Featured Post

Lebaran Ketiga

April 01, 2025

Lebaran Ketiga

 Bangun jam setengah sembilan, dan sangat terganggu dengan suara bising dari tetangga depan rumah. Entahlah, entah kenapa mereka selalu berisik setiap pagi.

Aku masih bingung apakah akan bertamu kerumah tetangga depan itu atau tidak. Di satu sisi istrinya sangat baik, tapi satu sisi lain, ada rasa segan luar biasa karena mereka itu -orang kaya yang punya kuasa-.

Kak via ngajak bertamu tempat buk idar, Lumayan buat ngisi perut.. Mudah2n Rezeki buk idar bertambah karena sudah menjamu tamu dengan baik.

Lalu kami lanjut ke tempat Mbah paman. Kakek dan nenek yang tersisa dari mereka yang telah tiada.

Ada  momen dimana aku merasa sangat sedih, apalagi mengingat mereka yang 'dulu menyatukan' saat telah tiada, membuat semuanya buyar tak bersisa.

Pedih tapi memang itu kenyataannya.

Lalu pulang kerumah, aku bertekad untuk membereskan rumah yang mirip kapel pecah ini pelan-pelan.

March 31, 2025

Lebaran Kedua

 Suamiku bilang, Gak cocok juga jika hari raya  hanya dirumah saja. Jadi saat bangun tidur jam 9 pagi kami cus kerumah kakakku, sarapan lontong disana. hehe

Satu-satunya tamu yang datang kerumah adalah orang asing yang baru dikenal suamiku dari Whatsaap. Mungkin mereka juga tidak punya banyak saudara dan keluarga, sampai dipertemukan dengan kami yang juga tak kemana-mana hari raya pertama.

Setelah tamu -tak dikenal- itu pulang, kak via yang terlanjur bilang aku dan suamiku akan datang tempat wak uwas, akhirnya 'kami' baru berangkat jam 4sore kesana. Di sana suamiku bermulut sangat ember dan mengatakan semua hal tanpa filter tentang mama.
maka, ingatanku kembali pada mama di masa-masa suram itu. saat seorang dukun menghancurkan segala yang ada di hidup mama.

aku bingung, aku kesal, aku marah, tapi aku juga kasihan.. keluarga papa memang jauh lebih baik daripada keluarga mama. karena itu membuatku lebih nyaman terbuka dan mudah termotifasi.

Hari ditutup dengan belajar Duolingo dan tidur dengan tidak nyaman karena banyak nyamuk, Bau tai kucing dan juga anak gadis yang selalu gelisah.


March 30, 2025

Lebaran Pertama

 Well, bisa dibilang ini adalah lebaran paling suram, paling tidak bermakna sepanjang sejarah hidupku.
Dimulai takbiran sepanjang malam yang membuatku terjaga sampai sepertiga malam. Pagi hari yang seharusnya 'pergi sholat I'd' aku malah melanjutkan tidurku karena kondisi badan sangat lemas dan bermimpi sosok papa yang sedih.

Tidak ada papa, tidak ada mama, tidak ada keluarga dan saudara, hanya ada aku, suami dan anakku. Seperti hari kebalikan, saat semua orang yang merayakan, kami malah berdiam dirumah dengan rasa hampa.

Pintu rumah kututup dan aku hanya memasak makanan seadanya dan juga mencuci pakaian seambrek.
Suamiku yang kucintai, hanya dia obat dari rasa hampa di hari raya pertama ini.

Bisa kudengar, begitu banyak suara dan kegembiraan di luar sana. Orang-orang berlomba pasang Status. Minal aidin wal faidzin..
Pakai baju bagus, penampilan terbaik dan makanan2 enak dikeluarkan dari dalam kulkas dan penyimpanan.

--
Tapi tak masalah, Sebulan tanpa puasa dan ibadah, hanya bekerja dan bayar fitrah, kurasa juga kurang pantas jika suamiku ikut merayakan idul fitri.

Lagipula, kami tak punya banyak duit. Malu kalau berhadapan dengan keluarga, saudara dan tetangga..

March 27, 2025

Hanya seonggok sampah

Setiap kali bertengkar dengan suami, setiap kali marahan, ribut, berselisih dan tidak enak hati.

Aku selalu memandang suamiku sambil bertanya tanya dalam hati.
Jika flashback saat awal perkenalan sampai akhirnya kami menikah, apakah nilai tambah yang dimiliki oleh suamiku. Bibit, bebet dan bobot, semuanya Nol.

Sejatinya, jika dipandang tanpa rasa cinta, suamiku hanya seonggok sampah. Kurang lebih mirip seperti itu.

Tapi nyatanya aku mencintainya, dan kupandang dia sebagai sesuatu yang akupun tak tau apa kelebihannya --karna cinta telah mengaburkan semua fakta suram tentangnya.


dan jika mata yang lain memandang suamiku, apakah mereka memandangnya dengan cinta, atau memandangnya selayaknya sampah saat menyadari peringainya itu.

March 15, 2025

hari ini mau cerita

 Aku suka kesel tiap kali ada teman laki-laki mama main kerumah, kekesalan yang pertama itu karena kalau dirumah aku sering pakai baju yang terbuka, jadi kalau ada laki-laki lain selain suamiku, maka aku akan merasa sangat risih. Dan yang kedua, karena mama juga mengizinkan- jadi teman laki-lakinya yang datang seolah tidak punya sopan santun, seperti keluar masuk rumah seenaknya, bertamu sampai malam2 dan tingkah laku kurang sopan lainnya.

Terlebih aku selalu membereskan rumah dan jika ada satu saja orang yang datang -dan melakukan suatu kekacauan- maka akulah yang akan membereskan kekacauan tersebut.

Yang paling kampret itu bukan hanya rasa lelahku yang tidak dihargai, tapi hinaan yang kerap kuterima kalau aku tidak -membereskan kekacauan orang lain- itu.

--
Mungkin hatiku belum cukup bersih untuk menerima hal-hal baik yang nantinya akan datang dihidupku.
disaat orang lain berpacu dengan waktu, aku masih berpasrah dengan keadaan.

semoga saja,akan ada hal yang membuatku termotivasi seperti saat dulu, saat pertama kali aku jatuh cinta.

Huhee..


March 14, 2025

bingung

 seperti lagu dangdut yang liriknya begini "terkadang kau lembut, terkadang kau kasar, membuat hati bertanya.. siapa kau..kau kau..."
well, begitulah semua orang yang berada di dalam hidupku sekarang.
mereka tidak pernah konsisten akan sikap dan prilakunya, terkadang bersikap baik sampai aku segan, lalu bisa tanpa sebab yang ku tau bisa marah dan sewot padaku.
haah..
apakah ini faktor cuaca, faktor ekonomi, atau gangguan jin mungkin.

sampai aku menuliskan ini, aku juga masih bingung, well.



March 09, 2025

Lets Get Dissapoint

 Ada satu cara ampuh untuk mendapatkan rasa kecewa, Yaitu berharap dan bergantung pada MANUSIA.

Selama yang kau cintai adalah manusia, dan sejauh yang kau tuju ada pada manusia. Maka tak peduli apapun, Hanya akan beujung pada kecewa.

Karena itu aku memilih bergantung pada hal lain, Hal apapun selama itu bukan manusia.

TUHAN, Mungkin !