Featured Post

Bye, Cats

November 11, 2014

Terlatih Patah Hati


Renungkan saja yang kita mengerti
_The Doctor

Gue lagi suka banget sama Lagu yang Judulnya Terlatih patah hati. Sebuah Lagu baru yang dibawakan oleh Rain Ft. Endank Soekamti.
Lagu ini bercerita tentang seseorang yang menganggap sepele perasaan patah hatinya. Seseorang yang merasa, patah hati yang dulu itu adalah bagian dari masa lalu saja.

 Lagu yang menurut gue. Ah,ini lagu gue banget ni..


Lagu ini liriknya juga ngena, ngebuat gue ngerasa semagat untuk Terus mencari apa yang gue inginkan.
:D :D

Gue jadi inget Tahun-tahun di mana usia gue masih 15. Paman selalu memutar lagu Rain kalau hari menjelang sore. Buat gue ketika itu, lagu-lagu yang dibawakan oleh Rain, adalah lagu-lagu Galau terngena di hati. sepertinya apapaun lagu sedih mereka, itu nyangkutnya selalu di hati -khususnya hatiku-.

Sedangkan Endank Soekamti, satu-satunya lagu yang saya tau dari band itu adalah yang judulnya Sssttt....
dan sama anenya dengan judul yang cuma ;Sssttt.  lagu ini berisi lirik aneh dan Kocak tentang seorang  pemalas.
Musik Endank Soekamti udah sesuailah sama Standar band-band Rock di Indonesia.

Jadi kalau kolaborasi antara endank dan rain. Maka akan dihasilkan musik yang Inspiratif dan Ceria.

kalau kamu mau Donload lagunya, klik link ini ya...!!



November 10, 2014

Hay diary

Kau tak akan percaya, jika hariku sekarang cukup padat mencret. Mengingat kemarin aku masih bisa leha lehe dikamar bersama tumpukan buku-buku dan pekerjaan rumah yang menyebalkan.

Tiga hari ini aku selalu sampai di kamar dalam keadaan ‘mata gelek’. Jangankan untuk merangkai tulisan, untuk melek mata saja berat.

Tak bisa kujelaskan secara rinci, hanya bisa diwakili dengan kata Padat mencret.

Aku nangis dan merindu, pada sesuatu.

D hari ke 3 bekerja, aku baru sadar teman kerjaku “gak asik banget”.

Pulang kerja, aku nyangkut ke rumah bang bowo samping masjid. Yang ternyata dia bisa main gitar cukup baik.

Kami ngobrol ntah apa, dan aku pulang sambil minjam buku bg bowo yang isinya lirik+kunci lagu. Cukup untuk ngilangin rasa rinduku.



=-=-

Keesokan harinya, aku melakukan kesalahan lagi di tempat kerja. Biasa namanya juga anak baru. Kesalahan yang membuatku segan sampai akhirnya pulang kerumah.

Pulangnya aku singgah kerumah ali dan ngobrol banyak sama yuli.

Dengan bahasa yang sulit dipahami, si yuli malah membeberkan “fakta gila” soal citra dan pacarnya itu. Akupun socking fucking.

Lalu akupun pulang, ngecharge Hp, Lampu jatoh, beli lampu lalu tidur.


November 09, 2014

Minggu pagi..

Isi Kepalaku Acakadut Cuy !
mau Nangis, Kesel, Palak. Negatif Thinking dah pokoknya.
Entah kenapa tak satupun People Understood Me.

Lalu, sekitar jam setengah 2.
Aku ngaca-sambil iseng pake celak. Muka lagi kayak badut.

Tiba-tiba ada yang panggilin namaku dari depan.
Aku cengo, dan ngeliat Agus, Astari, Afrida, dan Hendrik dateng.
Wtf, Aku mimpi apa ini.. *mukulin tembok*

Mereka datang tiba-tiba setelah sekian tahun gak ada kabar karna mau ngasih undangan buat dateng kembali ke sekolah pada hari Guru. Sebut reuni, silaturahmi atau apalah.
Entah siapa yang pertama kali mengusulkan ini, yang jelas mereka nyamperin kerumah temen masing2.

Mereka duduk di depan rumahku. Yang bahkan sewaktu masih jadi temen sekelas mereka gak pernah main kerumah. Kita Ngobrol Standar, Ketawa2 dikit dan saling pandang.
Ngemeng2 juga sama mama, mama kan juga sosok seorang Guru. Jadi ikutan seneng kalo ada hari guru.

Karna ada ngutip2 buat kasih bingkisan keGuru2. Aku yang kebetulan lagi bokek, Cuma Usum 20,000 (Buat beli apa gitu yak)

Setelah mereka pulang, Pamit sama mama. Barulah pikiranku kembali agak tenang. Aku mengerjakan banyak hal sambil senyum-senyum sendiri.
Aku ingin sekali datang ke Sekolah itu lagi Nanti.

Aku Ingin ketemu Jasman, Ketemu Iqbal, Ketemu Guru-guruku ..
Huaajadicedih.. Hiks hiks


Saat hujan turun


Aku Pernah memeluk mu ketika hujan turun. Ketika itu udara dingin, serasa menusuk tulang. Aku mulai menggigil dan bibirku membiru. Kau tau kita bukan siapa-siapa, kita hanya teman biasa. Tapi kau mengizinkanku memelukmu ketika itu.
 Dan suhu tubuhmu yang hangat mampu menembus tubuh dan perasaanku. Aku tak lagi kedinginan.
 Sejak itu aku merasa nyaman di dekatmu. Tapi aku tidak tau, jika itu adalah perasaan cinta.

Katamu, jika kita berjodoh kita akan bertemu lagi, benar?
Itu kata yang kau ucapkan sebelum kau pergi meninggalkanku. Tapi setelah 2tahun,kau tak pernah kembali, dan kita tak bertemu lagi. Apakah kita bukan jodoh?

Saat hujan turun, aku seakan mendengar suara yang mengatakan aku sungguh rindu dirimu. Cinta, tak taukah kau bagaimana perasaanku sekarang?  Tak bisakah hujan ini menghapus kenanganmu dari hidupku? Tidakkah setiap tetes hujan itu berhenti menusuk perasaan rinduku, yang perih, yang luka ini.

Aku ingat senyummu yang hangat, ingat saat pertama kali berkenalan denganmu, dan seperti baru kemarin, suhu badanmu masih dapat menghangatkan perasaanku saat ini.

Saat hujan turun. Aku rindu dirimu. Aku ingat saat itu. Saat kau memberikanku perhatian di jam 9 malam,ketika aku ingin pulang dan bertemu denganmu dan kehujanan berjam-jam. Kita hanya berteman biasa di hidup kita. Tapi perhatianmu membuatku nyaman berada di dekatmu.
 Entah bagaimana perasaanmu terhadapku.

Aku lalu berdiri di dekat jendela. Saat hujan turun, bersama angin.  Kulukiskan wajahmu di tiap tetesan airnya. Berharap bayang wajahmu akan hilang seiring hujan yang berhenti.
Tapi hujan tak kunjung berhenti.
Jika biasanya aku memikirkanmu sebelum aku tidur, berharap kita jodoh dan bertemu kembali. Tapi saat turun hujan, aku bahkan tak bisa tidur?

Apa yang harus kulakukan tentangmu, saat turun hujan???

Minggu pagi..

Isi Kepalaku Acakadut Cuy !
mau Nangis, Kesel, Palak. Negatif Thinking dah pokoknya.
Entah kenapa tak satupun People Understood Me.

Lalu, sekitar jam setengah 2.
Aku ngaca-sambil iseng pake celak. Muka lagi kayak badut.

Tiba-tiba ada yang panggilin namaku dari depan.
Aku cengo, dan ngeliat Agus, Astari, Afrida, dan Hendrik dateng.
Wtf, Aku mimpi apa ini.. *mukulin tembok*

Mereka datang tiba-tiba setelah sekian tahun gak ada kabar karna mau ngasih undangan buat dateng kembali ke sekolah pada hari Guru. Sebut reuni, silaturahmi atau apalah.

Entah siapa yang pertama kali mengusulkan ini, yang jelas mereka nyamperin kerumah temen masing2.

Mereka duduk di depan rumahku. Yang bahkan sewaktu masih jadi temen sekelas mereka gak pernah main kerumah. Kita Ngobrol Standar, Ketawa2 dikit dan saling pandang.
Ngemeng2 juga sama mama, mama kan juga sosok seorang Guru. Jadi ikutan seneng kalo ada hari guru.

Karna ada ngutip2 buat kasih bingkisan keGuru2. Aku yang kebetulan lagi bokek, Cuma Usum 20,000 (Buat beli apa gitu yak)

Setelah mereka pulang, Pamit sama mama. Barulah pikiranku kembali agak tenang. Aku mengerjakan banyak hal sambil senyum-senyum sendiri.
Aku ingin sekali datang ke Sekolah itu lagi Nanti.

Aku Ingin ketemu Jasman, Ketemu Iqbal, Ketemu Guru-guruku ..
Huaajadicedih.. Hiks hiks


November 08, 2014

Jasman Against

Jasman, Apalagi yang bisa kulakukan mengenai Perasaanku padamu.
Kau tak bisa menemui ku kan.. !
Dan sama, aku juga begitu.

Meski kita sudah mengerti, Segalanya mungkin telah berubah.


Dan Waktu !

Adakah kesempatan untuk kami bisa bertemu ?”
Kami telah Dewasa.
Waktu. Kaukah yang mendewasakan kami

Tanpa alasan yang jelas aku selalu Merindukannya. Hanya untuknya aku ingin menjadi wanita Cantik


Sabtu, Satnight,



Hari ini harusnya aku Gajian. Tapi walau pulang agak Ngaret Tetep aja belom dikasih gajinya.

Gimana ngindarin abang itu ya. Hendra.
Dia antar jemput teruss..
Apakah dia orang yang beneran baek, atau Cuma ada maunya doang.

Di kerjaan. Bang bembeng punya temen baru, Gak kenal.
Si Nur tetep Labil, Kadang baik kadang menyebalkan. Mungkin dia dateng bulan 16hari setiap bulan.
Bang putra, dia Bos yang sangat baik sekali, Si Ibuk bos, Bawell.

Dan Malam Minggu ini, Yang kurindukan itu Jasman..