“Di dalam diri manusia ada satu
penyakit yang sakitnya itu bisa kau buat sendiri, yaitu penyakit Sibuk Ngurusin
Orang Lain”
_Chery
Ada seorang wanita, masih punya
hubungan saudara denganku. Usianya belum genap 45tahun, tapi sudah memiliki 3
anak yang semuanya sudah beranjak Dewasa. Berhubung wanita itu dulu menikah di
usia yang masih remaja.
Wanita itu tidak terlalu dekat denganku,
bahkan tidak dekat hampir dengan semua tetangganya.
Hal itu dikarenakan mulutnya sangat berbisa, dan suka sekali menyebar fitnah
kesana sini.
Padahal hidup yang dijalani wanita
itu cukup nyaman dan mapan. Dia punya rumah mewah dan kebutuhan sehari-harinya
selalu tercukupi bahkan bisa dibilang berlimpah.
Saya sendiri selalu berusaha sebisa
mungkin untuk tidak berurusan dengannya dalam hal apapun. Dan tidak mengusik
hidupnya dalam hal apapun.
Tapi entah kenapa mungkin gatal
sekali rasanya jika pikirannya -sehari saja- tidak diisi dengan Ngurusin hidup orang
lain.
Wanita itu selalu saja mencampuri
kehidupan orang, khususnya hidupku dan suamiku.
Jika ada yang Nampak tidak elok
dimatanya mengenai hidupku, maka dia akan menyebarkan berita jelek kesana
kemari.
Saya sendiri sudah cukup sabar dan
mengelus dada setiap kali ada orang yang menyampaikan kata-kata sampah dari
wanita itu pada saya.
Padahal ada banyak kebahagiaan yang
saya dapat dari kehidupan rumah tangga saya yang mungkin saja dia tau, tapi dia
malah tidak senang melihatnya.
Saya tidak tau kenapa.??
Padahal Demi Tuhan, saya tidak
pernah minta makan sama wanita itu, saya tidak pernah meminjam uang apalagi
menyusahkan hidup wanita itu, bahkan sekedar menyapanya saja jarang.
Tapi wanita itu selalu mencari tau
dan menjelek-jelekkan saya pada orang lain.
>>
Saya tau betul, dalam hidup ini
kita harus bersosialisasi dan saling menghargai, karna itu saya hanya sabar
saja menghadapi orang seperti wanita itu.
Daripada capek-capek meladeninya,
dan memenuhi kepala saya dengan kebencian, lebih baik saya buang unek-unek saya
di tulisan ini.
Lalu mengharapkan agar Tuhan saya
segera membukakan pintu hidayah untuk orang sepertinya.
--
Ya, well.
Terkadang ada kalanya dalam diri
seseorang dipenuhi penyakit yang dibuat oleh fikiran dan perasaannya sendiri.
Saya menyebut itu penyakit iri dan dengki. Dan semoga saja Allah menyayangi
keluarga kecilku, dan menjauhkan kami dari penyakit hati semacam itu.
Amin Ya Robbal ‘Alamiin..
 |
| Words by Chery |