Featured Post

Bye, Cats

March 01, 2019

Kaget Tengah Malam


Untuk bebrapa saat aku seperti melihat bayangan wanita bermata hitam dan busuk disekitar wajahnya.
Wanita mengerikan itu berlutut di pinggir jalan, bersebrangan dengan tempat dimana aku duduk. 

Sekitar 2 sampai 3 kendaraan melintas di jalan itu. Cahaya lampu kian memperjelas wujud wanita itu.

Aku terpaku memperhatikan, sampai tiba-tiba Jeritan disertai koyakan mulutnya menyeringai seram kearahku. Ahhh... Keringat dingin tak lagi tertahan.

Akupun terkaget, Bagun dari Tidurku di tengah malam itu.
Dan mendapati Wanita jelek sialan itu hanya mimpi.

Fiuh, Untung Saja. 


February 24, 2019

A Plan (Sebuah Rencana)


Aku datang kerumahmu siang ini, dan berharap ibumu ada disana.
Aku berusaha sekuat tenagaku untuk tidak meneteskan air mata, apapun yang terjadi nanti dan bagaimanapun kelanjutan hubungan kita, aku harap itu adalah yang terbaik. 

Sebelumnya aku juga bisa tanpamu. Karna itu jika di masa depan aku juga tanpa kamu, aku yakin bisa.
*Semoga*

 Meski hari tak akan pernah sama lagi. Tapi seiring waktu cinta akan menghapus jejak-jejak kenangan itu.
Aku selalu bisa melihatmu sebagai sosok yang kuat.
Dan aku juga lebih sering kalah dalam perdebatan yang terjadi antara aku dan kamu.
Jadi karna aku tau diri, sadar diri, maka kuberanikan diriku untuk melangkahkan kaki kerumahmu hari ini.

..
Akupun bertemu Ibumu, dia masih Nampak muda dan Cantik.
Meskipun tak pernah kulihat rasa suka dimatanya sejak pertama mengenalku.
Akupun langsung menyatakan isi hatiku, tanpa berfikir panjang lagi.
Dengan ekspresi yang gak pake natap wajah ibumu lama-lama, pastinya.
“Jadi gini bu, maksud kedatanganku kesini. Aku mau ngasih tau ibu, kalau aku sama anak ibu udah ‘Putus’ (ganti kosakata lain kalau muncul kosakata yang lain).
Jadi udah seminggu ini aku mutusin ido. (yeahh abang ido, bisa jadi). Dan ini adalah aku yang mutusin. Ini keputusanku.
Jadi disini aku mau minta maaf sama ibu, seandainya selama ini aku ada salah atau ada dari sikapku yang kurang berkenan di hati.
Aku sayang sama anak ibu, aku sayang sama ido anak ibu. Tapi setelah kufikirkan sayang aja ternyata gak cukup untuk mempertahankan hubungan ini.
Banyak hal yang kurasa, enggak cocok antara kami..
Aku udah bilang sama anak ibu untuk enggak usah lagi datang ke tempatku dan ketemuan sama aku lagi.
Dan karna kemarin ada ikut jula-jula disekolah samaku, guru-guru disekolah. Mungkin abang akan datang ketempatku, tapi itu urusannya sama mama.
Aku akan berusaha jauhin abang. Aku bahkan udah hapus semua nomor telfonnya.
Nanti kalau ada Rezeki, keluargaku. InsyaAllah 3-3 bulan lagi aku sama adekku mau berangkat ke Bali, Ada kerjaan di Bandara Ngurah Rai.
Aku udah bilang berkali-kali sama Abang ido, kalau aku udah gak mengharapkan apa-apa lagi dari dia. Aku enggak ingin lagi melanjutkan hubungan ini.
Seandainya di masa depan kami ketemu lagi, mungkin memang kami jodoh. Tapi untuk sekarang aku mau menegaskan kalau kami udah enggak ada hubungan apa-apa.
Aku tau siapa diriku, dan aku tau kemana tujuanku. Jadi menjauh dari anak ibu, adalah keputusanku. Mohon dihargai.
Aku enggak ngejar2 abang, bahkan nelfon diapun udah gak pernah. Ngobrol lama2 juga udah males.
Kalau ditanya alasannya, ada hal yang gak bisa kujelaskan. Tapi yang pasti aku juga udah minta pendapat sama orang tuaku, dan mereka juga setuju sama apapun keputusanku.
Aku minta sama ibu, bilang keabang kalau aku udah menganggap hubungan ini tidak ada apa-apanya.

Minta dia untuk melepaskan aku. Jangan pernah menemui seseorang yang udah gak mau lagi jumpa sama dia.
Karna selama ini aku Cuma ngomong ini sama abang, jadi abang gak percaya kalau aku serius ingin berpisah, Jadi mohon maaf kalau aku bilang ini ke ibu. Ini untuk membuktikan kalau keinginanku untuk melepaskannya adalah serius, dan aku nggak main-main.
Seandainyapun abang datang kerumah untuk ada maksud tunangan, melamar dan lain-lain. Sebelum itu terjadi. Disini aku mau jelaskan sama ibu. Aku nggak akan terima.
Aku nggak mau hal semacam itu terjadi.
Umurku bertambah, dan aku enggak mau ada urusan yang akan memperpanjang perkenalanku dengan anak dan keluarga ibu.

Lebih kurang aku ucapkan Terimakasih.
Demi Tuhan, Kebahagiaan singkat saat aku mengenal Kalian takkan kulupakan.

Salam hangat dari Calon menantumu yang tak kesampaian.


February 22, 2019

Remember Just U

 






..

Intinya sama-sama berbeda dalam banyak hal.

Perdebatan yang terus saja terjadi, hanya membahas soal Harta dan harta, tak ada kandungan Cinta di dalamnya. Sungguh memuakkan.

Seolah tidak ada yang layak, dan pantas diperjuangkan.

Sampai akhirnya akupun tau, kau hanya Bucin.

Gak berjodoh denganku.

February 01, 2019

Bacot


Hai. Its Me !

Memulai hari dengan Caci Maki Ibu, dan menjalani hari dengan Santay.. 

Teteww..

Alhamdulillah Rezekiku hari ini Lumayan.

Aku menikmati makananku seperti biasa. Mensyukuri untuk semua Nikmat kecil yang kudapatkan. InsyaAllah.

Dan juga membereskan File, foto, music dan Vidio yang sempat kukacaukan.

Aku rindu menghadap Allah.

Jika sampai usia 30 aku belum juga menikah.

Aku berniat ingin mati di usia itu.

Haha, kata-kataku benar-benar seperti orang tak punya iman.

Tapi itu bisa jadi Motivasi, agar aku bisa menyelesaikan misiku lebih giat lagi sebelum waktunya tiba.

Dan aku juga rindu Sholat. Ingin menghadap ilahi dalam keadaan sudah benar-benar taat.

Semoga Allah Mengampuni dosa-dosaku.


January 31, 2019

Remuk badan

Hari ini bawaannya lemess, badanku rasanya remuk. Guys, Sakit semua..

Aku merindukan banyak hal kecil di dunia ini.

Tapi menahan rindu yang bertubi-tubi menikam ini, jauh lebih baik daripada memendam sakit dan pura-pura bahagia di masa depan. Masa yang akan datang.

Aku beli Bolu dari bang dika adek badak.

Bolu 20.000 dengan coklat diatasnya.

Entah kenapa kok ingin membawa bolu itu kerumahmu dan menemui ibumu.

Belum juga seminggu tapi kok udah berasa lama sekali kita berpisah.

Dan perlahan aku mulai lupa. Mulai berhenti memikirkanmu.

Karna percuma diperbaiki. Kaca yang sudah rusak bagaimanapun ceritanya mustahil untuk utuh kembali. Kalaupun dia harus disusun kembali butuh waktu lama dan perjuangan yang rumit.

Aku gak mau rumit hanya karna urusan cinta. 

Oke Bay..



January 30, 2019

Suram

Aku tidur jam 3 lewat dinihari tadi. 'Nonton anjing'.
 Iya, berita viral soal anjing Siberian Husky yang mati di Petshop. Nangis sedihh, Tu anjing dimasukin dalam karung bekas makanan dan dalam kondisi busuk dan berdarah.

Sky… Namanya sky..

Si pemilik yang berniat menjualnya teriak histeris menyaksikan itu.

Pihak Petshop nya banyak bohongnya. Mereka fikir sebuah nyawa bisa diganti dengan Uang.

Meskipun hanya nyawa seekor anjing, tapi kelihatan banget jiwa penyayang binatangnya itu gak ada. Pekerjanya mungkin kerja disitu karna uang, bukan karna emang pecinta binatang.

Hust, udah deh. Semoga aja Sky tenang disana.

Btw, hari ini pasti bg andi marah karna aku gajelas lagi. Tapi yaudalah.. ini akan menjadi yang terakhir kalinya aku mengecewakan cowok sotoy itu.

Untuk kedepannya lupakan saja jika kita pernah punya niat untuk dekat, serius, bla,bla,bla..

Hatiku udah tidak menangis sesedu-sedu lagi, meski masih ada perasaan hilang, dan nyaris hampa.

Dirumah sejak pagi, aku sudah melakukan banyak pekerjaan, nyuci, nyapu, beberes, ngepel, bersihkan bak kamar mandi dan banyak lagi.

Aku bisa lebih rajin dari biasanya jika aku mau.

Mandi juga sedikit lebih lama dan lebih bersih dari biasanya. Aku harap gatal-gatal di kulitku bisa sedikit reda.

Siang menjelang sore, mama menelfonku dengan nada suaranya yang tinggi, menanyakan kunci rumah.

Aku lelah dan berbaring, meskipun tidak bisa benar-benar tertidur.

Setelah itu mbah juga datang dan marah-marah karna aku tidur terus.

Well, aku tau mbah marah bukan hanya karna itu. Karna ada hal lain yang mengganggu pikirannya yang tidak  terpenuhi.

Akupun jadi berfikir, sebenarnya aku sudah seminimal mungkin membuat masalah dalam keluarga. Tapi kok hanya karna hal kecil, yang bahkan bukan salahku, aku menjadi sasaran kemarahan mereka.

Aku terlihat seperti anak 15tahunkah. Sampai aku diperlakukan seperti ini.

Menyebalkan sekali. Aku malah berfikir ingin membalas perlakuan mereka dengan tidak menikah.

Kemarin, aku masih bisa merasa baik-baik saja walau dimarah-marah sama mama atau keluarga. Karna aku punya kesalahan dan ingin jalan-jalan dengan pacarku.

Tapi sekarang, setelah gak punya pacar. Aku jadi kesal sama mereka. Kalau jumpa papa juga aku enggak merasa senang lagi.

Papa selalu minta dibelikan sesuatu dariku.

Aku fikir kondisi papa sekarang sedikit mirip benalu. Ingin hidupnya enak dan nyaman, dengan menjunjung posisinya sebagai suami dan ayah –yang patut dihormati. Tapi papa, melupakan kewajibannya sebagai kepala Rumah Tangga dan pemimpin dalam keluarga.

Ya, bukan berarti aku tak ingin berbakti. Aku sangat menyayangi papaku. Aku juga ingat kok betapa papa telah membesarkan dan menafkahi kami secara layak dan baik selama masa sekolah kami.

Tapi sekarang, papa terlihat sudah kehilangan banyak semangat.

Dia tidak cari uang, hanya jaga kolam ikan.

Setauku hanya ngabisin uang, gak menghasilkan.

Kalaupun menghasilkan uangnya seakan gak lagi cukup menafkahi kami.

Mama jadi tulang punggung. Bukan hanya untuk anaknya, tapi untuk semua keluarga dan saudara dekatnya.

Karna  kami semua udah dewasa, udah punya pegangan usaha sendiri-sendiri. Jadi pilihan papa, tidak begitu masalah.

Dan aku juga sedikit marah. Karna kemarin papa gak setuju ketika aku dekat dengan seorang laki-laki yang baik.

Papa berfikir jika selama ini sudah sukses  mendidikku menjadi putri yang sempurna. Padahal Nothing.

Papa gak tau apa-apa soal putrinya ini. Gak pernah mengerti bagaimana kondisinya yang dari luar terlihat biasa, tapi dalamnya sudah terluka parah. Tercabik sedikit demi sedikit seiring kedewasaanku.

-

Saat papaku memintamu datang membawa orang tuamu, disitu hatiku sangat sakit.

Aku menggambarkan bahwa ini akan menjadi yang pertama dan terakhir kali sebuah keluarga mendatangi ayah ibuku untuk meminangku.

Aku melihatmu duduk disana, disamping ayah ibumu. Kamu terlihat masih sangat muda, sayangku.

Menunduk  dibalik tulusnya hatimu. Menerima kata demi kata papaku yang dibumbui kesombongan dan rasa tidak sukanya akan dirimu.

Aku tidak tau akan bagaimana lagi memperbaiki keadaan ini.

Satu-satunya cara yang terfikir adalah menyudahi semuanya.

Nanti, kelak, di masa depan. Saat kau sudah menemukan cintamu yang lain.

Ingatlah jika dalam hidupmu kamu juga pernah memperjuangkan wanita tolol yang tidak pernah bisa menghargai kerja kerasmu.

Aku tetap mencintaimu, dan menghargai setiap detik kebersamaan ketika masih bersamamu.

Aku sangat percaya, jika kita berpisah maka aku akan menjadi Cinta terbaikmu sampai ajal menjemput.

Tapi sebaliknya, aku hanya akan jadi virus yang menyakitimu jika kita akhirnya sampai menikah.

Aku tidak benar-benar paham pernikahan itu apa ?

Jadi biarkan aku belajar paham dulu.

Karna dihatimu masih bersarang masa lalu bersama gadis kecilmu yang lugu itu.

Aku tidak ingin menyaksikanmu mengenang gadis itu sebagai cinta sampai kau mati. Aku juga ingin menjadi Cinta sampai kau mati. Dengan cara menghilang dari hidupmu.

Dan…. OOo… Yaa…

Masalah Orang tuaku. Mereka hanya manusia biasa kok, Sama seperti kita.

Jadi menyadari hal itu,  mari kita terima segala kekurangan dan kelebihan orang tua kita sebagai manusia yang sempurna.

Amin..

January 29, 2019

Blewh "alasan kita berakhir ...

Pagi menjelang siang, aku nabung lagi 30.000. Akhirnya setelah hampir seminggu gak nyeleng.Haha

Satu hal  Postif yang kupelajari darimu salah satunya ya ini. Hidup harus pintar menabung.

Truss..

Sepanjang siang aku main Wa. Kupancing kembali yang namanya andi itu. Kok agak penasaran.

Tapi Blewh, BLEWH!

Hal yang kutakutkan dari orang jawa. Ngomong Blak,blakan dan menyakitkan Hati. Ternyata itu masih mendarah kental pada dirinya.

Aku masih ingin mencoba. Secara fisik okesih bener-bener bikin aq penasaran. Tapi dari sifat, kok aku merasa ini orang akan sama nyebelinnya dengan mamaku.

Belum apa-apa udah berani pegang-pegang. Dan tadi mau minta tolong pinjem BPJS. Aku masih gak tau, ni orang sebenar nya orang susah atau bukan sih. Kalau orang seneng kenapa semalam diajak jalan dibilangnya gak ada duit, emang kalau jalan-jalan 50,000 kurang.

Trus kalau orang susah kenapa angan-angannya beli Samsung note 7. Ah, sudahlah..

Aku bisa kok tanpa seorang kayak dia. Gambarannya bakalan makan hati 80% kalau perkenalan ini dilanjutin.

Setidaknya, dengan tidak melibatkan hati dan ikatan pacaran, aku jadi punya lebih banyak waktu untuk Menulis dan melakukan banyak hal.

Aku juga gak akan direpotkan sama urusan mereka. Meskipun aku juga gak bisa merepotkan siapapun.

Oke, Fix, Langsung aja aku Blokir Wa nya.

Cowok Taik, Bikin Susah.

Di kontak wa sekarang tinggal Marwan, bg Abdi, Kak Via, Frida, Restu dan Bg Andri. Mereka seperti sedikit lebih penting daripada gindo dan andi. Wkwk

-

Sore udah tiba, pulang sekolah mama singgah ke fotokopi macam biasa. Tapi kok agak heboh..

Ada kak via dan adek dika juga disaat yang sama. Menambah kehebohan. 

Aku enggak tau kalau ada gindo diluar, aku melihatnya dan langsung gamang.

Wtf, Ngapain kemari. Ngapain datang dasar kimbeq.

Kalau aku jumpa dia, rasa rindu ini masih ada. Tapi enggak kubawa, aku ingin menyembunyikannya saja. 

Tapi, sepertinya dia memang masih serindu itu sama aku, dia masih menyapaku, Tertawa dan bicara seolah semuanya baik-baik saja.

Aku menanggapinya dingin, bahkan ketika dia memegang tanganku dan berkata “perasaan ini gak bisa dibohongi lo”.

Perasaan, perasaan yang bagaimana ?

Apa kau fikir perasaan ini adalah prioritasku.

Jikapun aku membohongi perasaanku. Ya, terserahku dong, perasaanku sendiri kok ini. Gak merugikan siapa-siapa.

-

Gindo bicara banyak sama mama, tapi aku mengabaikannya. Dia ada di dekatku, tapi kebencianku lebih dapat kurasakan dibanding keinginanku untuk kembali menyapanya.

Aku tinggal mengingat kata-katamu saja jika aku wanita kotor, dan kepribadianku jelek. Dan hargaku murah.

Maka otomatis, aku akan mampu menghindari segala bentuk godaan yang datang darimu.

Setelah bertemu aku hari ini, aku yakin kamu akan menangis, kamu akan kecewa dan bisa jadi tak habis fikir dengan sikapku.

karna, begitulah karaktermu.

Kalau kau rindu, kau akan datang memohon, mengemis cinta. Tapi jika aku sudah kembali kepelukanmu. Kamu akan membuatku kembali menderita tanpa sadarmu.

Ah, sudahlah. Capek.

Aku sudah menjadi teramat takut untuk menjalani kehidupan berumah tangga. Terkhusus bersama denganmu.

Aku punya alasan:

1. Kamu akan selalu cemburu pada siapapun yang dekat denganku. Bahkan teman lamaku. Sampai aku jadi istrimu, mungkin aku kau kurung dirumah atau jadi ekormu kemana-mana.

2. Kamu merasa pemikiranmu yang benar, dan akan selalu benar, apapun yang kuajukan kau anggap salah dan gak cocok dijalani.

3. Kamu selalu mengungkit kesalahanku di masa lalu, dan kesalahanku yang sebijik itu setelah kita bersama.

4. Kamu merasa sangat berat melamarku dengan nominal yang ‘wajar’. Karna itu aku merasa tidak dihargai.

5. Kamu memandang masa laluku adalah aib dan keburukan yang luar biasa. Padahal masa saat-saat bersamamulah yang justru menjadi aib dan kesalahan bertubi-tubi yang terjadi tiada tara. Puluhan kali sudah kita melakukan kesalahan itu.

6. Kamu bukan tipe cowok ganteng yang kusukai secara fisik. Karna aku suka yang sedikit putih, dan berambut lurus. Setidaknya jagalah penampilanmu yang gak punya banyak baju itu.

7. Kamu orang karo, adatmu hanya akan membuatku susah di hari-hari kemudian saat menjadi bagian dari keluargamu.

8. Kamu enggak bisa mengaji, juga kurang ilmu agama. Gimana mau bombing istrimu, kalau ilmunya saja kamu gak punya. Malah nanti kebalik keadaan aku yang harusnya bimbing kamu ilmu agama.

9. Kamu keras kepala..

Meskipun terkadang bisa luluh karna cinta. Tapi sampai kapan sih rasa cintamu itu ada.

‘orang karo itu keras’ semuanya ngomong gitu sama aku. Berarti kenyataannya memang begitu kan.

10. Kamu gak bisa melupakan masa lalumu. Mantan-mantanmu, wanita-wanita cantik. Kamu gak bisa lepas dari mereka. Dan  karnamu, aku jadi begitu cemburu sedikit saja melihatmu berinteraksi dengan wanita lain.

11. Kamu pelit, dan terlalu perhitungan sama uang. Kamu gak bisa mengikhlaskan jika sedikit saja uangmu dirampas orang.

12. Kamu jadi Perokok setelah bertemu denganku. Dan kalau aku gak suka lihat kamu merokok, kamu bilang itu karna papaku. Berarti kamu masih labil dong ya, masih bisa dipengaruhi orang.

13. Kamu benci adik dan hampir semua saudaraku.

(aneh ya) Kenapa kamu mudah sekali membenci orang lain. Aku tau sih tingkah mereka memang terkadang sangat menyebalkan dan kelewat batas. Tapi biar bagaimana mereka itu masih saudara. Apa kamu gak butuh saudara ? Hidup di hutan aja sana. Kalau orang lain ngomongin kamu yang jelek-jelek juga kamu bilangnya ‘alah.. mikirin kata orang’. Emang sih aku juga setuju. Ngapain juga dipikirin kali kata orang.

Tapi nyatanya dampak dari gosip  itu Luar biasa lho. Satu kampong bisa jadi tau kejelekanmu.

14. Alasan Yang terakhir itu Kamu bukan prioritasku.

Karna aku juga enggak punya kepercayaan diri untuk melanjutkan hubungan kita. Jadi ya sudah kubur saja semua kenangan indah yang kemarin.

Meski sebegitunya ingin memiliki anak darimu, anak yang lucu. Tapi semuanya bisa tertutupi fakta. Bahwa aku punya kulit yang bopeng-bopeng bikin malu.


Jadi setelah menulis ini panjang lebar. Setidaknya akan lebih mudah dipahami apa saja yang membuatku takut melanjutkan hubungan ini denganmu.


“Wassalam”