Featured Post

Bye, Cats

April 18, 2019

Dipublikasikan Pada :....

 Salah satu choice, atau kemudahan yang saya suka dalam platform blogger adalah pilihan 'dipublikasikan pada'. Yaitu pilihan kita bisa memilih tanggal dan tahun berapa tulisan kita dibuat dan dipublikasikan.

Jadi misal ada tulisan di tahun 2011 dari sebuah buku yang baru aku ketik di tahun 2020, maka dapat dipublikasikan sesuai tahun penulisannya yang asli yaitu 2011. Bukan tahun pembuatan 2020.
Ya, u know what i mean lah ya.

Kemudahan ini membuatku memilih untuk menyalin kembali tulisan lamaku -yang di buku dan kertas- ke dalam blog ini.
Agar bisa tersimpan aman, dan semoga bisa dinikmati oleh orang yang tidak sengaja kesasar dalam blog ini.

Yayy...




April 10, 2019

NUNGGU BULAN LIMA


Orang Pintar dengerin orang bodoh
Kalau bijak bisa belajar
kalau tidak bijak bisa Gila

--
Aku tidak bisa hidup Bersamamu. 

Meskipun aku luar biasa Cinta padamu.

Ada hal dalam diriku yang pernah kau injak sedemikian rendahnya hingga aku merasa sangat HINA.

Dulu, aku memang menjalani hidup yang buruk. 
Masa laluku lebih kelam daripada  kematian. 
Hingga matipun dalam keadaan itu aku tak masalah.
Duniaku lebih gelap daripada malam.

Tapi !
Aku bisa bertahan sendiri. Aku bisa bangkit dan hidup dengan ketenangan, Sebelum akhirnya aku bertemu denganmu.

Aku sedang tidak bercanda. Tapi aku tidak berfikir  cinta ini akan membawa kita pada kebahagiaan.
Aku member tahumu semua informasi yang pada akhirnya menjadikan itu sebagai Bumerang Untukku.


Maafkan aku.

April 07, 2019

about Andri Sitorus

 Di Tahun sekitaran 2013 sampai dengan 2018, aku pernah punya brother yang kukenal dari dunia maya. Namanya Andri Sitorus.

Kami tidak pernah bertemu dan bertatap muka satu sama lain, hanya beberapa kali komunikasi dari sosial media Whatsaap.

kabar terakhir yang kuingat soal bang Andri adalah dia kerja di Taman Simalem Resort. Ya, just it.

Dan sejak aku masih berambut cepak, yang belum pernah mengenal cinta. Sampai akhirnya rambutku  panjang dan dibutakan oleh cinta, beberapa kali bang Andri menjadi tempat curhatan dan pendengar yang baik bagiku.

Pernah juga suatu hari, bang Andri membuatkan Cerpen khusus untukku dalam sebuah blognya, Tapi aku tidak menyimpan URL (wordpress) blog itu.

BTW, aku menscreenshoot beberapa percakapanku dan bg Andri di chat Whatsaap.





Aku ingin menyimpannya disini. Karna seingatku bg Andri juga menjadi salah sau pengikut blog ini. hehe


March 01, 2019

Kaget Tengah Malam


Untuk bebrapa saat aku seperti melihat bayangan wanita bermata hitam dan busuk disekitar wajahnya.
Wanita mengerikan itu berlutut di pinggir jalan, bersebrangan dengan tempat dimana aku duduk. 

Sekitar 2 sampai 3 kendaraan melintas di jalan itu. Cahaya lampu kian memperjelas wujud wanita itu.

Aku terpaku memperhatikan, sampai tiba-tiba Jeritan disertai koyakan mulutnya menyeringai seram kearahku. Ahhh... Keringat dingin tak lagi tertahan.

Akupun terkaget, Bagun dari Tidurku di tengah malam itu.
Dan mendapati Wanita jelek sialan itu hanya mimpi.

Fiuh, Untung Saja. 


February 24, 2019

A Plan (Sebuah Rencana)


Aku datang kerumahmu siang ini, dan berharap ibumu ada disana.
Aku berusaha sekuat tenagaku untuk tidak meneteskan air mata, apapun yang terjadi nanti dan bagaimanapun kelanjutan hubungan kita, aku harap itu adalah yang terbaik. 

Sebelumnya aku juga bisa tanpamu. Karna itu jika di masa depan aku juga tanpa kamu, aku yakin bisa.
*Semoga*

 Meski hari tak akan pernah sama lagi. Tapi seiring waktu cinta akan menghapus jejak-jejak kenangan itu.
Aku selalu bisa melihatmu sebagai sosok yang kuat.
Dan aku juga lebih sering kalah dalam perdebatan yang terjadi antara aku dan kamu.
Jadi karna aku tau diri, sadar diri, maka kuberanikan diriku untuk melangkahkan kaki kerumahmu hari ini.

..
Akupun bertemu Ibumu, dia masih Nampak muda dan Cantik.
Meskipun tak pernah kulihat rasa suka dimatanya sejak pertama mengenalku.
Akupun langsung menyatakan isi hatiku, tanpa berfikir panjang lagi.
Dengan ekspresi yang gak pake natap wajah ibumu lama-lama, pastinya.
“Jadi gini bu, maksud kedatanganku kesini. Aku mau ngasih tau ibu, kalau aku sama anak ibu udah ‘Putus’ (ganti kosakata lain kalau muncul kosakata yang lain).
Jadi udah seminggu ini aku mutusin ido. (yeahh abang ido, bisa jadi). Dan ini adalah aku yang mutusin. Ini keputusanku.
Jadi disini aku mau minta maaf sama ibu, seandainya selama ini aku ada salah atau ada dari sikapku yang kurang berkenan di hati.
Aku sayang sama anak ibu, aku sayang sama ido anak ibu. Tapi setelah kufikirkan sayang aja ternyata gak cukup untuk mempertahankan hubungan ini.
Banyak hal yang kurasa, enggak cocok antara kami..
Aku udah bilang sama anak ibu untuk enggak usah lagi datang ke tempatku dan ketemuan sama aku lagi.
Dan karna kemarin ada ikut jula-jula disekolah samaku, guru-guru disekolah. Mungkin abang akan datang ketempatku, tapi itu urusannya sama mama.
Aku akan berusaha jauhin abang. Aku bahkan udah hapus semua nomor telfonnya.
Nanti kalau ada Rezeki, keluargaku. InsyaAllah 3-3 bulan lagi aku sama adekku mau berangkat ke Bali, Ada kerjaan di Bandara Ngurah Rai.
Aku udah bilang berkali-kali sama Abang ido, kalau aku udah gak mengharapkan apa-apa lagi dari dia. Aku enggak ingin lagi melanjutkan hubungan ini.
Seandainya di masa depan kami ketemu lagi, mungkin memang kami jodoh. Tapi untuk sekarang aku mau menegaskan kalau kami udah enggak ada hubungan apa-apa.
Aku tau siapa diriku, dan aku tau kemana tujuanku. Jadi menjauh dari anak ibu, adalah keputusanku. Mohon dihargai.
Aku enggak ngejar2 abang, bahkan nelfon diapun udah gak pernah. Ngobrol lama2 juga udah males.
Kalau ditanya alasannya, ada hal yang gak bisa kujelaskan. Tapi yang pasti aku juga udah minta pendapat sama orang tuaku, dan mereka juga setuju sama apapun keputusanku.
Aku minta sama ibu, bilang keabang kalau aku udah menganggap hubungan ini tidak ada apa-apanya.

Minta dia untuk melepaskan aku. Jangan pernah menemui seseorang yang udah gak mau lagi jumpa sama dia.
Karna selama ini aku Cuma ngomong ini sama abang, jadi abang gak percaya kalau aku serius ingin berpisah, Jadi mohon maaf kalau aku bilang ini ke ibu. Ini untuk membuktikan kalau keinginanku untuk melepaskannya adalah serius, dan aku nggak main-main.
Seandainyapun abang datang kerumah untuk ada maksud tunangan, melamar dan lain-lain. Sebelum itu terjadi. Disini aku mau jelaskan sama ibu. Aku nggak akan terima.
Aku nggak mau hal semacam itu terjadi.
Umurku bertambah, dan aku enggak mau ada urusan yang akan memperpanjang perkenalanku dengan anak dan keluarga ibu.

Lebih kurang aku ucapkan Terimakasih.
Demi Tuhan, Kebahagiaan singkat saat aku mengenal Kalian takkan kulupakan.

Salam hangat dari Calon menantumu yang tak kesampaian.


February 22, 2019

Remember Just U

 






..

Intinya sama-sama berbeda dalam banyak hal.

Perdebatan yang terus saja terjadi, hanya membahas soal Harta dan harta, tak ada kandungan Cinta di dalamnya. Sungguh memuakkan.

Seolah tidak ada yang layak, dan pantas diperjuangkan.

Sampai akhirnya akupun tau, kau hanya Bucin.

Gak berjodoh denganku.

February 01, 2019

Bacot


Hai. Its Me !

Memulai hari dengan Caci Maki Ibu, dan menjalani hari dengan Santay.. 

Teteww..

Alhamdulillah Rezekiku hari ini Lumayan.

Aku menikmati makananku seperti biasa. Mensyukuri untuk semua Nikmat kecil yang kudapatkan. InsyaAllah.

Dan juga membereskan File, foto, music dan Vidio yang sempat kukacaukan.

Aku rindu menghadap Allah.

Jika sampai usia 30 aku belum juga menikah.

Aku berniat ingin mati di usia itu.

Haha, kata-kataku benar-benar seperti orang tak punya iman.

Tapi itu bisa jadi Motivasi, agar aku bisa menyelesaikan misiku lebih giat lagi sebelum waktunya tiba.

Dan aku juga rindu Sholat. Ingin menghadap ilahi dalam keadaan sudah benar-benar taat.

Semoga Allah Mengampuni dosa-dosaku.