yah gie” aku memandangi wajahnya yang sendu “kamu tuh mirip banget sama abangmu. Mata kalian sama” sekali lagi kupandangi wajah egie. kali ini, mulutnya sedikit mangap. Dan aku tertawa pelan.
Aku membelai rambut egie yang tadi diacak-acaknya, dia terlihat manis walaupun tanpa rambut panjang. ‘kamu enggak sadar gie, kamu itu cewek yang cantik. Kenapa gayamu secowok ini’. Tanpa sadar aku sudah terlalu lama memperhatikan egie yang sedang tidur. Kudekatkan wajahku padanya, dan masih tanpa sadar, aku mencium bibirnya. Entah egie menyadari itu atau tidak. Tapi Ini ciuman pertamaku, dan aku tak tau kenapa kuberikan itu padanya.
Sepertinya ada yang salah denganku.

#chery

August 13, 2014

Aku Dan Jessy


Pak gofar masuk kelas dan seketika suasana kelas yang gaduh menjadi tenang. Pak goffar adalah seorang guru fisika. Karena terkenal cukup galak di balik kumis tebalnya. Pak gofar selalu bisa  membuat suasana kelas HENING.
Tapi pagi ini pak gofar tidak masuk sendirian ke kelas, ia diikuti seorang murid baru. Seorang anak berambut pirang, berbadan tinggi dan bermata biru. Penampilan fisiknya yang sangat bule, jelas menggambarkan bahwa anak baru ini bukan keturunan asli indonesia. Sontak satu kelas memperhatikan  murid baru itu. Begitu masuk dan berdiri di depan kelas, kami semua tertegun. Bentuk tubuhnya seperti anak laki-laki, tapi dia memakai rok. Ah, dia seorang wanita.

"anak-anak, hari ini kelas kita bertambah 1orang" ungkap pak gofar "silahkan perkenalkan dirimu !"
 
Murid baru itu tersenyum "hay friend,my name jessyka mathew. I'm from austria, and my family come and stay in indonesia since two years ago. And very sorry if My bahasa sediikit tidak lancar"

'wahw keren' Anak itu berbahasa inggris. Sekolah kami sangat jarang kedatangan murid yang berasal dari luar negri.
 Dan ternyata kali ini kelas kami mendadak jadi buah bibir kelas-kelas yang lain karna murid pindahan dari luar negri ini, selain gayanya yang mirip artis. Dia juga ternyata sangat ramah.

Setelah memperkenalkan diri, pak gofar menyuruhnya memilih tempat duduk yang masih kosong. Kebetulan ada tiga bangku kosong dikelas ini. Tapi kemudian murid baru itu duduk di bangku kosong yang tepat disebelah kananku.

"may I sit here!" murid itu bertanya sambil menunjuk ke arah bangku

"oh, ya sure" setelah ia duduk, kutawarkan tanganku padanya "my name inka"

Sambil membalas salamanku "yah, you can call me jessy"

Kamipun saling melemparkan senyum.

Oh ya, kejadian di atas itu sudah terjadi tiga bulan yang lalu.  Sebelum akhirnya aku dan jessy menjadi teman akrap seperti sekarang.
Yaa, bukannya ingin menyombongkan diri sih. Tapi di kelasku ini, akulah murid yang paling jago bahasa inggris. Bisa dibilang tidak ada pelajaran apapun yang aku kuasai keseluruhannya selain bahasa ingris. Jadi sejak awal berkenalan sama jessy, aku tidak mengalami kesulitan apapun dalam berkomunikasi dengannya. Mungkin ini yang membuat jessy lebih suka bermain denganku disbanding teman yang lain.

Dan kenalkan juga namaku inka resty sianipar. Keturunan orang batak, karo, jawa dan arap. Kata orang, wajahku mirip urap, karna sudah terkontaminasi banyak suku. Haha
 Dan aku bersekolah di SMA MagnaPutri, Medan. Aku sudah kelas 11, dan mengambil jurusan SAINS karna suka pelajaran biologi. Hehe :)

Dan Satu hal penting lagi tentang diriku. Aku belum pernah pacaran, walaupun usiaku sudah 17tahun. Entah kenapa aku belum pacaran, mungkin karna aku belum temukan seseorang yang tepat untuk kupacari. Hm, atau belum aja saja seseorang yang beruntung mendapatkan jomblo secaem gue. Hue.. Pede Badai…
 

*
Sore itu aku sedang berjalan-jalan di daerah komplek rumahku. Aku memang suka menghabiskan waktuku untuk berjalan-jalan kecil seperti ini sendirian. Aku bisa menatap langit yang mendung dan gelap sore ini, sekaligus jalanan yang sepi karna orang-orang di komplek rumahku lebih suka beristirahat di dalam rumah.

Sampai tiba-tiba pemandangan mengerikan itu terjadi. Saat jalanan tampak sepi dan lengah, Tiba-tiba muncul dari kejauhan sebuah mobil yang berlaju kencang. Seorang Pria yang mengendarai mobil  itu seperti kehilangan kendali. Aku terkejut dan langsung berlari menuju ujung trotoar. Mobil itu terus melaju, suaranya mendengung seperti suara mobil balap dalam Fast Furious. Aku cukup terkejut saat mobil itu teroleng ke kanan dan kekiri. Bemper depannya Hampir menyerempet tubuhku ketika mulai melewatiku, hanya berjarak beberapa senti, mungkin aku bisa tertabrak.
Sampai beberapa meter kemudian mobil itu terhenti karna menabrak sebuah pohon mangga besar.

Aku tercengeng ditempat.

Tak lama kemudian, polisi datang dan memasang garis polisi di sekitar tempat kejadian. Seseorang memberi tau, bahwa aku satu-satunya saksi mata dalam kejadian kecelakaan itu. Dan karna itu seorang polisi memintaku menjelaskan kronologi kejadiannya.

Aku merasa kebingungan.

Saat melihat korban kecelakaan itu,  seseorang menyadarkanku. Ternyata pria di dalam mobil itu adalah ayahnya Jessy. Aku pernah bertemu satu kali dengannya saat menjemput jessy pulang sekolah. Ayahnya tewas dengan kondisi mengeluarkan banyak darah disekujur kepala.
 
Seorang polisi mengungkapkan kejadian kecelakaan ini disebabkan oleh Rem blong. Mungkin ketika mengendarai mobilnya, sang pengemudi sedang melaju dengan kecepatan tinggi, dan tidak menyadari remnya blong. Kemungkinan ketika menginjak rem, ia menyadari rem tidak berfungsi, si pengemudi panik dan akhirnya menabrak pohon.

Oh ya Tuhan, kejadian ini seperti mimpi buruk buatku.


*
Aku melihat jessy di pemakaman siang itu. Dia bersama mamanya yang sedang menangis, dan aku mendekatinya.

"kau harus sabar jessy" kurangkul pundak jessy dan bisa kulihat matanya yang biru sedikit bengkak karna terlalu banyak  menangis.
Jessy tak menyambut perkataanku, dia hanya menangis dan menangis. Sampai mamanya desi (nyonya grace) meninggalkan kami berdua.

"Inka, Maukah kau memelukku?"
 
"ya,sure"
Jessy memelukku erat, di depan kuburan ayahnya. Gadis bule itu menangis dibahuku.
Cukup lama kami berpelukan, sampai cuaca yang cerah itu tiba-tiba saja turun gerimis. Tanpa sadar  aku menangis mengikuti irama air yang turun dari langit. Tuhan seperti mengerti kesedihan sahabatku ini.

"jessy, Rain !"  aku berbisik pelan, kucoba memberitahu jessy bahwa hujan telah turun

"no,im not leave this place" tapi jessy sama sekali tidak ingin pergi menginggalkan makam sang ayah yang tanahnya mulai membasah itu.

"inka, you know. When my father broke, you there?"

"ya, I see everything jessy".
 
Jessy bertanya kronologi kejadian yang menewaskan ayahnya. Kini dia sudah tau. Akulah satu-satunya saksi mata dalam kecelakaan tunggal itu.
Ingatanku perlahan kembali pada peristiwa kecelakaan ayahnya. Mobil itu hampir menabrakku, tapi aku selamat berkat keajaiban.
Entah kenapa harus aku yang menjadi saksi kematian ayah sahabatku.

Bisa kurasakan Hujan yang turun semakin deras. Tapi jessy tetap tidak mau kuajak berteduh. Aku hanya menemaninya, Saat itu kutadahkan telapak tanganku di atas kepala jessy. Berharap hujan tidak membuatnya basah kuyup. Tapi tanganku yang kecil tak mampu menghalangi air hujan yang terus membasah.

Kuperhatikan Nisan ayahnya, tertulis nama Kyle zedd mathew. Nama akhir yang sama dengan jessy mathew.

Aku berkata pada jessy "jessy kau harus kuat. Kau adalah anak satu-satunya dalam keluargamu. Kini ibumu hanya memilikimu. Berjanjilah kau harus kuat demi ibumu dan aku" saat itu jessy mengangguk pelan. Serayaku berjanji akan menjaga jessy demi ayahnya.


##
Satu bulan telah berlalu, sedikit banyak aku bisa melihat beberapa perubahan dalam diri jessy. Ya, kematian ayahnya telah membuatnya jadi anak yang pendiam.
Tapi aku telah berjanji pada diriku sendiri akan menjaga jessy. Dan aku akan berusaha mengembalikan keceriaan dalam hidup jessy.

Siang ini pelajaran olahraga. Pak rahman, guru olahraga yang masih muda itu tiba-tiba menguji kami dalam mata kelas Renang.
Kami semua sontak kaget, selama ini kolam renang milik sekolah hanya boleh digunakan jika ada turnamen. Tapi pak rahman mengumumkan jika mulai hari ini kolam renang sedalam 2meter itu sudah bisa digunakan untuk latihan renang.
Dan ya, kami semua senang karna bisa main air dalam olahraga kali ini.

Kami semua sudah bersiap dengan berganti baju renang. Mula-mula pak rahman mengajarkan teori  berenang, cara menahan nafas, dan gerakan-gerakan khusus yang harus dilakukan agar tidak tenggelam. Satu persatu kami mempraktekkan tekhnik yang diajarkan pak rahman. Dan hampir semuanya bisa.
Sampai tibalah jessy yang menceburkan diri ke dalam air. Awalnya kami fikir jessy bisa berenang karna postur tubuhnya yang tinggi. Tapi pada saat di tengah kolam renang, mendadak jessy kelabakan dan tenggelam.

Tiga orang murid cewek berteriak memanggil pak rahman. Tapi pak rahman terlalu lama datang, sedangkan kami yang belum begitu mahir  berenang tidak ada yang berani menolong jessy.
 
Saat itulah, tanpa fikir panjang kuceburkan diriku ke dalam kolam. Dengan satu tarikan nafas,aku menyelam dan menarik tangan jessy keatas. Kubawa dia kepinggir kolam dan dibantu oleh teman-teman cowok untuk mengangkatnya.
 
"jessy.. Wake up jessy" dia pingsan

Kami semua panik. Sampai akhirnya pak rahman datang.
Pak rahman menekan dada jessy beberapa kali, dia mengeluarkan air dari hidungnya. Sepertinya dia sudah meminum banyak air.
'ya tuhan' apa yang harus kulakukan.

"kalau difilm-film harusnya ini diberi nafas buatan"  tiba-tiba jaka berseru begitu.
Dan aku yang berada tepat dikanan jessy. Memutuskan memberinya nafas buatan.

Ya, aku pernah ikut kegiatan pramuka, ketika melihat seorang pembina melakukan pertolongan pertama pada seorang penggalang yang pingsan. Aku melihatnya memberi nafas buatan, seperti berciuman tanpa nafsu.  Tapi aku melihat itu sudah lama sekali.
Kuambil nafas panjang, menghembuskannya lewat mulut jessy perlahan. Bisa kurasakan bibir jessy yang dingin. Dan itu membuatku semakin takut. Pikiran paranoid membuatku menyangka dia akan mati.
"jessy, wake up" saat tarikan nafas ketiga. Tiba-tiba jessy membuka matanya.

Dia melihatku, kembali mendekatkan wajahku padanya. Aku tidak tau jessy sudah sadar. Dan kami malah berciuman.

"jessy kau gila" tiba-tiba jaka melontarkan kata-kata itu. Dia menarik pundakku sehingga menjauhi jessy.

"apa yang kau bilang, aku sedang menyelamatkan jessy" aku masih panik.
Saat itu jaka malah tertawa. Jaka itu memang teman paling usil di kelasku. Tapi untuk hal menyangkut nyawa seseorang kenapa dia malah tertawa.
Tawa jaka diikuti teman-temanku yang lain.

Hahahaha..hahaha…

"Hey inka, kau lupa ini hari apa ya?" lagi-lagi jaka yang usil menanyaiku sebuah pertanyaan. Sambil kedua tangannya memegang pundakku.
"hari apa?" aku tidak tau ini hari apa.

Jessy bangun dan langsung duduk. Dia tersenyum ke arahku. Lalu menyanyikan "HAPPY BIRTHDAY INKA^ happy birthday, happy birthday inka"

JLEB.
Ya ampun aku lupa hari ulang tahunku sendiri. Kenapa mereka bisa ingat !
'jadi yang tadi itu..'
"you get Trap inka"

Hahaha..
Kulihat wajah pak rahman. Dan dia ikut tersenyum.
"bapak tidak menyangka, kamu akan benar-benar ngasih nafas buat jessy"
"jadi bapak ikut menjebakku!"
 pak rahman mengangguk dan kembali pergi ke kantor. Sungguh pak rahman guru olah raga paling menyebalkan.

Oh ya ampun, tadi itu ternyata sebuah jebakan. Rasanya aku malu sekali. Kenapa jessy pura-pura pingsan begitu.
"eh, kalian lihat gak tadi waktu Inka nyium jessy. Dihayati banget kayaknya. Ciee.." kali ini si roby yang usil menggodaku. Ah,yang benar saja. Aku makin kehilangan muka.
"kayaknya ciumannya pake cinta. Cie..cie.." kali ini entah siapa lagi yang menggodaku.
Yang jelas aku Makin mati gaya.
Kulihat wajah jessy yang tertunduk malu.

{Ah, aku ada ide}
Kupasang muka sewot campur Gahar. Superr.. Aku berdiri dan.. "PUAS KALIAN SEMUA" berlalu begitu saja.
Akupun pergi, Kukunci pintu kamar mandi dan melamun disana.

Tak lama kemudian. Seseorang mengetuk pintu. 'tok,tok,tok'
"ka,kami minta maaf. Tadi Cuma bercanda"
'tok-tok-tok'
"buka pintunya ta, kita potong kue"
'tok, tok'
"kamu marah ya Ta"
"Enggak marah..iye ntar. Aku ganti baju dulu"


*
Sejak kejadian hari itu. Aku merasa punya banyak teman yang menyayangiku.
Mereka bahkan ingat tanggal lahirku. Mereka susah-susah merencanakan jebakan untuk merayakan ulang tahunku. Dan meskipun itu membuatku malu. Tapi kini aku tau, banyak orang yang menyayangiku. Mereka peduli padaku. Dan yang terpenting. Aku telah menempati janjiku untuk mengembalikan kebahagiaan dalam hidup jessy.


Terimakasih Telah Membaca :D