Bangun jam setengah sembilan, dan sangat terganggu dengan suara bising dari tetangga depan rumah. Entahlah, entah kenapa mereka selalu berisik setiap pagi.
Aku masih bingung apakah akan bertamu kerumah tetangga depan itu atau tidak. Di satu sisi istrinya sangat baik, tapi satu sisi lain, ada rasa segan luar biasa karena mereka itu -orang kaya yang punya kuasa-.
Kak via ngajak bertamu tempat buk idar, Lumayan buat ngisi perut.. Mudah2n Rezeki buk idar bertambah karena sudah menjamu tamu dengan baik.
Lalu kami lanjut ke tempat Mbah paman. Kakek dan nenek yang tersisa dari mereka yang telah tiada.
Ada momen dimana aku merasa sangat sedih, apalagi mengingat mereka yang 'dulu menyatukan' saat telah tiada, membuat semuanya buyar tak bersisa.
Pedih tapi memang itu kenyataannya.
Lalu pulang kerumah, aku bertekad untuk membereskan rumah yang mirip kapel pecah ini pelan-pelan.