Featured Post

Si Mbul

Showing posts with label Masa Sekolah. Show all posts
Showing posts with label Masa Sekolah. Show all posts

July 12, 2023

AIG II

Kehidupan sekolah benar-benar sesuatu yang membuatku frustasi.
aku tidak menghendaki ini, tapi semuanya memang selalu terjadi begitu saja.

Mimpi dan mimpi dalam tidurku selalu memutarkan memori di jaman sekolahan.
sudah berbelas tahun berlalu, tapi itu selalu mengganggu –diluar dari kehendakku-.

Ketika aku pernah  punya kesibukan, seperti kuliah atau bekerja, mmpi itu memudar dan nyaris hilang.

Tapi ketika aku mulai beraktifitas dirumah seperti IRT biasa. Maka mimpi itu akan muncul kembali, tanpa bisa kukembalikan.

“nama itu” apakah benar-benar punya kelanjutan di masa yang akan datang ?
sebuah nama yang tak pernah kulupakan, seiring waktu berjalan, bersamaan dengan takdir yang terjadi.

Haruskah aku mencari jawaban atau membiarkan semua ini menyiksaku dengan cara ini!

Tulisan dan ceritaku yang belum selesai ?
Apakah itu penyebabnya ?

‘Tak Taulah’.
Aku bahkan menyimpan foto dan coretan tanganmu di sebuah buku dengan baik.
Membuang kenangan ‘fisik’ tentangmu, adalah hal yang juga berat kulakukan.

Entah –Harus- Bagaimana –Lagi.




April 04, 2016

Pemandangan yang aku Rindukan

Papan Tulis dan Meja Guru
Letaknya di Depan Kelas. Karna aku duduk paling depan, hari-hari ya Liat pemandangan begini.
Ini selalu aku rindukan.

Tak mungkin lagi mengulang kembali.


November 25, 2015

Selamat Hari Guru

Hari ini hari Guru, Tapi karna masa sekolah telah usai tak banyak yang bisa kulakukan disini. Aku hanya ingin mempersembahkan Tulisan Sederhana ini.

Hai Guruku.
Bagaimanakah kabar Kalian semua di Hari Guru ini ?
Semoga kalian semua Masih dalam keadaan Sehat dan Bahagia.
Semoga masih diberi kesempatan untuk  membagi ilmunya
Bersama semua anak didik ibu dan bapak sekarang.

Spesial untuk Guru-guruku di Mts Kesuma LKMD
Dan Mas Alwasliah Gd. Johor
Aku ingin mengucapkan Terima Kasih yang sebanyaknya

Terimakasih karna Telah mengajariku banyak hal
Terimakasih pernah menjadi orang Tuaku disekolah

Terimakasih karna memarahiku ketika berbuat salah
Juga terimakasih karna telah memujiku yang minim Prestasi
Dan terimakasih untuk semua Jasa yang mungkin terlupa.

..
Oh, Hai Guruku yang Sabar dan Baik Hati.
Masihkah kalian ingat dengan murid yang pendiam ini
Aku yang tak begitu banyak teman
Dan selalu tenang di dalam kelas

Namaku yang mirip nama buah, semoga masih diingat
'Cerry Alfitra'.

..
Tadi Siang ketika bekerja,
Aku melihat senyuman adik-adikku yang masih sekolah
Aku iri. Mereka baru saja merayakan Hari guru.
Mereka masih bersama dengan para Guru di Sekolah

Dan aku hanya tidak menyangka
Rasanya baru kemarin, aku masih duduk di bangku itu
Bersama teman-teman baik dan sahabat tercinta
Kami masih tertawa dan belajar bersama

Saat tiba-tiba seorang guru masuk
Mengajar dan membagikan ilmunya kepada kami
Membuka buku dan mencari Materi
Aku Salut, Guruku
Yang tanpa kenal lelah menasehati kami yang badung-badung

Entah kenapa waktu itu aku ingin cepat sekali Tamat
Tapi kini aku menyesal,Karna rasanya ingin sekali kembali ke Kelas itu

Kelas yang sederhana dipenuhi Canda tawa
Diukir ratusan kisah indah
Yang sampai saat ini masih terasa nyata

Sulit dipercaya jika rinduku akan masa sekolah itu
Membuatku sering bermimpi  dalam tidur , aku kembali kesana

Memakai baju Putih dan sepatu Hitam
Membawa buku dan uang saku

Hanya itu.
Sederhana tapi bermakna.

..
Meski kini aku sudah Mulai Dewasa
Berkutat dalam Dunia Kerja
4 Tahun sudah tak pernah kurasakan kembali nikmatnya menjadi siswa

Bukan tak mau kucoba dunia Kuliah
Tapi Kampus membuatku ingin mampus

Aku Mahasiswa yang menyerah di Awal perjalanan
Tempatku bukan di Kampus, Disana bagai Neraka
Kusadari jika Kuliah Bukan Tujuan utama
Karna itu aku Berhenti .

..
Ada sebuah Kisah bertahun lalu.
Ketika seorang Guru bernama Pak Iwan Sirait
Meminta kami menuliskan mimpi dan cita-cita yang kami punya
Di secarik kertas

'Sesuatu yang pernah kita impikan, dan kita menuliskannya
Semoga suatu saat akan terwujud'   begitu kira-kira kata pak iwan

Dan aku tanpa sengaja menemukan potongan Secarik kertas itu
Inilah impianku di Tahun 2011 silam




Aku terhenyak.
Impianku saat ini masih tetap sama
Dan seorang guru, Membuatku sadar

Jika tak semua hal dapat berubah seiring waktu

Aku Merindukan Kalian Wahai Guruku
Walau tak lagi menjadi murid di Kelasmu
Pelajaran yang pernah Kuterima darimu
Akan Selalu menjadi pegangan Hidupku
Terbawa pada Masa depanku yang Cerah

Dan tunggulah kabar
Kesuksesanku atas mimpi yang pernah kau bacakan itu
kelak

Janjiku. Takkan Kulupakan Jasa-jasamu

*CH

May 17, 2015

Neni

Seperti Biasa.
Aku Kesulitan Move On ketika kembali menemukan sobekan Kertas ini.
Disana tertulis 'Ceria.Purak2 Kehilangan Hpnya Sekarang ya'-'ada buk nur'
hehe

Jadi kenapa aku harus pura2 kehilangan Hp. !
Tidak, itu hanya rekayasa ketika  ingin Ngerjain Neni yang sedang berulang Tahun.

Mereka kompak tidak mau ngajak neni ngomong karna hari ini Ultahnya. Dan aku yang tidak tau, ngajak neni ngobrol yang seolah ada salah sama mereka.

Sampai kita kompak ngerjain Neni. Waktu ada buk nur, dan ngebuat heboh satu kelas karna Hpku ilang.

Hahah..
Rasanya baru semalam kejadian itu.
Aku masih mengingatnya.Padahal sudah beberapa Tahun yang Lalu.

Hai neni. Apa kabar Cantik?


July 26, 2014

Mereka Teman SMA Yang Tak kan KUlupa

Baiklah,ini adalah 5 orang teman dikelasku waktu masih Sma yang paling sering memberiku inspirasi.
Ya, Walau kini kami sudah terpisah, aku ingin ucapkan Trimakasih untuk mereka.

Afrida Lutfiyanti
Afrida anak yang Cantik, dia juga baik, dan semuanya terasa makin lengkap karna dia dikaruniai otak yang pintar. Dia selalu juara 1 sejak kelas 1 sampai tamat. Tidak ada yang mengalahkan dia.
Dan itulah kenapa jika Aku dekat sama dia bawaannya positif thinking.

Afrida duduk satu bangku denganku sejak kelas XI sampai tamat. Selama duduk sebangku itulah kami mulai akrab dan membentuk geng bersama tari dan ulan namanya Ijo Lumut (ikatan jomblo lucu dan imut). Tapi sayangnya, ijo lumut bubar karna frida keburu punya cowok duluan.

Waktu perpisahan di perapat, aku dapat 1 kamar dengan frida, yuli dan ardol. Waktu itu semuanya terasa begitu indah untuk dikenang. Terimakasih ya Frida..

Muhammad Iqbal

 

Jika ada satu kata yang mewakili iqbal, mungkin kata itu adalah Psikopat.

Jika kau pernah menemukan seorang anak manusia yang penuh Masalah, tapi dapat menjalani hidup dengan bahagia-damai-sejahtera-selamat-sentosa-sepanjang masa.
Maka aku juga pernah menemukan sosok anak manusia seperti itu, namanya iqbal.

Selain afrida, iqbal adalah satu-satunya temanku di kelas yang semasa Sma obrolannya selalu nyambung denganku.
Dia lahir tanggal 27 agustus 1993, jauh dari karakter sebagai seorang cowok Virgo.

Banyak hal yang seakan tak pernah selesai jika aku berbicara tentang iqbal.
Dia hanya bocah laki-laki yang pernah kukanal selama 3 tahun singkat dalam hidupku. Tapi dia pernah mengajariku banyak hal, dia pandai melucu, dia apa adanya, dan dia punya segudang bakat terpendam. Dan itu membuatnya menarik.
Di satu sisi iqbal memiliki banyak teman, yang mungkin juga menyukainya.  Tapi di sisi lain sifat-sifat buruknya mungkin malah menambah banyak musuh.

Bagiku, sebuah anugrah bisa mengenal seorang Muhammad Iqbal.
Entah bagaimana kabarnya setelah tamat sekolah ini.

Dermawan
 


Sebagai cowok, dermawan atau biasa dipanggil iwan adalah tipe orang yang bawel.
Dia selalu bicara apa adanya, sampai kadang nyakitin sanking jujurnya. Yang aku lihat selama ini bajunya iwan selalu rapi, dan satu-satunya kekurangan dia adalah sifatnya yang Tempramental.

Antara aku dan iwan,mungkin enggak banyak cerita persahabatan yang tertoreh. Tapi dia pernah ngasih aku hadiah waktu perpisahan sekolah.

Dan bagiku itu adalah hadiah perpisahan yang sangat indah. Karna selama 3tahun, Cuma iwan satu-satunya cowok yang selalu ingin ku genggam jarinya.
Haha

Entah kenapa, jari tangan iwan terlihat lucu sekalii.

Boris gandi
 

Dia badboy (cowok nakal-red), bukan cowok jelek ya.

Aku kenal boris hanya sebentar, waktu itu tahun terakhir kita di Sma. Entah dapet kemampuan dari mana, boris cepat sekali akrab dengan kelas kami. Bahkan di hari-hari pertamanya bersekolah.

Aku inget bagaimana lucunya tingkah dia waktu memperkenalkan diri di depan kelas. Haha, nama lengkapnya 'boris gandi berutu'. Aneh!

Mungkin untuk bocah laki-laki yang satu ini aku tidak akan melupakannya. Karna aku pernah  jumpa dia beberapa kali secara tidak sengaja. Setelah tamat Sma -Entah itu berjumpa di dunia nyata, ataupun di dunia maya.

Tapi eh, denger2 sekarang boris kuliah di arap ya>>
Katanya sih gitu. Tapi gatau deh.

Lestarie
 

Aku panggil dia tari.  Ini salah satu geng ijo lumut yang punya pacar setelah afrida.

 Aku, tari dan afrida dulu pernah beli jam tangan yang sama sebagai tanda persahabatan. Sebelum akhirnya satu kelas ikut-ikutan beli jam yang sama dengan kami.

Banyak hal yang kuingat dari tari, salah satunya sifat tari yang sederhana dan lucu. Tari juga ngasih aku banyak pelajaran berharga yang tidak kudapat dari sekolah.
Mungkin karna Tari berasal dari keluarga Broken home. Hampir sama seperti afrida, Ayah dan ibunya tari telah berpisah.

Buat aku, mereka adalah dua orang sahabatku yang kuat dan tegar. Dan mereka juga cantik.
Itu sebabnya mereka cepat dapat pacar.

Rahmadani Nst

Dani –begitu dia biasa dipanggil, adalah Satu satunya gadis Liar yang kukenal selama di sekolah. Dia anak yang asik. Rasanya ngobrol apapun sama dia tidak akan membuatku tampak tolol.

Seingatku dani punya kemampuan berbahaya dalam system pertemanannya. Dan ibarat belut kecemplung oli. Dani itu Licin sekali.
Dia lihay melihat situasi, pandai memanfaatkan kelemahan orang lain. Dan kalau tidak hati-hati bersiaplah menerima kekecewaan.

Tapi terlepas bagaimana licinnya dani. Aku sama dia punya segudang cerita waktu Sma. Kami pernah main ke Yuki bareng, pernah nonton konser dan buat tato temporer bareng. Pokoknya kalau tidak ada dani mungkin cerita Sma ku ‘kurang asin’.

Dan sekedar info. Dani, tari dan iqbal. Sekolah SMP dan gang rumahnya sama lho.
Aneh!
 
Marwan

kalau denger nama Marwan, yang terngiang di kepalaku adalah ‘anak Songong’.
Tapi justru kesongongan dia yang buat aku enggak bisa ngelupain dia.

Aku ngerasa punya hutang budi sama marwan, gara-gara kejadian bertahun-tahun lalu. Waktu aku nonton konser dan dia bantuin aku buat ketemu seorang artis idolaku.

Sejujurnya, marwan ini yang facenya paling charming di sekolah dulu. Banyak banget yang naksir dia, tapi sayangnya dia kebanyakan bolos.

Jasman
 Aku pernah tulis tentang dia disini.
Dan aku ingin memasukkan nama dia dalam daftar ini. Karna dian anak yang lucu, baik hati, tidak sombong, tapi aku enggak tau dia rajin menabung atau tidak.
Lagipula, belakangan kami mulai kontak lagi lewat facebook. Aku bilang kalau aku sayang dia. (aneh ya, kenapa aku bilang gitu?
Mungkin Karna buatku, seorang Jasman Rifa’I Tumaggor adalah sebuah kenangan yang belum selesai..

dan mungkin takkan pernah selesai.

I miss you all :3


July 03, 2014

Catatan mahasiswa Drop Out (2)

Come backSaya jadi berharap hari ini saya Drop Out dari kampus.Saya fikir, saya tidak begitu membutuhkan S1  saya.Jika nanti sahabat saya yang sarjana adalah seorang pecundang. Dan sahabat saya yang putus sekolah adalah seorang kaya raya. Kita tidak akan tau.Saya jadi iri pada mereka yang Drop Out dari sekolahnya, tapi malah lebih berhasil daripada mereka yang pada jaman sekolahnya begitu berhasil, tapi setelah lulus hanya jadi pecundang. Kau tau kenapa?Karna orang yang tidak belajar dalam wadah yang kita sebut sekolah, mereka telah berhasil mengembangkan potensi dirinya secara otodidak. Mereka fokus pada tujuan dan tidak terikat pada 'siksaan' tugas-tugas kuliah, Kkn, sidang, etc,etc. orang yang belajar tanpa menghabiskan biaya di sebuah universitas, justru malah berfikir lebih luas karna tidak dibatasi oleh logika-logika buku dan tekanan keadaaan. Karna yang terpenting adalah semangat belajarnya bukan Dimana Belajarnya.Bill Gates, adalah mehasiswa Drop Out tapi dia bisa menjadi orang terkaya di planet ini. Kau tau kenapa? Itu karna keinginannya untuk belajar, lebih besar ketimbang keinginannya untuk mendapat gelar.Lalu pada akhirnya para sarjana, mengemis pekerjaan pada orang-orang tak beijazah. Kau tau kenapa?Karna orang-orang di universitas menghabiskan waktu untuk belajar mata kuliah dan mengejar nilai. Sedang orang-orang di luar universitas menghabiskan waktunya untuk mengembangkan potensinya, tidak terikat pada nilai, dan tidak perduli pada gelar.Tiga puluh delapan tahun yang lalu, Ivan Illich, seorang pemikir radikal, menulis sebuah buku yang menganjurkan masyarakat dunia untuk mulai melakukan ‘re-sekolah-isasi masyarakat’ (deschooling society). Sekarang, dalam konteks berbeda, kita menyaksikan kembali aktualitas pemikiran Illich, bahwa sekolah bukanlah satu-satunya tempat belajar. Atau, dalam kasus Bu Siami, sekolah bukanlah satu-satunya tempat belajar yang baik.Sekolah telah berubah fungsinya, dari tahun ke tahun, dan lembaga pendidikan yang diharapkan menjadi sarana pembelajaran itu telah berubah fungsi menjadi sarana pemerataan. Jutaan murid yang masuk ke sekolah-sekolah mana pun akan dipaksa untuk mengikuti sistem yang diberlakukan—tanpa mau menyadari bahwa masing-masing manusia adalah makhluk yang berbeda, baik dalam kemampuan maupun latar belakang.Pendidikan, yang merupakan terjemahan Education dalam bahasa Inggris, memiliki akar pada kata Yunani, Educo, yang berarti Mengeluarkan. Artinya, fungsi paling mendasar dari sebuah pendidikan—apa pun bentuknya, termasuk sekolah—adalah ‘mengeluarkan’, yakni mengeluarkan potensi yang ada pada masing-masing anak didik.Tetapi di situlah letak masalah sekolah-sekolah kita selama bertahun-tahun. Sekolah dan sistem yang disebut pendidikan itu bukannya ‘mengeluarkan’ potensi yang dimiliki masing-masing anak didiknya, tetapi malah sibuk ‘memasukkan’ apa saja yang dapat mereka jejalkan ke dalam pikiran anak didik—dari kurikulum, buku bacaan, sistem yang disamaratakan, sampai bentuk ujian yang dinasionalkan.Murid-murid sekolah di zaman sekarang menghadapi sekian banyak tuntutan tak masuk akal untuk alasan ‘pendidikan’—hingga sejak bangun tidur sampai mau tidur lagi, kesibukan mereka hanya berkutat pada urusan dan tugas sekolah. Begitu banyaknya tekanan sekolah di masa sekarang, hingga seorang anak Sekolah Dasar tidak kalah sibuk dibanding seorang Presiden.Dalam wawancara dengan SCTV pada 7 Februari 1999, Romo Mangun Wijaya menyatakan, “Selama tiga puluh dua tahun, anak-anak dipenjara oleh sistem pendidikan yang diselenggarakan melalui sekolah formal.”Romo Mangun menyatakan hal itu sepuluh tahun yang lalu. Tetapi dalam sepuluh tahun terakhir, sistem pendidikan nasional bukannya makin baik tetapi makin buruk. Terakhir, hal paling memilukan dari tragedi sekolah formal Indonesia adalah sistem ujian nasional, yang seolah-olah dianggap dewa—satu-satunya penentu kelulusan, dan dianggap pintu suci kesuksesan.Ujian nasional adalah tragedi pendidikan Indonesia, karena ujian ini kemudian menjadi akar segala macam masalah, bahkan kejahatan, sebagaimana yang kemudian muncul dalam kasus Bu Siami. Saya percaya bahwa apa yang menimpa Bu Siami hanyalah kasuistis. Artinya, masih banyak kasus lain yang serupa namun tak terungkap ke publik, apa pun alasannya.x

April 10, 2014

Masa Sekolahmu gak bahagia kalau belum ngerasain Kenakalan ini (pict)

Haii…  Ane Lagi boring nih..
Ada obatnya gak ?

Barusan eh ini, ane Dengerin adek cerita tentang kegiatan-kegiatannya di sekolah. Emang nyebelin sih, kebanyakan ikut pelajaran Tambahan udah Mau Ujian Kelulusan katanya.
Aduhh. Jadi keinget Zaman ane sekolah dulu. Kayaknya indah banget yaa.

Dan tiba-tiba aja, Kepikiran buat ngepostingin tulisan berjudul "masa sekolahmu gak bahagia kalau belum ngerasain hal-hal berikut ini". Hmm, Kira-kira hal-hal apa sajakah itu.
CekoDot. Semoga Menghibur.
Suka Diem-diem.
Nonton 'Sesuatu'!
Bohongin Guru & Ortu
Merokok
Nyontek
Kena Tilang.

Tidur di Kelas
Tidur !
Cabut Sekolah


 Memang Masa Paling Indah itu Masa-Masa SMA ya Kawan.
Biarpun Prontal2 gitu kelakuannya. Tapi Justru yang Kenakalan-kenakalan itu yang paling sering Buat Kangen dan ingin Mengulang Kembali.

-_-,

December 31, 2013

MUHAMMAD RIDHO

Di usia 17 tahun, aku pernah menghadiri sebuah konser musik Metal di medan. Waktu itu aku ketemu seorang Drummer  namanya 'jefri agista'.  Orangnya mirip Drummer band gigi. Band yang dinaunginya bernama Laknat.  Buat yang suka musik Metal mungkin nama-nama band seperti ini cukup keren.

Aku sama drumer itu sempet salaman waktu dia mau On Stage, dan dari situ aku sadar ternyata ada cowok yang tangannya selembut kapas. Dengan salaman khas gaya anak band (dibolak balik 3kali). Drumer  itu langsung ngelepas tangan aku, padahal aku masih terpana sama kelembutannya. :O

"wah, ni cowok gak pernah kerja" kataku dalam hati.
Entah kenapa setiap orang yang tangannya lembut, dikepalaku ada asumsi bahwa orang itu enggak pernah kerja. Mungkin karna didoktrin omongan kakak,kalau semua pekerja kuli telapak tangannya kasar .!!

Waktu dia pergi aku senyum dan mengalihkan pandanganku kebawah, aku bisa lihat ternyata betisnya drumer itu juga putih kayak cewek. Aku jadi iri.
#hee

Akupun lihat waktu dia perform bareng bandnya. Meskipun aku tidak tau satupun lagu mereka. Tapi suasana yang sesak dipenuhi anak-anak Metal cukup bisa buat aku menikmati penampilan mereka.
Beberapa cowok yang basah keringetan, seketika jadi terlihat seksi. xD

Dulu, suasana semacam ini sempat menghiasi  malam mingguku. Berhubung karna aku jomblo dan suka musik Metal. kondisi saat itu juga selalu mendukung untuk aku bisa Hang Out di malam minggu. Jalan-jalan kemana-mana. Beda sama sekarang, yang agak terkekang.

"aku bangga jadi anak medan"  itulah kata yang terinstall di kepalaku sejak aku mengenal beberapa orang yang terlibat dalam dunia Metal khusunya di medan. Bagiku anak-anak Metal, adalah pelajaran berharga dalam hidup. Aku selalu berfikir tentang 'hidup itu begini' kalau lagi bareng sama Mereka.
("hay.. Apa kabar kalian semua..??")

Aku inget waktu aku ketemu Jefri Agista, Rama, Serry, Guntur, Adam, Chika, Dan mereka semua. Waktu itu adalah terkahir aku nonton acara band Metal.
Karna ada satu momen yang membuat kepercayaan ortu tiba-tiba lenyap. Tapi gak bisa kuceritakan disini karna terlalu rumit.


**
Berlanjut waktu mulai kuliah, usiaku kini udah 19tahun.
Waktu masuk kelas baru. Entah kenapa aku ketemu temen yang wajahnya mirip jefri agista. Seorang Drumer bertahun-tahun lalu yang aku sudah lupa wajahnya.  Karna satu kelas akupun kenalan sama dia. Namanya Muhammad Ridho, ternyata mereka orang yang berbeda. Yang buat aku inget, ridho juga mirip sama Drumernya band gigi.

Kalau dari stylenya sih tidak terlihat potongan kalau ridho anak Metal,  bajunya selalu kemeja dan rapi.
Karna Ridho anaknya pendiam, aku agak susah kalau mau ngobrol sama dia.
Yang aku tau dia tamatan Istiqlal dan jurusannya Otomotif,  jadi otomatis ridho dikenal sebagai siswa yang jago pelajaran algoritma. Bahkan sejak hari pertama belajar Algoritma.

Awalnya aku kagum sama dia, tapi entah kenapa rasa ini lama-lama jadi suka, jadi sayang. Aku jadi sering memperhatikan dia diam-diam. Maaf ya Ridho.

Waktu pelajaran akutansi aku duduk deket ridho dan diam-diam gambar sketsa dia. Entahlah, aku fikir karna selalu pake kemeja dan rambutnya sedikit gondrong. Ridho mirip tokoh anime.
Dan aku juga akhirnya kaget, waktu ngeadd fbnya, dia ternyata pecinta Anime.

Kalau deket ridho, rasanya ada hawa aneh yang buat aku pengen ngajak dia ngobrol, tapi selalu sulit karna kecuekannya. Pernah sih basa-basi aku bilang ridho mirip seseorang namanya jepri -anak Metal. Tapi dia Cuma geleng-geleng. 'gak pernah ke acara metal?' katanya.
Dan dulu pernah juga aku minta nopenya, tapi enggak pernah ku sms. Mungkin karna enggak tau mau bahas apa, dan karna betapa begonya aku.

Lalu ada satu cerita, mungkin aku enggak akan  lupa sejarah ini. Waktu ada tugas PPn. Pulang dari kampus, Aku chatting sama ridho di facebook,  itu untuk pertama kali.
Dari profil fb katanya dia tak bisa hidup tanpa game online.

Akupun basa-basi tanya gimana caranya ngirim dokumen dari email. Dan ridho ngajarin aku dengan cara yang benar. Aku salah ternyata. Haha
Aku coba sebisa mungkin buat kesan kalau aku seorang cewek yang lucu yang sungguh2 mau jadi sahabatnya. Tapi sayangnya Ridho enggak berfikiran sama.

Secara singkat, hal-hal kayak gitu seakan ngasih sisi lain, Dibalik sifat diamnya itu dia cowok pintar. Dan ternyata aku bisa sedikit lucu dibalik sifatku yang pendiam ini.

Mungkin akan ada saatnya, atau mungkin tidak pernah ada saat. Ketika aku suka sama Ridho, dan itu suka banget,banget… Dan ridho akan tau.  Dan kita akan jadian.  Tapi -entah bagaimana perasaan dia sama aku.

Aku pernah cerita tentang Ridho waktu ngantri almamater. Tapi cerita itu berhubungan dengan hadi.

Kini, aku sama Ridho udah berpisah. Sejujurnya aku masih sering inget dia. Dia cowok pintar dan paling keren yang pernah kutemui dikampus. Aku inget pas terakhir ketemu dia, dia lagi pake helm naik kereta mau pulang kerumahnya di Deli tua. Aku tanya rumahnya dimana, 'Dekat RS, Alhidayah Katanya'.dia tetap gak banyak omong. Pandangan matanya tetap datar, dan itu yang buat dia terlihat keren.
Aku salaman sama dia, ngomong basa basi seperti biasa. Tapi dia tetap cuek dan sampai akhirnya dia melajukan keretanya.

Itu terakhir aku ketemu sama dia, terakhir kali lihat senyumnya, matanya dan juga mendengar suaranya.
 Dan begitu punggung ridho menjauh dari pandanganku, aku yakin aku enggak akan lupa hari itu.

Muhammad Ridho, salah satu Pertemuan singkatku. Dia yang buat aku percaya bahwa cinta akan selalu datang tiba-tiba dan pergi tiba-tiba.


December 22, 2013

Pilih Drop Out atau Tetap Stay

Beberapa hari belakangan ini ada sesuatu yang Ganjel banget di hati aku. Sesuatu yang simpel, tapi begitu menyebalkan karna berulang kali hinggap di pikiranku.
Sesuatu itu ada hubungannya sama 'pacaran'. Shitt..

Aku ngelakuin kesalahan besar sebulan lalu, yaitu nerima 'orang asing' buat  jadi pacar aku. Ya, kenapa aku sebut dia orang asing, karna ketika mengenal dia I don’t know everything about him.  Bahkan sampai aku pacaran sama dia, aku hanya punya minim informasi tentang dia.
Inisial namanya MJ, we one class in university. orangnya terlalu tertutup, dia bahkan enggak pernah cerita tentang keluarganya, sampai aku desak dia buat cerita. Emangnya kenapa? Bapaknya boronan kali ya (-_-)

Awalnya dia ramah, aku yang duluan ngajak kenalan pertama kali kita ketemu. Mungkin Cuma dia teman dikelasku yang paling sering sms'an. Sampai suatu hari, dia marah karna sikapku. "nyebelin" katanya. Karna dari beberapa sms yang dia kirim, paling Cuma aku balas 1 kali, itupun Cuma 1 kata.
Oke, mungkin aku memang nyebelin.

Aku merasa bersalah waktu dia marah, aku minta maaf lewat sms tapi dia cuekin. Setelah nunggu lama akhirnya dia balas sms aq dan dia maafin aku. Jleb  enggak tau kenapa saat denger dia maafin aku, tiba-tiba aku ngerasa damai.

Dan kampretnya. Ya kampret.  Di saat aku merasa damai kayak gitu dia malah nyuri kesempatan buat nembak aku jadi pacarnya dan dia ungkapin kata-kata yang super  Romantis. Gila, Akhirnya tanpa pikir panjang aku terima dia gitu aja. Tanggal 23 november kita jadian :P

Aku sampai lupa pada komitmenku yang 'tidak usah pacaran dulu selama masih sekolah'.

Karna Kebetulan kita sama-sama jomblo, kita langsung jadian. Padahal saat itu aku juga gak yakin sama perasaanku. Apakah aku sayang sama dia atau enggak? (_-'')

'Mungkin seiring waktu sayang itu akan muncul' pikirku.

 Dan OEMJI, sekarang -saat aku nulis ini- kita udah sebulan jadian. U know what?   Aku nyesel nerima dia. Dan ternyata rasa sayang itu tak pernah muncul.
Gara-garanya aku sadar, ada begitu banyak perbedaan yang membentang diantara kami. Mulai dari pemikiran dia yang terlalu childis, selera musiknya yang terlampau melayu, sampai anggapan dia tentang dunia.

Sejujurnya, aku enggak pernah nyaman kalau lagi dekat dia, selalu salah tingkah. mungkin ini normal karna rasa grogi akan muncul kalau deket sama pacar. Tapi kayaknya grogi yang aku rasain lebih karna obrolanku enggak pernah nyambung sama dia. Aku yang aneh, atau dia yang bego aku enggak tau.
Ibarat maghnet, aku sama dia punya kutub yang berbeda, mungkin kita bisa sejajar karna sama-sama maghnet. Tapi kalau kita lagi berhadapan, bakalan saling tolak menolak. Dan aku selalu menyadari hal ini, entah bagaimana sama dia.

Terlebih ketika aku tau, dia adalah cowok yang pelit. Maaf bukannya cewek matre. Demi Tuhan aku enggak pernah mandang cowok dari hartanya. Tapi ada satu momen, satu situasi yang kalau aku bilang cowok manapun pasti akan rela ngeluarin koceknya buat ceweknya. Karna itu situasi yang amat butuh duit. (maaf enggak ku ceritakan, karna terlalu rumit).
Dan intinya di situasi segenting itupun, cowok itu enggak rela banget ngeluarin duit buat aku (ceweknya).

Dan dari situ, aku mulai nyesel dan pengen putus sama dia.
 Aku mikirin gimana caranya, aku gak mungkin blak-blakan bilang dia cowok pelit. Pasti dia mikirnya aku matre. Dan aku gak mau mengambing hitamkan hal-hal sepele seperti ngungkit-ngungkit kesalahan dia yang terlalu bawel atau bahas tentang kutub maghnet yang  saling tolak.
"kalau mutusin orang nanti bisa kena karma" katanya. Jadi aku lagi bersikap cuek biar dia marah, dan akhirnya mutusin aku. Setiap smsnya hanya kubalas 1 kata, dan kalau dia nelfon, aku bilang 'lagi sibuk'.  DAMN.
Kalau cewek-cewek lain takut pacarnya diambil orang, maka disini aku selalu berdoa agar cowokku itu ketemu cewek lain yang lebih baik dari aku dan dia diambil orang. :p

Jadi aku bingung sekarang, aku harus drop out atau tetep stay dari hubungan ku dengan cowok itu.


aku coba terima aja
Sialan jahat amat x_x

December 07, 2013

Muhammad Hadi

Tiba-tiba saya ingin cerita tentang teman kampus saya yang namanya hadi. He's my best boy.
After get out, I hope I never  forget him. Cekidot..^_^
 
Hari pertama masuk kampus. Ratusan mahasiswa baru -termasuk saya- diminta ngambil almamater di lobi. Antriannya itu panjang sekali, dan syarat ngambil almamater itu adalah harus pake kertas administrasi pendaftaran kemaren. Dan Kampretnya, saya tidak membawa kertas itu.

Seorang temen yang kebetulan juga gak bawa, ternyata sudah ngambil almamaternya dengan sebuah kartu kuning.

Karna saya bingung ditambah takut tidak kebagian almamater.  Akhirnya saya bertemu dua orang cowok yang tidak bawa kertas administrasi juga. Saya ingat waktu tes kemarin kami satu kelas. Nama mereka sama-sama berawalan muhammad. Yang satu Hadi dan satunya lagi ridho.

"eh mau ngambil almamater gak pake kuitansi bisa !"  tanyaku pada mereka basa basi
"gatau"
 "katanya pake kartu kuning kea gini" sambil nunjukin kartu "ngambilnya disana"
"ohh."

Saya ingat itu kata-kata pertama yang saya lontarkan pada hadi dan ridho. Kitapun keruang informasi, dan cengo disana mau minta kartu kuning. Nunggunya itu lama sekali, petugasnya tidak ada disitu. Mungkin karna belu tau seluk beluk dunia kampus, kami bertiga terlihat bego. Akhirnya kita keluar dengan tangan hampa.

Karna yang ngatri udah mirip ulet kepanasan, kitapun duduk di depan musholla. Dan secara resmi itulah saat pertama kali saya salaman sama mereka. Kita kenalan sampai selanjutnya kita jadi teman satu kelas. Di-1sia4.   ya, inilah takdir.
Ketika itu saya pulang tanpa mengambil almamater. Saya fikir besok juga bisa bawa kartu administrasinya. Tapi ridho dan hadi tetap menunggu sampai sore untuk almamater nya.

Dan besoknya -betapa kampret- aku baru tau, gak pake kartu kuning juga bisa ngambil almamater.

**
Oek, lupakan soal almamater. Tak lama setelah nya, kita mulai aktif belajar. Dosen pertama yang kami kenal itu namanya pak Hendra jaya. Pelajaran yang dibawakannya Mis.Excel.

Ketika ditanya sama pak HendraJaya. 'Siapa yang mau jadi ketua kelas?
Cowok-cowok dikelas enggak ada yang tunjuk tangan kecuali satu orang. Orang itu muhammad hadi (ya,dia). Dia bersedia jadi ketua kelas, dan kita semua setuju. Saya minta nomor hp nya, dan saya kirim nama saya ke inboxnya. Dia Cuma senyum. Untuk kedua kalinya kami berkenalan. Dan Itu senyuman pertama dia buat aku.

Lalu berlanjut ketika saya dan hadi dipasangkan kedalam satu kelompok mata kuliah PPKN. Segalanya berjalan gitu aja, seperti takdir. Dari puluhan nama yang tertera. Entah kenapa nama saya dan hadi bisa dimasukkan kedalam 1 kelompok oleh ibu dosen. Bersama Ricky Argiawan dan Diro siswanto, k ita jadi kelompok pertama yang akan membuat dan mempersentasikan makalah dengan judul "sejarah pancasila dan latar belakang politik".
Saat pulang kampus, saya coba berkenalan dengan 3orang yang akan menjadi teman kelompok nantinya. Dan untuk ketiga kalinya, saya dan hadi berkenalan lagi. haha

Waktu yang diberi untuk menyusun makalah itu cukup mepet, Cuma 5 hari. Dan syarat buat makalahnya itu sangat ribet sekali,  kertasnya harus Hvs, ada catatan kaki, minimal 12 halaman, daftar isi, bla,bla. Kita pusing sama isi makalah ditambah dosen yang cerewet.

Baiklah, karna saya satu-satuunya cewek dalam kelompok. Biar saya yang cari bahannya di internet. Dibantu sama temen chatting namannya dicky yuladi.  Sayapun dapat isi makalah sampai 8lembar. Trus saya copast di flashdisk dan saya kasih flashdisknya ke hadi. selanjutnya dia yang edit, dia yang ngeprint dan dibagikan sama kita. Besoknya udah harus dipersentasekan.
'gila…

Awalnya sih saya ilfell sama kelompok saya. Kesannya songong-songong gitu, ricky dan diro terlalu pendiem. Sedangkan si hadi itu terlalu bawel. Apalagi yang ngerjain makalahnya full Cuma saya sama hadi. Ah,apa karna kita belum terlalu kenal aja ya!

lalu,  setelah makalah kami baca dan pelajari sendiri. Tibalah saat kami maju ke depan untuk persentase.  Sesuatu banget (kalo kata syahrini) karna yang masuk bukan dosen yang bawel itu. Kebetulan ibu dosen sedang sibuk, jadi ada dosen penggantinya. Dan ini memperlancar segalanya (termasuk nafas dan aliran darah kami).
Karna makalah dibuat dalam waktu mepet kita tidak pakai catatan kaki, daftar pustaka dan logo kampus dihalaman depan. Wah ini kalau dipersentasikan sama dosen aslinya bisa jadi masalah besar.

Dan alhamdulillah, persentase kami lancar, pertanyaan dari teman-teman pun bisa terjawab dengan baik. Akupun bangga bisa satu kelompok dengan cowok terbaik di kelas 1sia4  ini.

Btw, Ada kejadian lucu waktu kita persentase. Tapi aku sudah tulis itu di Diary aja. karna cukup memalukan.

Ps:Di minggu berikutnya kelompok PPkn yang ke2 maju, Anissa dan andika. Mereka sama-sama pakai kaca mata. Tidak seberuntung kami, kelompok kedua dibimbing langsung sama ibu dosen.  Padahal makalah mereka jauh lebih baik dari kelompok kami, mereka pakai daftar pustaka dan power point tapi kesalahan makalahnya terasa sangat banyak sekali. Oh my god.

Lalu kamipun akhirnya pulang. Aku mlengos gitu aja menuruni tangga. Tapi hadi tiba-tiba jalan disampingku. "untung kelompok kit a udah maju", katanya.
"iya, kalau sama ibuk ini deg,degan lo" Cuma itu yang  saya katakan. Waktu itu saya tidak lihat hadi, karna sedang menuruni tangga. Hadi ngomong sesuatu dengan suaranya yang halus. Saya tidak dengar dia ngomong apa. Tapi intinya dia mau minjem Flashdisk saya. File makalahnya hilang.

Keesokan harinya saya pinjamkan flashdisk saya sama hadi dan betapa bodohnya file makalah itu tidak ada di sana. Saya sempat ngeprint daftar isi dan kata pengantar kemarin, dan file makalahnya tertinggal dilaptop. Saya lupa. Jadi flashdisk yang saya pinjamkan isinya Cuma fto alay dan biodata saya yang mau ikut Indonesian Idol.
Hahaha..

Hadi bahkan minjem flashdisknya lebih dari 2 hari. u-know he just quite. Dia enggak bilang kalau makalahnya enggak ada. Dia lihatin saya tapi kayak enggak berani mau ngomong. Dan saya, dengan ge ernya merasa dia selalu memperhatikan karna saya cantik.
 Haha Prett..

Setelah beberapa hari hadi mengembalikan flashdisk saya. Sayapun baru menyadari kesalahan itu. saya coba bilang sama hadi.
'eh, itu makalahnya kan enggak ada'. Hehe
Hadi Cuma cengar cengir dan tanya 'catatan kakinya manaaa…'
"kok enggak bilang"
Tapi yaudalah, anggap saja angin laluw.
ckck

Meski Kejadian itu udah lewat, tugas Ppkn juga udah dikumpul. Tapi soal ini masih membuat saya merasa bodoh dan bersalah sama hadi. Iya sumpah ini!
Hadi saya minta maap yak!

**
Waktu pelajaran desain, saya duduk di barisan depan sendirian. Sampai akhirnya hadi datang dan duduk disamping saya. Alamak! Itu salah satu hari keberuntungan saya. Mungkin karna ketua kelas, saat ini hadi memang mulai populer  di kalangan wece-cewe.

Saya kan jagonya Cuma desain. Waktu dikasih tugas desain sama pak mukhlis otomatis ya saya bisa pamer dikitlah ke temen-temen. Hadi sempet nanya 'lho ini gimana!
Saya lihat File nya baru dia buka dari flashdisk, sheetnya sampe 12, dan desain dia hilang. Nyempil entah kemana. "lho gak ada" katanya sambil klik2 mouse.
Haha, ekspresinya hadi lucu sekali..
Dan saya ajarin dia hal-hal yang dia bingung. aduuuhh :P

Biarpun begitu,terlepas dari itu semua Kepopulerannya. kalau kontekan sama hadi biasanya Cuma bisa ngobrolin tentang kampus, tanpa dia tau. Cewek-cewek di kelas pada pingin ngobrolin yang lain sama dia.
Satu satunya tugas kampus dari hadi yang ada sama saya adalah slide show system oprasi widows, yang dia kerjakan sendiri dalam waktu 1malam.

Si wita (sekertaris kelas) sampai marah sama hadi gara-gara ini. Tapi saya coba tenang, karna ini hanya salah paham. Kita sama-sama ngerekomendasiin oprasi sistem linux dan hadi menyetujuinya aja. Padahal saya dan wita beda kelompok. Kasihan 'si hadi enggak boleh diomelin gitu'. Dia bingung aja itu cara ngomongnya. Begitu kata teman-teman. Tapi hadi sabar sekali jadi orang.

Waktu pelajaran linier saya duduk dibelakang hadi,  saya tidak sengaja termenung memperhatikan dia. Ternyata rambutnya bagus. Mungkin jika kupangkas rambutku sependek dia, rambut ini akan sama. haha..

Baiklah, this is absturb.
saya pernah baca di internet katanya kalau orang sudah terlalu sering dicium, otomatis bentuk bibirnya makin indah dan sensual.  Hahuw..What the hell, hadi im sorry I think about it, when I look your lips.
Suddenly, aku jadi kepikiran dia terus. He so sexy.. Damn!
What in love,relly?  No,not me. Im so felt interest.
Secara spontan, saya akan peluk hp saya kalau ada sms dari hadi. Meskipun isinya Cuma ngasih tau kelasnya mana. ghahaha. mungkin sanking senengnya.

Jika saya ditanya dan harus jawab jujur. "siapa cowok yang paling seksi dikelas 1sia4?"
So,my answer 'si Hadi. Mungkin dia enggak sadar, temen-temen yang lain juga gitu. Tapi sumpah dia itu seksi.

 
Tapi biarpun dia seksi,saya mau apa? apa mau mikir yang aneh-aneh?
Ah, yang benar saja!
Tidak, tidak. Saya tidak mau jadi cewek yang aneh. Saya mungkin lebih baik jauhin hadi dan mulai fokus sama pelajaran saya. Jadi kalau tidak perlu-perlu amat lebih baik saya menghindari dia.
 Tapi mungkin gak ya? Dia kan ketua kelas.
Oh hadii.. Hadi!


Aku mengagumi hadi, itu aja. Cukup.