Featured Post

Si Mbul

Showing posts with label lagi serius. Show all posts
Showing posts with label lagi serius. Show all posts

February 25, 2026

Tangis tak terdengar

 Berulang kali aku selalu bilang, ada satu suara tak terdengar yang kedahsyatannya melebihi suara apapun. Yaitu TANGIS TAK TERDENGAR dari hati yang telah lelah disakiti.

Aku bercerita disini bukan karena aku lemah. Tapi untuk menjaga kewarasan dan karena sebagai manusia biasa aku juga butuh bercerita.

Suamiku bukan tipe orang yang harus diminta uang belanja baru diberi. Dia selalu memberikan tanpa aku harus meminta.

Tapi kekurangannya, uang yang diberikan sangat sedikit. Jangankan cukup, aku bisa bilang bahwa ini sangat kurang.

Aku tetap bertahan dengan cara makan sayur-sayuran saja setiap hari. Tidak beli ikan, ayam apalagi daging.

Aku menikmati makanku Walaupun hanya kol rebus, atau kangkung oseng bawang merah. Rasanya enak, yg penting perutku terisi.

Aku tidak mengeluh terlalu banyak. Bahkan selalu bersyukur. Dalam fikiranku masih banyak yang lebih susah lagi daripada keadaanku yang sekarang.

Tapii...

Suamiku kadang begitu keterlaluan. Memperlakukanku seperti seolah aku tidak ada capeknya. Dirumah ini hanya dia yang capek. Karena dia yang cari uang.

Aku mengurus satu balita dan satu bayi. Tidak pernah istirahat pagi dan malam.

Aku tidak bisa bangun pagi karena darah rendah. Bisa oyong jika kurang tidur.

Hiburanku adalah menonton YouTube.

Dan meTimeku kuciptakan sendiri agar supaya aku tidak gila sendirian.

Rumah sepetak kecil tapi tidak pernah rapi karena hanya aku yang mengurus semuanya sendirian.

Lelah, capek dan tidak bisa diwakilkan oleh siapapun. Ditambah dihina dan dicaci maki setiap saat. Kekurangan uang, yg bahkan aku harus kepikiran sepanjang waktu, hanya karena membeli sebuah erok masak seharga 15,000.

Aku mencintai suamiku, dan bahagia hidup bersama keluarga kecilku.

Tapi lebih dari itu aku ingin dimengerti, diperhatikan dan dipastikan jika aku waras keluarga ini juga akan baik-baik saja.

😫😵

Ahh Entahlah. Terlalu banyak yang mau dibahas.

August 25, 2025

Doeloe

Dulu, menceritakan sesuatu hal  yang remeh temeh adalah hal yang mudah.

Tapi sekarang, menceritakan sebuah hal yang besar bahkan terasa lebih sulit, karena banyak cabang pemikiran yang terbagi kesana sini.

Aku tidak membuang sepenuhnya masa laluku, tapi tidak serta merta aku membawa dan membebankannya pada masaku yang sekarang dan selanjutnya.

Beruntung aku punya suami yang bijak dan cepat mengambil keputusan. Meskipun itu awalnya sulit dan bertentangan denganku yang selalu sabar, dan terkadang suka menunda.

Tapi kelamaan, hal itu berubah menjadi bagian dari hidup.

Aku harap suamiku akan belajar dan memperbanyak ilmu, agar dirinya tidak disibukkan dengan hawa nafsu.
Dan aku juga semoga semakin banyak waktu untuk menambah ilmu, agar tidak disibukkan dengan perasaanku sendiri.

karna nyatanya, setelah berumah tangga, ada banyak hal yang dulu sama sekali tak kufikirkan, saat ini menjadi hal yang sangat mengganggu fikiran . titik.

March 02, 2025

Never end

Mempelajari KPop itu gak ada habisnya,
Mendengarkan musiknya, memahami lirik lagunya, mengikuti gaya berpakaiannya. .
Semuanya berganti seiring waktu.

Dunia sedang memuja Idol KPop yang dianggap sebagai 'malaikat' atau 'dewa' bagi mereka yang tidak punya agama dan Tuhan.

Sampai aku berfikir apakah ini yang disebut dajal, laki2 yang menjadi kiblat, diikuti semua saran dan kesehariannya. Dipuja dan dikagumi bahkan saat sedang tidur.

Aneh memang, tapi dunia memang sedang merespon itu, khususnya kaum muda.

---
Lalu, akupun mendengar ustad berceramah. Mereka membahas soal mati dan amal ibadah.

Jika seseorang yang sudah mati dan diberi kesempatan hidup 5 menit saja, kira-kira apa yang akan dilakukan ?
Apakah mencari harta yang banyak, makan enak,beli pakaian bagus, atau mendengar musik k-pop.

Hoo.. tentu saja tidak. Ternyata yang selalu kita kejar dan cari dalam hidup, bukan itu yang menjadi tujuan kita setelah mati.

Waktu lima menit tersebut sudah pasti akan digunakan untuk beribadah. Bertaubat kepada Allah, mengucap syukur, mengkhatamkan Al-Qur'an dan juga bersedekah...

--
Seolah dunia akan berjalan selamanya, dan seperti umur ini 1000 tahun.

Kadang kita lupa.
Belajar sesuatu apapun itu semua ada awal dan akhirnya.

Jika sejak awal memilih untuk mempelajari hal yang sia-sia, maka sampai habisnya juga tiada guna.
Tapi jika waktu yang tersisa digunakan untuk mempelajari agama, ya kita semua sudah tau hasilnya.

Alhamdulillah..


October 21, 2024

Persiapan Pernikahan untuk mama

-

 Ibuku yang sudah berumur 58tahun, 5hari lagi akan menikah dengan seorang kakek berusia 74tahun.

Hahh.. Padahal papa baru saja meninggal dunia di tanggal 6 Januari, tahun ini.

Bukan tanpa sebab dan alasan, mama menikah lagi dikarenakan kakek kaya raya ini bersedia membayar hutang-hutang mama yang mencapai Ratusan Juta Rupiah.

Dan aku !
Ya apalah dayaku, ada atau tidaknya restu dariku, mama tetap akan menikah lagi. Bahkan jikapun aku tidak tau apa-apa, semuanya tetap akan terjadi dan berlanjut.

Anak kesayangan mama, yaitu adikku yang paling bontot, istrinya sudah melahirkan dan di waktu yang sama 'dalam 5hari lagi' mereka akan mengadakan acara penabalan nama sekaligus Aqiqah untuk anak adikku.
Tak heran padaku, pada diriku, mama memang setidak sayang itu padaku.
Demi memenuhi acara adikku, mama rela mempercepat acara pernikahannya dan merayakannya di hari yang sama.

Sedang aku, 
Minta dibelikan paket internet saja, mama terasa beratt sekali mengeluarkan sedikit uangnya sambil berceletuk "kau kan punya suami" hehe

Itulah alasan kenapa aku tak pernah minta dibelikan sesuatu atau merepotkan apapun tentang uang pada mama, karena aku punya suami.

Suami Terbaaik di Dunia, pikirku kadang-kadang.

--

Pagi tadi suasana hatiku sedikit kacauu karna terbayang rumah di benteng hilir. Aku terus saja tidak ikhlas dengan barang-barangku yang masih ada di sana, meskipun susah payah aku melupakannya, menganggap itu sebagai uang ganti sewa rumah dan listrik selama aku masih tinggal disana. Tapi wanita sakit jiwa beserta anak-anaknya itu membuatku merasa tidak nyaman dan jijik membayangkannya.

Ohe,, anggap saja ini hanyalah bagian dari takdir hidup.

Tapi.. Menjelang siang, aku mulai nonton Drakor 'Neverthles &Secret Garden' nyambil2 beberes area, aku melakukan ini, karena aku tau, inilah hal yang bisa membuatku kembali tenang. Dengan membereskan barang-barang maka masalahku sedikit-sedikit akan terlupakan dan hati kembali tenang.

---

Lalu, energi yang sama akan menarik energi disekitarnya.
Inilah energi itu, saat jam 2 siang, Tukang butut pasar 3, yang pernah jual ps sm suamiku tadi datang kerumah, dia beli TV bekas, seng bekas dan sampah2 yang sudah mau kubuang.
Aku tak peduli harganya, mungkin dia juga sudah memanpulasi hitungannya. Aku hanya ingin menyingkirkan lebih banyak 'sampah' dari rumah peninggalan papa saat masih hidup ini.

Sejujurnya kalau semua ini laku, maka aku akan menjual semuanya. Tapi pelan2 saja, karena kalau mama tau, maka mulut jembernya akan mengomel panjang kali lebar sama dengan tinggi, jika dia tau sampah-sampah dirumahnya aku jual satu persatu.

Dan Alhamdulillah aku dapat 50ribu.
Sejak aku tidak pernah takut akan merasa kekurangan, malah sejak itu rezekiku makin bertambah dan bertambah. Amin 

----

Di saat yang sama saat menimbang butut, anakku buang air besar, dan Tainya sangat besar sekali.
Dia sudah beberapa hari tidak pup, dan kemarin malam dia demam, aku bersyukur akhirnya hari ini putriku kembali sehat.

Hahh..
sekian dulu curahan hatiku hari ini.

gambar hanya pemanis


October 10, 2024

10 tips Sketsa pensil

Prinsip dasar dari sketsa adalah banyak berlatih mengaplikasikan gambar dan membiasakan diri menggoreskan pinsil di atas kertas.

Berikut aku bagikan 10 tips untuk belajar sketsa pakai pensil.

1. Siapkan kertas putih, pensil, penghapus dan lainnya.



2.       Biasakan tangan menggoreskan pensil diatas kertas,

 berlatih dengan menggambar random



3.       Pelajari setiap lekukan objek, lipatan baju, blur dan bayangan (outstanding)



4.       Cari objek gambar yang akan di sket.
jangan katakan menggambar itu susah, nikmati saja prosesnya,
 anda tidak tau kemampuan anda sebelum mencobanya


5.       Menggambarlah dengan serius,
tak perlu hasil bagus, yang penting sudah memulai dengan baik


6.       Ingat, jangan kecewa jika gambar tidak mirip,
karna anda sedang belajar sketsa bukan potret


7.       Semakin banyak belajar maka semakin mahir,
jangan cepat kecewa jika gambar tidak bagus, berproseslah


8.       Tenangkan diri sebelum membuat gambar,
tarik napas dalam dan bayangkan pemandangan indah


9.       Gambarlah objek yang kamu sukai
misalnya pohon pinus atau artis idola


10.   Banyak-banyak melihat contoh skets/ tutorial dari orang lain
tidak apa-apa mencontoh di awal belajar.

Okey, selanjutnya selamat belajar..
Semoga Sukses




August 05, 2024

Cerhat

Aku berharap bisa menghasilkan uang, namun tetap bisa menjaga kewarasan.

Adakah Solusi ?

Singkat sekali padahal hidup di dunia ini.
Tapi apa yang terlihat didepan mata, nyatanya lebih menggiurkan dikejar dibandingkan bicara akhirat.

Satu sisi ingin berusaha segigih mungkin, tapi di sisi lain timbul pertanyaan dalam benak ‘For What’.
Mencari dan mengumpulkan sebanyak banyaknya harta yang pada akhirnya tidak akan dibawa ketika mati.
Yang malah akan dianggap sampah rongsok oleh orang yang masih hidup.

Aku sudah cukup bersabar dengan tidak ‘Tantrum Kesurupan’ seperti dahulu.
Meski terkadang rasa sakit –akibat menahan amarah- ini membuatku ingin meledak dari dalam.

Suami dan Ibu, mereka membuatku semakin bodoh hari demi hari.
Tapi mereka juga adalah sosok yang membuatku bergantung untuk bertahan hidup.

Andai saja perut bisa diisi makanan satu kali sehari saja.
Andai saja kebutuhan hidup bisa terpenuhi hanya dengan seratus limapuluh ribu seminggu.

Tapi ada nafsu dan hasrat lain berbentuk gengsi dalam upaya bertahan hidup di tengah Masyarakat, Ingin Makan enak, Pakai baju bagus, sampai merawat kulit sekinclong porselein.

Jika saja aku bisa mematikan rasa Cinta, mungkin sekarang semuanya tak menjadi serumit ini.
Menikah, Menjadi istri dan ibu.

Aku ingin hidup yang simpel dan tidak membuat kepala migrain.
Bekerja baik-baik, Berinteraksi baik-baik dan beribadah baik-baik.
Terimakasih.



April 14, 2024

Prasangka Manusia

Manusia itu tempatnya ber-Prasangka.
Pikiran manusia paling suka menebak-nebak dan mengira-ngira.

Anehnya yang awalnya hanya sebuah terkaan, sebuah pemikiran, lama kelamaan menjadi sebuah keyakinan hingga akhirnya berujung pada sebuah pembenaran.

--

Sedikit Cerita.
Suamiku adalah seorang yang mudah sekali bergaul, Dia berjiwa bebas dan tak segan mengekspresikan isi pikiran dan perasaannya pada kebanyakan orang.

Jika bertemu orang baru, suamiku mudah menyesuaikan diri dan juga mudah berbaur.

Hal itu berbanding terbalik denganku yang seorang introvert, yang takut bertemu manusia dan berkenalan dengan orang baru.

Sejak awal perkenalan dengan suamiku, aku sudah berfikir jika suamiku adalah seseorang yang luar biasa ceria. Setiap kali berkumpul dengan teman-teman, suamiku akan menjadi orang yang paling menonjol, dan bisa mencairkan suasana dengan mudah.

Karakternya yang seperti itu membuatku menyukainya.

Tapi saat sudah menikah dan tinggal bersama. satu hal yang terkuak adalah ternyata sifat humble suamiku adalah sifat yang disimpannya untuk menyembunyikan 'pilu' dalam hidupnya.

Maksudnya, saat aku sudah tau semua tentang hidupnya, maka pandanganku soal sosok yang ceria dan bebas itu seketika langsung berubah.

Persepsiku sekarang tentangnya adalah seseorang yang pandai menyamar demi menyembunyikan kenyataan.

--
Maksud dari ceritaku di atas itu, simpelnya begini !

"Ketika kita melihat sesuatu dari luarnya, biasanya kita akan memikirkan ke dalamnya juga.  Right !"

Sebuah kemewahan yang terlihat oleh mata akan diartikan dengan kabahagiaan dalam hidup.
Padahal saat kita sudah terjun di dalamnya, bentuk kemewahan malah bisa berbanding terbalik menjadi sebuah kesengsaraan dalam hidup.

Kita tidak bisa menilai dan menebak-nebak sesuatu hanya dari apa yang kita lihat.
Hingga sampai kita mengalaminya sendiri.

--

Jadi jika suatu hari seseorang menyangka hidupku bahagia karna memiliki suami yang selalu ceria.

Hehe, Jangan berprasangka dulu..
Nyatanya saya yang pendiam ini bisa menulis hal semacam ini.
siapa juga yang berprasangka begitu.


November 10, 2023

Manusia paling pemaaf di Dunia

Taukah siapa manusia paling pemaaf di dunia.

Yang sudah sejahat apapun aku lukai hatinya, dia tetap akan memaafkan.

jawabannya, ialah anakku.

Meski tak sekali diakali aku marah, membentak, bahkan memukulnya.

Dia akan tetap meminta pelukan dariku. Dia akan tetap mengikuti kemanapun aku pergi. Dan dia akan selalu minta gendong dan ditenangkan.

 Di hari-harinya yang indah, seemosi apapun diriku, anakku tetap minta ditemani bermain dan minta tolong dibuatkan makanan.

Bahasa nya yang terbatas, kemampuan yang belum bisa mandiri, dan kepintaran yang masih perlu diasah.

Dibalik itu semua, ada 1  bahasa yang tak bisa dia ucapkan.

Bahasa cinta lewat tatapan matanya, dan belaian tangan kecil nya.

Dan satu lagi, perasaan tulus itu tak kenal rasa dendam dan benci. Naluri nya yang tulus, tetap akan memaafkan, tanpa harus kuminta.



November 09, 2023

Filosofi keuangan setelah jadi mak emak

 Belakangan otakku agak beku.
Apakah faktor umur, atau karena lingkungan, entah juga karena "mulai jarang diasah".

Dulu, waktu gadis aku sering baca buku, majalah, novel, everything.
Jadi kalau mau nulis atau dan numpahin kata-kata di blog itu gampang-gampang saja.
Maksudnya, gak susah milih kata, diksi, pribahasa, atau gaya bahasanya.
Ya, ngalir aja kayak aliran sungai.

Kalau sekarang, karna sering ngabisin waktu ngurus rumah, anak dan suami.
Otakku jadi terasa kurang asupan. Karna bacaan yang paliing sering dibaca adalah Webtoon.
haha

Jadi, kalau mau nulis agak susah merangkai kata.
Kadang, kalau baca postinganku dulu, yang 'lagi serius' serasa baca postingan orang lain.
Karna aku tidak menyangka di masa itu mampu menulis sekeren itu.

==
Btw, mumpung lagi nulis disini.
Aku mau cerita soal perjuangan suamiku ngumpul  uang.

Suamiku memang bukan orang berpendidikan, jadi soal kerjaan gak milih-milih. Apapun kerjaan yang ada akan dilakoni sedemikian rajinnya.
Tapi karna cuma bermodalkan SIM, Suamiku hanya bisa mengandalkan skill 'bawa mobilnya' saja.
Gaji pokoknya sendiri, 120ribu sehari.

Itulah yang dia bagi 400ribu tiap minggu untuk belanja kebutuhan keluarga.
100 ribu akan dibawa di dompet untuk uang minyak.
Sisanya, itulah yang selalu diharapkan untuk ditabung dan membeli barang impian kami.

Tapi di tengah kebutuhan hidup yang kian mahal. Ada saja hal lain diluar 'kebutuhan belanja' yang harus kami keluarkan. (yang tak bisa dilewatkan adalah kebutuhan beli paket internet).

Misalnya, ada hajatan dan kami dapat undangan, mau tidak mau mengeluarkan uang tambahan untuk 'ngamplop'. atau ada sanak saudara yang kemalangan dan butuh bantuan.
Atau juga ada barang yang rusak (ganti oli kendaraan), yang mau tak mau juga akan keluar uang untuk servis. dan lain-lain dan lain-lain.

Yang pada akhirnya, Seirit dan sehemat yang diupayakan. Tetap berada dalam kata 'cukup'. Gak ada lebih buat ditabung. Tapi syukurnya Gak Kurang.

Anakku sendiri, karna masih 1. Aku selalu berupaya biar kebutuhannya gak kurang.
Mulai dari pempers, minum susunya, bahkan cemilannya.
Karna kalau makan nasi kurang suka, anakku seringnya ngemil dan ngemil. Jadi uang belanja memang sudah kukususkan untuk beli biskuit atau roti, buat cemilannya.

Kebiasaan ini memang membuat uang belanja jadi lebih susah dihemat, tapi dibanding anak yang kurang isi perutnya karna makan nasi cuma mau tiga suap. Akhirnya kulakukan teknik ini saja, karna cemilan roti dan biskuit juga cukup mengenyangkan.

Kembali lagi sama impianku dan suami.
Berhubung kami tidak mendapat warisan dari orang tua (lagipula tidak mengharapkan itu).
Kami ingin membeli dan mengupayakan apapun barang impian kami, terbeli -hasil dari jerih payah - kami sendiri.

Karna alasan "menjaga anak" aku memang belum bisa mencari uang tambahan.
Satu-satunya pemasukan kami ya gaji supir suamiku tadi.

Tapi biarpun begitu, bermimpi dan punya impian itukan sah-sah saja.

Alih-alih membeli sesuatu secara kredit, atau berhutang untuk memiliki suatu barang. Aku dan suami adalah tipe orang yang tidak suka mengaplikasikan hal seperti itu.
Prinsip kami pada dasarnya itu sama. Lebih baik tidak makan daripada berhutang.

Jadi kalau membeli barang  apapun kami akan membelinya sesuai kemampuan.
Walaupun itu bukan barang baru alias seken.
Selama masih layak, barang yang tidak baru juga masih bisa digunakan. Asalkan bisa dibeli dengan uang Cash dan dirawat dengan baik, semoga awet.

Harta yang kami punya sekarang, memang nilainya tidak seberapa. Kebanyakan juga barang seken. Tapi dibalik itu, ada kebanggaan, karna membelinya tidak menyisakan hutang 'cicilan'.

2 unit kereta, 2 hp android, 1 laptop, kulkas, mesin pompa air, mesin jahit, semuanya adalah barang seken yang kami beli dengann harga murah dan uang cash.
Alhamdulillah inipun kusyukuri sekali.

Lalu, ada 2 hal lagi yang menjadi impian masa depan kami.
Yaitu beli tanah dan membangun 'gubuk' kami diatasnya. Dan satu lagi membeli satu unit mobil.

Kalau lagi buka facebook suamiku pasti selalu buka marketplace dan mantau postingan orang yang jual mobil murah, mobil seken murah, atau mobil bekas murah.
Bukan satu duakali nemu orang jual mobil sedan harga 10juta dengan spek 'mantap'.
Tapi karna tabungan juga masih 2juta. Yang ada gigit jari saja. Tak lama mobil murah itupun laku terjual.

Bukan tanpa alasan, suamiku yang dimasa lajangnya adalah 'karyawan' di bengkel mobil. Kurang lebihnya tau betul cara merawat dan mempercantik mobil.
Baginya jika bisa membeli satu buah mobil murah, maka pelan-pelan akan 'dipercantik' dan dijual kembali dengan santai. Terus begitu sampai mobilnya naik level dan spek.

Ditambah skill drivernya, mobil yang ada nantinya bisa dibuat untuk cari uang juga. Misal ada keluarga atau orang yang minta diantarkan (charter), maka suami akan punya penghasilan tambahan.

Ya,, itulah impian kami. Impian jangka panjang kami.
yang pasti akan lebih mudah diraih kalau aku juga bisa kerja cari cuan.

--
Di sisi lain, aku baru dengar kabar saudara kami yang beli kereta N-max harga 30juta cash.
disayangkan ajasih, mengingat kereta bebek yang mereka koleksi sudah melebihi jumlah anggota keluarganya.

Memang uang mereka sih, tak ada hakku mengomentari. 
Lagipula rezeki sudah ada yang atur.
Tapi untuk impian kami yang 'masih realistis' ini.
Semoga Allah Meng'Ijabah Doa kami, amin.

Kalau saudara sendiri bisa beli kereta 30juta dengan mudah, masa kami gak bisa beli tanah harga 20juta dan mobil harga 10juta dengan usaha dan doa.
Begitulah kira-kira caraku menyemangati diri.

Sekian dulu ceritanya.

membayangkan jadi nyonya, hehe






November 05, 2023

Konsep NgeBlog, tapi susah konsisten

Sejak mulai Nulis ngeblog, aku gak punya konsep.
i mean, akupun gak tau mau ngeblog soal apa. karna satu satunya alasan buat akun blog ini juga karna aku mau nuangin isi pikiranku lewat digital.
Bukan lewat buku dan pena yang bisa blur, basah, hilang atau robek suatu waktu.

Karna aku mulai nulis diary di sebuah buku harian berwarna sejak masih kelas 3 SD.
isi buku harianku waktu itu kebanyakan soal sekolah dan  kucing.
saat aku kesal dimarahi orang tua, saat kesedihan ditinggal mati seekor kucing yang kuanggap sebagai adik sendiri.
dan saat aku bersumpah gak akan sekolah di suatu tempat karna dibuly oleh seorang cowok random.

kebanyakan sumpahku di masa kecil, terlaksana di masa depan. mungkin karna saat itu hatiku masih sangat suci dan polos, pemikiran juga bersih, jauh dari noda iridengki seperti masa sekarang.

Ketertarikanku pada sesuatu juga seringkali berubah-ubah.
Terkadang suka sekali menggambar dan membuat sketsa pensil. gara-gara ini juga aku belajar Photoshop dan suka ngedit foto digital. di hari berikutnya bisa suka sekali menjahit dan memotong-motong kain menjadi percahan dan menyambungkan kembali. lalu di minggu selanjutnya, aku bisa sangat suka sekali menyanyi dan berolahraga sampai badan sakit semua. Pokoknya apa yang menjadi kesenanganku saat itu, maka itulah yang kukerjakan.
Nah, menulis ini juga menjadi salah satu ketertarikan atau kesukaanku yang berubah-ubah tersebut.

Alhasil, aku jadi tidak konsisten untuk terus menulis.
Karna kalau tidak sedang berkegiatan menulis, berarti aku sedang melakukan hal lain yang sedang kusukai saat itu.

Intinya tidak pernah ada jam kosong yang kulewatkan hanya untuk pasif tanpa melakukan apapun.

Tapi itu tadi, untuk semua hal aku tidak bisa konsisten.

==
Dengan adanya postingan ini, aku harap akan menemukan jalan keluar.
Menemukan solusi dan saran yang tepat.
Agar apapun yang kulakukan tidak terlewat sia-sia.

Memang semua ada bidangnya.
Tapi gak mungkin juga aku mengembangkan semua bidang sekaligus.
Setidaknya aku harus menentukan satu bidang yang paling membuatku 'hidup'.
Dan memperdalam itu disana.



September 30, 2023

Ibuku Ditipu Dukun

 Rambutnya pirang tak terawat, kulitnya hitam, bobotnya kurus dan pakaiannya tidak sopan.

Begitulah kesan pertamaku saat melihat perempuan itu.

Namanya Leni. Tak banyak yang kutau soal dia, tapi dia menipu ibuku.

Leni, bersama sekutunya mengaku bisa menggandakan uang, menarik harta dari dunia Gaib.

Naifnya, ibuku yang lugu percaya padanya.


Tak ada jaminan lulusan perguruan tinggi menjadi manusia yang cerdas.

karna nyatanya ibuku yang lulusan S2 sarjana pendidikan, dan kakakku yang S1 sarjana ekonomi, percaya pada dukun.

Sudah sejak agustus 2022 sampai hari ini, dukun itu memberikan syarat-syarat tak masuk akal demi uang gaib.

Tapi hasilnya Nol, Nihil, Kosong.


Aku tak bisa mengatakan lebih detailnya, karna aku sama sekali tak terlibat disana.

Tapi dari yang kusaksikan sendiri, dukun itu meminta sejumlah uang untuk syarat. 

Membeli daging hewan-hewan tertentu, memasak makanan tertentu, belanja bunga dan obat-obatan aneh, sampai mengamalkan amalan tak berdalil.

Ibu dan kakakku menuruti itu, membaca yasin sampai 1000x. Puasa mutih, dan berikir kalimatullah.

Secara kasat mata, itu baik dan beramal pada Allah.

Tapi mengingat tujuan mereka melakukan itu demi mendapat uang gaib, aku fikir udah salah kaprah.

Pengetahuan agamaku juga tak dalam. Apakah yang seperti itu termasuk syirik. We Never Know.


Bukankah, percaya dan meminta pada selain Allah adalah syirik.

Tapi dengan cara mereka yang rajin sholat dan berikir, dengan tujuan tertentu, apakah benar atau salahkah ?

Kembali pada niat.

Niat di hati mereka yang beribadah, adalah antara mereka dan ALLAH. karna itu bukan ranahku menghakimi.


Yang terbaik yang bisa kulakukan adalah mendoakan mereka (ibu dan kakakku) agar tidak berjalan semakin jauh menuju kemusrikan.

Dan posisiku sekarang sama seperti papa, tinggal jauh dari mereka. Menghindar dan menepi agar terkena dampak dari apa yang mereka lakukan.



Aku jadi teringat teman sekolahku dulu namanya fika.

Nada bicaranya Gemetar, di kelas termasuk yang tidak cerdas.

Dia hanya unggul di pelajaran menggambar dan kesenian.

Jika ada lomba 'menghayal' fika pasti juara 1, karna imajinasinya yang terlalu jauh menembus cakrawala.

Melihat leni, mengingatkanku pada fika.

Gaya bicaranya gemetar dan bahasa tubuhnya tidak sopan.

Ketika makan dia sangat rakus seperti orang kelaparan, tapi badannya sangat kurus seperti orang yang tidak doyan makan.

Mungkin, imajinasi leni menembus jauh kedalam dunia gaib, hingga berfikir bisa menipu ibuku dengan memeras hartanya.


Aku tidak suka leni. Dia membuat ibuku jadi seperti orang hampir gila.

Semua waktu dan uangnya sudah habis dikorbankan untuk memenuhi persyaratan leni.

Sampai kabar terakhir, seluruh kampung tau banyaknya hutang ibu dan ibu sudah tak punya apa-apa untuk membayar hutang itu.

Ibu masih mengharapkan uang gaib dari leni.

Dia sudah habis-habisan, jika berhenti sekarang ibu takut akan sia-sia.

Tapi jika dilanjutkan, kehancuran pasti akan datang cepat atau lambat.


Aku selalu berfikir logis di tahun 2023 ini, mana mungkin ada uang gaib.

atau harta gaib.

Jikapun leni punya kemampuan mengambil uang gaib itu dari dunia lain, kenapa tidak lakukan ritual itu sendiri.

dan nikmati harta itu sendiri.

Kenapa harus dengan mendekati ibuku dan mengatakan hal-hal tidak masuk akal untuk memeras uang ibuku.

Ibuku yang Lugu, dan juga baik. 

dunia ini terlalu tak seimbang untuknya. ibu masih saja berfkir, jika semua orang itu baik dan tak memanfaatkannya.


Lalu aku sebagai anak, aku tak pernah bicara serius soal ini pada ibu.

Selama ini aku hanya terkesan mendiamkan.

Karna aku tau, bicara dengan ibu adalah sia-sia.

Papaku saja tidak pernah diacuhkan kata-katanya.

Pemimpin tertinggi dalam rumah tangga saja ditentangnya demi leni.

Sampai papa menyerah dan pergi.


Aku yang anaknya, yang bukan kebanggannya ini 'apalah daya'.

Berhadapan dengan ibu adalah hal yang sesulit itu. Aku menghargai perasaannya sampai mengatakan fakta soal leni, akupun masih berfikir.

Ya, Siapa yang memahami perasaanku, pasti juga kesulitan menjabarkannya.


Terkadang, aku masih bicara sedikit.

Ibu langsung menyalak dan bicara panjang lebar lebih banyak.

Bicara kemana-mana dan tidak nyambung.


Lagipula sudah sejak sangat lama, kalau bicara ibu tak pernah memikirkan perasaanku.

Karna itu aku tak suka bicara pada ibu.


Aku lebih suka keadaan seperti sekarang ini.

Tinggal jauh dari ibu, merawat suami dan anakku dengan sebaik yang kubisa.

Tidak terlibat dalam persoalan apapun di rumah ibu.

Karna pada dasarnya setiap persoalan yang muncul, bukan disebabkan oleh ulahku.


Adikku yang dikejar deptkolektor karna hutang kereta dan pernikahanhya, itu adalah tanggung jawab adikku.

Kakakku yang bertengkar soal harta dengan suaminya, itu juga persoalan kakakku.

Dan ibu yang berhutang kemana-mana demi leni. Itu bahkan aku tak mau bertanggung jawab sedikitpun, karna aku pure tak tau apa-apa.


Terkadang ibu menelfonku, tapi aku sengaja tak menjawab.

Aku bahkan menghilangkan kontak dengan kakak dan adikku, karna aku tak suka mereka.

Aku terlihat bodoh dan lemah di mata mereka.

Aku juga tak bisa bicara banyak ini dan itu dengan mereka karna itu pasti sia-sia.

Lebih baik aku menulis di catatan ini, walau tak di dengar, tapi setidaknya aku lebih lega.


Dan catatan ini juga akan menjadi bukti jika di masa depan terjadi sesuatu yang tidak kuinginkan.

Dan jika hal-hal buruk merugikanku, aku juga bisa menunjukkan catatan ini pada orang yang tepat.

September 26, 2023

Tujuan Menulis (apa,kenapa, ada apa, ya gak apa-apa)

 Dulu, tujuan awalku membuat blog, adalah menyalurkan hobi menulisku yang terbendung.

Aku tidak perduli ada pembaca yang mengunjungi atau tidak.

Yang penting bisa nulis dulu aja.


Sampai akhirnya mulai banyak yang aku post di blog.

Mulai dari curahan hati yang tidak penting, informasi yang kuanggap perlu disimpan, sampai pada lirik-lirik copast.

Dan disini tujuannya untuk ngeblog jadi berubah, yaitu ingin berbagi.

Tak peduli orang suka atau tidak, yang penting ada yang buka blog_ku, dan dapat sesuatu dari sana.


Tapi ya tapi. Sampai detik aku menuliskan ini, ada sesuatu dari dalam blog yang ternyata bisa menghasilkan Cuan.

Namanya "Adsens".

Akupun yang cuma belajar otodidak ini, tidak pernah tau cara mengoprasikan adsens.

Kulihat ada sekitar 9.020 rupiah penghasilanku disana.

Secara ajaib, akupun takjub. 

Entah bagaimana cara menambah Penghasilan dan mengelola Adsense dengan lebih baik.


Apakah tujuanku ngeblog nanti jadi berubah karna udah tau bisa ngasilkan duit.

Tapi kayaknya enggak deh.

Yang ngasilkan duit, teman-teman yang lain yang lebih pro aja.

Karna aku juga masih bego dan butuh banyak belajar.


Kalaupun seandainya blog ini menghasilkan, ya syukuri alhamulillah aja ya.

Tapi aku gak mungkin ngoyo dan ngejar target juga.

Karna ngeblog masih sekedar hobi. Bukan Bisnis.

Aku mah apa atuh >,<




April 14, 2023

Cuma bisa Kecewa

Setelah menikah, aku selalu berusaha untuk tidak merepotkan orang lain. Dalam arti, hal apapun yang bisa kulakukan sendiri, aku akan mandiri untuk do it self. 

Bukan tak butuh orang lain, tapi sifat introvert yang dulu, masih terbawa sampai saat ini. Aku selalu nyaman berkegiatan sendiri. 

***
Sejak menikah juga, aku sudah tidak punya lagi orang terdekat selain suami dan anak. 

Saudara, walaupun tempat tinggalnya dekat tapi interaksi juga jarang terjadi. 
Teman atau sahabat juga tak ada satupun. Tetangga, hoho apalagi itu. Bertegur sapa saja bisa dibilang langka. 

Aku tak punya teman nyata, yang bisa berbagi cerita. 
Biasanya, kalau ada unek-unek, aku curhat di buku lewat tulisan, atau engga ya di blog ini. 

Ya, kalau lagi di jalan lurus, aku curhatnya sama Allah habis sholat. 😭

∆∆∆
But, today. I want talk something make me disappointed. 
About M A M A. 

Entah apa yang sudah kulakukan hingga mama membalas ku sedemikian rupa.

Mulai dari mencoba memisahkan ku dengan suamiku, menjual kios yang kutempati bertahun-tahun tanpa sepengetahuan ku, sampai mengambil laptop yang bisa kubuat mencari uang. 

Entahlah, mungkin kurang nya rasa sayang mama pada anaknya yang satu ini, yaitu aku. 

Aku cuma bisa bilang kecewa, cuma bisa merasakan sesak di Dada. Tapi tak bisa berbuat apa-apa. 

"Tuhan! Jika doa orang yang teraniaya itu terkabul, maka kabulkanlah doaku yang sudah di aniaya bathin oleh mamaku sendiri".

Sejak menikah, Aku tak pernah secara berulang merepotkan hidup mama. Kalau pun dulu pernah, itu semua diluar kendali dan kehendak ku. 

Tapi yang dilakukan mama padaku sekarang, adalah sudah menzolimi. 

Mama selalu membohongi ku, jadi sebelum kebohongan itu terbongkar sendiri, aku hanya pura-pura tidak tau saja. 

Mama juga tak pernah bilang apapun, termasuk maaf, karena itu aku tak pernah memaafkannya. 

Aku tidak lupa, tak akan pernah lupa atas perlakuan ini. Tak selamanya seseorang itu di atas, tak selamanya juga di bawah. 

Jika di masa depan terjadi sesuatu, aku pasti akan tetap ingat rasa kecewa ini. 

Terlepas dari seberapa banyaknya jasa orang tua. 
Tapi hari ini, orang tua yang kuharapkan bisa berlaku baik, nyatanya menyayat luka di hatiku begitu dalam. 

Satu-satunya cara agar aku tak kecewa, adalah menjadi orang yang berduit. 
Jika Tuhan sayang padaku, pasti akan di ijabah suatu hari. 

Sudahlah, aku ingin teriak sambil menangis 😅😡😠😤😭

March 16, 2023

CARA MELUNASI HUTANG (Solusi AMPUH dan EFEKTIF), dijamin lunas baca sampai habis

Beberapa bulan yang lalu, aku pernah terbelit hutang. Hutang yang tidak terlalu banyak, tapi cukup menguras isi kepala dan perasaan.

Jujurly, berhutang itu gak dosa, terkadang ada kesulitan tertentu dan paksaan keadaan yang membuat kita memutuskan untuk berhutang.
T
api berdasarkan pengalaman pribadiku. berawal dari satu hutang, bisa merembet kehutang-hutang yang lain.

Sedikit bercerita, waktu itu alasanku berhutang adalah untuk biaya pernikahan, sekitar 10juta. Tapi dalam tempo 2tahun hutang itu belum lunas.

Dan tertambah oleh hutang yang lain, saat aku melahirkan anak pertama dan butuh biaya banyak.

Suami yang saat itu belum  ada kerjaan tetap akhirnya membuat hutang kami bertambah 7jutaan lagi.

Na'asnya hutang kami itu berbunga sekitar 25%, jadi upaya pelunasan semakin bertambah sulit.

Tapi syukur Alhamdulillahnya, hutang itu sekarang sudah lunas semua. Tak ada lagi hutang yang tersisa walau seribu rupiah.

Setelah hutang itu lunas akupun bernafas lega, "inilah yang membuat hidup tenang meski tak punya uang, yaitu tak punya hutang". Hohoho

Jadi berdasarkan pengalaman pribadi, Berikut aku akan bagikan kiat-kiat lunasin hutang yang efektif. kenapa aku bilang ini efektif, karna kiat inilah yang kujalani sampai hutangku lunas berdasarkan yang kualami dulu, dan bukan sekedar teori.

Langsung Kita mulai.


  • Banyak ibadah dan Berdoa (hadapi para penagih hutang)

Allah tau, niat hambanya dan Allah pasti akan membantu hambanya yang sedang kesusahan. 'Asalkan mau berusaha, diiringi dengan Doa tentunya'

Ketika para penagih hutang datang kerumah karna sudah jatuh tempo, biasanya aku akan ketakutan dan tutup pintu, apalagi belum ada uang untuk membayar.
Tapi ternyata itu bukan solusi, kita akan tetap didatangi keesokan hari, diteror dari telfon dan bahkan dipanggil sambil ditunggu, yang malah memancing reaksi tetangga yang kepo. kalau sudah begini yang malu kan diri sendiri, dan kita jadi tidak bisa beraktifitas keluar rumah.
Sampai untuk beli garam ke warung saja, saya takut kepergok penagih hutang.

Jadi solusinya, kalau ada yang datang nagih hutang ya kita harus hadapi. Meski Harus dan Mau Bertanggung jawab untuk hal yang kita putuskan sejak awal. Jangan mau tak mau dihadapi, Tapi memang wajib dihadapi.
Karna para penagih hutang juga manusia, dan mereka terkadang juga menagih hutang karna tuntutan pekerjaannya.
Maka, berdoalah pada Allah sebelum menghadapi manusia, karna hanya dengan bantuan Allah kita bisa meluluhkan hati manusia. Bicaralah dengan tutur kata yang baik jika memang belum ada uang untuk membayar, bukan karna tidak mau bayar tapi memang belum ada uang untuk membayar.
Jika kita yang tidak ada uang malah marah-marah, bukankah itu makin menambah masalah.

Jika para penagih hutang yang marah-marah dan mengatakan hal yang menakutkan, percayalah itu hanya spekulasi (permainan kata-kata) yang menjadi senjata mereka untuk menakut-nakuti para penghutang agar segera bayar.
Tapi tidak usah takut, ancaman manusia kalau masih dimulut anggap sebagai angin lalu saja. Kalau mereka sudah bertindak anarkis seperti merusak barang, atau merampas harta benda, itu juga ada hukumnya, bisa dipidana.
Intinya Jangan Takut, Hadapi saja dulu. Dan yakinkan mereka kalau kita pasti akan bayar dan tak ada niat buruk.


  •  Harus bertekad, Lunasin Hutang.

Apapun ceritanya, yang terpenting adalah Niat dan Tekad dalam diri sendiri. Untuk membayar hutang yang ada.
'Seperti yang kukatakan diawal, Niat untuk membayar harus ada, maka nanti solusi akan muncul'.

Karna Ingat-Hutang-Itu-Wajib-Dibayar. Bahkan dalam ajaran agama, jika seorang muslim Meninggal Dunia dan Meninggalkan Hutang, maka dia tidak akan masuk syurga, sebelum hutangnya terbayar semua. bahkan hutangnya harus dibayar dengan kebaikannya /pahala. (sebegitu besarnya hukum soal hutang-piutang, jika ditelaah melalui agama).

Lanjut sama ceritaku, saat hutang sudah menunggu, jatuh tempo untuk dibayar. Secara kebetulan aku dapat pekerjaan di salah satu Perusahaan Pariwisata (Wisata Mercy ThemePark, Medan). yang pada awalnya, kufikir tak akan bisa memperoleh kerjaan bagus di umur 28tahun dan punya 1 anak.

Ternyata Allah membuka kesempatan untukku. Bekerja di perusahaan bagus meskipun lulusan Sma. Tujuanku bekerja sejak awal kutekadkan untuk bayar hutang. dan Alhasil dalam waktu 2bulan, hutangku lunas semua.

"Alhamdulillah sangat membantu"
Gaji dari suamiku, kami gunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Tapi sayangnya setelah 3 bulan bekerja, sesuatu terjadi dan aku tidak lagi diizinkan bekerja sama suami.


  •  Jual Aset yang ada

Adapun solusi berikutnya, adalah menjual aset seperti emas atau harta berharga yang dimiliki. Karna memiliki banyak aset juga tidak etis, jika hutang masih melilit pinggang.

Tidak usah sayang dengan harta yang dimiliki, karna itulah yang kulakukaan saat itu (Sebelum mendapat kerja), barang-barang yang kupunya yang bahkan dulunya kubeli dengan susah payah, kujual agar bisa membayar hutang.
meskipun perasaan sedih dan 'terpaksa' rela, Handphone hasil kerja kerasku sewaktu masih gadis juga kujual demi memperoleh uang.
Beberapa barang lainnya seperti, Komputer, kamera Slr, box musik, cincin emas, etalase toko sampai Televisi semuanya ludes terjual. Melalui kecanggihan marketplace, semua barang itu kujual online, dan para pembeli datang sendiri kerumah.

Waktu itu aku berfikir, untuk apa memiliki semua benda itu, jika hidup tak tenang, menahan malu dikejar penagih hutang. karna aku percaya, jika memang menjadi rezekiku, semua itu akan bisa terbeli kembali. asalkan tak ada lagi hutang yang harus dibayar.

Lagipula Roda kehidupan berputar, tidak selamanya kita dibawah, dan tidak selamanya orang berada di atas.


  • Hidup Hemat

Solusi yang terakhir adalah hidup hemat.

Suamiku itu punya prinsip "Lebih baik tidak makan, daripada harus hidup berhutang".
Suamiku yang background keluarganya juga bukan dari orang berduit, memang diajarkan ibunya untuk 'jangan pernah berhutang'. Dan aku sendiri juga paling tidak suka punya hutang sejak masih gadis. *karna prinsip yang sama ini, kami berjodoh*

Even, kalau beli barang atau benda lebih baik aku beli yang bekas tapi dibayar cash, daripada harus beli baru tapi credit. Nggak tau kenapa, pikiranku gak tenang kalau punya sangkutan sesuatu yang harus dibayar, kesiapapun itu.

Karna hutang yang kami bayar  untuk pernikahan juga adalah ide dari Ibuku. berhubung keuangan belum memadai.  dan...." ini akan kuceritakan di judul blog yang lain...."

Kembali pada Poin hidup berhemat. 'Tahan selera, dan nafsu belanja'.
Itulah yang kulakukan saat proses mencicil hutang. Makan seadanya, yang murah meriah namun bergizi. Seperti Tempe, telur, tauge.
Kalau ingin makan sesuatu, biasanya aku akan tahan 1minggu sebelum membelinya. 
jika dalam 1minggu keinginan makan 'sesuatu' itu masih ada, berarti aku akan beli. tapi jika dalam 1minggu sudah gak kepengen lagi, Alhamdulillah berarti gk harus dibeli.
Biasanya sih, aku ingin makan sate madura bumbu kacang yang pedas itu. hehe

Karna kalau selera diturutin, gak ada habisnya jadi aku belajar untuk tahan selera sampai 1minggu. cara ini cukup aneh, tapi cukup efektif buatku.

Dan juga soal nafsu belanja, biasalah.. wanita ini memang paling senangnya belanja, beli ini itu.. Karna kalau sudah di pasar atau Swalayan, semua barang yang kita tidak punya jadi ingin dibeli. *betul apa betul bu ibu..*

Jadi untuk menekan ini, aku hapus semua aplikasi dan situs Belanja yang ada di handphone. Dan juga kubiasakan untuk belanja sehari-hari di warung kecil daripada supermarket yang besar. Karna warung kecil cenderung tidak lengkap, jadi kita akan membeli secukupnya saja.
Cara ini, cukup ampuh untuk menghindari membeli barang yang 'diinginkan'. karna yang utama dibeli adalah kebutuhan bukan keinginan.

Gimana? 
Awalnya cukup menderita sih, gak bisa makan yang dimau, dan gak bisa beli yang di ingin. tapi karna tekad udah bulat, di hari ini saat tak ada lagi sepenserpun hutang. Akhirnya bisa juga kudapatkan sedikit demi sedikit 'selera' yang dulu selalu tertahan.


  • Jangan Lagi berhutang (utamakan menabung)

Well, Sampailah pada kesimpulan "saat semua hutang sudah lunas, utamakan menabung. dan jangan pernah lagi berhutang"

Well, inilah poiin yang terpenting.

Saat semua poin di atas sudah anda jalani, (seperti yang saya jalani). dan semua hutang terbayar, ubahlah pola pikir dan prinsip hidup, untuk J a n g a n  p e r n a  h   l a g i  b e r h u t a n g.

Pengalaman yang kemarin sudah cukup membuat hidup menderita. T_T

Jika  memiliki keinginan membeli sesuatu, ingatlah tak ada yang instan. Sebisa mungkin menabunglah untuk mendapatkan sesuatu.

Karna jika berhasil membeli sesuatu dari  hasil jerih payah 'menabung' percayalah, barang yang kita miliki akan jauh lebih kita hargai. 
Memperoleh barang yang diidamkan sejak lama akan membuat hati lebih bahagia, juga disertai rasa Syukur yang luar biasa, dibandingkan dengan barang yang didapat dengan cara berhutang. Memang di awal terasa mudah mendapatkannya, tapi pada akhirnya kita akan kesulitan sendiri.

Dan Juga kalau kita punya tabungan, hidup kita ada pegangan, karna tidak ada yang tau apa yang akan terjad di masa depan.
Kebutuhan mendadak itu selalu ada. right !


aku senang karna tak ada hutang. haha

Sekian Informasi Yang bisa Kubagikan. Semoga Bermanfaat.
Semoga yang baca ini, Hutangnya segera Lunas Seperti Saya. Amin

January 25, 2023

Pikiran Adalah Magnet


Pagi ini aku bangun jam 5 pagi, terasa sekali kurang tidur sampai leher pegal kaku.

Semangat yang kubawa hari ini benar-benar bagus.
Mengerjakan semua kegiatan di rumah, selayaknya seorang ibu.
Entah bagaimana dengan ibu-ibu yang lain. Tapi kalau diriku, selalu merasa nyaman kalau sudah selesai mengepak rumah.
Mulai dari, masak-masak, menyapu,mengepel, nyuci baju dan piring, merapikan tempat tidur, hmm..jualan.. jaga rental Ps, sampai pada pekerjaan paling remeh seperti menutup jendela dan pasang obat nyamuk.

Oiya, satu lagi kerjaan penting sebagai ibu "JAGA ANAK". yang kalau dijabarin, mulai dari mandikan, ngasih makan,buat susu berkali-kali.
ngajak main,momong, sampai ada satu insiden, ayunan anakku talinya putus. Membuatnya terjatuh cukup sakit.

Daan.. kalau suamiku.. Kerjaannya sih gak bisa dijabarkan. terserah dia saja mau ngapain.
Tapi tanpanya juga aku kewalahan.
Alhamdulillahnya, dia mau bantu jaga anak hari ini.
hehe

--
Di setiap ibadah dan keseharianku sekarang, ada satu hal yang aku gak tau akan terwujud atau tidak.
Tapi dalam zikirku aku memohon pada Allah, agar aku dan suami dikasih Mobil.
Well, saat ini aku berharap banget bisa punya mobil. Amin

Bukan tanpa alasan keinginan ini muncul.
Semua ini karna aku ingin membahagian orang-orang disekelilingku.

Khususnya anak-anak yang akhir-akhir ini sering datang ngantar rezeki kerumah.
Aku ingin ngajak mereka jalan-jalan kekota medan. Minimal ke pasar malam yang harganya limaribuan.
 
Aku tuh bukan mau pamer atau sok-sok'an, tapi bagiku anak-anak di daerahku tergolong tak pernah 'diajak jalan-jalan' sama orang tuanya.
aku  bisa merasakan jadi mereka. Masa kecil yang dijalani cuma sekali, tapi kenangan pergi ke tempat-tempat mainan bahkan gak ada.
Karna waktu kecil aku juga seperti mereka.
sangat jarang, bahkan bisa dibilang Gak pernah diajak orang tua liburan atau jalan ke tempat yang banyak mainannya.
Bukan karna tak punya uang, tapi mungkin karna tak adanya waktu.
Papa yang sibuk kerja, dan mama yang sibuk ngurus ini itu dirumah.

Doaku untuk bisa beli mobil sendiri juga dipicu sama mama, yang baru-baru ini telah menjual mobil Toyota Corolla Twincam miliknya.
Aku sedih dan sedikit kecewa, gimana tidak, dalam keluarga dan saudara kami yang sekampung ini, tak ada satupun  yang punya mobil.
Hitung-hitung usaha sampingan kalau-kalau ada saudara yang mau pergi kemana, nanti bisa diantarkan.
Isi uang minyak saja, sekalian jalan-jalan gitu. hehe

Gak mungkin gak butuh, di saat-saat genting dan situasi tertentu, saudara2 pasti butuh tumpangan mobil.

btw Dulu, mobil Taff papa dijual untuk membayar hutang adeknya mama. Sekarang karna satu-satunya mobil dalam keluarga juga terjual.
karna itu, aku ingin beli mobil juga. Sungguh, Really, Yeah..
 
Keinginan ini makin menggebu, karna suamiku dulunya supir di kualanamu, menyetir mobil adalah keahliannya.
Dia tau jalan-jalan di kota medan, lihai mengendarai mobil, dan juga tak diragukan jika untuk merawat mobil.
Kalau punya mobil, maka itu akan jadi istri keduanya.

well, Tak harus mobil mahal, mobil sekarang banyak sekali yang dijual dengan harga luar biasa murah.
bisa kubayangkan, kebahagiaan keluarga kecilku jika bisa punya mobil sendiri.

Berharap dan bermimpi gak ada salahnya.
saat ini aku sedang mengusahakan apa yang ada di depan mata seadanya saja.
Roda dunia ini berputar, gak mungkin selamanya susah seperti ini, dan yang kaya tak mungkin selamanya sejahtera seperti sekarang.
Allah itu maha Adil. Kun Fayakun, semuanya akan terjadi, jika Allah berkehendak.

Aku Percaya, even sangat percaya Pikiranku, adalah sesuatu yang akan terealisasi menjadi nyata, jika dibarengi dengan tindakan.
Pikiran juga ibarat Magnet. Dia akan menarik hal positif  jika isinya positif, dan akan menarik hal buruk, jika yang dipikirkan juga negatif terus.

Semoga Allah mengIjabah Doa dan keinginanku ini. Amin
*diaminkan minimal 40 orang, maka akan jadi nyata* 


Peace😇😇😇

October 21, 2022

SISI GELAP IBU KU

Orang Sehatpun akan jadi sakit jika tinggal di rumah sakit

Oraang Waraspun akan jadi sakit jiwa jika tinggal di liingkungan Rumah sakit jiwa

Dan orang yang terarah akan jadi kacau,  jika tinggal di rumah ibuku


Aslinya -sebenar benarnya- saya adalah orang yang rapi, orang yang suka keteraturan.

Dan saya selalu ingin mengutamakan kenyamanan di manapun saya tinggal.

Tapi setelah memutuskan untuk tinggal 1 minggu dirumah ibu lagi, tak satupun hal di atas bisa kuwujudkan.


Memang sebelumnya -saat masih gadis- saya tinggal dirumah ibu.

Tapi lalu saat menikah saya tinggal terpisah bersama suami dan anak.

Dan saat rumah tempat kami tinggal diusik, kami terpaksa harus tinggal lagi bersama ibu.


Seingatku, selama bersama ibu.

Ibuku itu suaranya berisik sekalii.

Memang sejak dulu sudah berisik, tapi setiap kali bicara memang karakternya begitu, sangat berisik.

Berisik yang saya maksud itu modelan mulut cerewet yang membuat gondok.

Ibuku selalu mengungkapkan segala sesuatu tanpa difilter, dan disaring lebih dulu.

Apapun yang ada dikepalanya pasti terceploskan begitu saja.

Entah itu hal penting, hal tidak penting sampai pada hal yang menyakiti hati orang lain, pasti dikoarkan.

Mulutnya selalu merocos setiap menit seiap detik tanpa istirahat.

"cicit cuit bersahutan seperti burung betet".


Dulu selama tinggal bersama ibu, saya selalu terganggu, Tapi setelah punya suami, hal itu semakin membuatku sakit kepala.

Bukan hanya aku, semua orang disekelilingnya juga sering terlukai kata-kata ibu. Bapak, adik, sampai suamiku, mereka juga selalu pusing mendengar kata-kata ibu.

Mungkin tujuan ibu hanya meluapkan isi hatinya, tapi tanpa sadar -tak terhitung lagi- hal itu melukai orang disekelilingnya.


Hal itu sangat berbanding terbalik denganku.

Aku adalah tipe orang yang malas ngomong, apalagi bicara hal yang tak penting.

Kalau sudah tak tertahankan, ya jatuhnya saya akan menuliskan isi hati saya, dibanding harus mengoarkannya.


Sampai akhirnya saya terpikirkan satu solusi yaitu untuk menganggap semua kata-kata ibu adalah cakap kosong, yang tak perlu dimasukkan ke hati.

Jika aku bisa menganggapnya begitu maka semuanya akan beres.

Karna ibu selalu mengatakan hal yang berubah-ubah, hari ini ABC besok XYZ. Bahkan kalau berjanji kata-kata ibu tidak bisa dipegang.

ibu

Selama tinggal bersama ibu, aku hanya bicara hal-hal penting pada suamiku saja.

Karna suamiku adalah sosok yang mirip diriku. Bicara dengannya tidak akan terasa sia-sia.

September 17, 2022

Flural


Hidupku yang Acak dan Abstrak, penuh Omong Kosong yang Haquiqui.
Ya, aku baru saja mendapati sebuha fakta baru tentang keluargaku. Dimana sosok ibu, telah mempercayai jalan sesat untuk bertemu seorang ‘dukun’ dan minta kaya.
Haha, terdengar konyol sekaligus pem-bo-do-han.
Ketika bekerja secara normal, tak memberikan hasil yang di inginkan, maka jalan tempuh untuk mempercayai dukun pun diambil.
Ironi sekali.
Bathin.
Suamiku tak lagi membuat bathin nyaman dan bahagia.
kurasa dia terpengaruh oleh sesuatu di luar sana.
Aku butuh bertemu Psikolog, ahli agama, atau apapun itu untuk membantuku mengatasi tekanan bathin ini.
Sungguh menyiksa rasanya, tubuhku oyong, kepala pusing, mata sayu dan lemas.
tapi suami malah memaksa dan selalu menyalahkan segalanya padaku.
Aku sudah memperingatkannya tadi. Janji-janjinya itu, dia jangan sampai lupa. Aku sudah member kesempatan ke2 untuknya agar bisa berubah.
tapi seperti yang nyata adanya, watak yang sudah mendarah daging takkan segampang itu membolakbalikkan-nya.
Bukan sekali dua kali kukatakan aku tak suka mulut kotornya yang kerap memaki itu.
tapi boro-boro berhenti memaki, kian hari malah makin parah saja.
Dan hari ini aku mengenal beberapa sosok ‘yang nyatanya’ tak pergi meninggalkan dan malah mau membantu di kala aku susah.
Yang pertama adalah kakakku yang mentransfer 50rb saat kondisinya pun krisis, yang kedua adikku yang tf 50rb jg, dengan harapan dia akan mulai tinggal di sini besok senin, dan  yang terakhir itu Masia anak sulung Alm,Wak ateng. Yang bukan hanya meminjamkan tapi memberiku Cuma-Cuma 150rb.
Demi Apapun !
Aku takkan lupakan kebaikan saudara-saudaraku itu.
Dan ada 2 orang yang ternyata ‘Pergi’ ketika aku susah.
yang  pertama itu bg Firman, yang dulunya kukira adalah seorang penyelamat, ternyata diam-diam memblokir WA dan tak menjelaskan apa-apa. Padahal kalau dia tak bisa membantu, bilang maaf saja cukup. Tapi jika dia memblokir WA q, itu artinya, kami akan kehilangan kontak selamanya.
Mungkin, perkenalan kita cukup sampai sini saja.
Nama yang kedua itu bg Ferdy, yang dari omong besarnya seolah mau menggantikan posisi suamiku.

September 13, 2022

T o x i c


Toxic itu judul yang udah lama mau ku ketik disini, tapi baru kesampaian sekarang.
Aku sedang membenahi hidupku, hariku, tujuanku.
meskipun entah kenapa, perutku selalu lapar, dan mulutku selalu berselera menelan apapun akhir-akhir ini.
Uang di kantongku tinggal tiga ribu rupiah. Beras yang tersisa mungkin cukup untuk 2 hari lagi, susu anakku juga sudah pasti akan habis tak lama lagi. Tak ingin dipikirkan, hanya ingin pasrah saja. Meski nyatanya nunggu gajian suami seminggu lagi.
Aku coba pilah siapakah yang bisa membantuku di saat seperti ini ? adakah ?
Di kontak Hp-ku tak ada siapapun yang sepertinya bisa membantu. Mungkin hanya bg Firman, ex Friend ketika berkesempatan bekerja di mercy. Itupun tak boleh berharap dipinjamkan uang tanpa bunga.
So, saudara ? Haha 
Dari pihak suami, apalah daya, mereka juga susah, malah bisa jadi lebih susah daripada kami.
Kalau saudara dari pihakku, yang sudah jelas-jelas tak begitu susah, bisajadi mereka bisa bantu. Tapi aku tak mau dipandang hina.
Terkhusus, dihina sama ibu kandung sendiri soal suami tak bisa cari uang, dan soal anak yang tak diurus dengan baik.
Ah,, enough, is enough.
mama berantakan luar biasa, yang sudah pasti takkan mampu membenahi hidupku.
Aku bahkan tak suka lagi berkunjung ke rumah mama, yang dulunya adalah rumah paling nyaman dan kusukai.
Karna setiap kali pulang membawa putri kecilku, mama selalu bilang, anakku kurus, tak dikasih makan, kurang asupan, tak kasihan, bla,bla,bla.
CUKUP !
Anakku yang cantik dan pintar ini entah kenapa mama bandingkan sama anak kakakku yang Cuma menang ‘gendut’itu.
Berkata seolah mama yang kasih uang untuk membiayai hidup. Tapi sebagai seorang ibu –yang masih baru- itu cukup melukai perasaanku.
Rasanya kalau bukan karna barang-barang milikku yang tertinggal dirumah, aku tak sudi lagi datang kesana.
seperti rasa kecewa yang tak ada obatnya. Mulai dari tempat berteduh, para saudara, tetangga, dan kenyamanan hidup. Aku fikir, Jatikesuma Namorambe adalah sebuah Jalan dan Tempat yang Layak untuk ditinggalkan. Kalau perlu SELAMANYA.
Kembali sama Toxic a.k.a Racun.
Sekelilingku, semuanya Toxic.
Keluargaku adalah Toxic.
Papa yang sekarang sudah kehilangan wibawa, serta tanggung jawabnya sebagai pemimpin. Everything, dikendalikan sama Mama, yang berantakan luar biasa, tapi selalu ‘sok pahlahan’mengatasi semua kesulitan orang lain.
Adek cowok, yang menempel seperti parasit pada orang tua, yang dari hari ini saja sudah terpantau masa depannya -yang tak akan jadi apa-apa tanpa mama-.
ditambah satu sosok lagi sumber masalah, si paman pengguna narkoba, yang kian hari hidupnya kian memprihatinkan. Yang takkan bisa bertahan hidup tanpa menyusahkan orang-orang disekelilingnya.
Ya.. itulah kenyataan.
Bukan menjelek-jelekkan, hanya bicara fakta dan ungkapan kegondokan isi dada.
Atas dasar itulah, akhirnya aku ikut sama suamiku. Meskipun suami juga sumber Toxic. Setidaknya hanya ada satu toxic yang kuhadapi setiap hari. Dibanding aku harus hidup di sana dan menghadapi semua toxic yang ada.
Dan, meskipun suami sumber toxic, terkadang suami juga yang menjadi penawar dari toxic.
Bersamanya, Aku bisa Gondok setiap waktu, tapi sekarang, dialah yang menghidupi dan mendanai aku dan anakku. So, aku harap aku bisa lebih sabar lagi dalam menghadapinya.

March 21, 2021

Percaya Part 2


Abanga..
Adek’a..
Tayanga..
Boto..na..
Ingat itu, Panggilan sayang kita.
Syafridun Rambe,
Aku tak pernah bertemu Cinta sebesar perasaanku padamu, yang mampu membuatku benar-benar setia hanya pada satu orang, yaitu Kamu.
Aku tak peduli sebesar apa kesalahanmu di masa lalu, aku gak mau ingat kalau kau pernah hampir menikah dan punya anak dengan wanita lain. Aku gak mau menyakiti dirimu dengan mengingatkanmu pada kisah indahmu di masa lalu.
Meskipun kadang kamu gak bisa begitu.
Masih saja kau mengingatkanku pada masa lalu, dan gak menerima kenyataan itu.
Tak taukah kau, kesalahanku yang kau ungkit, nyatanya itu menyakiti diriku sendiri.
Karna kau adalah diriku juga.
..
Jika memang kita harus berpisah selamanya. Percayalah aku masih mencintaimu sampai akhir hayatku.
Dan kau,
jika kau benar-benar kecewa padaku karna amarahku hari ini.
Silahkan carilah wanita yang lain,
Yang lebih cantik dan lebih baik. Semoga bisa menandingi kesabaranku dalam menghadapimu.
Atau carilah wanita yang masih Suci dan belum pernah disentuh oleh orang lain, apakah hatinya akan setulus dan sebesar kasihku  padamu.
Dan juga, maukah wanita itu berkorban sebesar pengorbananku padamu.
Terimakasih Sayangku.
Bersamamu aku benar-benar merasakan kebahagiaan.
Meskipun tak lama.
Terimakasih sudah membantuku memiliki seorang Putri Cantik yang kita panggil dia Micher.
Aku janji akan menjaganya sampai aku Mati.

September 05, 2019

PERNIKAHAN dan KAWIN SOAL “NALAR”


Kita sedang berada dalam ironi kehidupan.

Pandangan Masyarakat, memaksa kita untuk menjalani hal-hal yang sejatinya bukan keinginan kita sendiri.

Sebuah kenyataan yang selalu membuatku tak habis fikir, karna di depan mataku sering kusaksikan anak-anak ‘bodoh’ yang terlahir dari keterbelakangan orang tuanya.

KAWIN, adalah dorongan seksual manusia dari jaman Moyang. Naluri berkembang biak tularan para binatang.

Aku tidak bilang mereka yang sudah kawin dan berkembang biak adalah keputusan yang salah. Toh, aku ada disini juga karna orang tuaku dulu kawin.

Tapi beruntungnya hari ini aku belum kawin.
Jadi aku punya Nalar untuk berfikir dan memutuskan hal penting di masa depan.

Hanya kasihan saja sama orang yang Cuma ngikutin naluri kawin, tanpa Nalar lebih dulu ‘Makna Pernikahan’.

Ngurus diri sendiri Gak Mampu, Gak sanggup, lalu Ngebet Kawin sok sokan ngurusin Pasangan dan Anak.

Gimana bisa menghasilkan Generasi Bermutu.
Kepala bawah menegendalikan kepala atas.

Semakin lama semakin ancur berantakan penduduk.
Negara maju cuma jadi angan.

Hanya karna perkara Kawin.
dan Anggapan Masyarakat kolot.