Featured Post

Bye, Cats

September 18, 2015

Quote 14

Semakin Sedikit Kita mengenal Orang, Semakin Sedikit Rasa sakit dan konflik yang ditimbulkan antara kita dengan orang lain.
Dan Semakin banyak kita mengenal orang, Maka semakin banyak pula masalah dan Konflik yang kemungkinan akan terjadi.
Walau di satu sisi. Kebahagiaan juga akan berkurang, sedikit banyak dari berapa banyaknya orang-orang yang kita kenal.

Ini Konsekuansi. Masalah Pilihan Hidup.
Dan jangan terlalu banyak Komentar. Pilih jalan Kita dan Jalani sebaik-baiknya. Berusahalah untuk tidak mengurus hidup orang lain. karna hidup kita belum tentu baik.

Oke flen..



September 08, 2015

Prinsipku Paling Sederhana

Hidupku ini Punya Prinsip yang Sederhana.
 'apapun yang membahagiakan, Maka Harus Dipertahankan.
Dan Apapun yang Membuat Luka, Maka harus Dihindari.
Hidup Cuma Sekali. Yang Dicari apa lagi kalau Bukan Kebahagiaan.
Dan karna definisi kebahagiaan setiap orang itu berbeda,
maka Biarkanlah aku Bahagia dengan Caraku.
Selagi itu Tidak Merugikan Anda. Biarkanlah Saya tenang menjalani Pilihan saya.

September 05, 2015

Mau, Jadi Yang KeDUA

 Hai, Kota Medan. Masihkah Hujan Turun Sepanjang Malam.
 Tak Tahukah Kau wahai Hujan, Ingatanku Tentangnya semakin dalam ketika Kudengar Rintikmu.


*
Well Malam ini Saya mau Cerita sebuah Kisah Cinta yang Aneh, tapi sepertinya ngulik benget buat diceritain.

So,,,,,, Apa ya ?
Buat temen-temen semua yang udah pada Punya pasangan. Pasti begitu tau pasangan yang kita sayang ternyata menduakan kita. Itu Perasaannya Pasti SAKKKKIIIITTT Banget. Begitu Sakkitnya, Sampai berasa ingin Mati, Mungkin.

So, ini cerita Cinta Saya. Kisah Nyata yang Aneh, Nyakitin, Tapi kok Bisa gini jadinya ? Saya Juga enggak Ngerti. Baca aja Sendiri.
*
Jadiii.... ketika menulis ini Saya lagi Pacaran sama Orang,
*yaiyalah masa sama Mbek*
lebih Spesifik, Saya macarin seorang Cowok.

Ya, Cowok itu Bernama Doni. Selayaknya orang Pacaran, Kami saling menyayangi dan terikat dalam sebuah hubungan. Dan seperti pasangan-pasangan lain, Kami Punya panggilan sayang 'Mamah dan Papah.

Entahlah, Dulu saya juga sering ngerasa lebay denger  orang yang masih pacaran panggilannya ayah bunda. Eh, ternyata saya juga gitu pas udah macarin anak orang.

Doni. Sejak mengenalnya, Saya merasa dia baik untuk perasaan saya, karna sifat pengertiannya yang luar biasa itu. Ibarat Tes mau masuk sekolah bonafit, Murid yang kurang pinter akan diseleksi kelasnya dengan murid  yang otaknya Encer. Maka disini saya berperan sebagai Guru pembimbing Tes, dan Memilih mereka yang telah mendaftarkan diri !!!!!
*Apasih Ngaco*

Intinya gini nih, dari mereka-mereka yang mau PDKT dan ngasih Sinyal2  saat diri saya  Belum laku  Masih Single Kemaren.  Maka saya akan menseleksi siapa yang baik buat dipacarin, yang punya pengertian atas sikap saya yang Cueknya keterlaluan ini. Hingga terpilihlah Doni sebagai yang Lulus Tes dengan Predikat Murid Tercocok dengan Saya. Hehe..

Sejak saat memilihnya, Saya tau gimana rasanya disayangi. Doni ngajarin Gimana caranya menyayangi orang yang sayang sama kita.
Karna sayangnya ke dia, Saya sering jadi tak peduli kalaupun harus saya yang lebih sering Ngeluarin Pulsa buat nelfon dia. Dan kami seringnya telfonan Malam hari. Abis gimana, Siangnya sibuk masing2. Waktunya buat Nelfon Cuma bisa Malem.

**
>>Tanggal 03 September 2015
'Mah, papa kangen'. Iya, Mama lebih kangen' awalnya Cuma ngomong kangen-kangenan di Telfon. Tapi
Di sela-sela pembicaraan, Doni ngakuin  sesuatu hal tentang seorang wanita Bernama Ayu. "Mantannya ? Bukan.

Ayu itu Pacarnya Doni, yang udah jalan Setahun lebih.
Sampai saat ini mereka tak pernah mengucap kata Putus.
Hanya saja, Jarak sedang memisahkan keduanya.
WTF !!

Saya teringat ketika nanya 'kapan terakhir kali papa pacaran ?'
Dan Doni menjawab Terakhir itu sejak bulan januari  2015.
Well, saya taunya Doni benar-benar kosong saat itu. Saya tidak tau bakalan jadi orang yang kedua kayak gini.

Saya Juga inget, waktu pertama kali buka Akun Facebooknya Doni, disana saya banyak nemu foto Dia sama cewek itu.  Dan itu foto yang memperlihatkan Kemesraan, Foto yang kalau menurut saya, Seandainya itu adalah mantannya Doni. Maka itu adalah Mantan yang Sussah banget buat Dilupain. Sayapun sempet Kepo-kepoin Akun Facebook tu Cewek. Dan Yang buat saya cukup percaya, tu mantannya Doni rumahhnya di Kaban Jahe. Sedangkan Doni di Namorambe. Cukup jauh jaraknya.

Lihat Fotonya saja, Aih cemburu. Apalagi setelah tau, Panggilan sayang doni ke dia juga MAMA.
Kampret, sanking Cemburunya Saya sama sekali gk berfikir buat Nambahkan facebook mereka di pertemanan. Gimana enggak, Di Facebook saya gak ada foto Mesranya. Gak ada yang panggil saya MAMA. Boro-boro.

Melihat kedekatan mereka saya jadi ngerasa sedih dan iri gimanaa gitu ! Dibandingkan dia, Saya pasti belum ada apa-apanya dihidupnya doni. Tapi yaudalah. Mantan.
But..An Ing Engg...
Tapi ternyata itu ingatan saya, Acak adut semua.
Wanita itu bukan sang Mantan, tapi statusnya  Masih pacaran -jarak Jauh-. Doni bilang Bulan Januari terakhir  pacaran. Bukan. Itu terakhir dia berada di Kaban jahe. Sampai mutusin kembali ke Namorambe, Rumah Keluarganya.
Dulu mereka satu kerjaan. Dan sempat bertengkar karna 'masalah mereka'.
Tapi ya enggak pernah ada kata Putus.

SHiTTTTT……
Inilah pengakuan Doni. Inilah kenyataannya. Selama ini Doni gak berani bilang karna takut kalau saya bakalan meninggalkan dia. Dia juga minta maaf, Udah menutupi kenyataan ini. "Maaf, udah bohongin Mama" Katanya

"Oke Don, Aku gak kan ninggalin kamu. Sekarang Mama udah sayang banget sama Papa. Apalagi papa udah Lulus tes kemaren.
Papa Doni satu-satunya, enggak ada Murid Cadangan. karna Yang tidak lulus Tes Udah Mama depak semua demi Papa. Mama gak mau Goyah.
Gak mungkin juga kita Putus. Hubungan lagi Baik-baik gini.  Kalau sampai kehilanganmu, mama pasti bakalan susah nyari lagi yang Pengertiannya sama besarnya seperti mu Don."

OhDoni, Oh Doni…

Saya berasa jadi Tiang Penghalang di tengah padang golf yang kalian tanami Rumputnya bersama. Padahal dari dulu saya paling gak mau dibilang PHO (Perusak Hubungan Orang). Tapi sekarang saya merasa jadi orang kedua.  Cemburu saya yang kemaren waktu liat foto Doni sama ayu, berubah jadi bulir-bulir air mata. 'ya Tuhan.. Kenapa doni.. Kenapa harus Doni ..'

Aku nangis di ujung Telfon. Saat Headset masih ditelinga dan saat telfon itu belum berakhir.
"Mah" Panggilan doni tak lagi saya gubris.
'Pa, Haruskah mama nyalahin kebohongan papa. Tapi kalau dulu papa enggak bohong gitu. Mama gk akan merasakan perasaan Sesayang ini sama orang'

Ini lebih besar rasanya dari Cemburu, karna Mereka udah jalan setahun lebih, sedangkan saya baru seumur jagung. Pasti posisinya ini saya yang salah, Kesannya saya yang udah merebut Doni.
..
Tapi lalu Doni enggak bisa memilih. Dihatinya melepaskan salah satu diantara kami adalah hal yang berat. Ya, iyalah Berat.
Kalau dia melepaskan Ayu, ceritanya udah Panjang. Kalau ngelepasin Aku, Dia juga udah sayang..
Dan aku juga enggak bisa melepaskan Doni. Sayang Juga.
Mau gak mau, ya aku harus terima Kenyataan ini.

Kututup Telfon itu, dan kufikirkan satu celah Positifnya.

Karna Aku sayang Doni. Hal yang buat dia bahagia, Walaupun itu harus melukai diriku sendiri. Maka itu akan ku lakukan. 'begitu fikirku'

Ini Berat. Tapi saya akan belajar  untuk mengIkhlaskan sesuatu yang mungkin tidak ditakdirkan buat saya.
Jadi seandainya Doni meninggalkan saya  karna Ayu. Saya tidak apa-apa.
Yang Pasti jika saya sampai meninggalkan Doni, itu bukan karna ayu.
Malah kalau Ayu lebih bisa membahagiakan Doni, saya akan berterima kasih padanya.

..
Obrolan Berlanjut keesokan harinya.
Saya penasaran tentang ayu dan bertanya. "mama sekarang udah tau tentang dia. Dan mama terima  kenyataan. Tapi apa pacar papa itu tau tentang mama"

"iya, Dia yang lebih dulu tau".

WTF !!

Itu jawaban yang kampret sekali papa..
Bagaimana perasaan ayu ketika tau, papa pacaran dengan orang lain lagi.

"Papa bilang sama ayu, kita dulu emang pernah pacaran, dari kelas 3 Smp. Enggak pernah Putus, dan sekarang masih menjalani"

Oke, jadi papa bohongin Dia. Trus dia bilang apa.

Ya, gini, sama kayak mama. Dia menerima kenyataan.

Sekali Lagi WTF

Doni bilang, Karakterku dengan dia itu sama.
Lugu-lugunya, Tinggi badannya, sikapnya, cara bicaranya suka inggris2  gitu.
Mungkin karna itu Doni gak bisa milih.  Atau karna itu saya dan Ayu sama-sama bisa menerima kenyataan.

Aku tau, ayu juga pasti merasakan Sakiitt Yang sama sepertiku.
Tapi di satu sisi dia juga gak bisa ngelepasin Doni. Doni itu sangat Penyayang orangnya.
Mungkin jika dia ingin mengenal wanita yang lain lagi, Dia bisa saja membuat wanita yang lain itu bergantung padanya. Seperti kami.

"Pa, Seandainya mama bisa ketemu sama dia, mama mau ucapin makasih. Mama penasaran, Kenapa  Dia mau membagi papa"

Dan ini jawaban Doni. Seandainya nanti mama nelfon, dan diangkat sama dia. Mama bilang aja 'ini temennya Doni'. Dia pasti akan langsung Ngerti, dan dia juga pasti akan bilang dia temennya papa. Dia juga kan menghargai perasaan mama. Kalaupun nanti misalnya kalian saling kenal, papa mau kalian mikirnya "eh, dia orangnya baik ya".

Oh Doni, Oh Doni.

"Kadang sok Ganteng kali dirimu, Punya pacar sampe 2 gini. Dan dua-duanya udah sama tau. Dua duanya dipanggillnya Mama, Sama-sama pengertian."

"Tapi buat papa. Enggak ada yang Kedua. Dua duanya itu Nomor 1. Karna;;Sama;;"
Saya & Doni
Tapi biar bagaimanapun juga, Hanya waktu yang akan membuktikan kenyataan yang sebenarnya. Saya Penasaran dengan Akhir Kisah ini.

Akankah Happy Ending !!

August 31, 2015

PEMIKIR dan PEMBICARA

Gue punya Cowok yang... Asli itu Pinter banget Ngomong.
Kata-katanya selalu bisa buat orang-orang disekitarnya merasa Kagum.
Ibarat Acara Seminar, Mungkin Pacar gue akan jadi Host dalam acara itu. Dalam kata lain,
Dia tidak bisa jadi pembicara. Karna Kurangnya Ilmu Pengetahuan dan terbatasnya pendidikan.
Tapi dia bisa jadi Host. Yang membuat suasana acara tampak lebih hidup.

Gue kalau denger dia ngomong, itu Terpana.. Gila.
Mungkin waktu pelajaran Bahasa indonesia, Dengkulnya kepentok sampe Otaknya Geser Dikit.
(Lho kok gitu?) 'ya kan otaknye di dengkul. Wekwekker...

Gue kalau bicara satu huruf aja, Misalnya gue ngomong 'A'.
Maka cowok gue nanggepinnya bisa 5 Kata. 'A ITU ADALAH HURUF AWAL'.
prett...

Karna pinter ngomong kayak burung beo, otomatis cowok gue juga pandai ngegombal, Pandai mengarang, Pandai membual,
Dan yang paling berbahaya, Dia pandai Memutarbalikkan Fakta.
Jadi kalau dia salah, Semudah memainkan kata-kata, Dia bisa menyalahkan Balik Orang lain.
Anjrit ye, Sampe Segitunye.

Tapi gimana dong pemirsa. Kalau cowok gue banyak omong gitu.
Disumpel pake Kain Kapan Diem kali ya..
Tapi ya mana gue tega, Nyumpelnya. Gimana juga gue dah sayang banget sama doi.
Dan karna awalnya gue juga suka sama dia karna omongannya itu lo. Kena' Dalem pas di Hati.
NANCEP. Arrggghhh


___
Tapi berbeda dengan Dia, Sebaliknya Gue adalah tipe cewek yang enggak Pinter Ngomong.
Gue lebih suka diem, Dan mendengar. Karna hanya dengan mendengar kita bisa belajar. *Ceila
Jadi Kalau Siapapun lagi Ngomong, gue bakal nanggepinnya dengan Diem.
Gue coba untuk Memikirkan setiap kata dari orang, Dan itu membuat gue menjadi seorang Pemikir.
Asekk..

Pemikir! Bukan berarti gue pinter.
Tapi gue juga enggak bego-bego amat. Gue berada di tengahlah antara kebodohan dan kepintaran.
Hanya bedanya orang pintar dipandang orang, Orang bodoh ditipu orang. Jadi orang kayak gue, Dicuekin aja.


Kayaknya Hati gue labih bawel, daripada mulut gue. Hati gue gak pernah berhenti bercerita.
Jadi kalau ada apa-apa, kalau lagi mikirin sesuatu. pasti hati gue yang bicara.
ini aja pas nulis, kata-katanya keluar dari hati.

Dan kalau ngomong sih gue lihat situasi Kondisinya.
Kalau lagi pas, gue bakalan jadi asik dan ngomongin ini itu. Jadi ngimbangin bacotnya cowok gue.
tapi kalau lagi males ya gitu, ngomongnya sepatah bata-bata aja.

Kalau gue dengan PDnya menilai diri gue sendiri.
Gue ngerasa lebih enjoy dan nyaman buat ngungkapin sesuatu itu lewat Tulisan, bukan lewat
Suara. Karna takut ajasih apa yang gue bilang gak didengar orang. dan takut juga omongan gue nyinggung perasaan orang.

Jadi Kalau dipikir-pikir, Gue ini Seorang pemikir. Dan Pacar Gue seorang pembicara. Kayaknya Cocok deh.

Tapi akankah Hubungan Kami bertahan Lama ?

"Ya Semoga Saja..



August 30, 2015

Mereka Bilang Ini Bercinta

Kutunggu dia di Depan Jalan, Tak berapa lama sampai akhirnya dia datang dengan penampilannya yang Waw.

Aku sedang bicara dengan seorang  yang bukan temanku. Ketika kulihat dia tersenyum menghampiriku. Dengan looknya yang Tampan, Diatas kereta F-U  nya.
 "Berangkat Kita" Sapanya.

Uh, Kau Tau Sayang. Semakin jarang Kita Berjumpa, Penampilanmu semakin membuatku Excited. Kau Semakin Mempesona Setiap harinya.

Dengan tatapan terpana, Aku naik dan duduk dibelakangnya.
"Kau yakin ingin melakukan ini?"
"Enggak sih, tapi yaudalah"
"Cium Pipiku"
"emuah"

hehe, Ada yang liat gak ya. Entahlah!
Dijalanan umum, tanpa helm, di atas kereta bahkan, Dia bisa memalingkan wajahnya ke Kiri dan meminta aku mencium pipinya. But, I Do it.

Tertawa dan saling melemparkan kata Kangen sepanjang perjalanan, seolah tak peduli pada setiap mata yang menatap kami. Lebay ! Tapi begitulah cara kami memulai sesuatu yang lebih.

Sampai jam Setengah 12 Teng, Kami sampai di Tempat itu.
Menyewa Sebuah kamar tanpa Ragu. Seolah sudah sering datang untuk Sewa kamar. Sang penjaga merasa baik-baik saja dan membiarkan kami Masuk ke kamar yang kosong.
Entah berapa Tarif kamar itu, Dia yang membayarnya.
Hmm, Sepertinya dia pernah datang kesini. tapi Yaudalah. I Dont Care.
Yang pasti ini untuk pertama kalinya bagiku datang ke tempat ini.

Kami tersenyum, saling memandang dan Malu-malu.
'Seperti sudah biasa ya'.Padahal.. Belum pernah sama sekali.

Tak ada Siapapun. Hanya aku dan dia.
Dan Ceritapun Dimulai.

'pintunya langsung Kunci'
'Mau Ngeseks langsung sih. Tapi Mikir dulu bentar. Ini Dosa Katanya'.
'Tapi Kita sama-sama penasaran. Haruskah Lakukan ini ?'
'Ayolah, Sekali Saja'
'So, bisa Matikan saja lampunya'
 
Dia bergerak dan mematikan lampu, tak cukup gelap karna masih siang hari.
Begini.
 
'Kau akan Tau, Ini akan jadi Proses saling mengenal antara Kita'
'Tak ada Bajingan disini'
'Nothing, Just One Bad Boy and Bad Girl'
'Arrgghh'


Berawal dengan sedikit bercerita. Tentang   Orang Tua, masa depan, Konsekuensi Perbuatan dan Juga All about Seks.
Tapi semuanya tak bisa terbendung.
Cinta ini memaksa Hasratnya untuk menyambut Kemungkinan yang akan terjadi.
Dan ya, satu-satunya kemungkinan adalah melanjutkan langkah ini. Kami tak punya banyak waktu untuk berdua terus seperti begini. Beberapa hari yang lalu, aku dan dia sudah benar-benar  membicarakan tentang ini di telfon. Oke, Lanjut.

'aku enggak sempurna, jangan kaget melihat keadaanku'
'oke, Buka bajunya'
'Cantikkan'
'ih, merasa kayak yang  film-film jepang itu'
'Shitt, U mean Bokep'
'yeah, Playing with Niple'

Dan Kau tau. Ini Terjadi.
Semua Orang Melakukannya.
Mereka Bilang ini Bercinta. Rasanya Luar Biasa..

Yeah.. Berhenti Munafik.
BERCINTA. semua Makhluk membutuhkannya, Walau ini bukan Segalanya.
Tapi Setelah ini Mungkin kami akan Jauh lebih intim.
Jauh Lebih mengenal satu Sama Lain.
Jatuh Cinta dan terima Apa adanya.

Dosa = Dorong Saja..

Apa yang dimaksud orang-orang tentang Konsekuensi. Huu.. Sudahlahh..
Ini Kedewasaan seseorang sedang Diuji.

Dan Ya. Cerita ini. 
Cukup Sampai Disini. Cinta.

#SELAMAT BERCINTA
  

August 29, 2015

Pelet itu nyata adanya. Percaya tidak percaya

 Di Tahun 2010/2011-an

Waktu aku masih SMA. Ada seorang laki-laki yang ngontrak di depan rumah nenekku.
Kita sebut aja namanya Agus, Usianya sepertinya sudah diatas 25tahunan.
Dan saat itu posisi kakak aku kelas 3 SMA.
Dilihat secara fisik, bang agus ini tidak ada menariknya sama sekali. Badannya memang tinggi, tapi terlalu kurus, pipinya nyaris kempot. Kulitnya juga sangat gelap, meskipun bukan hitam legam khas orang papua. Lalu, seingatku, wajahnya juga biasa aja. Ditambah cara berpakaiannya yang tidak rapi, bahkan terkesan lusuh.
Di masa itu aku tidak terlalu memperdulikan pekerjaan seseorang, karena aku juga masih usia sekolah. Kalau kuingat-ingat, mungkin bang agus ini kerja di sebuah bengkel motor. Karena pernah satu kali ada sebuah even balap motor cross di kampung kami, dan bang agus ini menjadi salah satu pemeriah acaranya.

Tapi inti ceritanya bukan di balap cros itu.
Karena ada satu cerita yang kusadari beberapa tahun setelah aku mulai Dewasa.

Selayaknya adik yang dekat dengan kakaknya. Selama kenal dengan bang agus, seperti ada yang terlihat sangat berbeda dari kakakku.
Terutama tatapan mata kakakku yang sering kali kosong dan terpaku pada satu arah.
kalau diajak bicara dia seolah tidak fokus, meskipun menjawab lawan bicaranya, tapi tatapannya tidak membalas, alias kosong ke arah lain.

Sekedar gambaran, kakakku ini bukan tipe cewek cantik putih yang tingkahnya centil. Tapi dia termasuk populer dalam pergaulan, karena di kepercayadiriannya yang tinggi, dan juga pandai bergaul. Secara fisik kakaku itu Hitam manis, tapi bodynya lumayan aduhai.

Setauku saat itu, kakakku sudah dekat dengan beberapa cowok, tapi apakah mereka berpacaran atau tidak, aku fikir itu adalah urusan kakakku yang aku tidak butuh tau.
karena jarak usiaku dan kakakku 4tahun, btw.

Lalu bang agus yang dimataku biasa  aja ini, entah kenapa seiring hari kulihat makin dekat dengan kakakku. Dan anehnya yang terlihat paling dimabuk asmara itu bukan bang agus yang buruk rupa, melainkan kakakku sendiri.
sebagai gambaran, kakakku akan menurut saja kalau disuruh kemana-mana sama bang agus.
aku yang mengetahui hal itu awalnya juga tidak menyadari, sampai tahun-tahun berikutnya.

Lalu, singkat cerita berpacaranlah mereka. Kakakku yang bucin, mulai makin aneh, sampai jatah makan siangnya dia bawa dan berikan untuk bang agus.
sampai sebegitunya.

Semuanya mulai aneh dan tak masuk akal.

Sampai pada satu titik, kami pindah kerumah baru, dan bang agus mulai jarang main kerumah baru kami. Karna mungkin segan sama bapak, atau alasan lain.

--

Mungkin, percaya atau tidak, kakakku saat itu sedang berada di bawah pengaruh ‘guna-guna’ yang dilancarkan bang agus.

Hanya saja saat itu, aku tidak menyadarinya.

Saat menulis inipun aku lupa  kelanjutan kemana bang agus itu menghilang.
Dia tiba-tiba saja tak ada kabar lagi dan seperti ditelan bumi.




August 27, 2015

ASOY..


Rese' Ya, Gak pernah ngerasain jatuh cinta apa !
Sambil garuk2 Idung.

Gue kalau lagi jalan sama orang yang gue sayang, Rasanya dunia ini cuma Milik Gue sama Doi.
Apa ya ! Gue ngerasa amat bahagia mungkin. Sampe gak lagi liat kanan kiri. Maunya cuma liat dia.
Gak mau denger apa kata orang. Maunya denger kata dia aja.
Seakan di Dunia ini semuanya Ngontrak, yang nempatin Gue sama dia.
Kalau kata-kata Romantisnya itu, Cinta adalah ketika Aku dan Kamu Menjadi Kita.  *Ceilah

Entah bagaimana SitKon nya, Kita bakalan mesra terus.
Aa..


Pernah gak sih lo ngerasain hal kayak gitu.
Saat lo bahkan gak malu buat meluk dia di depan umum ??

Tapi Indonesia !
Ya.... ini indonesia bung. Budaya Ketimuran Dijunjung Tinggi.
Rasa Malu Masih domain. Gak kayak binatang yang bisa mesum dimana aja.

*
Sekitar Tahun 2013 lalu, Gue jalan ke Berastagi, Salah satu pegunungan di Medan. Yang jaraknya gk
terlalu jauh dari rumah. Sekitar 5jam perjalanan lah.
Disana gueKetemu Bule asal Spanyol. Namanya gue juga lupa. Gue Minta foto bareng. "Excuse me, May i Take Foto with you" trus tu bule ngejawab. Yes, Of Course"
ceprett
Kapan lagi coba' Foto sama Bule.

Bulenya juga pinter bahasa indonesia, katanya jatuh cinta sama alam indonsia.
Gue tanya umurnya sekitar 19tahun, Tapi Mukanya kayak udah 25 tahun.
Bule itu jalan bertiga, Dan 2 Diantaranya berPacaran.
Dalam sela omongan mereka, Gue nangkep kata-kata semacam ini
"Indonesia People sangat santun, di lokasi seindah ini gak ada pasangan yang ngeabadiin Mesra"

Mungkin maksudnya, mereka kagum sama sopan Santunnya orang Indonesia.
Karna mereka jarang liat orang indonesia yang Jalan mesra sama pasangannya.
Hanya liat Pegangan tangan, atau rangkulan Pundak. Gak ada pelukan ataupun Ciuman di sembarang tempat.
Yang mungkin di Negara mereka, Orang Ciuman di pinggir jalan itu adalah hal Biasa.

Dan iya lo, Gue sering liat di Youtube. Pemandangan orang Mesum di Tempat umum kalo di Luar Negri itu seakan jadi hal yang Lumrah. Orang-orang yang lewat juga pada Gak peduli.

Kampret gak sih, Gimana indahnya kalau gue jalan sama orang yang gue sayang di Luar Negri.
Di Jalan-jalan Ramai, Dan seakan Dunia milik berdua.
Kita bisa Ngapain aja di Depan umum. Dan itu dicuekin sama orang. Gak diliatin, Gak akan Dianggep Mesum
Dan yang terpenting mereka Maklum ajasih "Mereka Saling Jatuh Cinta".

Tapi gue mikir juga sih, yang ngelakuin itu Mungkin urat malunya udah Putus kali.

okeoke. Asik sih. dsana emang. entah kapan gue kesana. Mau sama siapa juga kesana. kan mahal.

TAPI. Inilah Hasrat Manusia, Selalu menginginkan apa-apa yang tidak bisa kita dapatkan.

*
So, semua hal itu kan ada baik buruknya, ada Pro Kontranya. Jadi Solusi terbaik, ya kita bersyukur ajalah dengan apapun yang sudah kita miliki sekarang. Gak usah berharap bisa Mesum depan umum.

Sayang sama orang kan bukan berarti mengubah sifat kita jadi mirip binatang.
Cobak liat dulu Anjing kawin.
Dia peduli gak ada orang lewat, atau lagi dimana ? Punya urat malu gak tu Anjing.

Kalau di Luar Negri Banyak yang Sifatnya mirip Hewan.

Insya Allah, Di indonesia jangan sampe kayak gitu.
Agar Indonesia bisa menjadi barometer Nilai Ketimuran, Semua kepercayaan di Dunia.
,Setidaknya Kesopanan orang Indonesia bisa menunda datangnya hari kiamat.
Tul Gak.
Atau kita bisa berbangga, Sopan Santun kita dikagumi Oleh para bule.

Dan Lalu, Catatan untuk Doi yang gue sayangi.
Gue Berani nih Kasih Janji buat kamu.
Kita juga bis kok mesum tiap hari, Terserah kamu deh mau kapan aja.

Syaratnya cuma 1. Kita Sahkan dulu Ke KUA. Sah.. Sahh.. Alhamdulillah..

HEHEHE...

ASoy..