Featured Post

Bye, Cats

October 30, 2014

Dari Move on sampai anak ayam


Pagi ini gue dibangunkan oleh geli-geli di lobang telinga kayak lagi kemasukan cecek, gue kira itu geli apaan, ternyata itu jari bayi gue yang lagi gelitikin kuping gue.
‘eh, ini cerita Tahun kapan ya’
Ya enggaklah. Gue bohong.
Gue kan belom punya anak.
 Boro-boro punya anak, mau nikah sama siapa aja gue belum tau. Boro-boro juga mau nikah sama siapa, ketemu cowok yang mau sama gue aja susah. Dan boro-boro mau nemu cowok yang  mau sama gue, membuka diri dan hati untuk mengenal orang baru aja gue masih merasa takut.
Pokoknya boro-boro mau  makan, nasi aja belum masak karna seharian mati lampu.
“lho !”
‘orang yang pernah patah hati itu Rentan’ itu kata ibu bos di tempat gue kerja. Dan meskipun yang mengungkapkan kata-kata itu adalah ibu-ibu Bawel yang Cuma tamat Sekolah Dasar. Tapi buat gue, kata-kata dia itu –sangat benar adanya- mungkin saja ada benarnya ya.
Orang yang udah pernah patah hati, pasti takut untuk membuka hatinya lagi. Karna takut patah hati lagi. Tapi ya, mungkin tidak semua pribadi seperti ini. Beberapa orang juga ada yang mau bangkit dan melupakan patah hatinya.

dan  Hebatnya lagi, ada orang yang bisa belajar dari rasa sakit untuk memperbaiki kehidupannya. Tapi hal itu sepertinya tidak berlaku buat gue.
Entah kenapa?
Mungkin Kalau kata Bondan ft 2black = Ya Sudahlah.
ya udah. Gue ya gak mau ambil pusing.
Gue Cuma mau ngelupain patah hati dari kenangan- kenangan yang gue punya. Tapi bukan berarti gue bisa Move On.
Meski kadang timbul harapan, gue bisa membuka hati – mengenal orang baru – mendapat jodoh yang baik – dan barulah punya anak bayi (yang gelitikin lobang kuping). Haha
Tapi itu tetep tidak menjadi hal yang gue mau pikirin secara keras.

J
Eh, Ngomong –ngomong tentang bayi,  tadi siang gue nemu –bayi- anak ayam di depan rumah gue. Anak ayam ini –yang biasa disebut itik- sepertinya  baru saja menetas. Bulunya basah, matanya merem dan suaranya nyaring. ‘Cieeetttt’ kira-kira begitu bunyinya kalau gue injek. (ya iyalah bego!)
Tapi gue perhatiin ni anak ayam kagak punya emak. Dia sendirian. Dan dia pasti kesepian seperti gue.
Mungkin dia lahir dari secangkang telur ya. (yaiyalah, bego!)
Akhirnya anak ayam itu bisa ketangkep dengan sedikit usaha pengepungan, antara gue dan anak tetangga gue, riki. Beruntung ada anak lain di dekat rumah gue yang bisa diajak kerjasama buat ngepung ayam.
Begitu anak ayam itu sampai di tangan gue, gue elus-elus. eh dia malah bobo’. Lucu sekali kayaknya.
Nih gue poto dia biar eksis.

kacian..

October 27, 2014

mau beli printer


Sudah hari kamis aja nih..

Aku mulai gk enak karna omongannya nur.

Muak kalau begini terus. lagi-lagi kepikiran buat berhenti kerja.

Tapi printerku belum terbeli. hmm..

belum lagi ketemu pelanggan yang bikin muak.

palak kali hari ini wak.

Malaslah ramah-ramah kali sama orang.



October 26, 2014

note __-

Awalnya didiemin, ajak ngomong bentar. eh didiemin lagi.

bang beng-beng lagi berantem sama nur.

trus datang temennya bg beng beng a.k.a reja. ngobrol sama dia deh.

Kufikir keluarga kristen di sini lebih baik daripada nur.

But, i dont care



October 24, 2014

S O

 Like usually, im sleep at 2,30 wib.

Happy Birthday Okto..
Okto Harianta, apakah hari ini ulang tahunmu ya.
Kalau tak salah ingat iya.

Sedih sekali sudah kehilangan nomornya, padahal kemarin sempat nangis ngisek2, karna kangen dia.
Haah

Surprise..
Hp itu dkembalikan sama yang ngambil. Tapi kartu XL nya sudah diBlokir.
Jarang-jarang kejadian kayak gini.

Btw, jadwalku berantakan. Syukur aku gak gila.



October 23, 2014

Friday.. oye

Libur besok kita, yes


Tadi pagi mimpi kawan-kawan lagi. Menyebalkan, kayak aku kangen kali sama orang itu.

Sampek apa- apa kebawa dalam mampi. entah kenapa susah kali move on


Di kerjaan si nur sama riki kumat. haha

tiba-tiba baikan.

Kumatan-marahan marahan-baikan. mood bad bgt


Pulang kerja aku minta diantarkan bang beng beng ke tempat uek beli ayam kampung. tapi gak ono.

owalah.

Tubuhnya yang bagus. tiba-tiba ingin kupeluk, tapi takut.

Maaf ya bang beng-beng.

Tiba-tiba aku seperti membuatmu tersakiti.




October 16, 2014

Diary, 16-10-14

Cerita hari ini sungguh berbeda.
Well, first story. Hpku hilang. Ya benar-benar hilang.
 Mungkin aku yang tidak peduli ini butuh ketukan dari Tuhan, biar tersadar sesekali. Agar aku lebih peduli, setidaknya pada diriku sendiri. 

Dan malam harinya, i fell so surprise. Astari, agus, hendrik, dan adik kelas –entah siapa namanya- datang kerumah. Mereka mau ngadain Reuni hari guru katanya. Ya.. bisa mengobati sedikit kesedihanku karna Hp itu lah. karna sejak Hp itu hilang, aku kehilangan kontak sm bang Andri sitorus dan bg Putra sentosa.

October 12, 2014

Selingkuh


kesendirianku malam ini.
Begitu terasa pekat dan Dekat dengan gelap.
Hanya angin malam yang semakin dingin, menembus jaket tebal bahkan kaus kaki yang berat.
Aku tau, sekarang bukan lagi saat yang tepat untuk berlari pada Keluargaku.
Bukan juga pilihan yang baik untuk berpaling pada Dunia Persahabatan dan cinta.
Karna –mungkin- aku telah lelah dengan semua itu.

Hanya Kamar.
Sendirian.
Dan kesepian.
\Ratusan tuts kata terancang di otakku.
-entah-apa-saja-itu-

Sepertinya terlalu banyak harapan palsu yang kujanjikan untuk Diriku Sendiri.
Ah, andai saja luka itu tak pernah tertoreh.
Saat usiaku masih Sekolah Dasar. Saat kedua pandanganku hanya bisa melihat sepasang Manusia yang sedang berselingkuh.
Aku hanya jadi Korban. Yang pura-pura tidak tahu apapun.
Dan mungkin semuanya telah sedikit membaik sekarang.
Tapi anak, selamanya hanya akan jadi korban. Selamanya hanya akan jadi penderita dari setiap Perselingkuhan.

Maafkan aku mama.