Featured Post

Bye, Cats

January 26, 2019

Lose Is 'Hilang


Hari ini benar-benar kehilangan Kabarmu.
Enggak mau kasih kabar duluan karna aku Gengsi.     :P

Dan aku harus bisa bersikap seolah biasa. Karna ini adalah keputusanku semalam.
Malam minggu yang kelabu dan jadi hampa.

Agak tertatih-tatih pasti memperjuangkan hari untuk melewatkanmu. Karna biasanya kamu yang selalu datang menghampiriku.
Tapi melihatmu sudah punya Android baru. Aku sangat yakin kamu sudah bisa berkomunikasi dengan mereka lagi. Para Customer dan Pelanggan dan Wanita Cantik.

Jujur saja aku tidak ikhlas sedikitpun bila kamu dekat dengan wanita. Meski itu Customer, baru kenalan atau hanya teman, apalagi sekedar masa lalu.
Aku benar-benar gak ingin ada yang lain yang kau sukai selain diriku.
Itu karna dirimu berbeda, yang hanya pakai hati untuk mencintai satu wujud.   
Dan karna kamu yang awalnya membuatku jadi begini.
Aku ingat siapa yang pertama kali menghianati kesetiaan ini. Ya. Dia adalah Kau. Bajingan Kau !

Laki-laki yang bisa dibayar dengan uang. Yang bisa diajak kemanapun jika tujuannya Uang.         
Uang, uang dan uang. Tanpa kau sadari jika keikhlasan juga penting.
Keikhlasan jauh lebih tak ternilai dibandingkan dengan uang sebanyak apapun nominalnya.
Aku luangkan waktu untuk menulis. Memikirkan unek-unek yang selalu terpendam dan ingin meluap.
Kuluapkan disini berharap mengurangi sedikit sesak di dada.
Yes,, Mulai besok harus hilang pelan-pelan.


January 25, 2019

Kamu yang Perhitungan ..Lah aku kudu piye..


Bukan karna aku tidak pengertian. Bukan juga karna aku tidak memahami kondisi.
Tapi, apa yang kuhadapi sekarang adalah hal kimak yang menggrogoti keyakinan dan ketulusan di hati.
Melihat kegigihanmu dalam bertahan dan sifat keras kepalamu yang luar biasa bebal.
Aku kehabisan cara untuk mendepakmu lenyap dari hidupku.
Karna semua yang terjadi kemarin masih terasa baru dan hangat di ingatan.
Malam hari tiba, dan aku mengirim pesan yang sangat teramat menyakiti hatimu.
Aku mengetiknya di Whatsapp, panjang dan jelas.      
Soal uang 25juta, yang akupun mungkin harus setengah mati jika diminta mengumpulkan sebanyak itu.

Soal budaya dan keyakinan yang dianut ayah ibu yang mau gak mau, mendepak paksa kedua anaknya untuk berpisah.
Aku setuju lho sama ayah ibuku. Itu juga yang pernah mereka lalui dulu, waktu menikahkan putri pertamanya.
Tapi tampaknya kamu juga sangat setuju dengan ayah ibumu. Yang memintamu menyimpan uangmu lebih banyak daripada menikahi gadis tak berguna seperti aku. 

Kalau memang kamu tak sanggup menahan nafsu, Coba menikahlah.
Tapi kalau belum mampu menikah. Coba putuskanlah pacarmu.    
Dia bukan pelampiasan Nafsumu.

Kalau mau bicara soal 25juta itu. Aku tidak akan menerimanya, sepenserpun tidak akan. Kalau nanti ujung-ujungnya kau hanya akan mengungkit-ungkit itu.        

Hargaku memang murah, Gimana ?
Aku kudu Piye..   


Gustii.. Tolonglah hambamu ini…

January 24, 2019

Uang


Kita Tau Masalahnya

Masalahnya adalah UANG.

Dan kamu belum Dewasa.

Dan kita tidak bisa Tegas.

Dan aku merasa tidak dihargai keluargamu.

Dan ibumu merasa tidak dihargai di keluargaku.

Dan kita beda budaya.









 

January 02, 2019

First Day in 2019


Aku berdandan cukup cantik malam ini, meskipun tidak mandi sore hari. haha
 Berharap seorang pria akan memujiku, jika malam ini aku cantik.
*sampe segitunya.

Di detik terakhir pergantian tahun 2018 ke 2019.  Aku ingin seseorang memberiku kejutan.
Dan benar saja.

Tiba-tiba kuhubungi Ari lewat Watsap. Kami bicara hampir 2 jam melalui Video Call.

Hal yang membuatku terguncang tiba-tiba waktu aku mendapati kejujurannya, ternyata dia memiliki masa lalu yang nyaris mirip -mengagetkannya- dengan masa laluku.

Satu demi satu pengakuan yang entah kenapa malah membuatku -serasa sangat dekat dengannya-.

Bukan tanpa rencana, aku dan dia kembali didekatkan.
Tuhan mungkin sedang mengujiku. Tuhan sedang mendengar Doa dan Harapanku untuk bisa menemukan seseorang yang tepat.
Even, yang Paling Tepat.

Ada banyak hal yang tidak bisa diubah dalam diri seseorang. Salah satunya Karakter, Doktrin dan Pemahaman bawaan yang dianutnya sejak lama.

Seperti karakternya laki-laki muda yang memanggilku Cinta.
Aku yakin dia akan tetap keras kepala dan susah dibilangin kalau seandainya kami sudah bersama.
Dia akan terus mengingat semua kesalahanku, Penghianatan, dan kata-kata menyakitkan yang pernah kulakukan dan katakan padanya.
Dia akan tetap menganggap dirinya paling benar dan hebat, tanpa mau menyaring saran dari orang lain. Even, saran dari keluarganya sendiri.

Lalu, semakin lama aku bisa menjamin bahwa aku dan dia, hanya akan Bertengkar, berbeda pendapat dan mengutarakan segalanya melalui jalan pintas yang disebut Nafsu.

Tidak kubayangkan bagaimana jadinya hidupku jika kulanjutkan bersama seorang laki-laki pelit dan berkulit hitam. Mungkin aku bisa mengalami penuaan dini.

--
Kusempatkan menatap wajah chabimu beberapa kali dari Video Call Watsap itu.
Sesekali tersenyum sangat manis, tapi tak jarang  malah terlihat seperti bapak-bapak anak 2.
Aku suka senyum manismu itu, dengan 2 gigi graham bolong yang pernah tercabut 1 (seperti gigiku). Dan juga, suka alis tebal itu, rambut lurus dan sehat, kulit putih dan hidung sedikit tinggi.

Bisa kubanyangkan betapa laki-laki ini akan membuatku tersenyum di pagi hari ketika aku terbangun disampingnya, menatap wajahnya yang masih tertidur pulas.
Tampan dan putih.

Aku memimpikan mu 3kali sebelum akhirnya kusimpulkan jika pertemuan kita ini adalah alam bawah sadar dari sang rindu yang menuntun kita untuk kembali bersua.

Sang rindu mungkin tau, jika sosokmu adalah laki-laki yang menarik yang sedang membuka peluang untuk bisa menerima kehadiran 'Cinta' yang baru.
Tanpa sadar dia muncul di mimpi dengan wujud tampan dan bisa kubanggakan.

Aku menatapmu seperti nyata dihadapanku.
Mimpi itu membuatku bertanya kembali.

Siapa kah aku?
Siapakah kamu ?

Dan di malam akhir tahun ini aku menemukan jawaban. Jika aku dan kamu adalah Misterius takdir. Yang nyatanya sama.

January 01, 2019

Menghindar


Kamu menghubungiku lebih dari 25kali sejak malam tahun baru dimulai.
Aku tau sebanyak itu kamu menelfon karna aku memblokir panggilannya.
Panggilanmu masuk, tapi tertolak secara otomatis dari ponselku.
Dalam fikiranmu, mungkin aku bertindak sangat tega padamu. Aku sudah jahat karna tanpa alasan menghindar darimu begitu saja.
Kamu tidak habis fikir karna lagi dan lagi aku bersikap seolah kamu sudah berbuat kesalahan yang membuatku marah.

Tapi tidak sayangku.   
Aku tidak seperti apa yang kaufikirkan (meskipun aku tak tau apa yang kau fikirkan).

Aku hanya, memiliki alasan dan pemahamanku sendiri.
Bukan hanya soal aku telah membohongi perasaanku. Tapi ini juga soal pertimbangan yang kuputuskan sebelum tahun 2018 berakhir.
Yaitu, aku harus berakhir denganmu bersama dengan berakhirnya tahun.

Aku ingin menghindarimu, apapun ceritanya.
Karna aku tidak lagi memiliki keinginan untuk bersamamu.
Aku sudah cukup kecewa dengan rencana pernikahan kita yang gagal.
Aku juga sudah cukup merasa terhina dengan Pernyataanmu yang selalu -Lagi dan Lagi- mengungkit masa laluku yang nyatanya kamu tidak tau dan memiliki andil apa-apa disana.
Harga diriku sudah cukup terinjak-injak oleh Nafsu.

Aku sudah kehilangan harapan dan rencana bersamamu sejak kau mulai menyadarkanku jika diriku memang tidak ada harganya dan tidak layak dihargai lagi.
Kamu yang semakin lama semakin jauh dari harapan.

Mungkin! disana kau sedang berusaha untuk memperjuangkanku. Tapi ketahuilah kekasihku, aku disini dengan perasaan tak rela, berharap kau berhenti bertahan dan bekerja keras demi aku.
Bekerjalah demi dirimu sendiri. Bertahanlah untuk luka yang kutinggalkan ini beberapa saat saja.
Karna nanti, jika sudah tiba waktunya, kau juga akan bahagia. Jauh lebih Bahagia dibanding ketika masih bersamaku.

Aku yakin, Kau pasti takkan sudi merindukan seseorang sepertiku, yang telah mencampakkanmu seperti Sampah. –Lagi dan lagi-.
Sekuat-kuatnya kamu bertahan, Percayalah akan  ada saatnya kamu lelah dan ingin berhenti.
Seperti aku yang dulu. Seperti aku yang pernah hidup di masa lalu, sebelum kau mengenalku.


LOL

Rezeki 

Lagi dan lagi.

Sebenarnya aku gak perlu lagi ditanya apakah aku benar-benar yakin atau malah masih ragu untuk bersamamu. 

Tapi, mama dan kakakku hari ini menanyakan itu. Aku jawab “aku yakin, dia orangnya penyayang”

Dan mama nyambung omonganku “tapi dia pelit”.

FAKKK

Harus berapa kali bahas ini, aku capek.

December 18, 2018

Dalam Tetes Hujan

Dalam tetes hujan, yang dilihat oleh orang lain adalah tetesan air.
Tapi yang kulihat adalah air mata rindu yang luruh dari langit.

Aku Percaya, Dalam setiap tetes hujan ada sebuah lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yang rindu. Ada sebuah melodi yang dapat dirasakan oleh setiap jiwa yang kesepian
Diiringi angin dingin, merasuk ke dalam hati yang sedang pilu luruh.

---
Sendunya wajah mu, dulu pernah mengitari hariku dengan keindahan.
Tak kusangka kini, betapa wajah itu bisa meruntuhkan harapanku, hanya dengan membayangkannya.

Aku sedang sendiri, Saat Hujan kembali bernyanyi. Berlindung di teduhnya atap, berdua dengan kenangan.
Tanpa sadar air mataku jatuh bersama hujan.
Rasanya perih, seperti luka yang ditetesi  air garam

Aku merindukanmu sejak detik pertama kau meninggalkanku
Dan raut wajahmu menjadi siluet manis yang tersimpan diingatanku

Seperti saat pertama melihatmu, aku langsung mencintaimu.
Dan seperti saat pertama mendengar tetes hujan. Aku langsung Merindukanmu

Tak taukah kamu, dalam tetes hujan, aku merasakanmu..
Sayangku, Jodohku yang telah pergi..

By : CherryAlfitra