Well, first story. Hpku hilang. Ya benar-benar hilang.
Mungkin aku yang tidak peduli ini butuh ketukan dari Tuhan, biar tersadar sesekali. Agar aku lebih peduli, setidaknya pada diriku sendiri.
Setelah semalam ada ibu2 oriflame di tempat kerja, dan aku beli lotion +alat gosok2 tumit kaki.
hari ini aku berencana beli Hp baru, yang biasa-biasa aja. Karna aku gak mau memprioritaskan sesuatu melebihi kemampuan. Berhubung gajian juga Cuma 600ribu.
Jadi ceritanya pulang kerja, udah maghrib aku naik angkot ke simpang pos. Jalan kaki nelusuri tempat jual Handphoone. Dan bodohnya, Si Charger Handphone ketinggalan, karna si penjaga konter yang amatiran, dan si pembeli yang pelupa.
Ego dan setan saat ini sedang berkolaborasi untuk menggodaku agar segera cepat-cepat beli Handphone baru. Padahal kalau aku mau bersabar, aku bisa beli hp dengan spek yang lebih bagus.
Ah, FUCEK>>
Mau kuambil chargernya tapi malas kesananya kejauhan.
Akhirnya keesokan harinya, aku mengikhlaskan kebodohan itu, dan beli charger di
pasar 5.
Pulang kerja, aku nemenin si Nur beli BH dan ngantar GBKP
ibu pendeta di namorambe.
Di rumah ngerasa sial karna kartu memoryku hilang.
Matanya, lembut, hangat dan indah
Aku pernah memandangnya sekali dalam hidupku.
Tidak mengenalnya, tentu saja
Sangat jarang kumengenali sosok-sosok indah seperti itu !
Dia tampak pemalu, karna materi yang tidak ia miliki. Seperti yang lain.
Tapi, dibalik
ketidakpercayaan dirinya,
|aku bisa merasakan.
ketika memandangnya aku bisa masuk ke hatinya.
Sebuah perasaan paling tulus, paling rahasia dan mengagumkan, sedang tertahan
Dihatinya.
Mungkin.
"Chery"
Rezeki hari ini Banyak, yeay
Si Nur sibuk buat undangan, Ibu bos sibuk poto2, dan aku sibuk fotocopy semacam BPJS gitu. Semuanya sedang berkutat dengan kesibukan masing-masing.
Hari sibuk. Tapi beberapa kali ketemu cowok micin yang buat
seger mata. Hehe
![]() |
| mirip romedal the master |
Waktu lagi nyapu, beberes pagi, aku nemu duit goceng jatuh
di bawah.
Semoga memang rezekiku dan gak dosa kalau kuambil. 3ribunya kubelikan bakso,
sisa 2ribu, hehe
Siang harinya ada abang-abang ngedit Ktp. Haha
Uang kembaliannya 3ribu gak diambil, sama nur dikasih aku. Buat beli roti
katanya.
Sore harinya ada kakek2 datang mau buat surat tanah harta warisan. Surat yang sebentar bgt ngetiknya, harga 5ribu tapi dibayar si kakek 10ribu, baik sekali. Katanya 5ribunya buat aku.
Dan di jam-jam 6 sore sebelum pulang si ibu bos ngasih
amplop gaji pertamaku.
Alhamdulillah.. wah senangnya rasa hatiku.
Karna tidak diharapkan, rasa senang dan bersyukur nya jadi berlipat. (soalnya
nur bilang, gajiannya sering telat)..
Kubuka amplop itu, wangi duit merah 600ribu.
Pertama kali dalam hidupku megang duit hasil keringat sendiri. Fiuh..
Niatnya ingin memperbaiki Hpku yang Rusak itu.
Sanking senangnya Potongan amplop bergaris yang merah biru itu kusimpan sebagai kenangan. Hehe
Andai setiap hari, rezekiku blak-blakan kayak gini.
tapi jadi biasa aja juga ga effort gasih.
Aku bermimpi tentang cowok berbadan tinggi yang pernah bersamaku ke pantai Tirta Namorambe.
Cowok yang sangat seksi, yang membuatku serasa masuk dunia imajinasi, Lovetime.
Dia menungguku, bahkan sampai aku pulang kerumah.
Ingin rasanya aku pergi bersama sang Ego.
Menyudahi rutinitas pekerjaan yang tak jelas.
Tapi waktu !
Waktu tak mau menunggu.
Sudah saatnya aku bangkit, menjalani hidup dengan pikiran dewasa dan bijak.
Bukan Naive, but, everything about money , ya.
Oh.. Come On.. Pikirkanlah kebaikan orang lain juga, agar
aku bisa bertahan.
My Dad, Tidak jadi pergi ke kalimantan. Karna kufikir, itu tidak mungkin.
![]() |
| story by me |