Featured Post

Bye, Cats

January 17, 2021

Haii.. Happy Weekend All..


Paksu kerjaannya main PS terus, Aku masak gaenak dia mara2. Kasihan sih, karna kalau bukan aku yang nyiapin Makanan, siapa lagi !!

Tapi di satu sisi menjengkelkan jugak, karna aku sedang hamil besar, lagi susah buat banyak gerak, masih harus melayani dia sedemikian Rupa. HUEEE…

Semoga baktiku yang seperti ini bisa membuka pintu Rezeki buat keluarga. Amin

Oya, Btw, Im dreaming to night.

Mimpi yang begitu aku terbangun dari tidur aku bisa merasakan kesedihan karna itu.
Aku.. Tak ingin cerita panjang lebar. Tapi intinya, ini..


Cherrys Micher Rambe

 Hai. Aku Cery, Seorang Ibu hamil. Dan aku hampir Depresi.

Kufikir satu-satunya cara agar fikiranku tidak terlalu terbebani adalah menulis di Blog ini.

**

Aku hamil anak pertama di usia 26tahun.
“Cukup tua untuk ukuran seorang gadis Cantik yang dulunya dipuja banyak laki-laki”.
Haha

Dan saat ini aku sedang menanggung beratnya beban perasaan ketika menjadi anak, menjadi istri dan menjadi calon ibu.

Entah kenapa, Aku selalu disalahkan untuk hal yang bukan disebabkan karna ulahku. Dan aku harus menanggung segala hal yang selama ini tidak pernah menjadi persoalan dihidupku. Seperti mengurus makan suami, mengelola keuangan, mengurus rumah dan memanajemen Kejamnya omongan orang dari kanan kiri.

Tapi, aku hanya bisa bersabar untuk itu, karna aku tau emosi sesaat gak akan berujung Baik.

--

Aku mencintai Suamiku.
Bersyukur karna dia mau menerima semua kekuranganku selama kami menjalani hari-hari bersama.
Dan apapun yang dilakukannya padaku, kuanggap itu adalah karma yang mau gak mau aku terima untuk menebus semua dosaku sebagai wanita di masa lalu.

Aku juga menyayangi Ibuku. Tanpanya aku juga bukan apa-apa sampai detik ini.
Dan apapun yang difikirkan ibuku tentangku hari ini, kuanggap sebagai penebus dosaku selama Durhaka menjadi putrinya selama ini.

--

Micher Anakku. Ini Mama, sedang mengandungmu. Membawamu dalam perut mama kemanapun mama pergi. Mama Mencintaimu melebihi semua yang ada di hadapan mama sekarang.

Meskipun belum pernah melihat rupamu, mama selalu bisa merasakan kehidupanmu lewat gerakan2 kecil yang micher lakukan di dalam sana.
Mama bahagia bisa dianugrahkan kehamilan ini. Dalam diri mama, ada dirimu.
Menunggu detik demi detik kau akan hadir di sini dalam pelukan mama.

Biarkan saja semua orang ingin bicara apa, Mama tau micher bisa merasakan perasaan mama jauh lebih dalam daripada siapapun.
Jadi calon bayi yang baik ya Sayang. Lahirlah dengan Normal tanpa bantuan siapapun.
Jangan menyakiti mama diluar kesanggupan mama untuk melahirkan kehadiranmu di Dunia ini.
Mama mohon sama micher untuk mengerti keadaan bahwa mama tidak bisa mengandalkan siapapun di sekitar mama sekarang.

Mama tidak punya uang, tidak punya tempat untuk bersandar dan bermanja.
Dan hanya mengharapkan satu-satunya pertolongan hanya pada Allah.

Jika orang-orang disekeliling mama mau membantu, mama akan merasa bersyukur. Tapi sungguh mama tidak mengharapkan bantuan dari mereka

Mama akan mengusahakan ini sendirian sebisa mama.
Mama Janji.


 

January 12, 2021

Catatan hari ini (1)

 Uang bisa datang tiba-tiba dan bisa lenyap tiba-tiba, Kemarin masih pegang duit sekarang udah habis lagi. Tralalaa…

Tadi malam abis Pangkas rambut suamiku, jadi pendek lagi, Rambut Baluu..
‘ci endut lambut baluu..’

Dan hari ini aku bahagia, meskipun pinggangku rasanya hampir mau patahh, memikul Micher yang kian berkembang.



B a h a g I a
Ternyata, aku masih bisa melayani keluargaku.
 Yay, sebenarnya kebahagiaan itu datang saat kita bisa berbagi. Bukan hanya ketika kita diberi saja.

January 05, 2021

Catatan Hari ini (2)

 Haiiii..

Aku masih terbayang wajah tampan suamiku saat melambaikan tangannya saat mau berangkat kerja tadi. Dia sungguh tak bisa ditebak, meskipun seringkali membuatku kesal lewat tutur katanya yang terkadang terlampau kurang diajarin.  Tapi dilubuk hatinya, dia sudah sedikit menahan diri padaku. Dia mencintaiku, dan yang terpenting dia punya komitmen setia pada istrinya –satu-satunya.

Dan well, hujan gerimis panas dingin sang cuaca belum juga normal. Kota medan sudah mirip kota Bogor yang dimana hujan dan panas akan muncul setiap hari.

Aku tiba-tiba saja mengantuk ingin tidur ketika cuaca sore mendadak Hujan. Dan terbangun saat sudah mulai jam 6 gelap.

HAH.. Bingung haruskah aku Mandi atau tidak. Beberapa ibu melarangku Mandi   sore saat sudah hamil besar begini.

Telfon bututku mendadak berdering terus terusan hari ini, dari kakaknya suamiku dan mamaku.
‘maaf saja’ tapi aku sedang tidak berkepentingan untuk mengangkat telfon itu. Terkadang mereka hanya butuh kami, tanpa ingin tau bagaimana kondisi kami saat ini.

entah kenapa aku dan suami yang masih kecil dan baru berumah tangga ini bisa mereka ganggu sedemikian rupa, sedangkan kami selalu berusaha untuk mandiri dan tidak menyusahkan mereka lagi.
Aku tau, akan  ada masanya kami akan butuh mereka, tapi untuk hal sepele dalam rumah tangga seperti sebuah pertengkaran apakah kami harus terlibat sedangkan kami tidak ikut andil dalam memicu pertengkaran mereka.

Ya Allah,, Lindungilah kami semua.
Aku, Keluarga kecilku, Keluarga besarku, Saudara-saudara dan Teman-temanku semua. Berilah mereka kehidupan dan cobaan yang sanggup mereka terima dengan lapang hati. Amin

Oiya. Aku harap semoga hari ini suamiku gajian. Aku ingin sekali memeriksakan kandunganku sekali lagi seraya minta obat batuk dan pilek pada Bidan atau Dokter.


 

January 03, 2021

Misua tone


Aku mencintaimu, setiap hari dan semakin bertambahnya hari.
Suamiku memang bukan orang berpendidikan, tapi dia bukan orang yang bodoh. Dia hanya kurang berEtika dalam bersikap dan berkata-kata. Jika ada saat dia mengatakan kata-kata kotor dan Makian dengan mudahnya, maka satu-satunya yang bisa kulakukan hanya memaklumi dan mengalah. Pernah sih kucoba mengubah sikap buruknya itu, tapi kayaknya berat karna sudah mendarah watak.
Mungkin hanya dengan Doa aku bisa memohon pada Tuhan agar dia berubah untuk mulut kotornya itu.
Suamiku selalu minta aku Masak, dan Menyediakan makanan jika dia sudah lapar. Well sesimpel itu, tapi kadang terasa begitu membebani buatku karna sebelum menikah, kegiatan memasak adalah hal yang paling jarang kupegang. Sebut saja saya wanita tak pandai masak, memang iya.
Jika saya menyediakan makanan enak, dia akan memuji dan makan dengan lahapnya, secara gk langsung itu membuatku semangat dan smakin ingin belajar masak yang enak2. Tapi sebaliknya, jika makanannya kurang enak –biasanya kalau gak ada sambal-  dia akan makan dengan ekspresi muka gak selera dan memaki makanan itu, otomatis akupun down dan menyalahkan diri sendiri dan akupun marah, bilang dia gak bersyukur sama makanan.
Tapi dengan cara-nya itu aku jadi belajar terus untuk jadi istri yang lebih baik.
Untuk banyak hal, semenjak kami hidup bersama aku mulai mengenali wataknya. Ada yang aku suka, dan ada yang bikin Muak. Sukanya dia itu hemat dan bisa pegang uang sedikit untuk kebutuhannya. Tidak merokok walau kadang ingin ngemil jajanan. plus dia itu tau agama, Sholat dan mengaji itu HARUS.
Yang aku gak sukanya dia itu m-a-n-j-a, dan bawel dan gampang emosi untuk hal-hal  yang gak ngena di hatinya. Dan juga kadang kurang perhatian sama kondisiku yang lagi hamil besar.

December 28, 2020

Penyakit Yang Dibuat Sendiri

“Di dalam diri manusia ada satu penyakit yang sakitnya itu bisa kau buat sendiri, yaitu penyakit Sibuk Ngurusin Orang Lain”
_Chery

Ada seorang wanita, masih punya hubungan saudara denganku. Usianya belum genap 45tahun, tapi sudah memiliki 3 anak yang semuanya sudah beranjak Dewasa. Berhubung wanita itu dulu menikah di usia yang masih remaja.

Wanita itu tidak terlalu dekat denganku, bahkan tidak dekat hampir dengan semua tetangganya.
Hal itu dikarenakan mulutnya sangat berbisa, dan suka sekali menyebar fitnah kesana sini.

Padahal hidup yang dijalani wanita itu cukup nyaman dan mapan. Dia punya rumah mewah dan kebutuhan sehari-harinya selalu tercukupi bahkan bisa dibilang berlimpah.

Saya sendiri selalu berusaha sebisa mungkin untuk tidak berurusan dengannya dalam hal apapun. Dan tidak mengusik hidupnya dalam hal apapun.

Tapi entah kenapa mungkin gatal sekali rasanya jika pikirannya -sehari saja- tidak diisi dengan Ngurusin hidup orang lain.

Wanita itu selalu saja mencampuri kehidupan orang, khususnya hidupku dan suamiku.

Jika ada yang Nampak tidak elok dimatanya mengenai hidupku, maka dia akan menyebarkan berita jelek kesana kemari.

Saya sendiri sudah cukup sabar dan mengelus dada setiap kali ada orang yang menyampaikan kata-kata sampah dari wanita itu pada saya.

Padahal ada banyak kebahagiaan yang saya dapat dari kehidupan rumah tangga saya yang mungkin saja dia tau, tapi dia malah tidak senang melihatnya.

Saya tidak tau kenapa.??

Padahal Demi Tuhan, saya tidak pernah minta makan sama wanita itu, saya tidak pernah meminjam uang apalagi menyusahkan hidup wanita itu, bahkan sekedar menyapanya saja jarang.

Tapi wanita itu selalu mencari tau dan menjelek-jelekkan saya pada orang lain.

>>

Saya tau betul, dalam hidup ini kita harus bersosialisasi dan saling menghargai, karna itu saya hanya sabar saja menghadapi orang seperti wanita itu.

Daripada capek-capek meladeninya, dan memenuhi kepala saya dengan kebencian, lebih baik saya buang unek-unek saya di tulisan ini.

Lalu mengharapkan agar Tuhan saya segera membukakan pintu hidayah untuk orang sepertinya.

--

Ya, well.

Terkadang ada kalanya dalam diri seseorang dipenuhi penyakit yang dibuat oleh fikiran dan perasaannya sendiri. Saya menyebut itu penyakit iri dan dengki. Dan semoga saja Allah menyayangi keluarga kecilku, dan menjauhkan kami dari penyakit hati semacam itu.

Amin Ya Robbal ‘Alamiin..

Words by Chery

 

December 06, 2020

Message Before D*ath

Ini rahasia Tuhan yang memiliki_ku seutuhnya. Tuhan yang memberikanku kesempatan untuk hidup. Menikmai Keindahan Dunia, dan mencicipi nafas.

DIRIKU BAHKAN BUKAN MILIKKU.

Ohh betapa bodohnya jiwa ini. Yang terlalu sombong membanggakan setitik nasi dalam kosmos bumi yang tidak ada apa-apanya.

Harusnya orang sebodoh ini tak pernah dicptakan.
hanya memenuhi pantat bumi dengan dosa dan kekacauan.

Tanpa kusadari, Tujuanku diciptakan adalah untuk mematuhi Perintah_Nya.

Bukankah kita hanya makhluk lemah ?
Hempasan ujung jari sang khalik, akan mengakhiri segalanya dengan segera.

Tapi Kita!
Terlalu angkuh dan membanggakan Dunia yang nyatanya hanya sementara.
Alam raya indah yang hanya titipan saja.

Kufikir, untuk apa kita hidup.
Jika bukan untuk mempersiapkan MATI.

kelas