Sekitar 3-4 hari yang lalu, ada angin kencang melanda daerah tempat tinggalku, Jatikesuma Namo rambe, Kab. Deli serdang.
(Dan setelah beberapa hari, aku baru dengar kabar, angin itu menerpa hampir semua daerah di Medan)
Angin itu bertiup lebih keras dari biasanya, lebih berisik dan lebih menakutkan.
Aku tidak keluar rumah, berusaha tenang sambil menggendong bayiku di dalam kamar.
Suamiku baru saja pulang kerja dan memegangi tiang atas agar tidak terbang terbawa angin.
Lalu tak lama kemudian, Listrik Padam dan Hujan Turun Deras.
Rumahku yang Rapuh, Bocor dan Banjir kacau di jam malam..
Tapi aku tidak panik, karena aku percaya jika Allah akan menguji sesuai kemampuan hambanya.
Just it.
-
Keesokan harinya aku keluar rumah. Dan ternyata, diluar dugaanku banyak sekali Rumah yg terdampak akibat angin kencang semalam.
(Termasuk rumah adik mama, dan sepupuku juga atapnya terbang, porak poranda)
Rumah yang nampak megah dan kokoh nyatanya banyak yang rusak atapnya tergeser angin.
Sebaliknya, rumah gubuk rentan beratap pandan, masih banyak yang berdiri kokoh tanpa tersentuh angin.
Akupun bersyukur, Rumah ku yang gubuk baik-baik saja.
--
Pemandangan yang membuka hati dan pikiranku ketika menatap rumah orang yang terdampak.
Ternyata, sehebat dan sekuat apapun manusia, ketika Allah sudah berkehendak, maka kehebatan itu tak bisa menandingi Kuasa Allah.
Karena kalau Allah mau, dalam hitungan detik, Dunia seorang hamba bisa berbalik 90% bahkan berputar 180%.
Dan juga sebanyak apapun harta yang diperjuangkan dan dikumpulkan manusia, Semua itu nyatanya tidak akan bisa dibawa Mati.
Akupun berencana membereskan harta dan barang remeh yang ada dirumah.
Lalu.. Menjadikan rumahku sesuatu yang bila saatnya tiba, maka aku siap kehilangan ataupun meninggalkankan tanpa rasa berat alias ikhlas.
Hihii
#sekian dulu cuap-cuap singkatnya guys.