Featured Post

Bye, Cats

January 16, 2016

Nikahi Aku Atau Kita Putus

Syair berikut ini dibuat oleh sahabat kita pak Arief Siddiq Razaan. Silahkan disimak dan ambil hikmahnya bagi wanita yang Sedang Bimbang untuk hubungannya :

CINTAMU membusuk dua purnama, sebab menunggumu tanpa ikatan hanya menjadikanku seorang pesakitan
Berulang kali aku berujar; “Menikahlah denganku,” tetapi jawabmu tunggu hingga siap lahir-batin untuk sementara ini cukuplah pacaran
Semula aku mengangguk sepenuh takzim dengan satu alasan purba bahwa aku terlanjur mencintaimu
Hingga pada akhirnya kusadari kerdil sekali kelelakianmu yang mengikat langkahku menemu jodoh terbaik hanya dengan pacaran
Ini memang kebodohanku, terlalu bodoh diperdaya bujuk rayumu yang menyamakan pacaran dengan pernikahan sehingga harus kutebus dengan kesetiaan
Padahal banyak lelaki yang mendekatiku, berniat menikahiku dan memantaskan diri untuk bersanding denganku, namun semua kuabaikan karena aku selalu terjebak pada perasaan
Perasaan bersalah jika aku memilih lelaki lain untuk jadi pendamping hidupku sedangkan saat ini aku masih menjadi pacarmu

Dua Purnama Menunggu
Aku sudah lelah jadi perempuan dungu; menunggu untuk sesuatu yang tak pasti, sebab tiap kali kutanya perihal pernikahan, kau selalu cari alasan
Jika memang mencintaiku tak ada alasan membuatku harus menunggu dua purnama untuk menghalalkanku menjadi pendamping hidupmu
Pikirkanlah itu, bukankah lelaki diberi kelebihan akal sedangkan wanita memiliki kelebihan rasa tetapi aku merasa dirimu hanya menggunakan akal bulusmu untuk membodohiku — sungguh engkau salah kaprah memanfaatkan kelebihan akalmu
Membodohi orang yang kau cintai dengan alasan yang tidak masuk akal apalagi menyangkut kesiapan lahir dan batin tanpa konsep yang jelas itu jelas tindakan terstruktur, masif dan terencana
Terstruktur bahwa hanya dengan modal kata-kata kau mampu mengikatku untuk setia, masif karena gerakan gencarmu meyakinkanku lewat kata-kata begitu luar biasa, terencana sebab aku seolah cadangan yang siap pakai untuk berbagi keluh kesah meski belum menjadi istri yang sah secara agama
Aku mau bertanya yang dikatakan siap lahir-batin itu seperti apa? punya rumah mewah, harta berlimpah, dirimu jadi pejabat, atau seperti apa? jadi jelas aku harus bersikap apa
Jika saat ini dirimu masih pengangguran maka menunggumu jadi konglomerat serupa mengharap seribu candi dibangun dalam satu malam, dan apakah itu mungkin sedangkan dirimu cari kerja sama masih belum becus, uang masih minta dari orang tua
Jika alasanmu belum punya modal nikah, coba pikirkanlah selama kita menjalin hubungan berapa kali dalam satu Minggu dirimu menelponku, lebih dari tiga kali jika dihitung itu berkisar sepuluh ribu rupiah, jika dikalikan sekian tahun kita pacaran, maka sudah lebih dari cukup untuk jadi mahar, lalu kerap juga dirimu mentraktirku makan, satu porsi sekurang-kurangnya lima belas ribu, kalikan sekian ratus kali dirimu mentraktirku maka cukup untuk undang penghulu, belum lagi uang bensinmu lalu kado ulang tahun yang kerap kau berikan padaku, apakah ini tidak lebih dari cukup untuk melamar dan menikahiku
Sudahlah; jangan bohongi aku lagi, aku sudah lelah, katakan saja target siap lahir-batinmu kapan; satu tahun, dua tahun, atau tiga tahun? jika lebih dari empat tahun itu konyol namanya, sedangkan aku kuliah saja empat tahun sudah lulus dan dapat ilmu sedemikian banyaknya

Maaf, ada luka yang tertinggal di dadaku karena kekerdilan kelelakianmu, kini aku berikan somasi; nikahi aku segera atau kita putus, sebab aku malas menunggu lelaki yang tak punya pendirian.


January 08, 2016

Mimpi Diatas Mimpi (Romantic Horor Story)

Karna aku mulai gendut, dan kau tak pernah mempermasalahkan itu. Karna itu aku menerima kehadiranmu.
Padahal sebelumnya sulit bagiku. Menerima nama baru, bahkan yang sudah pernah menorehkan masalah.
Aku bahkan pernah menjauhi seseorang hanya karna dia tak suka jika aku menyebut diriku dengan kata "AKU"
This Is Story Of my Friend
Rambutnya hitam dan tebal, itu satu hal yang kuingat darinya.
Andi.
Dia selalu merangkul pundakku ketika kami berjalan bersama. dan itu membuatku selalu nyaman dengannya. Kasih sayangnya -mungkin- takkan terganti dengan sosok lain.

Kulitnya yang sawo matang, dengan senyumnya yang khas wajah pemuda batak. Tak jarang menjadi perhatian orang-orang disekitarku.
Khususnya bapak tua, pemilik tempat Kos yang saat ini kutinggali.

..
Namaku Sasya, dan aku adalah satu-satunya saksi pembunuhan Seorang Balita di dekat Tempat Tinggalku, Desa Namo rambe Kecamatan Deli serdang, Medan. Sumatera Utara.
Kejadian itu terjadi Pada Tanggal 14 Oktober 2011 silam.

Aku tak ingat jelas kejadian malam itu, Ketika andi tiba-tiba memutuskan untuk bekerja keluar kota.
Memintaku untuk bertemu dengannya dan menusuk hatiku dengan kata-katanya.
"Aku Harus Pergi Besok!"

Secepat ini ?
Setiba-tiba ini ?
Disaat aku begitu membutuhkanmu, Haruskah kau pergi.

Aku menangis tertahan, Isakan itu memadat di dadaku. ingin kukeluarkan amarah yang ada. Tapi aku takut terdengar orang lain, dan menyangka sedang terjadi sesuatu antara Andi dan aku. Jam sudah menunjukkan Pukul 2 Pagi.

"Sasya, tatap mataku. Berjanjilah kita akan terus bersama"
Andi mencoba memelukku, tapi kutangkis tangannya dan terdiam menatap sepatu kotor kami. Jalanan yang berlumpur, membuat sepatuku yang berwarna putih jadi Tampak Kecoklatan.

"Sudah, aku mau pulang"
Aku bahkan tak sanggup lagi menatap mata andi.
Kulangkahkan kakiku menuju Jarak 800meter ke arah Tempat Kos ku. Dan andi hanya menatap punggungku yang menjauh pergi, menghilang dibalik lampu jalan.

"Mama, aku ingin berjumpa mama"
Tak bisa kubayangkan jika andi pergi. Mama juga sudah setahun meninggalkanku, Saat Kanker Otak membuatnya harus menanggung Sakit sebelum kematiannya. Dan papa, Papa sibuk mengurus 4 orang adikku.
Hanya andi yang kupunya, Aku terlalu bergantung padanya.

Ayunan kakiku entah kenapa tiba-tiba membawaku kearah Pohon Rambutan yang jaraknya hanya 20 Meter dari Kamar Pemiliki Kos yang kutinggali.
Aku masih ingin menghabiskan sisa air mataku, sebelum kembali ke kamar.

Tapi tiba-tiba, saat ingin kembali melangkah, sebungkus kain putih menyandung sepatuku yang Kotor. Aku tidak menyadari apa isi kain putih itu, sedikit tenggelam diantara tanah yang bercampur lumpur Coklat. Memang akhir-akhir ini Hujan turun hampir setiap hari, membuat jalanan becek dimana-mana.

Tadinya Ingin kutinggalkan kain putih itu, Tapi sesuatu seakan memintaku untuk penasaran dengan isi kain putih itu. Sang angin juga tiba-tiba mendadak dingin menusuk tulang, aku merasakan ada hawa aneh disekitarku.

Dengan gerakan cepat kubuka kain itu. Tapi aku tidak jelas melihat karna malam hari yang minim cahaya. Akupun langsung mengambil Handphone di kantung bajuku, dan menyalakan senternya. Saat kuarahkan senter itu, Aku melihatnya tertutup lumpur seperti bentuk kepala manusia. Dua mata dan satu hidung itu tertutup hampir separuh lumpur.
Dengan Reflek Kutarik lagi seluruh kain putih itu, Berharap hanya wajah dari kepala Boneka.
Kain itupun terbuka, saat kutarik terasa berat dan mulai tercium bau amis. Tak diragukan lagi, Ini Mayat Bayi.

"SHITT"
Jantungku berdesir Cepat, Menyadari apa yang kulihat di depan mataku saat ini.
Bau amis darah, Bukan bau busuk atau bangkai. Aku yakin bayi ini Korban Pembunuhan. Fikiranku meracau, Ribuan tanya bergelayutan kepalaku. Kakiku terasa membeku ingin melangkah, aku berdiam di samping Mayat seorang bayi. Dan tak satupun manusia yang terlihat sejauh mata memandang.

Astagfirullah.. Subhanallaahh,.. Ya Allah Lindungi Hamba. Hamba tak tau apapun mengenai Mayat ini. Hamba tak tau harus berbuat apa sekarang.
Dalam hati yang menghangat seiring doa yang Kupanjatkan.
Sesuatu menggerakkanku untuk menghindari malam ini. Rasanya tak mungkin kuketuk pintu rumah orang dan mengadu telah menemukan Mayat bayi di jam 3 pagi. Bisa saja orang akan menuduh aku yang membunuh bayi itu.

Akhirnya dengan langkah seribu, aku kembali ke kamar Kosku. Letaknya di kamar pertama, diantara lima kamar kos lain yang berjejer. Hingga aku tak perlu hati-hati terdengar langkah kaki ketika menuju pintu.

Sampai dikamar, Kulepaskan sepatu dan mencuci muka. Memang tak ada kamar mandi di setiap kamar kos ini, tapi sebuah wastafel untuk cuci muka disediakan disetiap kamar. Tepat di depan kaca wastafel, Bisa kulihat bulir-bulir keringat dingin mengucur dari wajah dan leherku. Jantungku tak henti-hentinya berdesir was-was.

Kucaplok Handphone yang tergeletak di atas meja, Aku harus menghubungi seseorang. Tapi dari sekian banyak Search Number Phone, Hanya nama Andi yang seolah bisa kupercaya untuk menceritakan ini.
'ah, Tapi bagaimana. Andi saja akan pergi Besok'.

Untuk mengurangi ketakutan, kurebahkan badan di atas kasur dan kupeluk Boneka Doraemon kesayanganku. Entah kenapa aku begitu menyukai boneka doraemon, dan memeluknya setidaknya memberiku sedikit rasa nyaman.
Mataku terpejam, tapi fikiranku bergelanyut. Menebak-nebak, apakah ini hanya mimpi. Apa yang akan terjadi besok, atau siapakah sosok Bayi itu.
Tapi Setauku tak ada orang yang punya bayi disekitar Tempat kos ku ini.

-
"Allahu Akbar Allahu Akbar.."
Sudah jam 5 Pagi, dan adzan subuh berkumandang.
Tubuhku baru terasa Lemas dan capek. Disitu aku baru bisa tertidur.

Tok.. Tok.. Tokk..
Jam 10 Siang, Seseorang mengetuk pintu kamar dan membuatku langsung lompat untuk membukanya.

"Bangun Saa, udah siang ni... Ada rame-rame tuh diluar"
Suara Rene, teman kos ku menyapa.Rene sudah memakai baju kerjanya yang rapi dan siap berangkat. Mungkin melihat kamarku masih tertutup, rene berinisiatif membangunkanku.

"Oh iya Mbak"
Sambil kembali menutup pintu, Kuanggukkan senyum khas orang ngantuk ke arah rene.

'Diluar rame. Itu artinya yang kulihat tadi malam bukan mimpi. Ah.. tuhann..Lindungilah Aku..'
Sambil bergerutu sendiri, aku melangkah ke kamar mandi dan menanak nasi untuk perutku yang lapar.
Kulongok keluar kamar dan benar-benar ramai dengan orang-orang. Mereka Heboh dan berebut ingin melihat ke TKP.
Padahal Sebuah Garis Polisi sudah dipasang disekitar TKP, Dan mayat bayi itu sudah dibawa ke Rumah Sakit untuk Keperluan Otopsi.

Tidak ada yang tau identitas sang bayi.
Tapi tiba-tiba sesuatu berbisik padaku. Sidik jariku ada di Kain putih itu, jika diperiksa Polisi, dikamarku ada sepatu yang berlumpur, dan mirip dengan jejak kaki yang berdiri di samping mayat bayi itu.

DAMN.
Siapapun yang berbisik itu, Tolong jangan membuatku gemetar.

Akupun langsung berbalik ke Kamar dan meletakkan sepatuku di wastafel, Melumurinya dengan sabun colek, agar tidak mendapatkan Masalah apapun.

Sekitar jam 4 Sore, Suasana mulai tenang.
Sekarang terlihat beberapa wartawan berita meliput Tempat kejadian.

"Ditemukan sebuah Jejak Kaki, Tapi terhenti di 5 Meter jarak Mayat Tersebut"
Begitulah cuplikan kalimat yang dikatakan oleh salah satu pembawa berita.

Aku Bersyukur tak satupun orang yang menyadari atau berfikir jika aku ada di tempat itu pada malam sebelumnya.

--
Sudah satu minggu lebih, dan tak pernah terungkap siapa pelaku pembunuhan dan pembuangan Mayat bayi itu.

Akupun berusaha menepis semua ingatan buruk yang terjadi bersamaan dengan kepergian Andi.
Aku hanya merasa sedikit ada yang berbeda dengan kondisiku sekarang.

Aku sering merasa Dibisikkan oleh suara yang tak terlihat, hanya terdengar pelan. Dan Bapak tua pemilik tempat kos ku, belakangan ini sering menatapku dengan tatapan aneh.

Suara itu mengatakan bapak tua itu yang telah membunuh sang bayi.
Dan dia tau aku ada di tempat itu saat tak lama bayi itu dibuang.

Aku ingin mengabaikan Suara itu. Tapi Semakin kuabaikan, semakin Kuat keyakinanku bahwa suara itu adalah Kebenaran.
'..Andi.. Bantulah Aku Disaat seperti ini..'..

-- help me god --


January 05, 2016

Saat sehat dan sakitku, Selama hidupku. Bersamamu.


Sayang,
Ingatkah saat pertama kali kau bertemu denganku?
Aku ingat, aku masih sangat cantik ketika itu.

Ketika kita menikah,
aku memakai selayar panjang dan indah
aku bagaikan mawar mekar di hari pernikahanku.

Tapi tak lama pejalanan pernikahan,
aku hamil dan itu mengubah segalanya

Perlahan, aku makin gendut dan jelek.

Ketika anakku lahir, aku mulai mirip ibu-ibu.

dan ketika tahun demi tahun perjalanan pernikahan.
Usiaku mulai menua. aku tak lagi secantik dulu.
Kulitku keriput dan rambutku memutih.

*__*
Sore ini, aku sedang duduk di teras teduh kita.
aku membayangkan detik-demi detik perjalanan kita nanti.

dan aku bertanya-tanya saat aku melewati fase-fase itu.
di usia 50tahun kedepan.

akankah kau masih tetap menyayangiku seperti ini.
Menerimaku dengan lebih dan kurangku.


Saat sehat dan sakitku, Selama hidupku.
 Bersamamu.


Saat sehat dan sakitku, Selama hidupku. Bersamamu.

December 20, 2015

Renungkan ini sebelum ML sama Pacar

Kalau boleh dikatakan, ini mewakili sebagian alam pikiran cowok. ‘Seribu Satu Cara diusahakan hanya untuk dapatkan (Maaf) Pepek'.

Disadari atau tidak, telah banyak disekitar kita Cewek cacat akhlaq yang lebih memilih jalur zina, jalur ML gratisan dengan pacar, dari pada memilih jalur suci, elegan, diridhoi Allah bernama pernikahan.

Ada orang yang berpikir bahwa semata mata urusan laki laki dan perempuan adalah bersenang senang ? ‘Itu salah’

Piciknya, mereka maunya bersenang senang secara bebas dan tidak bertanggung jawab, Bersenang senang melakukan seks bebas tanpa memikir masa depan masing masing, Yang maunya jalan nikmat diperoleh secara instan, mengeksploitasi tubuh wanita / pasangannnya ‘dengan murah’ dan ‘praktis’.\

Lalu apakah selamanya Jika pacar mengajak berhubungan seks /ML, Kita harus mengiyakannya !
 Tanya aja balik ke sang pacar, “Apa alasan kuat saya harus menuruti kemauan bejatmu itu?“.
Apa Motifnya karena cinta? ‘Emangnya Sejak kapan cinta didefinisikan harus menjadikan diri budak seks manusia lainnya?’
Jika Motifnya ketulusan dalam mencintai, Bapak ibumu yang sejak dulu tulus mencintaimu apa pernah minta layanan seks kepadamu, padahal mereka yang jauh lebih tahu bagaimana memberikan cinta secara tulus kepada anak anaknya.

Kalaulah memang cinta, kalaulah memang benar benar menghargai, itu layaknya seseorang memiliki suatu barang. Katakanlah 'baju, dia sangat menyukai baju itu. Apa yang dilakukannya? dijaga baik baik baju itu jangan sampai kena percikan bara rokok, dijaga baik baik pake cuci manual dengan kehati hatian agar jangan robek, jangan kena luntur. Disimpen pun hati hati dilemari dengan disetrika rapi dahulu. Itu urusan baju.
Apalagi urusan manusia. Urusan menjaga kesucian yang merupakan mahkota berharga dari wanita. Hadiah indah bagi suami kelak. Maka apa mau dengan murahan dikasihkan ke manusia yang nggak layak meneguknya?

Pahamilah:
1. Tidak ada kaitannya cinta dengan hubungan seksual. Tidak ada jaminan yang rutin berhubungan seksual lalu cintanya kekal, pacarannya kekal, pacarannya bisa nyambung sampai ke pernikahan.  Tidak ada kaitan pula kesuksesan pernikahan di hari yang akan datang (ya kalau nikah beneran) butuh ‘latihan dulu’ / perlu sering sering melakukan seks sebelum nikah. Kebanyakan, ketika sudah diambil keperawanannya, itu ditinggalkan begitu saja. Lalu, nanti bagaimana kamu bersikap dengan calon suami kalau udah nggak perawan?

2. Agama benar dan lurus semuanya mengharamkan perzinaan. Mau zina dengan pacar, zina dengan tunangan, apalagi sekedar zina dengan teman yang satu nasib satu penanggungan. Cinta itu bukan urusan selaput dara saja.

3. Sekali berani menolak di awal, menolak seterusnya jauh lebih mudah dari pada nantinya memendam sakitnya perasaan sudah ternoda, dosa di dunia juga dosa di akhirat, rasa menyesal kepada orang tua, juga kalau sampai nantinya ketagihan.

4. Seburuk buruk pasangan hidup yang dia mengaku setia, baik, seakan bertanggung jawab. Kalau sudah berani mengajak sesuatu yang melanggar norma? dimana bertanggung jawabnya? dimana baiknya? untuk hal yang prinsip. Sangat prinsip saja dia sudah berani melanggar, maka men-selingkuhimu, meninggalkanmu, melanggar hal hal lain akan lebih enteng baginya.

Tekniksnya:
-Kalau doi seorang yang religius, ingatkan tentang keberkahan pernikahan. Pengen berkah nggak pernikahannya? Kalau mau berkah pernikahannya, memperolehnya juga harus dengan jalan berkah bukan jalan maksiat dan dosa. ML sebelum berstatus suami istri resmi merupakan perbuatan dosa yang dikutuk oleh Allah.

-Kalau doi orang yang tipikal bisa membayangkan impian dan masa depan, ajak dia inget baik baik. Kalau kelak anak wanitanya dibegitukan sama orang lain, gimana perasaannya? Gimana kalau adiknya di ML sama orang lain yang bukan haknya? Kakaknya? Atau mungkin ibunya, Apakah dia sanggup menerima kenyataan itu. Karena hakikatnya setiap wanita kalau bukan kakak, adik, ibu, tante ya pasti ada status keluarga dengan dirinya. Jadi jika kira-kira wanita yang dicintainya dilukai laki-laki lain, Kira-kira bagaimana perasaannya ?

-Kalau dia tipikal tegas ya sampaikan bahwa kalau ngajak ke arah yang haram gitu, meraba raba, memberikan sinyal ke arah hubungan intim kita putus. Kalau gara-gara itu dia mau putus, berarti tujuannya deket sama kamu kan Cuma buat itu.

-Kalau pernah sama sama khilaf dulunya pernah seks bebas. Yakini dan sampaikan, setiap orang pasti selalu punya kesempatan kedua yang lebih baik buat bertaubat. Bantu aku / saya agar bisa belajar benar dan menjadi baik. Kalau bukan baik buat diri sendiri, baik dimata Allah.

- Dan terakhir Kalau dianya berbuat kasar / Mengancam. Ancam hubungan ini putus, mau meninggalkan. Wah malah lumayan, kitanya nggak repot repot mutusin dia. Tapi kalau arahnya udah kekerasan fisik / ancaman membunuh, mau tidak mau harus berani kita membincangkan dengan sosok yang bisa memberikan kita ‘perlindungan’ seperti orang tua, kakak, atau lainnya sebagai penjagaan diri.

Jadi Lain kali kalau pacar ngajak Ml. Tinggal bilang

December 16, 2015

The Best Story Ever, in The End Year.

Seakan sedang merancang Skenario, Semua rencana dan ambisi gila itu terskema difikiranku.
aku ingin sekali menuliskan skenario itu, Tapi kesibukan hari-hari membuatku menundanya.

Dan Lalu, Hari demi hari kulewati -yang entah kenapa- menjadi peran yang kumainkan untuk skenario-skenario itu.

Whush, Aku kini menjadi pemeran utama untuk skenario tak tertulis yang kurancang sendiri.
Dari situasi, Kata, Sentuhan dan perasaan yang terjadi, semuanya hampir sama persis seperti inginku.
Kadang terjadi begitu Gilanya, sampai aku malu dan merasa tak pantas menceritakan apapun dari peranku.

Tapi untuk beberapa saat bisa menjelma menjadi Kenangan indah, Yang membuatku melayang walau hanya sekedar mengingat kembali.

Cinta itu, Bisa dibilang Anugrah Ketika kau merasakan Pesona Keindahannya.
Atau bilang itu Derita setelah kau merasakan sendiri Sakit Tikamannya.

Nanti !
Tunggu waktu yang pas. Jangan bertanya karna Kau akan mengerti Maksudku.

Saat ini, Aku hanya sedang kesulitan memikirkan Kata yang pas untuk menjelaskan.
Sekali lagi. ini akan menjadi The Best Story Ever, in The End Year.


December 15, 2015

Inti Kedalaman Jiwa

Seseorang hadir di hidup kita dengan cara yang beda-beda
 Kadang kita merasa nyaman atas kehadirannya
dan kadang malah merasa Terusik
..

Tapi dengan cara dan perasaan apapun yang datang dari orang yang hadir di hidup kita
Aku percaya Hanya ada satu inti

Mereka semua punya porsi dalam mengajarkan SESUATU di hidup kita
Mereka semua punya tempat dalam mengisi bagian kecil di ingatan kita

Dan ada yang tinggal di hati kita untuk Kita Kita Rindukan
Atau Tinggal di lubuk ingatan untuk dilupakan

Senyuman, atau juga Tangisan
Semuanya Terisi dalam sebuah Wadah
Yang Kita sebut saja 
;Inti Kedalaman Jiwa;