Featured Post

Bye, Cats

January 13, 2023

𝙴𝚜𝚎𝚗𝚜𝚒 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝙷𝚒𝚕𝚊𝚗𝚐

 Hujan turun deras, listrik padam, dan baterai HP habis. Lengkap sudah situasi malam ini. 

Anakku sedang diluar rumah, digendong ayahnya. 

Kubilang pada suamiku, kepalaku sedikit pusing. Jadi ingin rebahkan badan di kasur. 

Aku berbaring sendirian, berselimut tebal di kamar sunyi, ditemani lagu hujan peneduh hati. 

Terkadang, ingin melewati waktu seperti ini lebih lama. Karna seingatku setelah menikah, tak pernah lagi tidur di kamar gelap sendirian ditemani suara hujan. 

Di waktu- waktu seperti ini aku punya pikiran tenang untuk menyusun kembali tujuan hidupku. 

Dan aku punya irama dari alam, untuk merelaksasi jiwa yang sudah penat dan terusik. 

Biasanya semuanya akan refresh keesokan hari. 

Aku bisa bangun tidur dengan segar, dan wajah bersih dari jerawat. 

Hal-hal ini membuat ku bersyukur dikaruniai kehidupan. 

Bisa berbagi lebih banyak pada orang lain, dan sedekah setiap hari walau kecil, dalam bentuk senyuman. 

"_"

Akupun menyadari di manakah aku sekarang? 

Apakah tujuan ku sekarang. Esensi apa yang terkandung di dalamku. 

Apakah masih diakui? 

Atau sudah hilang? 

January 11, 2023

Buket

Belajar buat buket jajan
 

Gegara lihat postingan orang yang buat usaha Buket bunga. Aku jadi terinspirasi mau buat juga. 

Mau belajar dulu. Lihat tutorial banyak-banyak. Niat udah ada. 
Tapi karna putri ku masih kecil, belum bisa diwujudkan sekarang. 

Semoga terijabah. Amin

 

🦊

January 08, 2023

Kenapa ibu Jarang Sakit

 Beberapa minggu yang lalu, putri kecilku demam tinggi. 

Sesuatu yg pilu yang tak ingin dirasakan seorang ibu, akhirnya kurasakan. Saat putri kecil yang belum bisa bicara, menangis, merengek sepanjang malam dengan wajah lesu dan suhu badan panas. 


Suamiku, sama sekali tak ingin terganggu tidurnya karna alasan " Besok kerja harus masuk pagi".


Dan mata ku yang juga nahan ngantuk, mau tak mau ku paksakan terjaga, untuk menjaga putriku, yang aku juga tak tau persis tindakan apa yang tepat kulakukan, hanya memberi obat, membuatkan susu yang banyak, dan juga menjaga suhu kamar agar tetap sejuk, sesekali kubalurkan minyak kayu putih ke perut dan seluruh tubuh mungil itu. 


Akupun bisa tertidur, hanya sejam, lalu bangun lagi, dan ketika jam 5 subuh, azan berkumandang, tapi karna terlalu lelah, aku tertidur sampai pagi. 

Lupa sholat subuh, dan  juga lupa membuatkan suami Teh manis sebelum berangkat kerja. 


Terbesit pikiran untuk menelfon mamaku dan memintanya datang untuk membantu menjaga putriku. 

Tapi lalu, aku teringat betapa sibuknya aktifitas ibuku. Dan juga aku pasti akan terkena omelan, "tidak becus jaga anak, anak dikasih minum es, anak diajak jalan-jalan kesana sini, padahal lagi musim sakit" dan banyak lagi omelan. 


Sampai akhirnya ku urungkan niat untuk meminta bantuan mama. 


Ketika jam setengah delapan pagi, bayiku merengek lagi, kali ini dia bangun dan duduk sendiri, menatap mataku sayu. 

Tatapan yg begitu menggemaskan dari bola mata mungilnya, tapi seolah berkata "tolong adek ma".


Lalu, akupun berkata dalam hati, " Kalau sakitnya bisa dipindahkan, lebih baik aku yang sakit ya Allah. Tapi jika sakitnya bisa disembuhkan, sembuhkanlah segera bayi lucu yang tak berdosa ini. 


Mungkin, hampir semua orang tua pernah berdoa sama, ketika anak tercintanya terbaring sakit, berharap dirinya saja yang menggantikan sakit itu. 


Singkat cerita alhamdulillah, bayiku sembuh juga. Kepintaran dan akalnya semakin berkembang. 


Dan setelah semingguan berlalu, tepatnya tanggal 5 Januari, aku mulai merasakan tubuhku menggigil, tenggorokan tercekat, dan dada sesak. 

Aku tumbang dan sakit dengan sendirinya. 


Kulihat suamiku berlaku khawatir, meskipun aku tak berharap perhatian apapun darinya. 

Karna hanya bila berharap, aku bisa tenggelam dalam kekecewaan. 


Kutatap rumah yang berantakan dari depan sampai belakang. Pikiran ku masih bisa berpositif dan jernih. Hanya badan lemas, membuatku tak sanggup berdiri. 


Sampai saat suamiku berangkat kerja, anakku terbangun dari tidurnya. 

Dengan gemas dan pintarnya, anakku mengoceh minta gendong. 


Di saat seperti ini, Satu-satunya yang bisa kuharap adalah kedatangan mama. 


Tapi sebelum mama datang, aku tak bisa membiarkan putriku bermain sendirian. Hingga tiba-tiba muncul power entah darimana yang membuat ku merasa sehat dan bugar. 


.. 

Pikiran ku pun melayang pada sosok ibuku, yang nyaris tak pernah sakit. 


Dan setelah aku menjadi seorang ibu, ternyata inilah rahasia kenapa seorang ibu tak pernah sakit. 


Karna rumah akan berantakan, anak tak terurus bahkan semua yg dirumah bisa ikut sakit gara-gara ibu yang sakit duluan. 


Akupun bertekad untuk terus semangat, makan banyak dan minum obat. Sakitku, tak boleh lama-lama. 

Karna aku seorang ibu, karna ibu adalah tonggak dari seluruh isi rumah. 

Jika ibu sehat, maka sehat lah seisi rumah. Begitupun sebaliknya. 

December 26, 2022

Post Foto abis Potong Poni

 

Meskipun sudah ibu-ibu sesekali ingin juga berpenampilan Gadis. 
Hehe..  

December 10, 2022

Sumpek

Aku sumpek dan kehabisan semangat.

Hari ini, seharian bahkan tak mandi. Tak juga cuci baju dan menyapu rumah.
Suamiku, membuat semuanya makin sumpek dan meng-Gondokkan. Gara-gara Dompet yang penuh Dokumen hilang, kereta rusak, dan kerjaan di pabrik kian berat.
Tutur katanya tak lembut lagi, hanya merayu saat ada maunya. Kosakatanya juga luar biasa kotor. Saat ini, aku sudah mulai terbiasa. Tapi tetap saja masih terasa sakit saat mendengarnya, sering-sering begitu.
Seolah dia sedang menerima akibat dari Dosanya sendiri, tapi itu juga melibatkan aku. Kesusahannya, adalah hal yang juga ‘harus’ membuatku susah. Dan kesialannya ‘harus’ kutanggung juga.
Geram !
Sanking geramnya, tak sekali dua kali aku berdoa agar orang sepertinya mati saja lebih dulu.
meskipun azal tak ada yang tau, doa istri yang teraniaya, apakah berlaku ?
--
Sebelumnya, hidupku luar biasa nyaman dan bahagia. Meskipun sendiri, tapi  aku punya impian dan kebahagiaan dari hal-hal remeh yang kulakukan di setiap aktifitas harianku.
Sampai  akhirnya, manusia sebijik itu muncul seperti benalu.
Dia tumbuhan tak berguna yang menempel dan menumpang hidup pada inangnya. Tanpa nutrisi dan vitamin dari inangnya, maka parasit itu tak bisa bertahan hidup.
Aku tau !
Manusia  semacam itu takkan bisa berubah. Bisa ! tapi tak sepenuhnya.
Hanya membuat hidupku makin susah dan berantakan. Aku muak. Titik.

December 07, 2022

Di Atas Makam Ibumu

Satu alasan yang membuatku memutuskan untuk menikah adalah, "janjimu di depan makam ibu".

Pemakaman yang sudah nampak tua, terhimpit di antara beberapa kuburan baru, -dan yang sudah terbengkalai.

Di sinilah Ibu mertua yang tak pernah kukenal dikuburkan.


Waktu itu aku sedang patah hati, dan bertemu denganmu.

Entah bagaimana kata hatimu, sampai memutuskan untuk membawaku berziarah ke makam ibumu.

Kita tidak pernah terikat dalam sebuah hubungan, hanya masih saling suka.


Tapi begitu sampai di makam ibumu, yang kau katakan adalah "Mami, Midun datang sama calon menantumu.."


'hening sesaat'


dan jatuhlah air matamu.

Laki-laki asing yang begitu ceria luar biasa. Hari ini kulihat dia menangis di depan kuburan ibunya.


Entahlah,

Seorang wanita satu-satunya di hidupmu, yang membesarkanmu seorang diri selama 22tahun.

Pasti tak tergambarkan lagi kesedihanmu, saat wanita itu meninggalkanmu selamanya.


kau bilang, akulah wanita pertama yang pernah kau bawa kesana.

Karna kita akhirnya menikah, artinya ibumu merestui kita.


Well, IBU MERTUA.

Seorang yang tak pernah kudengar suaranya, kujabat tangannya, dan kucium pipinya.

Aku hanya pernah melihat fotonya satukali.


--

Waktu itu kita membacakan Al-fatihah, membersihkan kuburan seadanya, lalu pulang.

Tak banyak yang kau ceritakan soal ibumu.

Hanya caranya mendidik anaknya dengan keras, dan juga Wanita Setia karna tak pernah menikah lagi sejak ayahmu meninggal.

Sampai akhir hayatnya.


Itulah kenapa suamiku tak pernah mengenal sosok ayah seumur hidupnya.

Karna ayahnya sudah meninggal sejak masih usia 3bulan.


Beberapah hari sebelum menikah kita datang lagi, untuk membacakan Yasin.

"15 Februari 2015" adalah hari wafatnya ibumu.

dan "7 april 2020" adalah hari pernikahan kita.


Satu hal yang kusesalkan, adalah Takdir yang tidak mempertemukan kita lebih cepat, agar aku bisa mengenal ibumu.


///

"Mami" adalah mamak midun.Panggilanmu untuk ibumu.

Selalu bercerita ini dan itu dikala kenangan demi kenanganmu bersamanya berlalu di ingatanmu.


Suamiku, benar-benar anak yang manja.

Kata-katamu yang kuingat, adalah 'aku adalah sosok wanita paling berarti buatmu, setelah ibumu'


apakah aku harus bahagia ?


--

Pada saat bertengkar denganmu.

Terkadang terbayang sosok ibumu dan akupun kecewa pada hidupku.


Tapi biar bagaimanapun juga, ibumu adalah seseorang yang telah melahirkan Takdirku.

mau tak mau kuterima, dan hanya doa yang bisa kuberikan padanya. Al-Fatihah..

 

December 04, 2022

𝚆𝚊𝚝𝚊𝚔

Aku rindu menjadi stabil dan tenang. Terkadang perasaan itu bisa kudapatkan kembali di rumah ini.

Tapi tak jarang, kondisi kesehatan dan keuangan, membuat kepala ‘goyang’.

Aku selalu berdoa, semoga hati suamiku menjadi lebih lembut. Jujur saja aku mencintainya,karna itu masih bertahan berada di sampingnya. Dan juga semoga hati dan pikiran buah hatiku makin baik dan lembut.
sungguh, anakku punya watak yang mirip ayahnya.