Featured Post

Bye, Cats

August 28, 2022

π™Όπšžπš—πšπš”πš’πš—, 𝚊𝚍𝚊 πš’πš‹πš•πš’πšœ πš—πšπš’πš”πšžπš πš‹πšŠπš’πš’

 

Jam 12 malam lewat, aku tak bisa pejamkan mata. Mendengar suara cekikan  bayi 2 bulan yang tak mau berhenti.
entah apa sebabnya?
(apakah perutnya kembung karna kipas angin hidup sepanjang malam, atau batuk terkena debu karna ibunya menggendongnya keluar rumah kesana kemari, atau juga tubuhnya tak nyaman, karna terus diletakkan di ayunan dan dijatah minum susunya). Sekali lagi, entah apa sebabnya.
 
Dari suaranya bayi itu seperti merasakan sakit. Yang akupun tak tau apa sakitnya ?
Suaranya serak luar biasa, sesekali di iringi batuk keras seperti mau muntah.
Ibunya lelah, ingin istirahat. 
Istirahat dari kesulitan hidup dan setelah seharian beraktifitas mengurus anak-anaknya yang lain.
Aku memebenci suara tangisan bayi itu, tangisan yang menjijikkan. Tangisan yang keluar dari bayi tak berdosa, tapi entah kenapa mendengarnya saja membuatku ingin membungkam bayi itu.
Sungguh  tak bisa dibohongi, jika dirasa memuakkan aku akan bilang memuakkan. Ditambah rupa bayi itu yang tak kalah memuakkannya. Membuatku enggan untuk ikut campur membantu mendiamkan rengekannya.
Ibunya sudah cukup sabar, tapi sang bayi terus memekik, meringis tangis kesakitan.
Sampai kesabaran yang terbatas membuat ibu itu memukul si bayi, dan membuat tangisnya makin keras, nyaris tak bersuara.
Ya, inilah keadaan tempat tinggalku sekarang. Diganggu oleh kehadiran seorang ibu yang menopang dua anak diluar nikah.
Terdengar sangat jelek kalau kubilang anak haram,karna tidak ada bayi yang haram, yang haram itu perbuatan orang tuanya.
Tapi ibu dari kedua anak haram itu, tak lain adalah kakak kandung suamiku. 
Entah, tak cocok dengan tempat tinggal ini, atau karna pola asuh yang salah. Bayi itu terus saja menangis, sampai suaranya serak,nyaris habis.mendengar bayi itu nangis, sudah cukup melelahkan, apalagi bayi itu yang menangis terus.
Si ibu hanya tidur, dan memaki ketika bayi itu kembali menangis. Mencoba mendiamkannya dengan kompeng /dot susu. Atau meletakkannya di ayunan. Padahal bisa saja bukan itu yang dibutuhkan si bayi saat ini.
Aku sudah mulai mendamaikan diri dengan keadaan, fakta bahwa kakak suamiku sudah meninggalkan sumber zinanya. Semoga bisa mengubah hidupnya menjadi lebih baik dan beramal sholeh. Dan aku hanya bisa mendukungnya lewat doa.
Tapi tidak untuk suamiku. Baginya, kedua anak haram yang dibawa kakaknya pindah kerumah ini,adalah aib keluarga, dan sesuatu yang haram disentuh olehnya.
Suamiku bilang, kakaknya itu tak bisa dibilangi, tak tau terimakasih dan akan selalu bermusuhan dengan siapapun yang didekatnya.
Semua saudara sudah membuangnya,karna sifat dan tabiatnya itu. Karna itu, aku harus berhati-hati.
Ya, aku ingin menjalani segalanya dengan baik-baik. Perasaan dan prasangka yang baik, lalu menempuh jalan yang juga baik. Semoga Allah membantuku, dan mewujudkan apapun yang baik juga dihidupku.
Amin

August 02, 2022

Pindahan Ke Tembung

 

Hari ini aku dan suami Pindahan dari Kios ke Rumah suami di Tembung.

Nyewa Pick-up kakek2 di daerah Denai.

Barang yang diangkut gak banyak.
Cuma Ember, beberapa perkakas, Mesin Jahit, dan ya.. Pastinya Tempat tidur dan kaca.

--
Katanya rumah itu akan di sewakan.
Tapi aku tau. Cepat atau lambat Rumah itu akan hilang, Lenyap tak bersisa.

July 25, 2022

Gajian

Enaknya kerja itu ya waktu nerima gaji

Gaji satu bulan 2,500,000
Alhamdulillah ya >,<

Walau gajian ini langsung habis buat bayar hutang,
tapi dari sini aku berjanji untuk tidak berhutang lagi.

dan karna ini gajian terakhir, aku foto selfi sama duit ini.

Sorry bukan pamer, cuma sebagai kenang-kenangan saja.

hasil kerja di mercy Waterpark

 

July 24, 2022

Tak tau diri


Dulu, kamu berlutut, memohon agar aku mau menikah denganmu.
Tapi sekarang, kamu lupa.
karna terbuai oleh keadaan, akupun jadi babu. Tak lagi kau hargai, tak lagi kau sayangi.
Akupun menangis, akupun terluka, tapi kau masih saja tak tau diri.

June 30, 2022

Aku ingat, papa

Aku ingat hari itu papa.. saat kau tertidur dengan posisi punggungmu mengarah ke kiri. Tidur miring dan aku ada di sebelahmu, belakang punggungmu. kau yang selalu memendam semuanya sendirian, bukankah itu terlalu menyakitkan !
Papaku yang tak banyak kata, tapi bisa kupahami betul bagaimana beratnya beban yang ada di pundakmu. seolah dunia menimpamu sekaligus, meskipun berat tapi beban itu kau pikul sendirian. Aku merindukanmu, sebelum aku memiliki suami, kau adalah tempat ternyaman untukku bersandar. tapi sekarang kau hanya sebagai ayah yang berjarak dengan putrinya. Hidupku memang tidak menjadi tanggunganmu lagi, tapi perasaanku yang terkadang menangis karena suamiku, entah kenapa kau juga ikut menanggung rasa sedih itu.
aku salah papa, aku banyak melakukan salah sejak aku menjadi anakmu, sejak aku menjadi dewasa dan mulai bersuami. tapi itupun bukan menjadi sebab kau membenciku. kau tetap mencintaiku sebagai putrimu yang terhormat.

ahh.. harusnya aku tidak mengadukan apapun soal kesedihanku. pikiran pendekku saat itu berharap jika berbagi cerita denganmu, aku akan dapat solusi dan nasehat bijak.
tanpa aku tau, jika itu malah membuatku semakin larut ikut dalam kesedihanku.
Aku menyadari itu setelahnya, karna lembutnya hatimu pasti tergores ketika mengetahui aku disakiti pasanganku.

papa.. saat kau tidur itu, aku menyelinap di belakang punggungmu.aku peluk tubuhmu dari belakang. menenggelamkan wajahku di balik mu.
aku tak mengatakan apapun, entah kau  benar-benar sedang tidur atau merasakan aku yang memelukmu saat itu. tapi kau juga hanya diam tanpa mengatakan apapun.

Perasaanku berbicara banyak, hingga tak bisa didefinisikan. tapi makna dari perasaanku, aku yakin itu sampai padamu. dan di detik kemudian, air mataku jatuh menetes. lalu, kau juga meneteskan air mata tanpa sadar. kau sudah menyembunyikannya dariku, tapi aku tau kau menangis juga, karena kulihat kau juga menyeka air matamu.

Kau tau papa.. Satu hal terbaik yang pernah terjadi dalam hidupku adalah aku Ditakdirkan terlahir menjadi Putrimu.
merasakan kasih sayang dan dibesarkan dan dibesarkan olehmu, aku bersyukur -sangat besar- pada Allah untuk itu.



 

June 15, 2022

Menyapa


Keep smiling

Hai, lama tak menulis disini. Aku harap tangan ini belum lupa dimana letak tuts huruf di barisan keyboard laptop, agar aku bisa lebih bebas mengapresiasi isi kepala ini. Aku baru saja dapat off untuk dua hari dari tempatku bekerja. Dan waktu dua hari gak cukup untukku menyelesaikan urusan di rumah ini. Mengurus anak yang sudah mulai aktif luar biasa, dan juga mengurus suami tak tau diri. Sungguh aku lelah, aku tak tau harus bersandar kemana. Suami hanya membuat hidup tambah susah. “Semoga lelah ini menjadi lillah” ….

March 16, 2022

Lelah Awut Mawut duniaku sekarang

 Hidupku sekarang -setidaknya sampai aku menulis kalimat ini- adalah hidup yang sempurna πŸ˜ƒπŸ‘

Bagaimana tidak, setiap hari kiosku didatangi 3 orang 'batak kredit' yang mengharuskan ku menyetor 30ribu/orang (berarti 90ribu/hari). Ditambah hutang mingguan, dimana aku harus membayar 150ribu setiap hari senin.πŸ™ƒ Ya, well, belum cukup sampai disitu ada satu lagi kewajiban di hari Kamis, dimana aku harus menyetor 137500 di sebuah pinjaman (kita sebut saja pinjaman monohok). 

"Hmmmmmmm" Sebelum melanjutkan, ada baiknya ku hela nafasku. 

Karena masih ada lagi satu tunggakan wajib di setiap akhir bulan yaitu 'membayar listrik prabayar_ku (kurang lebih 150ribu).

Huwooo..... πŸ™ƒπŸ˜žπŸ™ƒπŸ˜ž

Mendengar nya saja mungkin bisa membuat mu bergidik ngeri. Bayangkan saja bagaimana denganku yang harus menjalani hidup yang sempurna ini. πŸ‘

Lalu.. Dihidupku sekarang, aku telah menjelma menjadi manusia kolot, meskipun berhati tenang. Ya! Begini penjelasan nya. 

Karena aku yang sekarang sudah berkeluarga, memiliki suami dan satu anak. Aku harus mengurus anak ku sendirian. Mulai dari melek mata, sampai mau mejamkan mata. Ya, tak usah ku sebutkan apa saja, yang pasti aku harus melakukan semua kewajiban seorang ibu. Menyiapkan makanan, membuat susu, memandikan, membersihkan tai, mengajak main, dannn semuaanyaa. 

Lalu, suami ku yang sebijik ini juga tak kalah merepotkan hidup ku. Mulai dari menyiapkan makanan nya setiap hari. Mencuci dan merapikan pakaiannya, sampai saat ingin memejamkan mata, aku harus melayani nya di Ranjang. 

Gimana? Melelahkan sekali kan mendengar keluh kesah ini. Lalu bagaimana dengan ku yang harus menjalani nya. 

Tapi ya tapi, tak berhenti di situ. Aku yang sudah tak berdaya ini, setiap hari juga harus membersihkan rumah yang luar biasa kondisinya ini. Rumah peninggalan almarhum nenek yang luas nya selebar lapangan futsal. Mulai dari menyapu, mengepel, membersihkan debu, mencuci piring, dan membakar sampah. 

Yaa.. Aku tau, ini semua adalah sudah kewajiban seorang istri dan ibu. Tapi terlepas kenapa kusebut diriku sekarang ini kolot, tapi berhati ikhlas, apakah sebabnya. Kita sambung saja lanjutannya besok.. 


Next,,, ,,, ,,,