Featured Post

Bye, Cats

November 22, 2018

Nonton Film Suzzana "Bernafas Dalam Kubur"

 PENGALAMAN KEDUA KALI NONTON BIOSKOP. DI MILLENIUM MALL SAMA SEPUPUKU RANI.

MAKLUMLAH BUKAN ORANG YANG DOYAN BUANG DUIT UNTUK NONTON BIOSKOP. HEHE

FIRST TIME, WITH MY SISTER YA, WATCH "TALI POCONG PERAWAN". GATAUDEH KENAPA SELALU MILIHNYA PILM HOROR.

Film ini menghidupkan kembali sosok Suzana yang diperankan sama Luna Maya.

Berikut Foto kenangannya..

tiketnya





yah, itu aja gak usah banyak-banyak. hehe

November 12, 2018

Sebuah Cerita, Sebuah Pelajaran (SHMN ANDK PRTM)


Perjalan cinta, terkadang membuat kita salah langkah. Langkah yang dalam ingatan sudah terukir indah, nyatanya harus terbenam meninggalkan duka.

 ==
Kau tau anak adam, jangan sok-sokan bilang bisa nahan amarah, dan sanggup menahan nafsu dalam kasusmu yang sedang  jatuh cinta.

Karna dari sudut pandang aku, Cinta selalu jadi kesempatan bagi setan merusak dan mempengaruhi jiwa - lebih jauh ke dalam lubuk hati manusia.
Tak jarang itu bisa meremukkan perasaanmu secara sempurna dan luar biasa.

Dulu, Cinta yang salah itu juga pernah menghampiri hatiku.

--
Laki-laki itu bernama Sahmono andika pratama, dia punya marga karo di ujung namanya.
Aku tidak menyamarkan nama itu, dengan alasan semoga aku bisa mengingat dan benar-benar membayangkan masa ketika aku sedang berjalan disampingnya.

Dan satu hal, kuharap tidak akan ada orang yang mengenal kami yang membaca tulisan ini. Karna demi Tuhan. Kutulis catatan ini untuk mengenang diriku dan masa laluku kelak.
Untuk aku, dan hanya untuk aku.

Jika kau kebetulan menemukan blog dan tulisan ini, Kuharap kalian tidak menyalahkan aku. Tidak menghakimi dan mengatakan hal-hal yang tidak baik.
Karna aku tidak pernah memaksa siapapun untuk mampir dan membaca blog ini. Jika kau membacanya, pastikan itu hanya sekedar membaca -tanpa paksaan- tanpa tendensi. Bukan untuk menghakimi atau menuntutku semaumu.

-
Aku tidak ingat lagi tanggal, bulan dan tahun dimana aku bertemu dan mulai mengenal andika sahmono. 
Yang jelas itu sudah hampir berlalu 3tahun.

Perkenalan yang diawali waktu sama-sama menghadiri acara ulang tahun anak pemilik tempatku bekerja, tidak disangka menjadi perkenalan yang dekat dan intens.

Kami pernah jalan-jalan di malam hari, duduk di lesehan yang menyediakan jus biasa dengan harga super mahal.
Entah kurang dana, atau arus listrik yang tidak stabil cahaya lampu di lesehan itu sedikit redup. Untuk pertama kalinya di tempat itu aku duduk berdua dengannya. kami bicara banyak soal keluarga, sampai tiba-tiba seekor ular berukuran lingkar jempol kaki orang dewasa lewat dihadapan kami.
Aku kaget dan seperti sebuah Miracle, orang2 yang ada disitu juga sama kagetnya. Kemunculan ular itu membuatku bertanya-tanya ada apa gerangan. Tak lama kamipun pulang.

Agamanya adalah Kristen, Tapi bukan kristen yang taat. Semasa aku kenal dia, hampir semua teman dan orang-orang memintaku untuk tidak berteman dengannya. Dia adalah salah satu anggota 'Himpunann Pemuda' di kampung. Yang judul besarnya mau bawa aman, tapi malah meresahkan warga.
Anggota-anggota semacam ini setau aku, terkadang jadi antek2 polisi untuk menyelediki suatu kasus yang udah dilaporkan warga. Tapi lebih dari itu, dimata warga. Mereka lebih terlihat sebagai Preman, Tukang malakin orang, sekumpulan penjudi dan Juga peminum tuak. Dan Andika ini adalah salah satu dari mereka.

Aku melihat jika gayanya memang seperti Preman, karna ada beberapa Tato yang menghiasi tubuh dan lengannya. Dan aku tau jika dia salah satu pengkonsumsi Narkoba.b Karna dari beberapa ciri tubuhnya, aku membaca itu.
Tapi bagiku saat itu, dia tetaplah manusia biasa. Dibalik stigma negativ yang diberikan orang padanya, aku tau manusia ini masih punya hati nurani. karna setidaknya, dia tidak pernah jahat padaku.

Ada sebuah cincin besi putih yang pernah kuminta darinya. Entah kenapa, cincin itu mirip dengan cincin yang pernah diberikan oleh mantanku dulu, yang agamanya juga non muslim.
Tidak mendetail, tapi bisa kuperhatikan darinya, ada beberapa kebiasaan yang kudapati dalam dirinya yang mirip dengan mantanku dulu. Karna masih dalam tahap Move On, hal itu juga menjadi alasan kenapa aku tetap ingin berteman dengannya. 

Di Facebook, aku pernah mengUpload foto bersama teman yang kami ambil waktu ada acara Sunatan di dekat rumah. Di foto itu kami pernah begitu akrab, dan saling tertawa.
Selang beberapa hari, kami pergi mengunjungi satu tempat bersama. Pergi yang tanpa pamit dan tanpa rencana, yang meninggalkan cerita sampai hari ini.

Tempat itu cukup indah, tidak banyak penduduk dan ada sungai besar berbatu yang di dalamnya mengalir air berwarna kehijauan. Jika sedang musim hujan, air itu berubah warna menjadi kecoklatan.
Kami tidak menyentuh air ataupun mandi2 di sungai itu, Tapi berjalan disampingnya menyusuri pohon dan juga kolam ikan.
Pohon2 besar yang sesekali menjatuhkan bunga  berwarna putih dan orens, Membuatku kagum.

Waktu itu sore hari sekitar jam setengah lima, Andika menyatakan perasaannya, dia bilang ingin menjadi pacarku dan sebagainya. Aku terdiam menatapnya, bukan karna aku menyukainya, tapi lebih karna kebenaran yang kudapati di matanya. Dia sedang berbohong. 
Aku tau, ada hal yang lebih diinginkan seorang laki-laki dibanding hanya sebuah ikatan. Hati kecilku bisa membaca kebohongan itu, Andika tidak benar-benar menyukaiku. Dia hanya menginginkan yang lain. Dan juga,Seorang peminum tuak tidak mungkin bisa membahagiakan orang yang disayanginya apapun ceritanya.

Perlahan, aku menyesal karna sudah ikut dan datang ke tempat ini bersamanya. Tempat yang sederhana dan romantis, tapi bicara dengan seorang penipu.

"Aku enggak bisa, aku enggak suka sama kamu. selama ini aku hanya melihatmu mirip dengan mantanku. karna itu aku mau berteman denganmu" Hanya itu yang kukatakan. Sampai raut wajahnya berubah kecewa dan kesal.

Saat itu hujan turun,cukup deras.
Andika terus saja bicara banyak dan menjelaskan padaku hal-hal yang sebetulnya tidak perlu kuketahui. 
Aku cukup mengerti kondisinya, dan itu membuatku sedikit kasihan pada andika yang malang. Aku minta maaf dan menggenggam tangannya. kuperhatikan sebuah salib jesus menggantung di mainan kalungnya.
"Tuhan yang mempertemukan kita, tapi pada akhirnya Tuhan yang akan memisahkan kita". Akupun menangis, dan Kedua tangan Andika menghapus air mataku.

Saat hujan reda, hari sudah mulai gelap. Andika mengantarku pulang naik keretanya
Dia selalu membawa keretanya dengan kencang. Katanya jika banyak uang, cita-citanya ingin jadi pembalap.
Aku memegang tubuhnya yang sedikit gemuk, Untuk seseorang yang pola hidupnya tidak sehat, dia punya fisik yang cukup kuat, fikirku.

..
Ada banyak hal yang tidak pernah dikatakan andika padaku. Tapi seiring waktu semua hal itu terbongkar satu-satu.

Semakin lama, aku semakin takut berdekatan dengannya.
Sejak saat itu, aku menjauh dan selalu menghindarinya.

Sesekali dia lewat ke depan tempat kerjaku dan menggeber keretanya. Tapi yang kulakukan hanya mengabaikan dan mengabaikannya saja.
Sampai suatu hari, dia lewat berboncengan dengan seorang cewek SMA. Saat itu aku tau, dia sudah menemukan wanita yang sepadan untuknya.

Bagiku, Dia bukan lagi teman, bukan lagi siapa-siapa.


-----

Singkat cerita, setelah berbulan-bulan, aku kembali bertemu dengan teman baru. Teman yang lebih asik yang lebih baik, yang pastinya mampu membuatku lupa pada mantan dan Andika Sahmono.

Hingga, kabar itu datang menerpaku tiba-tiba. Saat tidak sengaja dua orang remaja sedang membicarakan kecelakaan di yang terjadi di dekat rumah. Aku bertanya, dan melihat foto kecelakaan itu. Tapi tidak kusangka yang ada dalam foto itu adalah Sahmono.

Aku kaget dan tak percaya. Beberapa hari lalu, Cincin yang pernah kuminta darinya tidak sengaja kutemukan dan kupegang lagi.

Andika tewas seketika dalam kecelakaan itu, Kereta yang dikendarainya berlaga dengan sebuah mobil Fuso berwarna kuning.

Kakinya terpelintir parah dan sekujur tubuhnya luka.

Akupun membuka Facebooknya dan menemukan banyak foto seperti di atas.

Ungkapan Duka dan berbela sungkawa datang dari para sahabatnya.

Tidak ada yang menyangka Andika akan pergi secepat ini.


Selamat Jalan Temanku, Semoga kau tenang di alam sana.

Terimakasih untuk semua cerita yang pernah kau torehkan dihidupku.
Meski pada akhirnya kujauhi dirimu, sebelum kau menuinggalkanku untuk selamanya.

Tapi, Aku maafkan semua salahmu.
Aku berjanji, jika aku kembali ke tempat dimana kita pernah bersama disana.
aku akan selalu merindukanmu.

-_-,


November 07, 2018

Cumi = Cuma mimpi

Kemarin suka banget lihat foto ini.

Suka Konsep Weddingnya.

Berharap bisa foto wedding kayak gini juga.

tapi ya tapi

semuanya cuma mimpi. 

:P

October 10, 2018

Catatan Si jomblo yang Malas

Tidak seperti pagi yang biasanya.
Pagi ini aku sedang duduk di dalam kios dan mendapati diriku sedang benar-benar kesal.
Tanpa alasan yang pasti aku merasa diriku menjadi sangat malas dua hari terakhir ini.

But, cause im human too. I always have reason for something in my life.
First reason is, my family.

Yeah..  Keluargaku memang secara kasat mata terlihat enjoy dan adem ayem saja.
Tapi dibalik itu, ada sebuah story kampret yang membuatku mau tak mau merasa muak dan ilfell dengan keadaan keluargaku.
Meski sering bertemu. Tapi aku tau, aku dan keluargaku tidak pernah saling terbuka satu sama lain. Kami hanya menjalani hari seperti biasa dan saling cuek bebek untuk semua isi hati dan unek-unek yang tersimpan dalam diri.

Mama dan papa, seolah sedang memikul dunia di pundak mereka sendiri.
Selama usiaku 24 tahun, satu-satunya yang bisa kupelajari dan kupahami dengan baik dari apa yang mereka inginkan dariku adalah, 'aku harus menikahi seorang pria dengan kadar iman dan taqwa yang tinggi sekaligus memiliki harta berlimpah'.

Gimana ? Kampret sekali bukan !
Mereka mengharapkan aku mendapat pendamping dengan nilai terbaik. Sedangkan aku, diriku. Antara 1 sampai 10, kunilai diriku sendiri dengan poin 6.

Yeaahh.. Kau bayangkan saja sendiri. Bagaimana takutnya aku jika tidak dapat menemukan pemuda sempurna seperti harapan orang tua.
Aku tidak cukup sempurna di beberapa titik sebagai 'wanita'. Dan aku butuh support untuk dapat mengubah titik-titik lemah itu menjadi sebuah kekuatan.

Well, aku tau bukan saatnya bagiku menyalahkan orang lain untuk semua kegagalan dan ketidakberhasilanku selama ini.
Tapi setiap kali aku ingin merubah kebiasaan dan keadaan hidupku menjadi lebih baik. Aku juga seperti merasakan hal yang sama.
Setiap saat, Aku merasa benar-benar sendiri di dunia ini.

Sampai pada satu harap dan Doa. Ya Tuhan, Semoga kehadiranku di Dunia ini dapat memberikan arti bagi kehidupan orang lain.
Semoga sebelum kematianku tiba. Akan banyak orang yang menyadari, jika kehidupanku di dunia ini tidak sia-sia dan ada maknanya.

Ps : aku akan coba hilangkan kemalasanku hari ini.

October 01, 2018

Damn Think


Aku menarik Nafas panjang, dan atas nama kejujuran hati. Tertorehlah Catatan ini.

Aku terus saja berfikir pada keputusan yang kubuat akhir-akhir ini, Keinginan dan harapan Bahwa aku tidak mau hidup bersama dan menikah dengan seseorang yang kucintai. Jangan tanya kenapa, karna aku tidak tau kenapa ?
Seperti alasan aku tidak pernah tau kenapa aku jatuh cinta padanya. Seperti itu juga kenapa aku tidak tau kenapa aku tidak ingin hidup denganmu.

__
Aku bimbang dan sedikit kacau.
"kasihku, Ini semua bukan karna aku tidak suka kamu. Karna semakin lama aku sangat menyukaimu dari berbagai sudut pandang. 
Aku ingin terlepas drimu lebih karna Kenyataan dan Logika yang kukira benar selama ini.
Karna kamu begitu Pencemburu, dan cemburu itu juga menular padaku.
Kamu tidak suka aku melihat cowok yang lebih ganteng, karna itu aku juga benci jika melihatmu tertarik pada wanita cantik yang lain.

Sejujurnya wajah dan penampilanmu sangat jauh dari tipe cowok yang bisa membuatku senang memamerkan dan membanggakanmu di depan orang-orang. Tapi itu tak akan pernah menjadi masalah untukku.
Karna aku juga memiliki kekurangan dalam fisik. Meski secara kasat mata banyak orang yang melihatku sebagai wanita yang cantik.
Tapi dirimu, secara kasat mata saja sudah terlihat berantakan buat mereka.

Haruskah,aku mempertahankanmu lebih jauh lagi.
Aku berharap semakin aku Dewasa, logika ini akan semakin menuntunku untuk menyikapi perasaan dengan jauh lebih Realistis.
Aku tidak begitu suka ibumu, dia menayakanku soal materi ketika kami sedang bersama. Ayahmu, dia juga tidak begitu suka akan kehadiranku dan kufikir Keluargamu tidak ingin jika aku masuk dan 'ada' diantara mereka.
Kamu punya marga, dan silsilahmu masih kental. Aku tidak punya bagian dalam hal itu.

Sungguh, membayangkan aku harus membaur dalam adat istiadat yang begitu ribet dan tidak kupahami. Itu saja jauh dari kesan 'aku ini cocok' untukku.
Mereka banyak yang tidak seakidah, tutur katanya saja sukar kuterima.
Aku yang sensitive ini bisa berulang kali menahan sakit hati, kalau-kalau mereka bicara seenaknya tanpa mikir perasaanku.
Memang sih hatinya bisa saja baik dibalik kata-katanya yang ceplas ceploa, tapi ya mana aku tau isi hati orang. Aku bukan Tuhan, aku hanya bisa menilai prilaku orang.

Dan Satu lagi, Jika aku bersamamu itu artinya Aku harus melepaskan satu persatu impianku.
Kehidupan pribadiku yang semula Rahasia, harus kurelakan untuk menjadi bagian dalam hidupmu. Menjadi hal yang kamu hakimi, hal yang kamu tidak setujui dan mendapat pertentangan darimu.

Sungguh, aku sangat-sangat-sangat minta maaf.
Tapi daripada aku menyesal nanti. Lebih baik aku menyesal sekarang.

Aku tau kamu punya mimpi yang tinggi. Karna itu Gapailah impianmu yang segede Gaban itu.
Jangan libatkan aku untuk menjadi seseorang yang harus kau kekang kebebasannya. yang mau tak mau harus mengikuti inginmu. 

*Aku sungguh tak bisa*

Dibalik tatapan mataku yang sayu, suhu tubuhku yang hangat dan kasih sayang yang super tulus. Ketahuilah aku menyimpan Keegoisan di dalam kepala yang keras dan beball.
Aku benci ketidaksepahaman yang terus-menerus mengitari duniaku.

Aku benci dicintai dengan cara Pukimak, yang selalu buatku merasa ingin mati lebih cepat.

--
Bagiku kini, Cinta adalah Dongeng indah.

September 30, 2018

Karna Cinta belum sampai, belum memberi jawaban.

Hari Terakhir di Bulan September. Saya berdoa dengan sepenuh hati, agar hati ini lebih menggenggam ketenangan daripada hari-hari sebelumnya.

Seingat saya seperti malam minggu sehari sebelumnya.
Tidak seperti semua malam yang biasa kurasakan, dimana aku melewatinya hanya untuk merindukan kamu, dan kamu saja.

Aku mulai bisa mengendalikan diri untuk tidak lagi bergantung padamu.

aku sedikit lebih suka tidur jika ada waktu senggang. Mengistirahatkan pikiran dan tubuhku dari penatnya pekerjaan.

Aku minum obat kulit, yang ada efek sampingnya -percaya atau tidak-. bisa membuatku lupa untuk memikirkanmu walau sesaat.


September 24, 2018

Aini


Aku tidak pernah bertemu gadis itu. Sekalipun tidak.
Tapi aku mengenalnya Luar Biasa dalam melebihi semua orang yang pernah kukenal.

Namanya Aini, langkahnya adalah detak kelembutan jiwa.
Kekasihku hari ini adalah seseorang yang pernah dicintai oleh aini.
Dia Cinta pertama kekasihku. Cinta yang menularkan kelembutan perasaannya padaku.

Aku banyak mendengar  tentang dirinya dari kejujuran kekasihku.
Dan juga dari hasil observasi rasa penasaranku.
Dia adalah perasaan yang masih murni dan suci.

Gadis itu adalah gambaran Putri dalam arti yang sebenarnya.
Kaum adam yang mengenalnya banyak yang takhluk secara ajaib ketika bercengkrama dengannya.

Aku sedikit iri padanya, -Karna selalu dan akan tetap sama- Tatapan matanya mampu meneduhkan jiwa.
Perasaan yang pernah Jatuh dan Rapuh. Akan menemukan tujuannya melalui tatapan itu.

Saat kutanya, 'Sayangku apakah kau masih mencintainya ?'
Kamu berkata, Sudah tidak lagi.
Tapi ekspresimu tak bisa kau sembunyikan. Aku membacanya sebagai sebuah kekecewaan dan rindu yang tersimpan lama.