Featured Post

Bye, Cats

May 07, 2012

IQ_AL

Iqbal, iqbal, iqbal..

Aku terus menyebut nama itu sampai terdengar tak ada artinya lagi.
sebuah nama yang selalu kurindukan.
Nama yang selalu kuingat. Meski pemilik nama itu bahkan tak ingat aku lagi (Sad L)

Ada jutaan rangkaian kata, rencanaku ingin kuutarakan padanya. Tapi aku membisu.
hanya air mata yang mewakili betapa dalamnya perasaanku.

Terkadang, nama itu begitu kubenci. Buah dari logikaku untukmu. Kau yang berbeda.

--
Mata itu !

Rona mata bercahaya seolah tak berdosa, aku rindu ingin menatapnya.
Dengan atau tanpa ketulusan dan terkesan memanfaatkanku, just!
Mata itu milikmu, right !

Suaranya !

Suara itu juga sama. Suara yang terdengar begitu khas dan selalu menyemangati.
membuat kekaguman, dan merapuhkan rasa di satu sisi.
suara itu juga milikmu, kan !

Sampai detik aku menulis ini, belum ada yang bisa menggantikan posisimu.yang lainnya hanya menarik perhatianku.
Meskipun yang lain indah, mereka hanya di mata. Yang masuk dalam jiwa hanya dirimu.

Aku ingin bal, kita berteman seperti dulu. Pertemanan yang dipenuhi ketulusan, bukan cinta.
Menjadikan perkenalan berkesan sepanjang hidup. Pertemanan yang indah dan tak terlupakan.

Seiring berakhirnya tulisan ini, aku akan menata perasaanku kembali. Untukmu Muhammad Iqbal.




Tiket yang kubeli jam 5 sore, dengan harga murah. Bareng sama tri uland dan agus.


Buat yang ngerti soal musik, mungkin memang aku terlihat katro’ bin norak, tapi gimana ya namanya baru pertama kali nonton konser. Setiap detiknya itu berasa jadi story laugh.

Apalagi, ini tuh saat pertama kali aku nonton konser band idolaku, D’masiv.
Jadi aku turut mendoakan untuk semua yang terlibat di konser kali ini hidupnya bahagia dunia akhirat, amin.

Padahal jauh hari di tahun 2009-nya, aku udah beli sabun muka Ponds edisi Teens Concert. Karna aku denger di radio Most Fm, cara dapetin tiketnya itu dengan beli Ponds dan ditukarkan tiketnya.

Apalagi di dalam slogannya ada tulisan, lebih dekat dengan bintangmu. Serasa jadi doa gk sih buatku.
Bukan hanya dekat , tapi juga meluk bintangku.

Pokoknya keren banget buat Ponds yang nyeponsori konser ini, janji deh akan pakai sabun ponds terus.. hehe

Padahal untuk ngedapetin tiket itu sebelumnya aku pantengin radio most fm, aku klik website yang gak kebuka. Dan dari info nomor telfonnya, si mbak operatornya bilang “maaf daerah anda tidak memungkinkan untuk menghubungi nomor ini”
gak memungkinkan pala lo, emangnya aku tinggal di pedalaman papua nugini.

Dan dari semua penyiar radio most fm, mereka nyebutin alamatnya di jalan hokki no.21 medan. Yang lebih terdengar seperti nama Gang. Padahal itu lokasi dimana bisa nukarin sabun ponds dengan tiket.

 

 

May 04, 2012

Camping Ke Dwi Warna Sibolangit

 Spoiler cerita hari ini agak panjang dan seru.

Dimulai di pagi hari, kakakku vera ngajak aku ikut camping sama teman-teman kampusnya.
Akupun beberes rumah, sampai cabut-cabut rumput yang dibelakang.
Tapi aku ngecewain frida sore harinya yang ngajak pergi belajar ke Abid Net lagi.
“maaf ya fri”, kukira waktunya masih sempat, ternyata udah gak keburu lagi.

Kak vera yang juga ribet, Undangan dulu acara nikahan kak Desi (sahabatnya waktu SMA). Aku nunggu kak vera pulang undangan, sambil kemasin persiapan buat camping.

Kitapun berangkat dari rumah jam 4 sore, Naik angkutan p25 dan berhenti di simpang pos. Di simpang ini kita nunggu gak berapa lama, teman-teman kak vera semuanya naik 41, lalu disambung lagi naik bus ‘mini’ borneo _duduknya di atas.
Aku sendiri duduknya di bawah, barisan belakang. (jadi inget waktu ke tahura). Di samping kananku ada cowok, yang sebelumnya lewat di depanku, yang kubilang mukanya mirip ryan d’masiv. *Wew..
di samping kiriku ada kak vera dan satu temannya lagi yang aku gak tau namanya siapa.

Di dalam bus, aku baru inget kalau sore tadi belum makan. Perutku agak mual, kepalaku pusing. Tapi karna keadaan tidak memungkinkan untuk muntah di dalam bus. Akhirnya aku bisa tahan sampai ke tempat tujuan.
Karna kufikir, pasti malu banget kalau sampai mabuk perjalanan di samping cowok yang mirip ryan d’masiv ini. Sepanjang perjalanan dia dengerin heandset, karna posisinya dempet banget akupun ikutan denger gema heandsetnya, lagu rihanna we found love sama lagu2 rock.
Kulitnya putih banget, badannya kurus tinggi, baunya wangi.  Halusinasi sih aku jadi ngebayangin beneran duduk di samping ryan d’masiv.
Karna aku Cuma memejamkan mata, tanpa bisa tidur.

Saat waktu mulai maghrib Kita langsung berhenti di pos depan Hutan Sibolangitnya (aku gk tau namanya !)
Disana, Cuma kulihat orang asing. Yang kukenal Cuma kakakku saja, dan tujuanku ada disini ya pengen lihat air terjun Dwi Warna.

Kami saling salam perkenalan, dan meskipun sudah 17tahun, tapi usiaku yang termuda disini. Beberapa di antara mereka, ada yang pernah kulihat fotonya di Hp kakakku. Dan yang paling nempel diotakku itu ada 2orang, seorang cewek berambut ngembang dengan badan berisi dan seorang cowok kulit putih pipi chaby, yang namanya bg Jhoni. Kalau cowok yang di bus mirip kak ryan, bang jhoni ini mirip kak rama d’masiv. *awokakwkw

Waktu mau masuk dalam hutan, aku bareng sama dia. Kukira awalnya orangnya sombong, ternyata enggak. Kak vera sendiri jalan sama bang awi (kayaknya lagi pedekate).
Kami jalan di barisan paling belakang, tasku sempat putus, tapi dibenerin dan dibawain sama dia. Berasa sweet bgt gk sih.

Hari yang makin gelap, kita telusuri bersama sinar rembulan dan senter. Nyari lokasi untuk dirikan tenda camping.
sambil menelusuri, terlihat juga rombongan orang2 lain yg juga mau ngecamp.

Akhirnya dapatlah sebuah lokasi di dekat sumber air. Malam ini dingin, pikirku.
Mereka semua langsung bergerak, tanpa banyak bicara ngedirikan tenda. Aku hanya jadi penonton, krna ikut kesini juga Cuma ngekor kakak.
Yang cowok lagi dirikan tenda, yang cewek-ceweknya masak. Kak vera ngasih aku penjelasan soal tenda. Ini begini, ini begitu.. syalala..

Makanannya sederhana, Cuma nasi sama mi instan. Begitu masaknya selesai dan waktu makan tiba, aku segan kalau ikutan makan meskipun aku dipanggil.
Sampai akhirnya bg jhoni ngajak aku makan bareng ‘kongsi’ sama dia. Baik banget emang.
*haha, kapan lagi makan sama rama d’masiv yakan.

Sekitar 12orang, kami berada di tengah hutan. Mendirikan tenda di bawah pepohonan.
Angin dingin mendesir, terdengar suara binatang-binatang malam, dan gemericik aliran air.
*lho kok kayak cerita horor

Situasi yang seperti ini, membuatku membayangkan, mana mungkin aku bisa tidur di sini.

Setelah makan, merekapun cari kegiatannya masing-masing.
Ada yang nyanyi bergitaran, ada yang cerita seru ketawa-ketawa, main kartu, dan golek-golek. Aku yang tak sadar berada di dalam hutan bersama mereka, akhirnya tanpa sadar tertidur selama 2jam di bawah tenda terpal. Meskipun mereka asing, tapi mereka baik. Ketika menutup mata di tempat ini, terasa tak ada bedanya dengan tidur di rumah sendiri.

Saat aku terbangun, mereka masih ada yang main kartu dan nyanyi lagi st12, suara yang mirip sama dermawan,mengingatkan aku sama dia.

Dari dalam tenda aku hanya melihat wajah bg jhoni, dan itu yang membuatku jadi keluar tenda dan golek di samping kak vera. Bang jhoni awalnya ingin tidur di dalam tenda, tapi karna kesempitan, akhirnya dia tidur di samping kananku. Kami ber 4 tidur dengan satu selimut yang sama. Karna disini dingin, dan semua butuh selimut.
Posisi nya dari kiri itu bg awi, kak vera, aku dan bang jhoni.
Saat udah mulai senyap, semuanya udah ngorok melepas capek.
Tapi sialnya, aku malah gak bisa tidur lagi, dan menghayal-menghayal aja.

Rasanya seperti mimpi, tidur di samping seseorang yang mirip kak rama. Yang bisa kudengar detak jantung dan nafasnya karna kami begitu dekat. Tapi tetap saja bagiku dia orang asing. Right.
Doi sempat terbangun dan memegang tanganku. Di posisi ini dia mungkin mulai tertarik padaku dan curi kesempatan. Saat itupun dia mulai memeluk perutku, megang2 anting dan gelang di tanganku.
ya, kau tau. Dia mau menciumku.

Tapi fikiranku yang suci ini, menolaknya. Saat dia memegang pipiku, aku langsung memalingkan itu dan memeluk kakakku yang ada di sebelah kiri. Kakakku pun memelukku balik.

Diapun bertanya “dingin ya dek?”
“iyasih, tapi karna ada abang disini, jadi gak dingin lagi” hehe

Pikiranku saat ini, aku mungkin gak bisa memikirkannya (pahami). Tapi yang ada di pikiran bg jhoni saat ini, ya apa yang biasa dipikirkan cowoklah.
Lagipula meskipun salah satu tujuanku ikut kakak camping adalah ingin bertemu bang jhoni. Tapi disini kan kami baru kenal, aku masih takut untuk kontak fisik yang terlalu jauh, bagiku terlalu cepat..
lagipula mohon maaf, bg jhoni bau mulut. Bau rokoknya itu, malah membuatku berfikir, kalaupun aku menciumnya malam ini, yang kubayangkan mungkin aku malah cium kak rama d’masiv. Haha

Kak vera yang meluk aku di kiri dan bg jhoni di kanan, membuatku merasa hangat, kuanggap ini pelukan dari abang dan kakak yang mau melindungi adeknya saja.

Buat bang jhoni, aku minta maaf.
Mungkin tidak sekarang, mungkin suatu saat nanti kalau kita jumpa lagi, atau mungkin tidak sama sekali...

Aku gak akan menyesali kesempatan yang datang ini.
Sampai pagi hari pun mulai tiba aku masih belum bisa tidur, matahari menerangi hutan dan udara makin segar..

Akupun beranja duduk di atas batu, menikmati dedaunan alam. Kak vera dan bg awi masih tidur, bang jhoni pindah ke dalam tenda.
Dan kuucapkan “Good Morning.. Dwi warna.. Im Comingg...”

Karna kejadian tadi malam, hari ini aku jadi banyak diam dong.

Ah sudahlah..
Pengalaman kamfret yang susah terlupa.

peace
#story by me

=> SEMPETIN BUAT BACA DEH HARI INI


Untuk catatanku, aku mau cerita hari ini.
Dimulai dari pagi hari, yang libur dan bosan.
kumulai dengan bermalas-malasan sebelum membereskan rumah. 

Dan aku juga pergi ke Karya Wisata, dapat info pelatihan ADOBE PHOTOSHOP dari pak Iwan. Aku, Frida, Siti, Arif, Maya dan 3 orang lainnya datang ke warnet ABID yang kelihatannya baru buka. Tempatnya asik, bersih.

Kita hanya duduk dan diajarkan sedikit dasar Photoshop. Dan lumayan aku dapet pengetahuan baru.
Pas lagi di warnet, aku denger suara Iqbal “masih ada yang kosong bang!”
si abang menjawab, ‘ini lagi buat pelatihan’
“ohh, haha”
Iqbalpun pergi, tanpa dia tau, aku sama frida sedang duduk didalam.

Kutoleh frida dan dia sama sekali gak sadar itu iqbal. Mungkin ini warnet langganan iqbal, karna deket karmud.
Selesai dari tempat itu, langit terlihat mendung, kamipun langsung pulang.

Aku gak tau disitu frida bawa kereta, jadi pulangnya kami tarik 3. Dan aku diantar sampe simpang Dewangga, nyambung naik angkot N94.

Aku mungkin tidak akan lupa, ini adalah pertama kali aku dibonceng naik kereta sama frida. Setelah sebelumnya pernah dibonceng Iqbal, Erwin, dan Rustam.
Begitu sampai dirumah, enggak ada orang, dan sialnya enggak ada kunci.

Aku baru kepikiran kalau hari ini baru makan 1kali yaitu tadi pagi, dan itupun sedikit. Aku gak tau mama atau si bagus kemana.

Akhirnya aku jalan kaki ke tempat mbah cari ganjelan perut. Tapi di jalan, aku juga gak nemu orang jualan makanan.

‘huaa’ sepanjang aku berjalan serasa diperhatikan sama orang2. Sampai di depan Gang si angga sodot, seorang cowok memperhatikanku tanpa berkedip sedikitpun. Aku sesaat juga memperhatikannya, hamper terpelongo. Samar2 kusadari cowok itu adalah bang anes. Dia sedang memakai baju merah dan berambut bagus.

Entahlah, aku juga tidak terlalu yakin kalau dia anes yang dulu pernah membuatku begitu senang memikirkannya. Mungkinkah hanya mirip.
Saat menatap orang itu jantungku masih saja Deg-2an. Sepertinya perasaan itu masih ada disini.

Lalu, hujanpun turun, aku sambil hujan2an beli nasi di samping warung MJC. Akupun cuci foto di MJC. Foto bareng sama kak vera, sama Iwan, Jasman dan Rahmadani. Ukuran dompet satu foto 1000.

Uang buat isi pulsa, kepake buat cuci foto yang abis 7000.
Disitu ada seorang cowok Namorambe berwajah Chubby dan beberapa cewek yang terlihat menyebalkan.

Aku memang berlagak sedikit Caper. Cowok cubby itu terlihat manis, mata kami sempat berpapasan beberapa saat. Hingga aku teringat oleh safrizal.

Setelah cuci foto hujanpun Reda. Seperti kebetulan yang kebetulan. Aku ketemu Frisya di tempat ini (anaknya om Robert yang katanya mirip aku. Berambut pendek dan tomboy)

Dia datang untuk ngerjain tugas. Aku penasaran, apakah dia juga denger kata orang soal aku.
Dia sempat memperhatikanku.
Kebetulan kami lagi sama-sama pake kemeja. Kemaren juga ketemu waktu sama-sama pake kaos dan sepatu.

Akupun langsung pulang kerumah, makan nasi bungkusnya, serasa semua cacing diperut sudah Hardcore berdemo.   Aku habisin nasi sebungkus dalam waktu singkat.
Asiknya hari ini enggak banyak yang ngomelin aku. Akupun berharao, besok aku bisa dapat pengalaman baru yang lebih seru lagi.

Oke Well, Sekian dulu curhat2nya...

May 03, 2012

Jika ingin sombong, hiduplah di hutan


Terkadang orang yang hebat merasa patut untuk sombong,
 tapi alangkah baiknya jika kehebatan tidak diiringi dengan kesombongan
 _chery

Sejak Smp kelas 2, aku memiliki idola seorang gitaris salah satu band besar di indonesia. Aku mengidolakan damar (bukan nama sebenarnya), karna permainan gitarnya sangat menyentuh. Selain itu damar juga memiliki wajah yang imut dan kalem.

layaknya  orang lain yang punya keinginan untuk bertemu idolanya, akupun begitu. Aku menempelkan beberapa foto damar di kamarku, dan setiap malam aku memandangi foto itu berharap suatu saat yang kupandangi adalah damar yang asli.
Hal itu terus berlanjut sampai 4tahun lamanya, hingga suatu hari aku mendengar kabar band yang digawangi damar akan datang ke kota tempat tinggalku yaitu Medan.
Aku senang sekali, bahkan seminggu sebelum kedatangannya aku sudah mencari informasi kesana kemari tentang tiketnya. Dan dengan harga lumayan murah, aku memperoleh tiket untuk nonton konsernya damar. Kebetulan 2 orang temanku juga ingin nonton, jadi kami pergi bersama.

Sampai di hari yang dinanti, untuk pertama kalinya aku nonton konsernya damar secara langsung. Lewat aksi panggungnya, damar dan seluruh bandnya membius para penonton.
dan Ini seperti mimpi yang menjadi nyata buatku.

Lokasi konsernya band adalah panggung dan penonton terhalang oleh sebuah pagar  besi lumayan tinggi. Jarak kami terlalu jauh, sepertinya Harapanku untuk bertemu langsung sama damar, akan sulit. Tapi aku tak kehabisan akal, aku menunggu 4tahun untuk kesempatan ini dan akupun mencari cara untuk melewati pagar itu. Aku melompatinya di saat semua orang takut melihat polisi berdiri  di depan pagar. Akhirnya, aku melawan petugas keamanan (perdebatan sengit yang menyebalkan, tapi aku melakukannya). Di saat yang sama aku dipertemukan dengan seorang crew acara. Aku ingat namanya dan aku sungguh berterimakasih dia mau membantuku.
 aku memohon sama crew itu untuk dipertemukan sama damar, dan dia memberikanku izin.
Akupun menunggu damar dan bandnya selesai manggung, aku menunggunya dibawah panggung dan berharap bisa memeluknya.
Ketika damar turun, aku langsung memeluknya, dan damar sangat kaget. Ketika itu aku hanya ingin berterimakasih, setidaknya secara tidak langsung damar sudah memotivasi hidupku selama ini. Aku begitu bahagianya sampai aku menangis, mungkin ini yang dikatakan orang 'air mata bahagia'.
 hanya saja ada satu hal yang tak kukenali selama ini, aku tak peka jika ternyata damar seorang artis yang Sombong. Begitu tau aku memeluknya, dia mendorongku dengan ilfil lalu seorang petugas menarik tanganku dengan kasar  dan damar langsung berlari meninggalkan aku begitu saja. "aku ngefans sama damar..." Cuma itu yang aku katakan pada petugas yang sudah memperlakukanku dengan kasar tadi. Tapi dia menertawakanku dan memperlakukanku seperti orang bodoh.

Dan inilah hasil yang kudapat setelah bertemu dengan damar. Setelah empat tahun aku mengidolakannya dan hari ini aku datang jauh-jauh kekota, setelah aku melompati pagar yang tak wajar itu, dan setelah aku melawan petugas. Ternyata hanya ini yang kudapat.
Aku hanya bertemu seorang musisi sombong yang tak tau menghargai Fans. Oke izinkan aku mengatakan ini "Damar Anjing"

Kejadian itu sudah 3tahun lalu kualami. Ya bisa dipastikan kini aku tak lagi peduli dengan artis sombong itu. Aku tak lagi mendengarkan karya-karyanya yang "lebih hebat" katanya. And I don’t care again Now.

Hanya satu pelajaran berharga yang bisa kupetik. Jika ingin hidup sebagai manusia sombong, berfikirlah lagi, fikir ulang, dan pikirkan terus. Apalah arti kita ada di muka bumi ini, jika kita merasa hebat. Lihatlah diluar sana ada yang jauh lebih hebat, jika kita merasa tinggi maka Selalu ada yang jauh lebih tinggi, dan jika kita merasa sempurna, berarti kau tak mengenal Tuhanmu yang maha sempurna.
Mungkin itu hak setiap orang untuk bersikap sombong atau tidak.
Tapi ingatlah selama kita masih hidup di bumi, takkan ada yang abadi. Sombong ataupun tidak semuanya akan mati. Lalu hidup.
 Apa!
Dan lalu Mati.



May 02, 2012

cuma mau nulis

Bismillah, Hari ini adalah Hari ultahnya kak Rama D’masiv. Gak seperti tahun-tahun sebelumnya dimana aku selalu mengingat hari ulang tahun orang2 yang kusukai. Aku lupa kalau ini ultahnya kak rama.

Well, di satu sisi aku juga gak teringat karna gak tau mau ucapin selamat ultahnya kemana.

Karna di medsos juga banyak akun Fake yang foto profilnya kak Rama sama pacarnya.

hehe

Aku doakan saja disini. Semoga di ulang tahun kak Rama yang ke 26 tahun ini, apa yang diinginkan tersemogakan. Apapun yang terjadi semoga, semoga dan semoga yang terbaik saja. Makin segalanya, Sukses. Amin
*Doa yang antimainstrem




And I don’t care


Kau mau berbuat apa, itu kan urusanmu
 ….
Dan aku mau berbuat apa, itukan urusanku
….
Asal kita masih memiliki tanggung jawab terhadap diri masing-masing.
…
I Don’t care

Okey