Aku harap aku tidak menyesal. Karena tidak membelikan baju baru untuk bayi keduaku.
Karena setelah seminggu kelahirannya, semua baju bayi adalah lungsuran. Aku tidak membelikannya sepasangpun baju baru untuk putriku.
Baju itu turun-temurun dihadiahkan sanak saudara untuk para perempuan -yang masih saudara dekat- yang baru melahirkan.
Dan beberapa masih terlihat layak, beberapa lainnya terlihat sudah lusuh dan kainnya robek.
Masih teringat 5tahun silam. Baju-baju bayi ini juga kupakaikan pada anak perempuan pertamaku, Almira.
Yang nyatanya kesadaran itu tidak pernah ada. Dan akupun tau, semakin banyak meminta maka aku semakin ditampar kenyataan bahwa aku tidak berarti apa-apa dan harus sadar diri.
Entahlah, harusnya ini tidak boleh. Tapi aku selalu merasa hutang budi jika terlalu banyak meminta pada suamiku sendiri.
T_T